เข้าสู่ระบบPenguasa Angin terlalu meremehkan sumpah di depan Kaisar langit, hanya karena sang Kaisar baru saja kembali setelah 100.000 tahun. Namun siapa sangka, hal remeh tersebut justru menjatuhkannya. Memalsukan kebeneran di depan sang Kaisar yang memimpin langit adalah sebuah dosa besar. Dengan begitu, Penguasa Angin ditangkap tanpa perlawanan. Kejadian tersebut membuat Penguasa Matahari tercengang, karena reputasi Ying Xuan yang telah hilang selama lebih dari dua puluh tahun lamanya, telah kembali dalam sekejap. "Penguasa Angin tidak pantas mengemban gelarnya karena berbohong. Keserakahan adalah salah satu dari tujuh dosa. Seorang penguasa tidak berhak memiliki itu. Oleh karena nya, dengan otoritasku, aku mencabut gelarnya sebagai Penguasa dan menurunkannya sebagai manusia biasa untuk menjalani tujuh kehidupan kesengsaraan sebagai penebusan dosa!" Mendengar usaha yang ia bangun selama puluhan tahun akan hancur da
Saat ledakan terjadi, Guangyi melihat itu. Guangyi bisa tahu kalau kekuatan yang meledak itu milik Ying Xuan. Dengan tubuh kecilnya yang tidak pernah berkultivasi, mengeluarkan kekuatan sebanyak itu bisa membunuh Ying Xuan. Guangyi mengetahui itu, dan dengan secepat mungkin ia ingin sampai di tempat ledakan umtuk mengatasi situasi terburuk yang akan terjadi. "Ku mohon....ku mohon tidak lagi," ujar Guangyi sambil melompati pohon satu ke pohon yang lain. Sisa satu hari lagi sampai kekuatan Guangyi kembali. Dan hal itulah yang Guangyi sayangkan. "Andai saja aku lebih kuat. Aku akan tiba di sana secepat kilat. Ying Xuanku, ku mohon. Kali ini tunggu aku," ujar Guangyi. Sesampainya Guangyi di sana, ia hanya menemukan sisa keberadaan Penguasa Gunung yang perlahan lenyap dan sisa aura Ying Xuan yang memudar. Guangyi yang panik pun mencari ke segala arah, berharap dapat menemukan Ying Xuan di s
FLASHBACK SEBELUM GUANGYI TIBA Di DESA... "Nona, anda akan aman di sini. Jadi, tetap diam, ya," ujar Lidiya setelah memasukkan Ying Xuan ke sebuah ruang bawah tanah. "Lidiya, di sini gelap. Shuan-Shuan tidak suka di sini, Shuan-Shuan mau ke Ibu," rengek Ying Xuan. Lidiya mulai berkeringat dingin. Bukan berarti ia tidak pernah mencoba membawa Ying Xuan ke Nyonyanya. Tapi, saat ia buru-buru menggendong Ying Xuan waktu itu dan melewati kamar sang Nyonya, ia melihat semua orang terkapar tak sadarkan diri. Oleh karena itu, Lidiya yang merasakan bahaya langsung membawa Ying Xuan ke gubuk reyot di tengah hutan sebelah barat, guna menyembunyikannya. "Ny-Nyonya saat ini sedang ada urusan. Nona muda sudah lihat paman menyeramkan tadi, kan. Anggap saja kita sedang bermain petak umpet dengannya dan Nona jangan sampai ditemukan," bujuk Lidiya. "Tapi, Lidiya. Di sini sangat gelap. Shuan-Shuan takut," uj
Melihat tampang pria yang mencurigakan itu, Lidiya spontan menarik Ying Xuan ke belakang untuk melindunginya. "Siapa kau?! Apa kau tahu kalau ini kediaman seorang pejabat. Menerobos masuk tanpa izin akan dikenakan denda..." Lidiya tiba-tiba merasa matanya sangat berat, dan... Brukk! Melihat Lidiya tiba-tiba jatuh pingsan, Ying Xuan kecil langsung menggoyang-goyangkan tubuh Lidiya guna membangunkannya. "Lidiya....Lidiya...kau kenapa?" ujar Ying Xuan kecil. "Pelayan mu sangat berisik, Ying Xuan. Jadi, aku menidurkannya. Sementara dia tersadar, kau ikutlah denganku. Kita memiliki banyak urusan yang harus dibicarakan," ujar pria dengan rambut hijau itu. Tepat saat si pria berambut hijau mengulurkan tangannya ke arah Ying
Dengan ditemani Pelayannya dan Guangyi yang memakai mantra transparan, Ying Xuan bermain dengan sangat gembira. Meski saat itu wajah Ying Xuan dipenuhi kebahagiaan, tapi berbeda halnya dengan Lidiya "Nona terus berbicara sendiri. Apa mungkin...Nona bisa melihat hantu?" gumam Lidiya sambil melirik ke sekitar taman. Lidiya ketakutan. Tapi mengingat tidak terjadi apapun pada Ying Xuan, ia mencoba memberanikan diri dan meyakinkan hatinya kalau hantu yang dilihat Ying Xuan adalah hantu baik. "Lidiya...Lidiya!" panggil Ying Xuan. "Ya, Nona. Apa ada yang anda butuhkan?" tanya Lidiya. "Lidiya, Shuan-Shuan sudah lapar. Ayo kita kembali ke kediaman," ajak Ying Xuan.. "Baik, Nona." Ajakan tersebut sudah dinanti-nantikan
Melihat Guangyi terdiam, Ying Xuan kecil meraih ujung baju Guangyi dengan tangan mungilnya. "Ada apa, Paman?" ujarnya. "Tak apa, Ying Xuan. Tidurlah. Hari-hari ke depannya, kau tidak akan merasakan sakit lagi." "Benarkah?" tanya Ying Xuan kecil dengan raut pucat. "Ya," jawab Guangyi sembari tersenyum lembut. "Hihihi....Paman, kau sangat tampan saat tersenyum. Kau tahu, Paman. Aku sudah menderita sakit seperti ini sejak lama. Mendengar Paman mengatakan aku tidak akan kesakitan lagi, aku merasa sangat senang." Melihat senyum polos Ying Xuan kecil, Guangyi merasa sangat bahagia. Tak lama setelah itu, Ying Xuan akhirnya tertidur lagi. Tidur Ying Xuan kali ini sangat lelap, sampai suara Lidiya yang baru saja pulang, tidak membangunkanny
Mendapat kesempatan untuk memojokkan Ying Xuan setelah penampilan bersinarnya tadi, Selir Shuan Shu langsung angkat bicara, karna tak ingin melewatkan moment tersebut. "Ya, Selir Agung. Katakan pada kami, dari siapa anda belajar berpedang? Bukankah...Anda belum pula
Melihat betapa semangatnya Selir Shuan Shu ingin menjatuhkan dirinya, dari balik cangkir anggur yang ia pegang saat itu, Ying Xuan menyeringai. "Manusia fana sangat sombong. Dulu, aku memang pernah menjadi manusia fana, dan sekarang aku juga telah menjadi manus
Soal perjamuan yang akan diadakan istana untuk menyambut para utusan dari Kekaisaran Xianlong. Ying Xuan yang tidak ingin datang dengan penampilan gendutnya, berusaha mati-matian untuk diet sebelum hari perjamuan tiba. Selama diet, Ying Xuan hanya memakan sayur saja
Melihat sikap Ying Xuan yang tenang dan tegas, Kaisar yang merasa situasi itu semakin menarik, mulai melirik ke arah Ibu Suri yang tampak sangat kesal. "Selir Agung, seperti yang kau katakan, atas dasar apa Pelayan rendahan sepertinya harus dipercaya. Kau







