LOGIN"Ternyata kau masih perawan, sayang!" dengusnya kesal sekaligus senang, kali ini teman kencannya seorang gadis pelayan sesuci Arabella membuat nafas Leonardo kian menderu. Jantung mereka berdegup tak beraturan di antara isak tangis dan desahan bercampur menjadi satu. Pikirannya tak sebersih hati nurani. Gadis malang korban kebrutalan pria asing di tengah malam. Arghh-! Satu hentakan selesai sudah. Pria asing luruh di samping ranjang meninggalkan tubuh polos meringkuk dalam kesedihan dan dendam. Tak lama kelopak matanya memejam perlahan melupakan dosa maksiat dilakukan tadi diiringi dengkur halus tertidur lelap setelah gairah terpuaskan.
View MoreSudah dua hari Marilyn ditawan di hotel oleh Sienna, adik ibunya, Caterina. Kaki dan tangannya diikat kuat. Dia tak menyangka jika kerabat keluarganya berusaha mendekati Enzo Constanzo cuma karena harta mereka. "Zia Sienna, kenapa kau lakukan semua ini?" tanyanya bingung. "Papa dan Mama sudah tiada, warisan jatuh ke Leon, sepupuku untuk dikelola. Kau tak bisa mengambil kecuali menggugat ke pengadilan!" Tante yang dulu akrab ternyata tak lebih dari seorang iblis wanita. Senyumnya mengembang memandang ke jendela hotel di lantai tiga. Kota Napoli di waktu malam begitu sunyi sepi. "Enzo begitu bodoh mudah diperalat rayuan selama kakakku tak puas dalam pernikahannya berselingkuh dengan Rafael. Aku dan Eliza berhasil menundukkan gairah ayahmu berbulan-bulan!" Sienna masih menunggu kabar dari sekretaris Eliza setelah berkomplot menghasut Benedict menyerahkan tebusan jutaan Euro yang berada di Bank of Milan. "Kakakku tak mungkin lebih bodoh dari Papa, dan Leon segera menghajar kal
"Hai, Ben!" sapanya genit saat membuka pintu untuknya. "Apa kau sudah makan malam?" tanyanya pura-pura perhatian. "Tidak, aku belum lapar. Ayo masuklah kita minum dulu berbincang di dalam saja," ajaknya melepaskan mantel sekretaris Eliza. Wow-! Gaun malam seksi terlihat membahayakan matanya. Sekretaris CEO tak main-main melancarkan aksi malam ini. "Silakan duduk, aku ambilkan minum untukmu dulu," beranjak ke dapur menyiapkan dua gelas dan sebotol wine. Eliza tak sabar langsung memeluknya dari belakang. "Kau begitu tampan, sayang," menyentuh seluruh tubuh yang gagah dan masih muda tak seperti ayahnya. Benedict menantangnya, berbalik menghadapi wanita iblis penggoda rumah tangga orang tuanya. "Kau pasti kesepian setelah Papa Enzo tiada?" to the point. "Ternyata kau tak sebodoh yang dikira selama ini. Tuan Enzo sangat baik padaku, awalnya cuma berkeluh kesah soal Caterina yang sering berselingkuh. Hingga akhirnya kami terus bersama bercinta di kantor dan di hotel." Pengakua
Don Riccardo yang berada di Roma langsung kembali ke Napoli. Perjalanan bisnisnya dipersingkat membantu Leonardo menemukan sepupu yang diculik seseorang tak diketahui. Di ruang kerja, mereka berkumpul mengatur strategi. Pengawal Julian di Milan sedang meretas lokasi terakhir dari nomor gawai Marilyn yang digunakan. "Tuan Leonardo, posisi mereka masih di luar apartemen bukan wilayah yang jauh. Setelah itu nomornya tak bisa dihubungi kembali, musuh sengaja membuang gawai untuk menghilangkan jejak," melapor dengan cepat. Bastardo! umpatnya kesal. "Kita kehilangan jejak penculik Marilyn sejak empat jam lalu, semakin lama tidak terlacak, kesempatan mereka terus menyakiti adik sepupuku!" "Tenanglah Leon, pengawalku menyisir apartemenmu. Kita tunggu laporannya dulu," tukas Don Riccardo. Raut Benedict murung. Nyawa Marilyn diujung tanduk. Bingung menyelamatkan hidupnya jika mereka belum bergerak mengejar musuh. "Apakah tak sebaiknya ikuti perintahnya saja, menukar aset warisan
Mansion berubah ramai, Zio Enzo disambut baik semua orang setelah sebulan penuh dirawat di rumah sakit. Leonardo bersikeras paman dan keluarganya berlibur panjang di kediaman Dario Constanzo. "Kenapa Papa tak boleh pulang ke Napoli?" sungut putri bungsu sebal. "Daripada kami harus bolak balik untuk menjenguk ke Milan." "Hey!" Don Constanzo mengomel. "Kami tak kembali ke sana jika kalian belum mampu mengurus perusahaan ayahmu!" Benedict membela Marilyn, "Tapi, II Nonno, sepenuhnya manajemen bisnis masih dipegang Xavier. Dasar Leon brengsek! Gara-gara merger perusahaan, kami malah jadi budaknya!" Plak-! Dengan cepat mengeplak kepala. "Perusahaan ayahmu tak akan pernah aku kembalikan ke kalian jika memakai gaya bisnis seperti ibumu lagi!" Ketiga anaknya langsung tertawa melihat ayah dan sepupu terus berseteru di depan mereka. Raut Arabella merengut perlakuan suaminya memang kasar meski mereka bersaudara. "Leon, jangan begitu! Kakakku pasti mau mengajarinya sampai Ben dan Mar
Dua minggu berlalu. Leon tidak pernah menghubungi atau menanyakan keadaan Arabella. Perjalanan bisnis berlanjut dari Napoli ke kota lain. Situasi yang tegang di antara mereka kian membuat jarak semakin jauh. Hanya sedikit waktu Tuan Muda menyempatkan bicara lewat panggilan video untuk Matteo. Pela
Ia tak mengenal orang tua sejak kecil. Terdampar di sebuah panti asuhan di sebuah kota kecil, Spanyol, yang jarang dikunjungi orang. Keberuntungannya sejenak sempat dirasakan ketika diasuh keluarga yang terlihat baik, namun kenyataan malah menjerumuskan ke neraka. Lari dan terus berlari, dan men
"Dimana Arabella dan Matteo?" teriakan Leon kencang membangunkan seisi penghuni mansion, memeriksa kamar utama yang telah dibersihkan dari serpihan kaca digantikan lebih bagus seperti semula. Namun, dia tidak menemukan wanita itu berbaring di atas ranjangnya, dan bayi laki-laki yang seharusnya bera
Pandangan Arabella menyisir ke flat kecil ditinggalkan selama lebih dari tiga minggu. "Home sweet home, rumahku surgaku!" desisnya pelan saat membaringkan Matteo di kursi. Lalu, dia bergegas membersihkan sofa bed, mengganti alas tidur untuk tempat istirahat putranya. Tidak ada alasan baginya bersed






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore