Mag-log in"Memanggil Tuan?" ucap Namira. Dia melanjutkan dengan enggan, "Oke. Sekarang cuma ini satu-satunya cara."Magenta bercanda, "Siapa suruh kamu lalai dan membuat masalah? Sudah sepantasnya kamu dihukum Tuan."Namira mengangkat bahunya dan menimpali, "Lagi pula, masalahnya sudah terjadi. Tuan juga nggak mungkin membunuhku. Nggak masalah."Tak lama kemudian, ekspresi Magenta kembali tenang. Bahkan ekspresinya juga tampak tulus seperti murid yang taat. Magenta menghadap ke arah timur dan melafalkan nama seseorang.Ekspresi Namira juga menjadi serius. Dia mengikuti Magenta melafalkan nama orang yang sama.Kala ini, seekor harimau putih menembus kehampaan dan masuk ke dalam tubuh wanita berambut putih. Wujud asli Namira sudah datang.Namira dan Magenta memanggil secara bersamaan, "Mahaprana ...."Seketika kekuatan dahsyat tiba-tiba menyebar. Nama Mahaprana sudah cukup membuat semua makhluk spiritual di dunia awani gemetaran saking takutnya.Monster dan siluman ganas di tempat-tempat berbahaya
Jika Ganesh bisa menaklukkannya, wanita berambut putih ini pasti bisa menjadi kekuatan tempur yang luar biasa.Wanita berambut putih mendengus dan bertanya, "Memangnya kamu pantas?"Kemudian, wanita itu melenyapkan Ganesh hanya dengan satu jari tangannya.Sebelum mati, Ganesh tidak menyangka dia dibunuh oleh seorang wanita. Padahal dia adalah kultivator tingkat tinggi di dunia ini.Jika Ganesh tahu wanita berambut putih ini hanya klona, entah bagaimana pemikirannya. Tentu saja, sekarang Ganesh sudah mati. Dia bahkan tidak bisa berpikir lagi.Wanita berambut putih membunuh Ganesh dengan mudah. Dia sama sekali tidak peduli. Wanita itu memandangi mayat Tirta sambil bergumam dengan ekspresi gundah, "Hais, sepertinya aku cuma bisa diam-diam memanggil Magenta. Entah Teknik Nirwana yang dikuasainya bisa membangkitkan pemuda ini atau nggak."Kemudian, wanita berambut putih menghancurkan sepotong liontin giok merah yang dikeluarkan dari sakunya. Terdapat lambang khas burung merah di liontin gio
"Bunuh!" seru Tirta. Dia tidak menangkis serangan pria tua yang dahsyat, melainkan mengeluarkan kertas emas untuk menebas kepala pria tua.Bam! Telapak tangan raksasa mendarat. Tubuh Tirta yang dipukul hancur lebur. Dia langsung mati.Pada saat yang sama, kertas emas mengandalkan kekuatan Tirta yang terakhir untuk menebas ratusan kerangka inti formasi yang dikeluarkan pria tua. Bahkan kertas emas juga menebas lengan, kepala, dan jiwa pria tua secara berturut-turut.Pria tua berkata, "Wah ... pemuda ini sangat mengerikan! Keputusanku untuk membunuhnya ... nggak salah! Formasi Dua Kutub ... rampas ...."Hanya saja, pria tua sudah mencapai batasan tingkat pencapaian agung. Vitalitasnya sangat kuat. Biarpun kepalanya ditebas dan jiwanya terluka, dia tetap tidak mati.Pria tua menggunakan Formasi Dua Kutub untuk merampas vitalitas semua makhluk hidup dalam area puluhan kilometer untuk mempertahankan hidupnya.Szzt! Szzt! Semua makhluk hidup yang diselubungi formasi mati dan berubah menjadi
Tenggorokan Tirta hancur dan kepalanya berlumuran darah karena ditebas pedang. Suaranya hampir tidak terdengar saat dia bergumam, "Masih ada 15 detik lagi, cukup untuk membunuhmu ...."Sekujur tubuh Tirta terluka parah, bahkan tulangnya terlihat. Namun, aura membunuh yang dipancarkan Tirta makin jelas.Kalaupun semua air laut di dunia awani dikumpulkan, juga tidak bisa meredam amarah Tirta. Dia sudah bertekad untuk balas dendam!Kedua mata Tirta sudah meledak, jadi sekarang hanya tersisa rongga mata yang kosong. Darahnya terus mengalir, tetapi Tirta tahu keberadaan pria tua. Tirta terus memandanginya."Ini nggak mungkin!" teriak pria tua. Dia sudah hidup 4 ribu tahun lebih dan mengalami banyak kejadian yang hampir merenggut nyawanya.Akan tetapi, sekarang pria tua merasa takut dan gelisah. Suaranya juga bergetar. Hal ini karena selama ini banyak orang ingin membunuh pria tua. Namun, tidak ada yang seperti Tirta sekarang ini.Pusat energi Tirta hancur dan semua meridiannya putus. Vitali
Tirta tahu jelas waktu yang tersisa sangat mendesak, jadi dia memutuskan untuk menyerang habis-habisan. Tangan kirinya memegang kertas emas, sedangkan tangan kanannya memegang peta bintang.Ruang hampa retak saat Tirta mengayunkan dua artefak itu. Kekuatannya jauh lebih hebat daripada senjata ajaib lainnya.Duar! Segala sesuatu pada tempat yang dilewati serangan Tirta langsung lenyap."Formasi Dua Kutub!" seru pria tua. Dia terkejut dan juga marah. Pria tua tidak berani melawan serangan Tirta.Pria tua mengeluarkan ribuan kerangka inti formasi yang terang dan misterius. Kekuatannya sangat dahsyat dan menyelubungi tempat ini. Kerangka inti formasi itu membentuk diagram dua kutub.Diagram itu menyelimuti area sejauh puluhan kilometer. Dengan pergerakan formasi, diagram dua kutub itu perlahan bergerak dan mengeluarkan suara berdengung. Energi baru yang destruktif bersirkulasi seolah-olah akan terbentuk dunia baru.Bunga, rumput, pohon, sulur, dan tanaman lainnya yang tak terhitung jumlahn
Namun, wanita yang memanggil Tirta dengan mesra ini sudah berpisah dengan Tirta selamanya. Kala ini, hati Tirta terasa sangat sakit. Kebencian yang mendalam dan hasrat untuk membalas dendam membuat Tirta kehilangan akal sehat.Sekujur tubuh Tirta gemetaran. Napasnya berat seperti binatang buas yang sekarat. Kedua matanya memerah. Dia menatap pria tua sambil menantang, "Pria tua ... aku mau bertarung mati-matian denganmu. Apa kamu berani?"Dimulai dari jantung Tirta, sekarang darah, daging, kekuatan spiritual, dan jiwanya bergejolak hebat. Wuss! Tubuh Tirta seperti tungku yang terbuat dari besi sakti dan mengandung api yang bergelora.Tirta membuka gerbang kedelapan dari teknik rahasia, yaitu gerbang kematian. Dia tidak memedulikan konsekuensinya lagi.Gerbang kematian terletak di bagian jantung. Ini adalah jurus paling kuat di Teknik Rahasia Delapan Gerbang. Begitu dikerahkan, kemampuan Tirta ditingkatkan 64 kali lipat secara paksa.Selain itu, Tirta tidak bisa selamat lagi jika menger
Begitu terdengar suara tembakan, Arata membatin dengan perasaan putus asa, 'Gawat ... didengar dari suara tembakan yang mengerikan ini, seharusnya itu senapan Barrett yang paling mematikan! Biarpun dibatasi tembok setebal 30 sentimeter, musuh bisa langsung mati begitu ditembak sekali.''Ucapan Sagar
Arata menjawab, "Belum, Axel. Petunjuk yang kamu berikan terlalu sedikit, jadi aku cuma bisa suruh bawahanku untuk memeriksa satu per satu orang Negara Darsia yang turun dari pesawat. Nanti aku baru bisa menyelidiki keberadaan pemuda itu."Arata bertanya, "Apa kamu sama sekali nggak ingat tampangnya
Tanah ini berjarak sekitar 1.500 meter dari puncak Gunung Fozi. Tanah ini terletak di lereng gunung sebelum Gunung Fozi meledak. Bentuknya seperti bukit.Namun, sebenarnya itu adalah anjing hitam yang sudah membuka segelnya. Hanya saja, tubuhnya tertutupi pecahan batu.Ledakan rudal terlalu cepat se
Apalagi, sekarang pasukan Negara Darsia masih berada di area perbatasan maritim. Para pejabat merasa takut.Melihat sikap para pejabat, Sagara marah-marah lagi, "Kenapa? Dasar segerombolan pecundang, masa kalian sama sekali nggak punya ide?"Tiba-tiba, terdengar teriakan panik dari luar ruang tamu.







