Share

207. Fakta

Author: Raisaa
last update publish date: 2026-06-15 18:16:01

Ucapan Dior membuat aula kekaisaran mendadak jatuh ke dalam keheningan yang aneh. Seolah seluruh orang yang berada di sana lupa bagaimana cara berbicara.

Tidak ada yang menyangka Grand Duke muda Rurich akan menolak pertunangannya secara terang-terangan, terlebih di hadapan Kaisar dan seluruh petinggi kekaisaran.

Roseth tampak membeku di tempatnya. Wajahnya yang semula dipenuhi keyakinan perlahan kehilangan warna, sementara jemarinya mengepal kuat di sisi gaunnya. Rasa malu yang datang begitu t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Dewi Laelasari
erick dari pada jadi putra mahkota,mending kita ngadu jangkrik yu. gemes nya aku sama kamu Rik,kena batunya juga sekarang. bagaimanapun benar dan salah tidak akan tertukar.se ma ngat
goodnovel comment avatar
Chicicuwit
ho'oh... ternyata oh ternyata si erik butuh dukungan dr duke...... tp sok² gk butuh
goodnovel comment avatar
Nau
putra mahkota..tidak bisa mengelak ternyata
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   573. Dia juga musuh.

    Dior hanya diam. Tidak ada perubahan pada wajahnya. Tidak ada rasa tersinggung, marah, ataupun malu. Ia hanya memandang Siera seolah sedang mencoba memahami mengapa gadis kecil itu terus membicarakan matanya.Yelian akhirnya memutuskan bahwa percakapan ini tidak akan selesai jika ia terus membiarkan adiknya berbicara.“Siera, jaga bicaramu. Lebih baik kau kembali. Aku akan latihan.”Siera langsung menoleh.“Kalau Kakak pergi, aku sendirian.”Yelian menatapnya.“Kau bisa bermain dengan para pelayan.”“Aku tidak mau.”“Dengan pengawal?”“Tidak mau.”“Kalau begitu tetap di kamar.”Siera langsung menggeleng keras.“Aku tidak mau sendirian.”Yelian terdiam sejenak. Ia tahu Siera memang tidak suka ditinggal sendirian, tetapi kali ini ia juga tidak mungkin membiarkan adiknya mengganggu latihan. Tatapannya kemudian beralih kepada Dior yang masih berdiri tidak jauh dari mereka bersama Felix. Anak laki-laki itu tampak begitu tenang, seolah semua percakapan mereka tidak ada hubungannya dengan di

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   572. Anak anjing dengan mata merah.

    Perjalanan dari Kastil Rurich berlangsung cukup lama, tetapi sepanjang perjalanan Dior hanya duduk diam di dalam kereta tanpa banyak bertanya. Ia tidak terlihat penasaran dengan tempat yang akan menjadi rumah keduanya. Tidak ada rasa sedih karena harus meninggalkan kastil, juga tidak ada kegembiraan karena akan tinggal di tempat baru. Ia hanya mengikuti keputusan ayahnya seperti biasa.Begitu kereta berhenti di depan Kediaman Elvorn, Dregory turun lebih dulu. Dior kemudian mengikuti dari belakang dengan langkah kecil yang masih sedikit hati-hati. Para pelayan yang telah mengetahui kedatangan mereka segera berdiri di sisi jalan dan menundukkan kepala. Namun Dior tidak memperhatikan siapa pun. Tatapannya hanya bergerak mengikuti Dregory yang berjalan menuju halaman utama.Dregory berhenti setelah beberapa langkah dan menoleh kepadanya.“Dior.”Dior mengangkat wajah.“Mulai sekarang kau tinggal di sini. Ikuti Felix.”Dior melihat seorang pria yang berdiri tidak jauh dari mereka. Felix se

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   571. Bahkan tidak boleh melihatnya.

    Hari-hari berlalu sejak kejadian itu.Kastil Rurich masih terasa berbeda. Para pelayan lebih berhati-hati, tabib terus memeriksa Dior, dan paviliun Isla dijaga agar ia tidak bisa keluar tanpa perintah Grand Duke.Dior keluar dari kamarnya. Tubuhnya masih lemah dan kepalanya masih diperban, tetapi rasa ingin tahu membawanya berjalan sendirian. Saat melewati sebuah ruangan, ia melihat Dregory dan ayahnya di dalam.Grand Duke duduk di depan sebuah canvas kosong. Ia hanya menatap lukisan itu tanpa berkata apa-apa. Dior berdiri diam di balik pintu, memperhatikan mereka. Setelah beberapa saat, Dregory akhirnya memecah keheningan.“Aku pikir kau mengabaikannya.”Grand Duke tidak langsung menjawab. Tatapannya masih tertuju pada lukisan di hadapannya.“Aku hanya tidak tahu bagaimana menghadapinya.”Dregory menatapnya dan Grand Duke menarik napas panjang.“Selama ini dia tumbuh bersama ibunya. Aku sibuk dengan urusan negara dan militer. Hampir seluruh waktuku dihabiskan di luar rumah.”Dregory

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   570. Hak atas seorang putra.

    Setelah dokter pergi, Grand Duke menatap Dior yang masih terbaring dengan kepala diperban. Ia tahu luka itu bukan sesuatu yang bisa sembuh dalam waktu singkat dan mungkin akan mengubah Dior selamanya.Wanita itu masih menangis di belakangnya. Namun bagi Grand Duke, rasa takut dan penyesalan wanita itu tidak mengubah kenyataan bahwa Dior terluka karena perbuatannya. Grand Duke kemudian menoleh kepadanya.“Keluar, Isla.”Isla mengangkat wajahnya dengan cepat. Seolah baru saja tersadar bahwa perkataan itu ditujukan kepadanya, ia menggeleng pelan.“Aku tidak akan keluar.”Grand Duke tidak langsung menjawab. Tatapannya tetap tertuju pada Isla, tenang tetapi dingin. Ia tidak perlu bertanya lagi apa yang terjadi. Ia sudah mendengar semuanya. Ia sudah melihat sendiri kondisi Dior.Bahkan jika Isla mengatakan ribuan kali bahwa dirinya tidak sengaja, kenyataan bahwa anak mereka telah jatuh dari balkon dan mengalami kerusakan otak tetap tidak akan berubah.“Keluar,” ulang Grand Duke.“Aku ingin

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   569. Tak perduli apa yang hilang darimu.

    Ruangan itu seketika sunyi.Grand Duke tidak bergerak. Bahkan wanita yang sejak tadi menangis pun terdiam. Tidak ada seorang pun yang langsung mampu menerima perkataan dokter itu.Grand Duke perlahan menoleh kepada Dior yang masih terbaring di atas tempat tidur. Wajah anak itu tampak pucat, kepalanya diperban, dan tubuh kecilnya sama sekali tidak bergerak. Dari luar, tidak ada yang terlihat berbeda. Namun dokter baru saja mengatakan bahwa sesuatu di dalam diri putranya mungkin tidak akan pernah kembali seperti sebelumnya.Grand Duke kembali menatap dokter.“Tidak ada sama sekali?”“Benar, Yang Mulia.”“Apa maksudmu?”Dokter menarik napas panjang sebelum menjelaskan dengan hati-hati.“Lobus frontal bukan hanya berkaitan dengan perilaku. Bagian tersebut juga memiliki peran penting dalam proses emosi dan bagaimana seseorang memberikan respons terhadap sesuatu yang terjadi di sekitarnya. Kerusakan yang dialami Tuan Muda terlalu berat.”Grand Duke mengerutkan kening.“Jelaskan dengan kata-

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   568. Mengapa membenciku?

    “Ibu…”Dior kecil hanya mampu memanggilnya sekali lagi. Tangannya berusaha meraih lengan wanita itu, bukan untuk melawan, tetapi seperti seorang anak yang masih berharap akan ditolong oleh orang yang sama yang sedang menyakitinya.Namun wanita itu tidak berhenti. Dalam satu gerakan kasar, ia menarik tubuh kecil Dior ke dekat pagar balkon. Dior bahkan tidak sempat memahami apa yang sedang terjadi. Kakinya kehilangan pijakan ketika tubuhnya didorong melewati batas balkon.Sesaat, semuanya terasa sunyi. Dior kecil hanya sempat melihat wajah ibunya untuk terakhir kalinya. Tidak ada kekhawatiran di sana dan tidak ada penyesalan, yang ada hanya kebencian.Kemudian tubuh kecil itu jatuh.Angin menerpa wajahnya. Tangannya bergerak tanpa arah, mencoba meraih sesuatu yang tidak ada. Untuk pertama kalinya, rasa takut benar-benar terlihat di matanya.“Ibu…”Suara itu begitu kecil hingga hampir tidak terdengar.Tubuhnya terus jatuh menuju taman di bawah.Kemudian semuanya terjadi dalam sekejap.Br

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   4. Pernikahan atau pembunuhan

    Siera tahu bukan hanya Erick, Dregory, dan semua orang yang berada di ruangan itu tertegun mendengar ucapan Siera yang tiba-tiba.“Apa… yang kau katakan?” suara Erick terdengar tertahan, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Ia bahkan bangkit dari posisinya.Siera sempat menoleh

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   5. Kabur sebelum dibunuh!

    Siera meneguk ludah. Ia memang merasa malu karena tertangkap basah, namun ia tetap berdiri tenang, berusaha tidak menunjukkan kegelisahannya.“Maaf… saya tidak bermaksud mendengar pembicaraan Anda berdua.” Siera membungkuk, menjaga sopan santunnya.Saat ia mengangkat kepala, ia bisa melihat pandanga

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   3. Bagaimana jika batal menikah?

    Suara ketukan pintu membuat Siera tersentak. Ia menoleh ke arah pintu ketika daun pintu terbuka perlahan, dan seorang gadis masuk dengan langkah hati-hati.“Nona…”Siera menatapnya.“Mia…”Wajah Mia terlihat lega, bahkan sedikit senang. “Yang Mulia Duke benar… Anda sudah bangun.”Siera menatap gadis

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   2. Mengapa harus kembali?

    Siera membuka mulut, tetapi kata-kata terasa sulit keluar. Tenggorokannya kering, pikirannya masih kacau oleh apa yang baru saja ia alami.“A-aku…”“Apa karena Putra Mahkota Erick?” potong Dregory tiba-tiba.Nada suaranya rendah, namun justru terasa lebih menekan. Tidak ada kemarahan yang meledak, t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status