LOGINPernikahan yang di pikir akan membuat bahagia, kenyataannya itu membuat hati tertekan dan terluka. Kalea Revere Theresa sudah menjalani pernikahannya dengan seorang pria yang sangat ia cintai, yaitu Kay Garvin Shadrach yang sudah berjalan selama empat tahun ini. Namun mereka belum di karuniai buah hati, dan yang selalu di salahkan adalah Kalea oleh mertuanya terutama oleh Ibu mertua yang sudah menginginkan cucu dari putra satu-satunya. Karena lama tak memiliki keturunan akhirnya mereka harus bercerai, Kay suami Kalea sudah berubah drastis yang tak suka lagi membela istrinya di hadapan orang tua dan keluarganya. Kalea bercerai, tak lama setelah itu mantan suaminya menikah dengan wanita yang ternyata tengah mengandung anaknya. Tak ada penyesalan bagi Kalea berpisah dengan suaminya, kini ia fokus untuk bekerja kembali membahagiakan diri sendiri juga membiayai perawatan sang Ayah yang sudah koma di rumah sakit sejak satu tahun lalu. Perjalanan yang tak mudah, ia harus kembali ke apartemen milik orang tuanya yang sudah lama kosong. Dia bekerja secara online, tak bertemu banyak orang kecuali harus datang ke perusahannya langsung. Pertemuan tak sengaja dengan seorang CEO perusahaan tempat ia bekerja menumbuhkan benih-benih cinta, namun bukan Kalea yang jatuh cinta melainkan CEO bernama Rigel Daviandra Antares yang berusia tiga puluh tahun lebih tua dua tahun dari Kalea. Umur Kalea kini dua puluh delapan tahun, pria itu jatuh cinta pada Kalea namun gengsi untuk mengungkapkannya. Tapi ia berjuang untuk mendapatkan hati Kalea, dan ingin menjadikan istrinya. Masa lalu Kalea diterima oleh Rigel, pria itu malah ingin menunjukkan pada mantan suami Kalea jika sangat salah menyia-nyiakan wanita bukan parasnya saja yang begitu cantik, tapi hatinya juga penuh ketulusan. Walaupun hubungan mereka butuh banyak waktu, tapi Rigel bukanlah pria yang mudah menyerah untuk mendapatkan suatu hal yang dia inginkan. Rigel akan meratukan wanita yang menjadi pasangannya. foto by: Pinterst [free] edit foto by: canva
View MoreUcapan selamat datang dari berbagai rekan bisnis, teman, keluarga, dan masyarakat. Akhirnya Rigel mempublikasikan jika sang istri sudah melahirkan seorang putri, dan semua orang turut bahagia dengan kebahagiaan yang mereka rasakan. Tak hanya itu, hadiah dari rekan bisnis Rigel juga berdatangan hingga begitu banyaknya. Kini kediaman Rigel dan Kalea begitu ramai dengan kehadiran keluarga, teman, serta kerabat mereka. Mereka merayakan penyambutan Sanna, membuat pesta kecil untuk anak mereka sebagai tanda rasa syukur. "Astaga, aku tidak percaya jika kamu sudah memiliki anak." Kata Calra yang merasa ini semua mimpi. "Aku sendiri saja masih merasa jika semua ini mimpi, tapi jika dipikir lagi waktu aku aku tidak menerima Rigel. Pasti aku belum memiliki anak hingga kini, aku hanya menyesal kenapa kami dipertemukan diwaktu yang begitu telat." Ujar Kalea. "Tuhan menghadirkan orang pertama untuk dijadikan pembelajaran, tapi Tuhan menghadirkan orang kedua untuk mengisi juga mengobati lukamu.
Didalam ruang oprasi Rigel terlihat tegang, dia merasa tak tega melihat proses melahirkan istrinya yang harus melalui prosedur pembedahan. Karena pendarahan yang terjadi mengharuskan Kalea melakukan pembedahan demi keselamatan Ibu juga bayinya. Sepanjang prosesnya Rigel terus memegang dan mengecup kening sang istri untuk menguatkan, Kalea tetap[ tersenyum pada ssuami walaupun tidak banyak bicara. Akibat tubuhnya yang sudah lemas, ditambah efek samping dari obat bius yang disuntikkan ke tubuhnya.“Sayang, sabar ya. Sebentar lagi kok.“ Bisik Rigel walaupun hatinya juga ngilu melihat proses pembedahan, dan dia juga tidak lupa meminta pihak rumah sakit mengabadikan momen ini.Setelah beberapa sayatan dibuat, akhirnya dokter bisa mengeluarkan bayi yang ada didalam rahim Kalea. Suara tangisnya terdengar nyaring hingga membuat Rigel mennagis haru saat melihat tubuh kecil itu didepannya, dia mengecup istrinya yang setengah sadar. Lalu memastikan anaknya juga baik-baik saja tanpa kurang apapun
Bulan demi bulan berganti, penantian Kalea dan Rigel juga keluarga besar mereka akhirnya akan terbayar. Karena bulan ini adalah jadwal Kalea melahirkan, sungguh penantian yang panjang bagi Kalea sendiri. Kini bentuk tubuhnya berisi namun tetap terjaga, hingga banyak yang mengagumi jika Kalea hamil tidak banyak perubahan pada tubuhnya.Kalea sudah merasakan jika perutnya merasakan kontraksi, namun itu belum intens, jadi dia meminta suaminya tetap berangkat bekerja dari pada menunggunya yang belum tentu jelas."Sayang? Kamu serius meminta aku berangkat kerja? Padahal kamu sudah merasakan kontraksi," kata Rigel yang tetap ingin tinggal dirumah."Pergilah ke kantor, akan aku kabari secepatnya jika aku mau melahirkan. Jangan lepas dari tangung jawabmu, bukankah ada tamu penting datang. Jadi sambutlah dia, mungkin nanti setelah rapat anak kita baru mau lahir." Kata Kalea sembari tersenyum, menahan sakit dimana wajahnya juga sudah mulai sedikit memucat."Baiklah jika kamu sangat memaksa, aku
Kalea dan Rigel sudah memikirkan hadiah untuk Kelvin juga Mona, mereka memilih membelikan apa yang mereka butuhkan. Kelvin masih mengontrak apartemen, karena dia masih bingung ingin membeli rumah dimana. Karena menurutnya apartemen bukan tempat tinggal yang bagus ketika sudah berkeluarga, dan akhirnya Kalea dan Rigel membelikan rumah yang tak jauh dari tempat tinggal mereka.Memang sengaja Tidka berjauhan, agar mereka tetap saling dekat satu sama lainnya."Sayang, ayo kita berangkat sekarang." Ajak Rigel pada Kalea yang masih bingung memilih sendal."Kamu kenapa sayang?" tanya Rigel yang melihat istrinya berada didepan tempat sandal."Sayang, aku bingung memakai sandal mana.""Astaga sayang ku cintaku, aku pilihkan." Memilih yang pas untuk sang istri."Ini, pakailah." Kata Rigel."Terimakasih." Senyumnya merekah, Rigel segera menggandeng tangan sang istri untuk berjalan. Karena dia tau posisi Klaea saat ini yang tengah hamil besar, membuat tubuhnya tak nyaman walaupun jika di lihat tu
Kalea menutup telfon dari suaminya, bibirnya tersenyum tetapi matanya berkaca-kaca karena dia sangat merindukan suaminya yang baru saja dua hari ini pergi untuk mengurus pekerjaannya. Tetapi mendnegar kabar tentang Mona yang menmgalami hal buruk dia tidak tega jika suaminya mengabaikan MOna, walaup
Setelah makan bersama Rigel menawarkan diri untuk mengantar kedua wanita itu dan Gio putra Clara, Kalea mencoba menolak tapi tidak dengan Clara."Tentu saja kami mau, iya kan?" tanyanya pada Kalea dengan menyenggol bahunya.Kalea hanya memutar matanya malas, sebenarnya akan memesan taxi, tapi Rige
Kalea meminta ditemani Clara untuk membeli beberapa stel baju kantor, karena dia akan mulia bekerja lusa. Tentu ini sebuah keputusan yang sedikit berat, karena dia harus mulia berinteraksi dengan banyak orang."Maaf, aku merepotkan mu dan Gio." Ujar Kalea, karena dia meminta anak dan Ibu menemaniny
Setelah kepulangan dari kediaman sang orang tuanya, Rigel terus memikirkan kata-kata sang Ayah. Waktu enam bulan bagi RIgel adalah waktu yang begitu cepat, ia tak mungkin membayar seseorang wanita untuk berpura-pura menjadi kekasihnya, jika pun menikah kontrak ia lebih baik menikah sungguhan karena












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.