Share

Bab 91

Author: Lalapoo
last update publish date: 2026-08-22 14:28:51

Helena mendengus pelan lalu kembali berjalan. Rion menyusul di sampingnya menuju ruang makan. Mereka berbicara ringan tentang pesta tadi. Rion bahkan bertanya apakah Helena lelah, apakah pestanya berjalan lancar, dan apakah kedatangan Rose membuatnya terganggu. Helena hanya menjawab seperlunya dan mengatakan bahwa ia tidak ingin memikirkannya lagi.

Namun diam-diam, Helena menyadari bahwa Rion semakin sering berada di dekatnya dan semakin menunjukkan perhatian. Ia tidak tahu ke mana semua itu ak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 94

    Begitu memasuki aula, Helena segera menyadari bahwa suasananya jauh lebih ramai daripada yang ia bayangkan. Para bangsawan telah memenuhi ruangan, sebagian berdiri dalam kelompok-kelompok kecil sambil berbincang, sementara yang lain duduk di sekitar meja panjang yang dipenuhi hidangan dan minuman. Kilauan lampu kristal memenuhi langit-langit, memantulkan cahaya ke lantai marmer dan gaun-gaun mewah yang dikenakan para wanita.Namun sebelum Helena sempat memperhatikan lebih jauh, Rion sudah membimbingnya menuju bagian tengah aula."Yang Mulia ada di sana."Helena mengikuti arah pandangnya. Kaisar berdiri bersama beberapa pejabat dan bangsawan tinggi. Begitu melihat mereka mendekat, percakapan di sekitar kelompok itu perlahan mereda.Helena menarik napas kecil. Ia kemudian berdiri sedikit lebih tegak. Rion berhenti beberapa langkah di hadapan Kaisar, lalu menundukkan kepala dengan hormat. Helena segera melakukan hal yang sama."Salam hormat, Yang Mulia."Kaisar memandang mereka berdua se

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 93

    Rion terdiam mendengar jawaban Helena. Tatapannya sempat beralih pada cadar tipis yang menutupi sebagian wajah wanita itu, kemudian kembali pada matanya. Beberapa detik berlalu sebelum sudut bibirnya terangkat sedikit."Jadi Anda takut orang-orang mengira saya pasangan Anda?"Helena langsung mengerutkan kening. "Jangan mengatakan sesuatu seperti itu."Nada suaranya terdengar lebih tegas daripada yang ia maksudkan. Namun Rion justru terkekeh pelan, sama sekali tidak terlihat tersinggung."Saya hanya bertanya.""Anda tahu apa yang saya maksud.""Saya tahu."Jawaban Rion begitu singkat. Setelah itu ia tidak lagi menggoda Helena. Ia hanya berbalik menuju kereta yang telah menunggu di depan mereka, lalu membuka pintunya dengan tenang."Silakan."Helena hanya menatap Rion sebentar sebelum masuk ke dalam kereta. Rion menyusul setelah memastikan Helena duduk dengan nyaman, lalu mengambil tempat di seberangnya.Kereta mulai berjalan meninggalkan Kastel Laurent. Helena memandang keluar jendela,

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 92

    Malam itu, setelah kembali ke kamar, Helena masih memikirkan perkataan Rion sebelum mereka berpisah. Helena duduk di depan meja rias dengan rambut terurai. Ia sudah berganti pakaian, tetapi kalung dengan batu permata merah dari Rezef masih terpasang di lehernya. Ia menyentuhnya perlahan.Entah mengapa, Helena merasa heran. Bukankah seharusnya Rion lebih mengingat bros pemberiannya sendiri? Bros berlambang keluarga Laurent itu masih tersemat di gaunnya.Namun saat mereka berpisah, justru kalung pemberian Rezef yang Rion ingatkan untuk dijaga.Helena mengerutkan kening."Aneh..."Helena memiringkan kepala, mencoba memahami maksud Rion. Mungkin Rion hanya ingin mengingatkannya. Kalung itu bukan perhiasan biasa. Itu hadiah dari Rezef, suaminya, yang diberikan tepat pada hari pesta teh pertamanya dan disaksikan banyak orang.Mungkin Rion hanya mengingatkan bahwa kalung itu penting.Tidak lebih.Helena mengangguk kecil, merasa sudah menemukan alasan yang masuk akal."Ya. Mungkin hanya itu."

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 91

    Helena mendengus pelan lalu kembali berjalan. Rion menyusul di sampingnya menuju ruang makan. Mereka berbicara ringan tentang pesta tadi. Rion bahkan bertanya apakah Helena lelah, apakah pestanya berjalan lancar, dan apakah kedatangan Rose membuatnya terganggu. Helena hanya menjawab seperlunya dan mengatakan bahwa ia tidak ingin memikirkannya lagi.Namun diam-diam, Helena menyadari bahwa Rion semakin sering berada di dekatnya dan semakin menunjukkan perhatian. Ia tidak tahu ke mana semua itu akan membawa mereka, sehingga Helena berusaha tetap menjaga jarak, meski perhatian Rion terkadang membuatnya merasa nyaman.Ia tahu perasaan itu berbahaya. Bagaimanapun, ia adalah istri Rezef, sedangkan Rion adalah adik suaminya. Batas di antara mereka harus tetap ada.Helena terus berjalan menuju ruang makan bersama Rion. Ia tidak menyadari bahwa sesekali pria itu menatapnya dengan senyum kecil.Malam itu seharusnya hanya menjadi makan malam biasa. Namun Helena mulai merasa bahwa kedekatannya den

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 90

    Setelah tamu terakhir pergi, rumah kaca perlahan kembali tenang. Para pelayan mulai membereskan meja dan cangkir teh, sementara bunga-bunga di atas meja masih menghiasi ruangan. Helena berdiri sejenak di depan rumah kaca. Pesta teh pertamanya akhirnya selesai.Hari ini memang melelahkan. Ada banyak hal yang terjadi, mulai dari pertanyaan tentang Rezef hingga kedatangan Rose. Namun Helena tetap merasa sedikit bangga karena berhasil melewati semuanya dengan tenang.Setelah berpamitan kepada Madam Carol, Helena meninggalkan taman. Dorote sudah lebih dulu kembali ke kamar, jadi Helena berjalan sendiri melewati koridor. Ia hanya ingin segera beristirahat setelah seharian berada di tengah para bangsawan.Namun langkahnya tiba-tiba terhenti.Di ujung koridor berdiri Rion. Pria itu tampaknya baru selesai dengan urusannya. Beberapa dokumen masih berada di tangannya. Saat melihat Helena, Rion berhenti dan memberikan senyum tipis.Helena seketika merasa sedikit canggung."Selamat atas pesta teh

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 89

    Rose hanya memberi salam kecil kepada Helena sebelum pergi. Namun sebelum berbalik, pandangannya kembali tertuju pada kalung di leher Helena dan bros berlambang keluarga Laurent di gaunnya.Senyumnya sedikit menegang.Kalung itu hadiah dari Rezef, sementara bros tersebut diberikan oleh Rion. Dua hadiah dari dua bersaudara keluarga Laurent yang diberikan tepat pada hari pesta teh pertama Helena. Helena tidak perlu mengatakan apa pun. Kedua hadiah itu sudah cukup menunjukkan bahwa dirinya diterima oleh keluarga Laurent.Selama ini, orang-orang mungkin mengira Helena hanya tinggal di Kastel Laurent karena pernikahan mereka. Namun hari ini, anggapan itu mulai berubah.Rezef memang tidak datang, tetapi ia mengirimkan hadiah. Rion juga melakukan hal yang sama. Keduanya seolah menunjukkan bahwa Helena benar-benar memiliki tempat di keluarga Laurent.Rose tentu memahami hal itu. Karena itu, senyumnya kali ini terlihat jauh lebih tipis."Sepertinya saya salah memahami Anda, Marchioness."Helen

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 5

    Helena menurunkan pandangannya sesaat. Jemarinya bergerak pelan di atas tepi dokumen yang masih terbuka di hadapannya.“Tidak seperti itu maksud saya.”Tom menunggu dengan sabar, memberi ruang baginya untuk melanjutkan tanpa menyela.Helena menarik napas pendek.“Saya tidak pernah melihat wajahnya.

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 4

    Helena duduk tegak di kursinya sambil menatap dokumen yang terbuka di hadapannya.Sejak beberapa menit terakhir, pandangannya terus bergerak dari satu halaman ke halaman lain, tetapi pikirannya tidak benar-benar fokus membaca.Ruangan kerja kepala pelayan itu terasa jauh lebih resmi dibanding tempa

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 3

    Tidak ada perubahan sedikit pun pada wajah Rion setelah mendengar pertanyaan itu.Pria itu hanya menatap Helena dalam diam selama beberapa detik. Wajah tampannya tetap tenang, nyaris tanpa ekspresi, sementara sorot mata merah gelapnya sulit ditebak seperti biasa.Tidak terlihat terkejut. Tidak terl

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 2

    Helena tertegun setelah mendengar perkenalan pria itu.Sesaat, ia benar-benar mengira bahwa lelaki yang baru saja memasuki aula adalah Rezef Laurent, suaminya. Entah karena posturnya yang tinggi, suaranya yang rendah, atau aura dingin yang mengelilinginya, ada sesuatu dalam diri pria itu yang membu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status