เข้าสู่ระบบ“Apakah kamu tertarik menjadi seorang villain?”
“Eh?”
“...Eh?”
Wanita itu masih berdiri di hadapanku dengan ekspresi yang nyaris tidak berubah, seolah baru saja menanyakan apakah aku tertarik membeli asuransi.
Tingginya mungkin sedikit di atas rata-rata wanita. Rambut hitam panjangnya jatuh rapi hingga melewati bahu, dengan beberapa helai yang bergoyang pelan tertiup angin malam. Setelan business suit berwarna gelap yang dikenakannya tampak sederhana, tetapi entah kenapa memberikan kesan jauh lebih mahal daripada jas murahan yang sedang kupakai.
Wajahnya cantik.
Cantik sekali, malah.
Namun yang paling mencolok adalah matanya. Tatapannya setengah terbuka, seolah selalu mengantuk atau bosan. Anehnya, tatapan malas itu justru membuatnya terlihat semakin sulit ditebak.
Tunggu sebentar.
Wanita ini benar-benar mengajakku menjadi kriminal tepat di tengah-tengah taman dengan wajah cantiknya.
“Tunggu sebentar, apakah maksud anda... sebenarnya anda sedang mencari seorang aktor untuk memainkan peran sebagai villain?”
“Sayang sekali, bukan.”
Wanita itu melihat bangku taman di sampingku, lalu kembali menatapku.
"Boleh kita duduk?"
Tanpa menunggu jawabanku, ia duduk dengan tenang di sisi lain bangku, menyilangkan kedua kaki seolah pembicaraan tentang menjadi kriminal hanyalah agenda rapat sore.
Aku sempat melirik ke kanan dan kiri.
Untungnya taman mulai sepi, kalau ada orang yang mendengar percakapan ini, mungkin kami berdua sudah dibawa ke kantor polisi.
Gawat! Apakah yang dia maksud villain sungguhan?
Di era sekarang, kata Villain bukan lagi sekadar tokoh jahat dalam buku cerita.
Istilah itu telah berubah menjadi klasifikasi resmi bagi individu berkekuatan khusus yang melakukan tindak kriminal dalam skala besar.
Sebagian besar memiliki kemampuan yang jauh melampaui manusia biasa.
Ada pengguna sihir yang mampu meratakan satu blok kota hanya dengan satu mantra.
Ada pengguna Aura yang sanggup menghancurkan baja dengan tangan kosong.
Ada Esper yang bisa mengendalikan pikiran atau menghentikan peluru di udara.
Bahkan ada Synchronist yang menggunakan teknologi tempur canggih hingga sulit dibedakan dari sihir.
Singkatnya...
Mereka semua adalah orang-orang sinting yang sebisa mungkin ingin kuhindari seumur hidup.
Sedangkan wanita di depanku...
Dia baru saja bertanya apakah aku ingin bergabung dan menjadi sinting seperti mereka.
Tidak mungkin.
Dia pasti gila.
Mungkin aku perlu menanyakan lebih lanjut perkara ini agar aku bisa melaporkannya ke polisi.
“Katakanlah jika apa yang ku dengar itu benar.... apa yang kau maksud adalah... villain yang itu?”
“Hmm... aku tidak tahu villain mana yang kamu maksud, Tapi... kemungkinan ya Villain yang itu.”
Hmm... aku berpikir aku telah masuk ke sebuah konspirasi besar.
Aku mungkin harus membuat dia mengeluarkan semua informasi terlebih dahulu, agar nantinya aku bisa menyerahkan informasinya ke polisi.
“Bisakah kau menjelaskan apa tepatnya yang harus dilakukan di pekerjaan villain ini?”
“Itu mudah, kau akan mendapatkan tugas dari kami dan kau akan mengerjakannya agar tercapai.”
“Tugasnya?”
“Kami ingin kau berada dalam Villain Registry dalam kurun waktu dua bulan. Dan jika kau berhasil mencapainya, kami akan mengirimkan pesan kepadamu.”
“Dan?”
“Tunggu saja nanti, dan Kami juga membebaskanmu untuk menjadi villain dengan anonim atau identitas asli”
Aku sempat berpikir jika aku akan ditugaskan untuk melakukan sesuatu yang lebih ekstrim dari ini. Dan untuk berpikir mereka memberikan kebebasan seperti itu.
Mereka pasti telah merekrut orang-orang selain aku sebelum ini.
Tugas pertama yang menuntut seorang untuk menjadi villain yang terdaftar dalam Villain Registry. Aku berasumsi tujuan perusahaan atau organisasi di balik wanita ini seperti ingin memburu villain yang nantinya sudah terdaftar.
Jika itu benar, maka perusahaan dibaliknya mungkin adalah sebuah organisasi yang berhubungan dengan penangkapan villain yang buron seperti kepolisian, perusahaan yang membuat senjata atau paling buruk, Enforcer yang diresmikan FALCON.
Akan menjadi berita besar jika yang kupikirkan itu benar.
“Punya pertanyaan?”
“Tunggu, itu saja?”
“Ya itulah rincian tugas pertamamu jika kau tertarik.”
“Ahh.. aku punya pertanyaan. Apa benefit dari... menjadi villain ini?”
Akan sangat aneh jika pekerjaan seperti ini tidak memberikan benefit yang memuaskan.
“Benefit jika kau akan menjalankan tugas pertamamu adalah kau akan menerima uang sekitar satu miliar falc sebagai modalmu untuk menjadi villain.”
“OK. Aku akan bergabung!”
Wanita itu kemudian duduk tepat di sebelahku dan memberikan tab agar aku menandatanganinya.
Di dalam kontrak itu memang termuat informasi yang Maria katakan.
Dan setelah ku lihat kontrak yang ada dalam tab itu. Aku menyadari jika terdapat gambar ular di dalamnya.
Sebuah gambar ular berbentuk lingkaran yang memakan ekornya sendiri.
Aku mungkin perlu mencari informasi mengenai gambar ular itu juga.
Mendapat satu miliar falc hanya dengan bergabung dengan mereka. Bahkan hadiah melaporkan informasi tentang villain tidak cukup untuk makan seminggu.
Sungguh kenyataan yang indah.
“Tunggu, apa yang terjadi jika aku gagal menjadi villain? Hal itu tidak ada di kontrak ini”
Wanita itu tersenyum agak menakutkan sehingga membuatku berkeringat dingin.
Aku yang menunggu wanita itu berbicara, tiba-tiba menyadari sesuatu.
Suasana taman kota menjadi hening, tanpa ada satupun suara.
Aku lalu langsung melompat dan menjauh dari wanita itu.
“Sepertinya kau baru menyadarinya.”
“Sebuah barrier.”
“Ho? Apa kau yakin? Bukankah memang biasanya taman ini begitu sepi?”
“Taman yang sepi harusnya masih ada sedikit suara, entah itu drone atau mobil yang lewat.”
Aku menatap tajam wanita itu.
Namun, wanita itu dengan santainya hanya merilekskan posisi tempat duduknya.
“Hanya itu?”
“Sebelum kau mengajakku berbicara. Tepat di depanku, kau masih sempat melihat jam tanganmu, Nona.”
“Apa yang salah dari itu?”
“Karena saat masih berjalan mendekatiku, kau juga melihat jam tanganmu. Orang yang selalu bolak-balik melihat jam tangannya setiap beberapa detik itu terasa janggal.”
“Tapi aku melakukannya?”
“Hee... bukankah itu karena kau baru mengaktifkan Barrier Armament atau boleh kukatakan jam tangan yang kurang modis di tangan kirimu saat berjalan ke arahku?”
Wanita itu lalu mengangkat tangan kirinya dan menunjukan jam tangan itu.
“Sedihnya... aku baru saja membeli ini.”
“Apa yang akan kau lakukan jika aku tidak menandatangani kontrak ini?”
“Hmm? Jika kau bisa tahu aku menggunakan Armament ini bukankah kau bisa tahu apa yang terjadi?”
Sial!
Wanita itu ingin memastikan jika tidak ada satupun informasi tentang kontrak ini keluar.
Kalau begitu dia pasti akan membunuhku di sini.
Jika saja aku membawa Armament-ku, mungkin aku bisa melawan.
“Bagaimana?”
Wanita itu lalu mengangkat tangan kanannya.
Shingg!
Sebuah Aura kebiruan dengan kepadatan tinggi menyelimuti tangannya.
Yep. Aku akan mati.
“Permisi, dimana aku harus tanda tangan?”
Menyerah saja dan meratapi nasib adalah pilihan terbaik.
“Disini dan disini.”
“Baik, Terimakasih.”
Aku lalu menandatangani kontrak dengan tangan yang sedikit gemetaran.
“Terimakasih atas kerjasamamu, Tuan Ash. Dan ingatlah jika kau gagal memenuhi harapan kami... kau mungkin tidak akan pernah menikah seumur hidupmu.”
A-aku seperti baru saja menandatangani kontrak dengan iblis.
Dan tepat setelah aku berpikir seperti itu.
“Sudah terkirim.”
“Huh?”
“Kami sudah mengirimkan dana satu miliar ke dalam rekeningmu. Mulai sekarang, aku Maria Adler akan menjadi proxymu.”
Aku melihat notifikasi uang masuk sebesar satu miliar dalam rekeningku.
Ini... pengirim tak dikenal?
Akan sangat sulit jika namamu tidak diketahui ketika mentransfer uang, apalagi jika nominalnya besar.
Perusahaan di balik wanita yang bernama Maria ini bisa meretas bank resmi FALCON!
“Cukup itu saja untuk hari ini, kau dapat menghubungiku lewat nomor yang tertera di kartuku untuk menanyakan hal yang lebih lanjut.”
Maria berdiri dari bangku taman dan beranjak untuk pergi.
“T-tunggu! Kau sebagai Proxy-ku bisakah kau...membantuku menjadi villain?”
“Sayang sekali, tugas utama Proxy hanyalah penghubung antara kau dan perusahaan.”
Dia mulai mengambil langkah untuk pergi.
“Setidaknya berikan aku saran untuk menjadi Villain.”
“Bertahanlah selama mungkin, itu saja.”
‘Itu bukan saran! Itu adalah inti dari seluruh menjadi Villain ini!’
“Tunggu, a-aku tahu, aku akan membayarmu.”
Seketika langkah Maria terhenti dan perlahan menoleh kepadaku.
“Berapa banyak?”
“Eee...”
Gawat.
Berapa harga untuk seorang Tutor dalam bidang Villain? Aku cuma tahu gaji kecil guru negara ini.
“Li-lima puluh juta?”
“Tidak, cukup tiga ratus saja.”
“Ohh... cukup tiga ratus? A-apakah itu tiga ratus ribu? N-nona Maria? Kenapa kau malah menjauh? Stop! Maria! Jangan mempercepat langkahmu! Ok, baiklah tiga ratus juta! Tolong kembalilah!”
Maria pun membalikkan dirinya.
“Well... Well... senang bekerjasama denganmu, muridku...”
Dia tersenyum sambil mengulurkan tangannya.
‘Arghh... aku bahkan belum menikmati uangku sendiri.’
Di depanku berdiri seorang wanita berusia awal empat puluhan dengan rambut hitam panjang yang diikat sederhana ke belakang. Wajahnya masih cantik seperti yang kuingat, hanya saja kini beberapa helai rambut putih mulai muncul di dekat pelipisnya.Mengenakan celemek bunga di atas pakaian rumah yang sederhana, tak ada seorang pun yang akan menyangka kalau wanita yang terlihat seperti ibu rumah tangga biasa ini mampu membuat kepalaku hampir terlepas dengan satu pukulan Aura.Inilah ibuku, Irene Doyle.“Anak kurang ajar! Masih hidup kau rupanya?!”“Eerrghh... huff... tentu saja aku...masih hidup.”Tapi sepertinya aku akan benar-benar mati barusan.Pukulan ibu membuatku terpelanting sampai wajahku mencium tanah.Arghhh...Aku mencoba mengangkat tubuhku, namun kepalaku yang berputar memaksaku dalam posisi setengah berbaring.Untung saja kepalaku masih terpasang, aku masih membutuhkan otak geniusku.“Ibu... suara apa itu? Apa yang kau lakukan?”Dari belakang Ibu muncul seorang gadis berambut
Meski kubilang aku akan memecahkan penemuan milik ayahku, aku cuma menemukan sedikit petunjuk tentang kartu ini.Sejauh yang aku tahu, Ayahku memang adalah pengoleksi kartu-kartu. Aku pernah melihat ia menyimpan koleksi kartunya dalam sebuah Card Album yang seperti buku.Masalahnya adalah benda itu kalau tidak salah jumlahnya ada puluhan dan ada di rumahku di kota Mesarthim, jadi aku harus pulang ke rumahku untuk melihatnya.Mungkin saja aku bisa menemukan petunjuk dengan benda itu.Yap.Semua ini juga agar aku menjadi Villain rank B dan agar aku tidak terbunuh oleh perusahaan yang entah apa namanya itu.Dan karena itulah sekarang aku sedang duduk terpaku melihat jendela kereta levitasi di samping kananku.Kota kelahiranku, Mesarthim memiliki jarak yang cukup jauh dari ibukota Hamal tempatku mencari kerja.Di republik Arcion ini, kebanyakan orang menggunakan kereta sebagai transportasi umum. Ya, sebenarnya ada 2 jenis kereta yang biasa digunakan oleh orang-orang.Pertama adalah kereta
Kartu Tarot...Dari buku-buku arkeologi masa Old Calendar yang pernah aku baca dulu di Altaris, kartu Tarot adalah kumpulan kartu yang memiliki berbagai simbol unik.Simbol-simbol di kartu ini memiliki makna spesifik yang biasanya digunakan untuk refleksi diri dan pembacaan nasib orang.“Bolehkah aku mengambilnya?”“Ambillah”Aku lalu mengambil kartu Tarot itu dan mencoba merasakannya di tanganku.Permukaan kartu ini terasa dingin, hampir seperti logam. Tapi mungkin saja sensasi ini lebih mirip kristal mana yang baru selesai diproses.“Berat kartu ini mungkin sekitar dua kali lipat kartu identitasku?”Sambil membandingkan kartu itu dengan kartu identitas di dompetku, aku kemudian mencoba meraba kembali kartu itu dan mencoba menjentiknya.TingBunyi yang agak nyaring terdengar berasal dari kartu itu.Sebagai lulusan dari Akademi Altaris, aku cukup mengenali sebagian besar material yang umum digunakan dalam pembuatan Armament maupun Magic Device.Dan benar saja...Lapisan luarnya kemung
NoNymus : [Hei sudah lihat beritanya?]John_Chatter : [Berita yang mana?]Bonafide^^ : [Penemuan dungeon baru? Mana vein? Atau ada Villain lepas lagi?]Nonymus : [Bukan bodoh! John Trickster beraksi lagi!]Bonafide^^ : [Apalah... kukira berita besar.]John_Chatter : [Berita besarnya, kali ini targetnya gubernur Hamal]Bonafide^^ : [Ahaha... mampus dia]NeckCynder : [Well... itu memang berita besar tapi beritanya seperti ditutup-tutupi]NoNymus : [Ya benar, aku malah menemukan beritanya kurang detail]John_Chatter : [Itu tidak mengherankan, video bersin Silver Star sedang viral akhir-akhir ini]Bonafide^^ : [Apa? Oi seseorang tolong share link-nya!]NeckCynder : [DM aku]Cow_F*cker : [Permisi, aku izin menawarkan komik John Trickster X Silver Star Part 3.]John_Chatter : [Cek DM-mu]NoNymus : [Bro...]Bonafide^^ : [Itu AI-generated man...]John_Chatter : [Aku tak peduli.]Krak!“Uwaaa! Kapten! Tolong jangan hancurkan smartphone-ku! Itu versi terbaru!”Bianca memegang smartphone Sera d
Ckring.Sebuah bunyi bel yang cukup familiar.Bunyi bel itu membuat Maria membuka matanya.Perlahan dia mengangkat kepalanya dan melihat sekitar.‘Ah ketiduran lagi.’Maria lalu memijat lehernya yang agak pegal karena tidur di meja pelanggan yang sama.Dia melihat ada selimut yang meyelimuti dirinya.Matanya kemudian melihat seseorang yang sedang berjalan menuju dapur.“Maaf, aku tak sengaja membangunkanmu. Aku sebenarnya ingin memindahkanmu ke kasur lantai tapi aku takut itu akan membangunkanmu. Jadi aku tak melakukannya.”“Tidak apa-apa.”Maria lalu meregangkan tangannya ke atas dan ke samping.Jas kerja yang ia gunakan terlihat memiliki banyak lekukan karena tidur di meja.Kemudian melipat selimut yang dia gunakan.Dia memperhatikan bahwa pemuda itu baru saja membawa dua tas belanjaan yang cukup besar di kedua tangannya.“Sebentar lagi toko akan buka, aku perlu menyiapkan semua persediaan dulu.”“Baiklah, aku akan segera pulang. Boleh aku ikut cuci muka disini?.”“Ya silahkan.”Mar
Hari itu aku merasa seperti terkena prank, untung saja uangnya nyata.“AISHA, bawa perlengkapanku ke markas.”“Baik, Master.”Sebuah suara datang dari drone yang berbentuk elang besar di sampingku.“Aku akan kesulitan jika kau tidak membawaku tadi, terima kasih.”“Sama-sama, apa kau perlu bantuan lain?”“Cukup, itu saja.”Aku lalu melepas jubah dan sepatu yang kukenakan.Setelah itu, aku meletakkan semuanya ke dalam koper kecil yang ada di bawah kaki drone.“Ini.”Drone itu menerima koper dengan kakinya dan kemudian terbang dengan sayapnya.“Sial, aku hampir mati kali ini.”Aku masih bisa merasakan bilah pedang tadi di pundakku.Kalau aku terlambat menarik pelatuk, mungkin sekarang aku sudah kehilangan lengan.Aku menuangkan healing potion ke luka di pundakku.“Tsk... hampir saja tanganku terpotong.”Aku lalu menyeka darah dan cairan potion dengan kain dari saku celanaku“Wanita itu benar-benar akan membunuhku.”Kemudian, aku segera mengenakan pakaian biasa dan berjalan menuju jalan







