Home / Mafia / Gadis Tawanan Tuan Mafia / Bab 229. Sebelum Tengah Malam

Share

Bab 229. Sebelum Tengah Malam

Author: RKamila
last update publish date: 2026-10-09 12:24:10

Di luar gudang, puluhan mobil hitam mulai berdatangan dan untuk pertama kalinya. Seluruh kekuatan lama Volkov berkumpul di satu tempat.

Jam di dinding menunjukkan pukul sebelas lewat dua puluh, tinggal empat puluh menit.

Hanya empat puluh menit sebelum tengah malam.

Alena berdiri di depan cermin tua, mengenakan jaket hitam sederhana. Wajahnya terlihat pucat, tetapi sorot matanya telah berubah.

Tidak ada lagi gadis yang hanya menunggu seseorang datang untuk menyelamatkannya. Karena malam ini, ia
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 230. Orang yang Menjagaku

    “Bukan ketika Soren berkhianat,” Ethan tersenyum pahit. “Dan bukan ketika Raven muncul!”Ia menatap Alena. “Semua itu hanya akibat,”“Lalu… apa penyebabnya?” tanya Alena. Ethan menunjuk Richard.“Dimulai dari ayahmu sendiri!”Richard memejamkan mata.Alena menatap ayahnya. “Ayah?”Richard tidak menjawab.Ethan kembali melanjutkan. “Richard membuat satu keputusan puluhan tahun yang lalu,”“Apa?” tanya Alena. “Dia menyelamatkan seorang anak,” jawab Ethan. Alena mengerutkan keningnya. “Anak siapa?”Ethan menatapnya. “Anak itu…. adalah kamu!”Hening! “Dan demi menyelamatkanmu…,” Ethan menatap Eleanor. “...dia menghancurkan hidup banyak orang!”Eleanor menangis. “Jangan!”Ethan tersenyum getir. “Sudah waktunya dia tahu!”Alena melangkah maju. “Apa yang Ayah lakukan?”Richard akhirnya membuka mata. “Alena... jangan dengarkan dia,”“Kenapa?” tanya Alena. “Karena kalau kamu mengetahui semuanya…,”Richard menatap putrinya dengan mata penuh kesedihan. “...kamu akan membenciku seperti dulu!”

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 229. Sebelum Tengah Malam

    Di luar gudang, puluhan mobil hitam mulai berdatangan dan untuk pertama kalinya. Seluruh kekuatan lama Volkov berkumpul di satu tempat.Jam di dinding menunjukkan pukul sebelas lewat dua puluh, tinggal empat puluh menit.Hanya empat puluh menit sebelum tengah malam.Alena berdiri di depan cermin tua, mengenakan jaket hitam sederhana. Wajahnya terlihat pucat, tetapi sorot matanya telah berubah.Tidak ada lagi gadis yang hanya menunggu seseorang datang untuk menyelamatkannya. Karena malam ini, ia akan datang sendiri. Atau setidaknya, begitulah yang harus mereka pikirkan.Kieran berdiri di belakang Alena untuk memastikan tekad Alena. “Masih ada waktu untuk membatalkan ini!”Alena menatap pantulan mereka. “Tidak!”“Kita bisa mencari jalan yang lain,” sahut Kieran. “Aku sudah kehilangan terlalu banyak waktu,” jawab Alena. Kieran terdiam dan Alena berbalik menatapnya. “Aku kehilangan Ibu, Ayah, Adrian karena kesalahanku yang menyeret mereka!” ia menarik napas. “Sekarang mereka ada di dep

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 228. Rahasia yang Dikubur Hidup-Hidup

    Suasana menjadi semakin berat, Alena berjalan menuju jendela. Di luar, mobil-mobil hitam masih terparkir.Namun para penyerang tadi sudah menghilang, seolah mereka hanya datang untuk memastikan sesuatu.“Mereka sengaja memperlihatkan foto ini kepadaku?” Alena bertanya-tanya. Kieran berdiri di sampingnya. “Ya,”“Berarti mereka ingin aku mencari Ethan?” tanya Alena kembali. “Dan mungkin mereka ingin kita pergi ke tempat tertentu,” jawab Kieran. Alena menatapnya. “Kamu pikir ini jebakan?”“Pasti!” jawab Kieran percaya diri. “Kalau begitu kenapa mereka menunjukkan orang yang selama ini dianggap mati?” tanya Alena. Kieran tidak menjawab. Selena yang menjawab. “Karena Ethan memiliki sesuatu,”“Apa?” tanya Alena. “Bukti terakhir!” jawab Selena dengan serius. Alena mengerutkan keningnya. “Bukti apa?”Selena mendekat. “Bukti yang bisa membebaskan Richard,”Alena terdiam dan jantungnya berdegup lebih cepat. “Dan menyelamatkan Ibu?”“Ya!” jawab Selena. “Juga Adrian?” tanya Alena. “Ya,”

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 227. Orang yang Seharusnya Sudah Mati

    “Aku tidak butuh diselamatkan dengan cara seperti itu!” suara Alena pecah. “Aku sudah kehilangan keluargaku selama bertahun-tahun!”Ia memukul dadanya sendiri. “Aku hidup tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi!”Kieran segera memeluknya.Alena menangis di dadanya. “Kenapa semua orang selalu memutuskan hidupku tanpa bertanya padaku?”Kieran memejamkan matanya, tangannya mengusap rambut Alena. “Karena mereka takut kehilanganmu!”“Aku lelah…,” suara Alena begitu kecil. “Aku lelah harus kuat,”Kieran memeluknya semakin erat. “Kalau begitu jangan jadi kuat malam ini,”Alena langsung menangis.“Menangislah,” Kieran mencium rambutnya. “Besok kita kuat lagi,”Alena mencengkeram bajunya. “Jangan pergi,”“Aku tidak pergi,” jawab Kieran. “Janji?” tanya Alena. “Janji,” Kieran mengangkat wajah Alena.“Aku sudah berjanji sekali,” Ia menatap mata istrinya. “Dan aku tidak akan pernah mengingkari janji yang kubuat kepadamu,”Alena memejamkan matanya dan untuk beberapa detik, dunia terasa lebih tena

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 226. Rencana R-10

    “Kalau begitu kita dengarkan saja,” ucap Kieran lalu ia menatap keluar. “Tapi kita tidak menyerahkan kendalinya,”Alena segera mengangguk, ia mengusap pipinya yang masih basah oleh air mata Kemudian membuka pintu.Perempuan itu tidak bergerak sama sekali, hujan masih membasahi rambut dan wajahnya. Tetapi ekspresinya tetap tenang.“Alena,” suara itu lembut.Bahkan terlalu lembut untuk seseorang yang datang membawa begitu banyak rahasia.“Siapa kamu sebenarnya?” tanya Alena.Perempuan itu tersenyum tipis. “Pertanyaan yang seharusnya kamu tanyakan sejak dua puluh tujuh tahun yang lalu!”Alena menegang “K– kkamu mengenalku?”“Sejak sebelum kamu mengenal namamu sendiri!” kata perempuan itu. Kieran maju setengah langkah. “Jangan mendekatinya!”Selena beralih memandang Kieran. “Jadi kamu Kieran?”Tatapan Kieran menjadi dingin. “Kamu mengenalku?”“Aku mengenal namamu,” Selena tersenyum getir. “Richard sering membicarakanmu,”Alena terkejut. “Ayah mengenalnya?”“Lebih dari yang kamu bayangkan

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 225. Perempuan Dari Masa Lalu

    “Bahagia?” tanya Kieran. “Karena aku tidak sendirian,” ucap Alena sembari tersenyum manis. Kieran mencium keningnya dengan lembut dan lama, tapi ketenangan itu tidak lah berlangsung lama.Dari sudut ruangan terdengar suara elektronik.Bip! Sebuah monitor tua menyala, kemudian muncul satu kalimat. > SELAMAT DATANG, ALENA VOLKOV.Alena membeku dan Kieran langsung menatap layar, lalu tulisan berikutnya muncul.> KAMU AKHIRNYA SAMPAI.Lalu sebuah video diputar dan wajah Richard muncul yaitu ayahnya.Alena mendekati layar dengan napas tertahan.“Ayah…?”Richard tampak jauh lebih muda dalam rekaman itu. “Jika kamu melihat rekaman ini, berarti R-09 telah gagal menyembunyikanmu!”Alena menutup mulutnya.Richard kembali melanjutkan. “Dan mungkin seseorang sudah memberitahumu tentang seorang pria bernama Adrian Sorell,”Kieran langsung menoleh kepada Alena dan Alena terdiam.Richard menggeleng perlahan dalam rekaman.“Jangan percaya nama itu!”Dada Alena seperti dihantam. “A– aapa?”Richard

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 2. Percobaan Kabur

    “Ini barangnya bos!” kata tangan kanan Kieran yang ia panggil Jax. Alena masih menunduk, tapi matanya berusaha melirik pandangan yang tertutupi rambutnya. Rupanya Jax masih tersambung dengan Kieran. ‘Tidak, ia tampak sedang video call kearahku!’ kata Alena dalam hati. Ia terus melirik kearah Jax

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 1. Transaksi Berhasil

    "Senyum, Alena! semua ini demi keluarga kita!" bentak Richard volkov, matanya membidik kasar putrinya. Suara itu menusuk lebih dalam dari angin malam yang menyusup lewat celah seng. Alena berdiri kaku di tengah Gudang Tua pinggir Pelabuhan kota Novara City. Alena mendengus geli mendengar ucapan R

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 6. Bukti Pertama

    “A—apa? Bekerja? Bekerja apa?” Alena bertanya-tanya. Kieran menatap datar ke arah Alena, kesal karena masih harus menjelaskan. Ia kemudian mengedikkan kepala ke arah Jaxon dan memberi perintah, “Jax, jelaskan!” Jaxon menyalakan laptop dan membuka map hitam itu di depan Alena, memintanya untuk mem

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 5. Malam Pertama di Penthouse

    “Ugh! Sialan!”Alena mendengus kesal setelah sudah berada di kamarnya sendirian. Rencana melarikan dirinya gagal. Tidak di rumah, tidak juga di penthouse mafia ini, ia tidak pernah berhasil lepas dari cengkraman mereka.Tak merasa mengantuk, Alena memutuskan untuk membuka map hitam yang dilempar K

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status