Share

31. Desa Yulo part3

Penulis: Wrold tree
last update Tanggal publikasi: 2025-10-08 18:05:18
Setelah melihat suasana yang hening begitu anak kecil bernama Chang Ji itu mengajukan pendapat. Ying Xuan kemudian menghampiri Chang Ji, dan mengelus lembut kepalanya.

"Chang Ji. Keputusan untuk memilih Pemimpin baru, tidak bisa diputuskan oleh satu orang. Jika hanya dengan aku sendiri bisa menunjuk seorang Kepala Desa untuk kalian, maka itu akan menjadi ketidak adilan bagi warga lain yang akan dipimpin oleh Kepala Desa tersebut."

"Karna anda sebijak ini. Menurut saya, anda pasti akan menunj
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   93.Tebakan Mei Ran

    Penguasa Angin terlalu meremehkan sumpah di depan Kaisar langit, hanya karena sang Kaisar baru saja kembali setelah 100.000 tahun. Namun siapa sangka, hal remeh tersebut justru menjatuhkannya. Memalsukan kebeneran di depan sang Kaisar yang memimpin langit adalah sebuah dosa besar. Dengan begitu, Penguasa Angin ditangkap tanpa perlawanan. Kejadian tersebut membuat Penguasa Matahari tercengang, karena reputasi Ying Xuan yang telah hilang selama lebih dari dua puluh tahun lamanya, telah kembali dalam sekejap. "Penguasa Angin tidak pantas mengemban gelarnya karena berbohong. Keserakahan adalah salah satu dari tujuh dosa. Seorang penguasa tidak berhak memiliki itu. Oleh karena nya, dengan otoritasku, aku mencabut gelarnya sebagai Penguasa dan menurunkannya sebagai manusia biasa untuk menjalani tujuh kehidupan kesengsaraan sebagai penebusan dosa!" Mendengar usaha yang ia bangun selama puluhan tahun akan hancur da

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   92. Pembalasan

    Saat ledakan terjadi, Guangyi melihat itu. Guangyi bisa tahu kalau kekuatan yang meledak itu milik Ying Xuan. Dengan tubuh kecilnya yang tidak pernah berkultivasi, mengeluarkan kekuatan sebanyak itu bisa membunuh Ying Xuan. Guangyi mengetahui itu, dan dengan secepat mungkin ia ingin sampai di tempat ledakan umtuk mengatasi situasi terburuk yang akan terjadi. "Ku mohon....ku mohon tidak lagi," ujar Guangyi sambil melompati pohon satu ke pohon yang lain. Sisa satu hari lagi sampai kekuatan Guangyi kembali. Dan hal itulah yang Guangyi sayangkan. "Andai saja aku lebih kuat. Aku akan tiba di sana secepat kilat. Ying Xuanku, ku mohon. Kali ini tunggu aku," ujar Guangyi. Sesampainya Guangyi di sana, ia hanya menemukan sisa keberadaan Penguasa Gunung yang perlahan lenyap dan sisa aura Ying Xuan yang memudar. Guangyi yang panik pun mencari ke segala arah, berharap dapat menemukan Ying Xuan di s

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   91.Matinya Penguasa Gunung

    FLASHBACK SEBELUM GUANGYI TIBA Di DESA... "Nona, anda akan aman di sini. Jadi, tetap diam, ya," ujar Lidiya setelah memasukkan Ying Xuan ke sebuah ruang bawah tanah. "Lidiya, di sini gelap. Shuan-Shuan tidak suka di sini, Shuan-Shuan mau ke Ibu," rengek Ying Xuan. Lidiya mulai berkeringat dingin. Bukan berarti ia tidak pernah mencoba membawa Ying Xuan ke Nyonyanya. Tapi, saat ia buru-buru menggendong Ying Xuan waktu itu dan melewati kamar sang Nyonya, ia melihat semua orang terkapar tak sadarkan diri. Oleh karena itu, Lidiya yang merasakan bahaya langsung membawa Ying Xuan ke gubuk reyot di tengah hutan sebelah barat, guna menyembunyikannya. "Ny-Nyonya saat ini sedang ada urusan. Nona muda sudah lihat paman menyeramkan tadi, kan. Anggap saja kita sedang bermain petak umpet dengannya dan Nona jangan sampai ditemukan," bujuk Lidiya. "Tapi, Lidiya. Di sini sangat gelap. Shuan-Shuan takut," uj

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   90.Penguasa Gunung

    Melihat tampang pria yang mencurigakan itu, Lidiya spontan menarik Ying Xuan ke belakang untuk melindunginya. "Siapa kau?! Apa kau tahu kalau ini kediaman seorang pejabat. Menerobos masuk tanpa izin akan dikenakan denda..." Lidiya tiba-tiba merasa matanya sangat berat, dan... Brukk! Melihat Lidiya tiba-tiba jatuh pingsan, Ying Xuan kecil langsung menggoyang-goyangkan tubuh Lidiya guna membangunkannya. "Lidiya....Lidiya...kau kenapa?" ujar Ying Xuan kecil. "Pelayan mu sangat berisik, Ying Xuan. Jadi, aku menidurkannya. Sementara dia tersadar, kau ikutlah denganku. Kita memiliki banyak urusan yang harus dibicarakan," ujar pria dengan rambut hijau itu. Tepat saat si pria berambut hijau mengulurkan tangannya ke arah Ying

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   89.Tamu tak diundang

    Dengan ditemani Pelayannya dan Guangyi yang memakai mantra transparan, Ying Xuan bermain dengan sangat gembira. Meski saat itu wajah Ying Xuan dipenuhi kebahagiaan, tapi berbeda halnya dengan Lidiya "Nona terus berbicara sendiri. Apa mungkin...Nona bisa melihat hantu?" gumam Lidiya sambil melirik ke sekitar taman. Lidiya ketakutan. Tapi mengingat tidak terjadi apapun pada Ying Xuan, ia mencoba memberanikan diri dan meyakinkan hatinya kalau hantu yang dilihat Ying Xuan adalah hantu baik. "Lidiya...Lidiya!" panggil Ying Xuan. "Ya, Nona. Apa ada yang anda butuhkan?" tanya Lidiya. "Lidiya, Shuan-Shuan sudah lapar. Ayo kita kembali ke kediaman," ajak Ying Xuan.. "Baik, Nona." Ajakan tersebut sudah dinanti-nantikan

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   88.Perjanjian dengan langit

    Melihat Guangyi terdiam, Ying Xuan kecil meraih ujung baju Guangyi dengan tangan mungilnya. "Ada apa, Paman?" ujarnya. "Tak apa, Ying Xuan. Tidurlah. Hari-hari ke depannya, kau tidak akan merasakan sakit lagi." "Benarkah?" tanya Ying Xuan kecil dengan raut pucat. "Ya," jawab Guangyi sembari tersenyum lembut. "Hihihi....Paman, kau sangat tampan saat tersenyum. Kau tahu, Paman. Aku sudah menderita sakit seperti ini sejak lama. Mendengar Paman mengatakan aku tidak akan kesakitan lagi, aku merasa sangat senang." Melihat senyum polos Ying Xuan kecil, Guangyi merasa sangat bahagia. Tak lama setelah itu, Ying Xuan akhirnya tertidur lagi. Tidur Ying Xuan kali ini sangat lelap, sampai suara Lidiya yang baru saja pulang, tidak membangunkanny

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   5. Bentrok dengan Selir Shuan Shu

    Soal perjamuan yang akan diadakan istana untuk menyambut para utusan dari Kekaisaran Xianlong. Ying Xuan yang tidak ingin datang dengan penampilan gendutnya, berusaha mati-matian untuk diet sebelum hari perjamuan tiba. Selama diet, Ying Xuan hanya memakan sayur saja

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   4. Perlawanan pada Ibu Suri

    Melihat sikap Ying Xuan yang tenang dan tegas, Kaisar yang merasa situasi itu semakin menarik, mulai melirik ke arah Ibu Suri yang tampak sangat kesal. "Selir Agung, seperti yang kau katakan, atas dasar apa Pelayan rendahan sepertinya harus dipercaya. Kau

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   2.Perubahan Selir Agung

    sore harinya, Ying Xuan bersama dua pelayannya yang bernama Rumei dan Shia, tengah berjalan-jalan di taman samping di Istana Harem. "Yang Mulia, di sini adalah tempat kesukaan anda. Dulu, anda sering datang ke sini untuk memetik beberapa tangkai

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   3. Pelayan lancang

    Setelah Ying Xuan secara tidak langsung menentang otoritas Ibu Suri, para pelayan yang melayani Ibu Suri, mulai menunjukkan sifat sombong mereka terang-terangan. "Humph! Coba lihat siapa ini? Bukankah ini Selir Agung kita yang mulia," ujar salah satu Pelayan yang saat itu tidak sengaja berpapasan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status