แชร์

Chapter 4

ผู้เขียน: Kang Hafidz
last update วันที่เผยแพร่: 2026-07-18 22:49:25

Hari itu aku merasa seperti terkena prank, untung saja uangnya nyata.

“AISHA, bawa perlengkapanku ke markas.”

“Baik, Master.”

Sebuah suara datang dari drone yang berbentuk elang besar di sampingku.

“Aku akan kesulitan jika kau tidak membawaku tadi, terima kasih.”

Sama-sama, apa kau perlu bantuan lain?”

“Cukup, itu saja.”

Aku lalu melepas jubah dan sepatu yang kukenakan.

Setelah itu, aku meletakkan semuanya ke dalam koper kecil yang ada di bawah kaki drone.

“Ini.”

Drone itu menerima koper dengan kakinya dan kemudian terbang dengan sayapnya.

“Sial, aku hampir mati kali ini.”

Aku masih bisa merasakan bilah pedang tadi di pundakku.

Kalau aku terlambat menarik pelatuk,  mungkin sekarang aku sudah kehilangan lengan.

Aku menuangkan healing potion ke luka di pundakku.

“Tsk... hampir saja tanganku terpotong.”

Aku lalu menyeka darah dan cairan potion dengan kain dari saku celanaku

“Wanita itu benar-benar akan membunuhku.”

Kemudian, aku segera mengenakan pakaian biasa dan berjalan menuju jalan raya.

Sambil menoleh kanan dan kiri, aku mengambil smartphone berniat untuk memesan secara online.

Namun, tepat sebelum aku memesan taksi.

Sebuah mobil berwarna hitam tiba-tiba berhenti tepat di depanku.

Jendela mobil itu terbuka dan memperlihatkan sosok wanita berambut hitam yang familiar.

“Masuklah...”

“Maria?”

Aku pun masuk ke dalam mobil dan duduk di bangku depan sebelahnya.

Mobil yang baru saja kutumpangi perlahan berjalan.

“Aku akan mengingatkanmu, jika kau terluka setelah melakukan pencurian menjauhlah dari orang-orang. Akan menjadi masalah jika seseorang mencium bau darah dan potion darimu.”

“Ya aku tahu, aku cuma lupa karena panik.”

Maria yang tadinya menatap jalan kemudian melirik ke arah ku.

“Ini pertama kalinya aku melihatmu terkena serangan dari orang lain.”

“Ini semua karena misi gila ini, klien macam apa yang ingin aku mencuri Armament di brankas milik gubernur ibukota Hamal?”

“Lalu Armament-nya?”

“Sudah kuambil, AISHA sudah membawanya ke tempat biasa.”

Tak lama, mobil yang kita kendarai melewati tempat yang terkena Null Wave.

“Hoo... harus kuakui, aku cukup takjub dengan AI buatanmu ini. Awalnya kupikir dia cuma AI untuk membuat kopi.”

“Enak saja, AISHA adalah satu-satunya Artificial Intellegence yang berbeda dengan AI jadul lainnya. Dia adalah bukti dari kejeniusan aku dan Ayahku.”

“Ya ya ya... Anyway, selamat karena telah dipromosikan menjadi Villain rank C.”

“Hahaha... Yeah selamat untukku.”

‘Tunggu sebentar, kenapa aku harus senang karena rank-ku naik? Bukankah ini berarti akan semakin banyak Enforcer kuat yang akan semakin mengincarku? Bukankah ini... gawat?’

Aku merasa air mataku akan mengalir sebentar lagi.

Dari luar mobil, aku melihat beberapa petugas polisi dan relawan masih sibuk membantu orang-orang yang terdampak Null Wave-ku.

Beberapa kendaraan berhenti di tengah jalan. Lampu darurat berkedip di sepanjang distrik. Seorang petugas sedang membantu seorang pengemudi keluar dari mobilnya yang mendadak kehilangan daya.

Aku menatap pemandangan itu melalui jendela mobil.

Rasa bersalah perlahan muncul di dadaku karena hal itu.

 “Ada pengumuman baru dari perusahaan untukmu.”

“Pengumuman? Apa itu?”

Akhirnya mereka melakukan kontak ya.

Perusahaan anonim yang bahkan menolak untuk memberikan namanya ke pegawainya.

Hampir seperti perusahaan gelap saja.

Tunggu... bukankah mereka bahkan lebih buruk karena merekrut kriminal?

“Perusahaan menambahkan target lebih detail untukmu.”

“Target?”

“Ya, sebelum ini target untukmu adalah masuk ke dalam Villain Registry dan kau telah berhasil.”

“Dan?”

“Perusahaan ingin kau mencapai rank B dengan sisa deadline yang ada.”

Gawat.

Bahkan aku butuh satu bulan untuk masuk ke rank C, dan mereka ingin aku naik dengan ke rank B sebelum deadline satu bulan lagi?

Rank C saja mungkin sudah cukup membuatku kerepotan.

Aku tidak ingin membayangkan seperti apa daftar yang dimiliki Rank B.

Semakin tinggi rank seorang villain, semakin besar ancamannya.

Artinya semakin banyak Enforcer yang akan mengejarku.

Sudah kuduga mereka lebih buruk dari perusahaan hitam.

“Apa ada lagi?”

“Cuma itu.”

Mobil yang kami tumpangi akhirnya tiba di sebuah gedung dua lantai dan masuk ke area parkir.

Lantai pertama dari gedung itu adalah sebuah kafe kecil.

Sedangkan lantai duanya adalah rumahku.

Kafe itu dihimpit oleh gedung apartemen yang cukup tinggi menjadikannya lokasi yang cukup strategis.

“Sudah sampai.”

Selama Maria mengajariku informasi tentang Villain, aku sebisa mungkin mencoba berbuat baik padanya.

Karena itu akan menambah sisi positifku.

“Ingin secangkir kopi?”

“Tidak, jangan kopi. Aku ingin tidur hari ini. Apa ada yang lain?.”

“Baiklah... Teh chamomile atau susu hangat?”

“Ya, teh chamo-apalah itu saja.”

Kita berdua lalu turun dari mobil.

Piip

Setelah mengunci mobil, kita berjalan menuju kafe yang tutup di malam hari.

Aku mengambil kunci di sakuku, dan memasukkannya ke lubang kunci.

Cklak.

“Masuklah, anggap saja seperti rumah.”

“Permisi...”

Kafe kecilku tidak pernah benar-benar ramai.

Enam meja adalah jumlah maksimal yang bisa kutampung tanpa membuat ruangan terasa sesak. Di dinding terdapat beberapa rak kayu berisi biji kopi, teh herbal, dan makanan ringan.

Di balik meja kasir terdapat sebuah mesin pembayaran tua yang kubeli dengan harga murah dari pasar barang bekas.

Aku sebenarnya ingin memperluas tempat ini.

Masalahnya adalah harga properti di Hamal.

Aku lalu menyalakan lampu kafe yang berada di area dapur.

 “Sudah lama aku tidak kesini.”

“Yeah...”

“Aku akan membuat tehnya dulu, duduklah di mana saja.”

Maria lalu duduk di meja paling depan.

Aku lalu masuk ke bagian dapur dan menyiapkan air untuk membuat teh.

Setelah membuat tehnya, aku lalu menuangkannya ke dua cangkir keramik.

“Baunya cukup harum.”

“...Ini.”

Aku lalu menyajikannya di depan Maria.

Aroma chamomile yang lembut memenuhi ruangan, membawa sedikit wangi bunga dan manis seperti madu.

Mungkin cuma perasaanku tapi, aroma itu seperti membuat kelopak mata Maria terasa semakin menutup.

“Please... Jangan tidur di meja pelanggan, aku akan menyiapkan kasur lantai nanti.”

“Hah! Siapa yang akan tidur disini! Aku tidak sudi tidur di tempat orang lain.”

“Hmm... Rasanya aneh mendengarnya langsung dari orang yang pernah tiba-tiba tertidur di meja pelanggan sampai tiga kali”

“Ehem... Maaf.”

Entah kenapa aku merasa kasihan pada Maria. Selain menjadi Proxy-ku, tugas macam apa yang dia dapatkan dari perusahaan itu sampai dirinya kurang tidur.

Setelah meminum teh dari cangkir itu. Maria lalu berkata...

“Aku baru ingat, klien yang meminta misi ini akan datang besok.”

“Bukankah terlalu tiba-tiba? Aku baru saja mencurinya tadi.”

“Well... Bukankah ini berarti dia percaya dengan kemampuanmu.”

“Masuk akal, aku memang hebat.”

Untuk sejenak tak ada pembicaraan lagi di antara kita.

Hanya keheningan tengah malam dan aroma teh yang berada di antara mereka berdua.

“Mau kuambilkan snack?”

“Yeah...”

Aku lalu kembali ke dapur untuk mengambil persediaan snack di lemari.

Setelah aku mengambil beberapa dan memindahkannya ke piring, aku lalu kembali ke depan.

“Yahh... sudah kuduga.”

Aku melihat Maria tertidur di meja pelanggan lagi.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Dibutuhkan Segera : Penjahat?   Chapter 9

    Di depanku berdiri seorang wanita berusia awal empat puluhan dengan rambut hitam panjang yang diikat sederhana ke belakang. Wajahnya masih cantik seperti yang kuingat, hanya saja kini beberapa helai rambut putih mulai muncul di dekat pelipisnya.Mengenakan celemek bunga di atas pakaian rumah yang sederhana, tak ada seorang pun yang akan menyangka kalau wanita yang terlihat seperti ibu rumah tangga biasa ini mampu membuat kepalaku hampir terlepas dengan satu pukulan Aura.Inilah ibuku, Irene Doyle.“Anak kurang ajar! Masih hidup kau rupanya?!”“Eerrghh... huff... tentu saja aku...masih hidup.”Tapi sepertinya aku akan benar-benar mati barusan.Pukulan ibu membuatku terpelanting sampai wajahku mencium tanah.Arghhh...Aku mencoba mengangkat tubuhku, namun kepalaku yang berputar memaksaku dalam posisi setengah berbaring.Untung saja kepalaku masih terpasang, aku masih membutuhkan otak geniusku.“Ibu... suara apa itu? Apa yang kau lakukan?”Dari belakang Ibu muncul seorang gadis berambut

  • Dibutuhkan Segera : Penjahat?   Chapter 8

    Meski kubilang aku akan memecahkan penemuan milik ayahku, aku cuma menemukan sedikit petunjuk tentang kartu ini.Sejauh yang aku tahu, Ayahku memang adalah pengoleksi kartu-kartu. Aku pernah melihat ia menyimpan koleksi kartunya dalam sebuah Card Album yang seperti buku.Masalahnya adalah benda itu kalau tidak salah jumlahnya ada puluhan dan ada di rumahku di kota Mesarthim, jadi aku harus pulang ke rumahku untuk melihatnya.Mungkin saja aku bisa menemukan petunjuk dengan benda itu.Yap.Semua ini juga agar aku menjadi Villain rank B dan agar aku tidak terbunuh oleh perusahaan yang entah apa namanya itu.Dan karena itulah sekarang aku sedang duduk terpaku melihat jendela kereta levitasi di samping kananku.Kota kelahiranku, Mesarthim memiliki jarak yang cukup jauh dari ibukota Hamal tempatku mencari kerja.Di republik Arcion ini, kebanyakan orang menggunakan kereta sebagai transportasi umum. Ya, sebenarnya ada 2 jenis kereta yang biasa digunakan oleh orang-orang.Pertama adalah kereta

  • Dibutuhkan Segera : Penjahat?   Chapter 7

    Kartu Tarot...Dari buku-buku arkeologi masa Old Calendar yang pernah aku baca dulu di Altaris, kartu Tarot adalah kumpulan kartu yang memiliki berbagai simbol unik.Simbol-simbol di kartu ini memiliki makna spesifik yang biasanya digunakan untuk refleksi diri dan pembacaan nasib orang.“Bolehkah aku mengambilnya?”“Ambillah”Aku lalu mengambil kartu Tarot itu dan mencoba merasakannya di tanganku.Permukaan kartu ini terasa dingin, hampir seperti logam. Tapi mungkin saja sensasi ini lebih mirip kristal mana yang baru selesai diproses.“Berat kartu ini mungkin sekitar dua kali lipat kartu identitasku?”Sambil membandingkan kartu itu dengan kartu identitas di dompetku, aku kemudian mencoba meraba kembali kartu itu dan mencoba menjentiknya.TingBunyi yang agak nyaring terdengar berasal dari kartu itu.Sebagai lulusan dari Akademi Altaris, aku cukup mengenali sebagian besar material yang umum digunakan dalam pembuatan Armament maupun Magic Device.Dan benar saja...Lapisan luarnya kemung

  • Dibutuhkan Segera : Penjahat?   Chapter 6

    NoNymus : [Hei sudah lihat beritanya?]John_Chatter : [Berita yang mana?]Bonafide^^ : [Penemuan dungeon baru? Mana vein? Atau ada Villain lepas lagi?]Nonymus : [Bukan bodoh! John Trickster beraksi lagi!]Bonafide^^ : [Apalah... kukira berita besar.]John_Chatter : [Berita besarnya, kali ini targetnya gubernur Hamal]Bonafide^^ : [Ahaha... mampus dia]NeckCynder : [Well... itu memang berita besar tapi beritanya seperti ditutup-tutupi]NoNymus : [Ya benar, aku malah menemukan beritanya kurang detail]John_Chatter : [Itu tidak mengherankan, video bersin Silver Star sedang viral akhir-akhir ini]Bonafide^^ : [Apa? Oi seseorang tolong share link-nya!]NeckCynder : [DM aku]Cow_F*cker : [Permisi, aku izin menawarkan komik John Trickster X Silver Star Part 3.]John_Chatter : [Cek DM-mu]NoNymus : [Bro...]Bonafide^^ : [Itu AI-generated man...]John_Chatter : [Aku tak peduli.]Krak!“Uwaaa! Kapten! Tolong jangan hancurkan smartphone-ku! Itu versi terbaru!”Bianca memegang smartphone Sera d

  • Dibutuhkan Segera : Penjahat?   Chapter 5

    Ckring.Sebuah bunyi bel yang cukup familiar.Bunyi bel itu membuat Maria membuka matanya.Perlahan dia mengangkat kepalanya dan melihat sekitar.‘Ah ketiduran lagi.’Maria lalu memijat lehernya yang agak pegal karena tidur di meja pelanggan yang sama.Dia melihat ada selimut yang meyelimuti dirinya.Matanya kemudian melihat seseorang yang sedang berjalan menuju dapur.“Maaf, aku tak sengaja membangunkanmu. Aku sebenarnya ingin memindahkanmu ke kasur lantai tapi aku takut itu akan membangunkanmu. Jadi aku tak melakukannya.”“Tidak apa-apa.”Maria lalu meregangkan tangannya ke atas dan ke samping.Jas kerja yang ia gunakan terlihat memiliki banyak lekukan karena tidur di meja.Kemudian melipat selimut yang dia gunakan.Dia memperhatikan bahwa pemuda itu baru saja membawa dua tas belanjaan yang cukup besar di kedua tangannya.“Sebentar lagi toko akan buka, aku perlu menyiapkan semua persediaan dulu.”“Baiklah, aku akan segera pulang. Boleh aku ikut cuci muka disini?.”“Ya silahkan.”Mar

  • Dibutuhkan Segera : Penjahat?   Chapter 4

    Hari itu aku merasa seperti terkena prank, untung saja uangnya nyata.“AISHA, bawa perlengkapanku ke markas.”“Baik, Master.”Sebuah suara datang dari drone yang berbentuk elang besar di sampingku.“Aku akan kesulitan jika kau tidak membawaku tadi, terima kasih.”“Sama-sama, apa kau perlu bantuan lain?”“Cukup, itu saja.”Aku lalu melepas jubah dan sepatu yang kukenakan.Setelah itu, aku meletakkan semuanya ke dalam koper kecil yang ada di bawah kaki drone.“Ini.”Drone itu menerima koper dengan kakinya dan kemudian terbang dengan sayapnya.“Sial, aku hampir mati kali ini.”Aku masih bisa merasakan bilah pedang tadi di pundakku.Kalau aku terlambat menarik pelatuk, mungkin sekarang aku sudah kehilangan lengan.Aku menuangkan healing potion ke luka di pundakku.“Tsk... hampir saja tanganku terpotong.”Aku lalu menyeka darah dan cairan potion dengan kain dari saku celanaku“Wanita itu benar-benar akan membunuhku.”Kemudian, aku segera mengenakan pakaian biasa dan berjalan menuju jalan

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status