LOGINBIJAK DALAM MEMILIH BACAAN (21+) “Mas Devan ngapain di sini?” Ekspresi Aisha tidak bisa disembunyikan lagi ketika dia terkejut melihat Devan masuk ke dalam kamarnya. Sementara kamarnya Devan—sang majikan ada di lantai dua. Tapi pria itu tanpa banyak kata malah naik ke atas ranjangnya Aisha. “Jangan jual mahal, Aisha. Kamu pernah tidur denganku. Kita sudah pernah melakukannya beberapa kali.” Sialnya Aisha membeku mendengar perkataan dari Devan. Andai saja bukan karena butuh uang untuk biaya pengobatan Nita di rumah sakit. Dengan sikap abai dari sang ayah yang selalu mengabaikan mengenai kondisi Nita. Maka dia tidak perlu lakukan ini—tidur dengan Devan. Kehormatannya direnggut juga oleh majikannya sendiri demi uang. Ucapan Devan tadi sudah sangat merendahkan harga dirinya Aisha. Tapi harga diri? Aisha bahkan lupa sudah melayani pria itu beberapa kali sampai dia tidak ingat lagi apakah dia pantas untuk dapat suami baik-baik nantinya? Sedangkan Devan sudah jadi teman tidurnya. Akan tetapi yang lebih mengejutkan lagi dia rela menjual diri seperti itu karena sangat terpaksa. Sedangkan Nita tidak tahu kalau Aisha telah menjadi wanita bayarannya Devan.
View MoreDevan seperti kehilangan arah ketika mendapati Aisha pergi meninggalkannya karena tidak bisa bertahan di sisinya. Sudah empat bulan ini Aisha pergi setelah pengakuannya Devan kalau dia lebih jatuh cinta kepada wanita itu dibandingkan dengan istrinya. Kalau sekarang, Aisha memang belum ada di hatinya. Tapi Devan memasukkan Bianca ke dalam rumah tangganya. Menganggap kalau ini akan baik-baik saja. Tapi semua itu justru menjebak dia untuk masuk ke dalam kubangan bencana besar di dalam rumah tangganya.Terdapat beberapa hal yang juga membuat Devan merasa kesepian sekali pada kehidupannya. Tidak ada tangisan Thania di rumah ini. Tidak ada yang merangkak ketika Devan sedang menonton televisi. Tidak ada yang tidur di lengannya setiap malam.Baru dia menyadari semua itu saat Thania menjadi alasannya untuk bertahan.Di kantor tempatnya bekerja. Tidak ada gairah sama sekali untuk mengerjakan semuanya. Rasa kosong itu terasa sekali. menurut informasi yang Devan dapatkan juga kalau istrinya sekar
“Aisha, Mama mertua kamu mau jemput ke sini. Katanya mau ajak kamu jalan-jalan sama Thania.” Aisha juga sudah siap-siap. Mendapatkan telepon dari mama mertuanya cukup menyenangkan. Hari ini mertuanya menyempatkan waktu untuk jalan-jalan. Kebetulan juga besok Devan akan menjemputnya bersama dengan Thania di rumah ini. Besok juga dia akan pulang bersama anaknya. Aisha sudah memasang gendongan untuk anaknya. “Aku mau berangkat sebentar lagi, Bu.” Ujarnya ketika disapa oleh Nita. “Kalau begitu Ibu pergi bentar ke supermarket, ya. Takut Ayah kamu pulang nanti marah-marah kalau nggak ada makanan.”Kemudian tidak lama mertuanya datang waktu Aisha menunggu di luar. Linda keluar dari mobil dan mengedarkan pandangannya. “Ya ampun, sekarang rumah kamu bagus banget.” “Iya, Ma. Ayah aku ada rezeki, jadi di renovasi.” “Ini bukan biaya sedikit, Aisha. Ayah kamu keren juga.” Aisha menganggukkan kepalanya dan kemudian dia tersenyum. “Kalau begitu, Mama mau masuk dulu atau gimana?” “Ibu kamu ada
Selama berada di rumahnya Juan, kehidupan Aisha memang terpenuhi oleh orangtuanya. Tidak ada kekurangan apa pun selama ada di sana. Ayahnya yang sudah punya segalanya. Ibunya juga beberapa kali dia dengar diminta untuk berhenti bekerja di rumah orangtuanya Devan. Memang kalau untuk urusan itu Juan agak keras.Juan juga memberikan pengertian kepada Aisha untuk masalah rumah tangga. Memang benar kalau Aisha sendiri tidak bisa membayangkan dirinya kalau menjadi janda nanti. Karena Devan yang berubah-ubah sikap.Selama ini Aisha menganggap kalau rumah tangganya dengan pria itu tidak ada masalah sama sekali. Tapi justru membuat Aisha bisa sadar kalau konflik waktu itu masih membekas di kepalanya Aisha.Juan juga memberikan pandangan yang baik untuk Aisha. Bahwa tidak semua pernikahan itu berjalan dengan mulus. Aisha juga tidak pernah cerita kepada ayahnya jika masalahnya dengan suaminya sampai sekarang tidak ada titik terangnya. Tapi sikapnya Devan yang kadang membuat luluh, tapi juga memb
“Kamu kenapa?” Aisha hendak diantar ke rumah orangtuanya karena Devan hari ini akan pergi ke Bali. “Nggak apa-apa, Mas.” Pria itu sudah selesai packing barangnya sebelum berangkat ke bandara hari ini. Sedangkan Aisha akan menginap di rumah orangtuanya bersama dengan Thania. Anaknya sudah berusia tujuh bulan. Apa saja yang dibutuhkan Aisha untuk kebutuhan si kecil tidak pernah dibatasi oleh Devan. Pria itu juga menambah uang kebutuhannya Aisha selama di rumah. Aisha juga sudah selesai siapkan barangnya untuk pergi ke rumah orangtuanya. Tapi dia menatap Devan dengan intens. Tidak lama setelah itu Devan mengambil Thania dari gendongannya Aisha. “Baik-baik di rumah, ya. Papa mau kerja.” Kata pria itu sambil mencium anaknya. Hanya bisa tersenyum melihat kedekatan keduanya. Thania juga begitu bahagia dihampiri oleh Devan. Apalagi sampai digendong seperti itu. Dia bisa tersenyum melihat anaknya yang mencium Devan. “Aisha, kamu kenapa melihatku seperti itu?” dengan buru-buru Aisha menga
Aisha memasukkan bajunya ke dalam tas. Hari ini akan berangkat ke rumah orangtuanya. Aisha akan menginap selama beberapa hari di sana. Sementara itu, ia akan menunggu suaminya selesai mandi.Menurut kabar yang di dengar dari Hendra maupun Nita. Ayahnya sudah mulai bekerja. Dan bahkan berencana punya
Setelah mengakui tidak adanya perasaan cinta terhadap Aisha pada papanya. Devan juga jarang pulang ke rumahnya. Dia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah orangtuanya. Sedangkan Aisha sendirian di rumah untuk mengurus diri sendiri. perasaan Devan belum sepenuhnya hilang.Hanya saja, terpaksa bertah
Devan sedang ada di belakang rumah sendirian dengan laptop juga secangkir kopinya, baru kali ini juga dia merokok. Malam ini dia berada di rumah orangtuanya karena Aisha kebetulan dibawa ke dokter kandungan oleh mamanya Devan untuk periksa. Dia hanya berdua di rumah dengan sang papa.Waktu Devan beke
“Apa kamu sudah hamil, Aisha?” tanya Linda waktu mereka berdua menuju klinik kecantikan. Mertuanya meminta untuk diantar perawatan. Yang pastinya juga Aisha akan ikut perawatan dengan sang mertua.Pertanyaan itu benar dilontarkan oleh sang mertua. Seperti yang dikatakan oleh Devan. Maka, Aisha harus






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews