Home / Young Adult / Dear My Lover / Bab 5- Festival Olahraga datang~

Share

Bab 5- Festival Olahraga datang~

Author: hnbyuuki
last update Last Updated: 2024-03-03 20:00:14

“Saya akan bekerja keras sebaik mungkin!!”

“Hehe, mohon bantuannya ya, Yuuki..”

Setelah kemarin datang dan mengajukan diri untuk bekerja di sebuah toko buku, hari ini aku berangkat full dua shift. Toko buku ini bukan toko yang besar, tapi banyak hal yang berharga ada disini. Kalau bukan demi uang, aku beli buku-buku ini.

Barusan saja, aku berkenalan dengan karyawan yang akan kugantikan selama libur. Aku diajari berbagai hal dari sebelum toko buka sampai solusi-solusi dalam menghadapi pelanggan yang ada.

“Pekerjaan apapun itu bagian dari kehidupan. Tak akan lepas dari masalah. Jadi, siapkan mental dan percaya saja bahwa nantinya, semua masalah yang kamu hadapi akan berlalu.” Imbuhnya.

Aku terus berkeringat karena gugup, tapi untunglah aku bisa mengaturnya dengan baik. Sekuat tenaga mengontrol suara dan kalimat bicaraku dengan pelanggan.

Pintu toko terbuka, kuucapkan sapaan selamat datang namun terhenti. Karena orang itu adalah Michio, ia juga kaget saat melihatku. Biar begitu dia hanya diam mendekat dan ia letakkan tasnya di dekat tasku.

Aku terus melihatnya karena bingung, ia berkata, “Aku juga karyawan sini.”

Wah, enak sih ternyata aku kenal siapa teman kerjaku, tapi ini terlalu canggung karena bukan sekolah latarnya, hehe.

“Jadi, kamu yang gantiin kak Midori ya?”

“Iya, selama liburan aja sih.”

“Oh gitu, baguslah. Daripada banyak bingung di rumah dan waktu terbuang gitu aja kan.”

Aku setuju dengan apa yang dia ucapkan. Setelahnya dia mulai memberitahukan beberapa pelanggan yang aneh, pemarah, atau yang lainnya.

Karena terbiasa di kelas, kerja sama kami cukup kompak di tempat kerja jadinya. Waktu terus berlalu, saatnya tutup toko. Usai menutup pintu, Michio menawarkan dirinya untuk mengantarku pulang dan aku pun menyetujui hal itu.

POV AUTHOR

Tesss.. tess.. sisa es krim ditangan mungil seorang siswi menetes mengenai lengan tangannya. Pandangan matanya mengarah ke arah Yuuki dan Michio yang jalan bersama. Tak teralihkan, ia pergi setelah dua orang tadi tak terlihat lagi.

“Maaf ya sayang, mama kelupaan.”

“Gapapa ma.”

Di sisi lain, Yuuki sudah sampai di depan kosnya. Dia langsung masuk begitu Michio pamit. Saat semua orang di kos belum pulang, Yuuki melanjutkan kegiatannya ditemani musik dari ponselnya.

Karena musik ia putar secara acak, lagu sedih pun tak sengaja terputar. Yuuki diam meratapi lagu itu sambil menatap ke sebuah foto berpigura yang ia pajang di atas mejanya.

Foto itu adalah foto dimana dia tersenyum ceria ditemani Kyohei dan neneknya. Mungkin ia rindu kehadiran dua orang itu dalam hidupnya, neneknya yang telah tiada semakin menyayat hatinya. Ia sedang diterkam kenyataan.

“Ah, sudah sudah.. Bukan saatnya untuk bersedih kaya gini. Aku harus banyak menyibukkan diri.” Ungkapnya.

Hari terus berlalu, keuangan Yuuki semakin membaik dan terus stabil. Libur musim panas pun telah selesai dan semua siswa kembali berangkat sekolah.

POV AUTHOR END

Hari ini, semua anak bersemangat membicarakan festival olahraga yang akan diadakan sebentar lagi.

"Hufffhhtt~"

"Kenapa menghela nafas gitu?"

"Halah...."

"Ehhhh, kok aku malah berasa dapet keluhan 'orang ini lagi, orang ini lagi' dari kamu yaa?”

"Memang."

"Heee?!? Kejam amat~"

Aku mengabaikan keluhan Shima, kukatakan padanya kalau aku payah dalam olahraga. Dia malah terkekeh sambil berkata, “Gak masalah. Kamu pilih aja lomba yang gak begitu olahraga banget, hehe..”

Bagaimana bisa ada lomba yang 'gak begitu olahraga banget' sedangkan namanya juga Festival Olahraga. Sekarang ini, aku jadi dekat dengan Shima. Yah lebih tepatnya dia yang selalu mendekat lebih dulu sih.

Tadinya aku terganggu dengan tingkahnya itu. Ia berisik dan menyebalkan. Tapi karna setiap hari melihatnya bertingkah, aku malah jadi terbiasa.

Di satu sisi, semenjak Kyohei pacaran dengan Minami, kami sama sekali tak pernah bersama lagi. Bak orang asing yang tak pernah kenal dan tak mau mengenal.

Saat ini, seisi kelas sedang berunding membagi kelompok untuk masing-masing lomba. Karena ketua kelas begitu antusias untuk memenangkan banyak lomba, aku berterus terang kalau level olahragaku nol persen.

Aku memilih untuk malu di awal daripada harus malu disaat semua sudah terjadi. Lagian, dengan begini mereka tak akan berharap banyak padaku.

Setelah selesai, Takumi, selaku ketua kelas menyuruh anak yang piket untuk membawakan tumpukan buku tugas ke ruang guru dan kertas pembagian lomba ke ruang OSIS. Tugasku dan Michiolah kali ini karena kami piket.

Begitu kami tiba di ruang OSIS tak ada satupun orang disana. Memutuskan untuk menunggu, akhirnya datang seorang anggota OSIS senior yang ternyata senior itu dan Michio saling kenal.

"Owalah, kamu nunggu?" Tanyanya, "padahal bisa loh di taroh sini aja."

Bersambung..

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Dear My Lover   Bab 68- Kepikiran…

    “Ngapain?” “Eh? Hai, Ru.. Aku lagi ajak Aimi kencan ini,” jawab Yamada-teman kencan Aimi- dan sayang sekali, jawaban itu diabaikan oleh Hikaru. Aimi tahu, teman kecilnya ini sedang marah sekarang. Dia buru-buru menjelaskan tentang Yuuki yang diajaknya. Hikaru menarik lembut Yuuki untuk pergi dari sana. Aimi kelabakan, dia juga pergi dan meminta maaf pada Yamada dan temannya yang sejak tadi makan bersamanya. Dia berusaha mengikuti Hikaru dan Yuuki dengan jarak kurang lebih satu meter dibelakangnya. Langkah Aimi dan Yuuki terhenti bersamaan, saat Hikaru menghentikan langkahnya. “Bener-bener ya, gak habis pikir sama kamu Mi,” “Maaf Ru, aku cuma minta Yuuki temenin. Gak tahunya dia juga bawa temen.” “Lagian kan itu kencanmu, kenapa bawa-bawa orang lain?” “Ya sorry..” “Lain kali, gak ada hal kaya gini lagi. Kamu kalo gak suka sama cinta-cintaan ya udah putusin dari awal, bilang dan terus terang ke ora

  • Dear My Lover   Bab 67- Kencan Tiba-Tiba

    “Tahu bakal gitu aku gak nyaranin kita dateng ke sini, Ma.. Sorry ya..” ujar Masao turut merasa bersalah. Shima tertawa mendengar ucapan kakak kelasnya. Bagaimana mungkin ia menyalahkan orang lain atas perasaannya sendiri? Dengan segera, Shima keluar dari sana untuk mencari udara segar, katanya. Tapi dia bertitip pesan kalau Yuuki mencarinya beri saja jawaban yang masuk akal. Tepat sasaran, Yuuki mencari. Satu sosok temannya tak terlihat di sekitar. Dia menghampiri Masao dan bertanya apakah Masao tahu dimana Shima saat ini. “Dia lagi cari makanan, laper katanya.” jawab Masao cepat seakan ia sudah menyiapkan jawaban itu sejak tadi. Tapi Yuuki tak mencurigainya.Karena sekarang Souta sedang bersama Kenta, Yuuki keluar dari area game dan menunggu Shima. Dia seperti sedang merasakan sesuatu yang aneh, terlihat dari gaya mondar-mandirnya. Tak! Bunyi dahi Yuuki yang disentil oleh Shima ketika ia baru saja membalikkan badan. Gadis itu me

  • Dear My Lover   Bab 66- Radar Kecemburuan

    “Mau aku ajarin?” tanya Souta dengan senyum tipisnya. Yuuki hanya memberinya satu jawaban, “Boleh..” Bel tanda pulang sekolah berbunyi. Semua anak mulai merapikan barang bawaannya ke tas masing-masing. Yuuki pun sudah dijemput di depan kelas oleh.. siapa lagi kalau bukan Shima. “Hey! Jadi battle melodi gak?” Shima menaruh tangan kanannya pada bahu Souta yang kini berjalan di sampingnya. Souta menyingkirkan dengan cepat tangan itu dari dirinya. “Ditanyain juga diem aja, ngomong ama orang apa tembok ya.” cibir mulut Shima yang pasti ingin Souta ikat saja mulut itu. Dia bahkan membawa-bawa Yuuki ikut campur. Lengannya menggandeng tangan Yuuki tanpa aba-aba. “Emang enak punya temen kelas kaya tembok Yuu?” ejek si paling usil tanpa henti. Souta melihat menolehkan wajahnya, melihat tangan Shima yang menetap di sana. Segera Souta berpindah ke tengah melepaskan ikatan dua tangan itu. “Apa sih, ganggu aja.” keluh Shima yang sempat b

  • Dear My Lover   Bab 65- Nguping? Tidak.

    Seisi kelas sedang sibuk rapat soal festival olahraga. Ada satu siswa yang sibuk bolak-balik di depan kelas Yuuki. Kali ini bukan Minami yang seperti sebelumnya. Dia Kyohei, pacar Minami. Yuuki dengan cepat mendapati sosok yang dia kenal. Lalu dirinya bergegas keluar dari kelas. “Kamu gila ya!?” bentak Yuuki, “Pacarmu loh bukan siswi yang beda sekolahnya!” Walaupun marah-marah, Yuuki tetap pelankan suaranya. Dia tak ingin jadi pusat perhatian dan tak ingin ketahuan tentunya. “A-aku..” “Apa? Mau bahas soal omongan lagi? Mau ngomong apa sih to the point aja.” “Gak bisa segampang itu,” “Ya udah kalo gak gampang, mending gak usah ngomong.” “T-tapi..” “Balik atau aku panggil pacarmu?” ancam Yuuki pada Kyohei. Dia benar-benar geram sepertinya. Kyohei terlalu bimbang sampai kehilangan momen berkali-kali. Lagi-lagi Kyohei ditinggal Yuuki. Gadis itu kembali masuk ke

  • Dear My Lover   Bab 64- Istri Orang Terkenal

    Bunga Lily berwarna kuning. Bunga kesukaan nenek sejak ia masih remaja. Padahal, aku kesulitan mencarinya di toko bunga sekitar sini. Bagaimana Kyohei menemukannya? Lalu, ternyata dia masih mengingat hal itu rupanya. Kupikir dia tak tahu karena nenek bercerita kisahnya dengan bunga itu saat kami masih kecil. Kudengar samar suara kak Aimi. Kemudian semua orang pergi lebih dulu menyisakanku dan Kyohei di dekat makam nenek. Seakan mereka memberiku ruang untuk mengobrol dengan sahabat kecilku. “Kamu ternyata ingat bunga itu..” ucapku blak-blakan karena akhirnya keceplosan. Laki-laki itu tersenyum, tak begitu terangkat, hanya sedikit naik saja sudut bibirnya. Kyohei berjalan menghampiri makam nenek. “Kyohei datang, Nek.. Maaf baru dateng. Tapi tak disangka, aku malah bertemu cucu nenek yang menyebalkan ini.” Aku berdecak lalu berkata, “Kalo kakak kosku gak minta datang ke sini juga, gak

  • Dear My Lover   Bab 63- Bertemu

    “Orang yang dimaksud semua anak, siapa katamu?” “Semua anak? Emang udah nyebar ke seluruh sekolah?” “Enggak gitu, maksudnya banyak yang udah tahu gosipnya. Mereka yang gak kenal kamu jadi tahu kamu.” “Oh,” aku bernapas lega mendengarnya, setidaknya tidak semua orang tahu, “Kak Hikaru.” “Kak Hikaru?” tanya Shima menegaskan. “Iya. Kak Hikaru orang yang mereka maksud.” Shima duduk di sebelahku. Lalu, ia bertanya bagaimana kronologi awalnya kenapa bisa jadi ada gosip soal pacaran. “Wajar sih, wajah Kak Hikaru membekas pasti bagi beberapa siswi. Jadi bahan gosip deh,” kataku mengakhiri percakapan soal gosip ini. Setelahnya, Shima kembali menjadi Shima yang dulu suka menempel padaku. Dia juga membantuku setiap kali ada anak yang mengejek atau sekedar kepo soal gosip itu. Beruntungnya, dia salah satu anak yang omongannya pasti dipercaya siswa lain, jadi tak lama setelah aku bercerita dengan Shima gosip lenyap. Seperti dua masalahku langsung terselesaikan rasanya. *** Ha

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status