แชร์

Bab 07 Menemui Seseorang

ผู้เขียน: Manila Z
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2025-10-04 23:54:08

Alexa menaikan sebelah heran ketika dia melihat kalau ini bukan ke jalan rumah milik Jian, ke mana laki-laki akan membawa dirinya sekarang.

"Jian, kamu akan membawa aku ke mana?" Alexa khawatir kalau Jian akan melakukan kejahatan atau bahkan sampai menjual dirinya.

"Sudah diam jangan banyak tanya."

"Bagaimana aku bisa diam, kamu mau membawa aku ke mana sebenarnya? Aku tahu kalau ini bukan jalan ke rumahmu."

"Memangnya bukan ke rumahku," jawab Jian dengan santai.

"Jangan bilang kalau kamu mau menculikku atau melakukan hal kriminal!" umpat Alexa dengan sedikit kesal.

"Kamu terlalu percaya diri, aku akan mengajak kamu ke suatu tempat," jawab Sang Jian.

Alexa yang mendengar itu pun malah semakin heran dan menaikan sebelah alisnya, apa yang dimaksud oleh Sang Jian. Laki-laki itu tidak akan benar lelang dirinya ke tempat yang seperti itu bukan.

"Turunkan aku di sini cepat!"

Alexa jadi panik dan semakin ketakutan sekarang. Terlebih ketika Sang Jian mengatakan hal tersebut. Membuat dia merasa tidak tenang sekarang.

"DIAM!"

Suara Sang Jian kembali meninggi membuat nyali dari Alexa jadi ciut. Dia tidak berani mengatakan apapun lagi.

Alexa memperhatikan setiap jalan yang dilalui, banyak sekali pohon rindang yang dia lihat. Sampai dia melihat sebuah pagar rumah yang sedikit mewah.

Cukup suara klakson dari Sang Jian membuat penjaga itu membuka gerbang rumahnya. Mobil yang dikendarai oleh Sang Jian masuk ke dalam.

"Rumah siapa?" tanya Alexa penasaran.

Sang Jian akhirnya memberitahu Alexa. "Rumah kedua orangtuaku."

Alexa yang mendengar itu pun sedikit heran. "Kenapa kamu malah mengajak aku datang ke sini?" tanya Alexa dengan pandangan yang sedikit menyelidik.

"Ibuku ingin bertemu dengan kamu," jawab Jian santai.

"Ibumu? Untuk apa ingin bertemu denganku?" tanya Alexa dengan pandangan heran.

"Mana aku tahu, tetapi mungkin ini ada hubungannya dengan konferensi pers kemarin," jawab Jian dengan santai.

Alexa membulatkan matanya, dia belum ada persiapan dan harus menjawab apa nantinya. Apalagi dia sendiri pun tidak tahu kejadian yang menimpa dirinya.

"Turun!"

Alexa menoleh kearah Sang Jian yang rupanya sudah turun lebih dahulu, Alexa melihat rumah yang begitu sangat megah.

"Selamat datang Tuan Muda."

Sang Jiang hanya tersenyum ketika disambut oleh pembantu yang ada di rumah ini. Lalu dia memutuskan untuk masuk ke dalam bersama dengan Alexa.

"Bagaimana kalau ibumu mengatakan sesuatu padaku?" bisik Alexa dengan khawatir.

"Itu resiko kamu," jawab Jian dengan santai.

Alexa jadi takut sekarang, dia khawatir kalau ibunya Jian akan menyalahkan dirinya. Bahkan dia tidak takut ketika akan melakukan ini.

"Akhirnya kamu datang juga," sambut Mei Linda pada anaknya.

"Hallo mah," kata Jian sambil memeluk ibunya.

Alexa hanya memperhatikan interaksi ibu dan anaknya. Rupanya Jian memang mirip ibunya yang matanya begitu sipit dan putih.

Jian langsung melepaskan pelukan ibunya, lalu dia menyadari Alexa sekarang. "Mah ini Alexa."

Mei langsung menatap kearah Alexa sekarang. "Kamu wanita yang berani tidur dengan anakku?"

Alexa sudah bisa menebak kalau dia akan disalahkan di sini. Lalu dia membisikan sesuatu pada telinga Jian.

"Aku harus menjawab apa," bisik Alexa.

"Katakan saja semua rencana jahatmu," bisik Sang Jian.

Alexa menginjak kaki Jian karena sedikit kesal, laki-laki itu tidak mau membantu dirinya sama sekali.

Jian paham dengan tatapan ibunya, dia yakin kalau dia ingin mengintimidasi Alexa sekarang. Ibunya orang yang sedikit keras, dia yakin Alexa akan jujur padanya nanti.

"Aku bertemu dengan papah dulu, kalian berbicara berdua."

Jian langsung pergi dengan begitu saja dan meninggalkan Alexa bersama dengan ibunya. Jian yakin ibunya bisa mengintegrasi Alexa dan semoga saja wanita itu mau mengaku.

"Duduk," suruh Mei pada Alexa.

"Iya Tante," jawab Alexa yang kini duduk santai dengan Mei. Ada rasa tegang dalam hatinya, apalagi dengan tatapan tajam tersebut.

"Kamu wanita yang sangat licik yah, melakukan berbagai cara untuk memikat anakku. Bahkan menjebak anakku tidur sampai membuat skandal yang mempermalukan keluarga," sindir Mei.

Alexa memejamkan matanya terlebih dahulu sebelum akhirnya dia menceritakan semuanya. "Aku juga korban tan, aku tidak tahu kenapa aku bisa tidur dengan dia."

"Jangan berbohong kamu, berapa uang yang kamu butuhkan? Asal kamu mau meninggalkan Sang Jian dan mengatakan putus dengan Sang Jian dengan alasan kamu selingkuh, maka aku akan memberikan uang banyak untuk kamu," ujar Mei dengan nada yang sedikit angkuh.

Alexa tidak terima dengan semuanya. Apalagi dia seolah disuruh untuk menerima uang sogokan. "Aku tidak mau menerima uang itu Tante. Karena aku memang benar menjadi korban juga. Aku akan mencari bukti kalau aku dijebak juga."

"Tidak usah munafik kamu, tidak mau menerima uang dariku untuk menjauh dari Jian. Oh aku tahu, jangan bilang kalau kamu mau pansos lewat Jian, iya?"

"Aku tidak berpikir seperti itu."

"Kalau mau mengaku, penjara penuh. Aku dengar kamu habis pemotretan bersama Sang Jian."

"Itu hanya kebetulan saja Tan. Gak ada model wanitanya kemarin. Jadi aku hanya membantu."

"Banyak alasan kamu, memangnya ada yang percaya dengan kamu, selain itu kamu juga tidak punya bukti sama sekali kalau bukan kamu yang menjebak anakku!" marah Mei.

Alexa benar-benar tidak tahu harus berkata apalagi, dia sudah terpojok sekarang. "Aku akan membuktikan semuanya. Aku janji Tante. Setelah aku membuktikan semuanya, aku akan jauh dari Jian dan mengklarifikasi semuanya pada media."

"Aku pegang janjimu."

Tanpa mereka berdua sadari, seseorang tidak jauh dari sana tengah mendengarkan pembicaraan tersebut. Lalu orang itu mengepalkan tangannya dengan kuat.

BERSAMBUNG

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Gairah Liar Sang Aktor   Bab 103 Acara Penghargaan (TAMAT)

    Acara Penghargaan Sang Jian datang ditemani oleh Alexa dan menjadi pusat perhatian banyak orang. Apalagi dengan penampilan mereka di depan publik membuat semua orang tahu kalau Sang Jian orang yang cinta dengan istrinya. Membuat semua para fansnya menerima Alexa dengan lapang dada karena sebelumnya Sang Jian sudah mengirim hal-hal romantis di akun sosial miliknya. "Wah itu Sang Jian dengan istrinya.""Ayo potret mereka."Sang Jian dan Alexa hanya tersenyum dan memberikan beberapa ruang pada mereka untuk mengabadikan momen tersenyum. Setelah sesi foto tersebut, Sang Jian dengan mesra langsung menggandeng tangan Alexa. "Ayo sayang kita ke sana," ajak Sang Jian dengan mesra. Mereka sudah disiapkan tempat duduk berdampingan khusus oleh membuat acara. "Baiklah."Alexa dengan anggun baju yang dia gunakan sekarang. Berjalan menuju kearah tempat duduk bersama dengan para tamu undangan lagi. Pada saat yang bersamaan, Nico juga datang bersama dengan Amira. Tentu saja sebagai pasangannya

  • Gairah Liar Sang Aktor   Bab 102 Selesai Semuanya.

    Rian sudah ditangkap oleh pihak kepolisian sekarang. Arjuna merasa lega karena semuanya sudah berjalan dengan baik. "Akhirnya tertangkap juga," kata Sang Jian. Alexa memeluk Sang Jian dengan erat, dia sudah melalui banyak hal yang dilakukan oleh pria itu. Dia sungguh dia mengetahui semuanya. "Kalian malah bermesraan," kata Arjuna. "Iya kamu juga bisa kali kalau ingin," kata Sang Jian. Alexa tertawa setelah mendengar hal itu. Lalu dia melirik kearah Amira dan Nico yang nampak berdua. "Kita pulang sekarang," kata Nico. "Bagaimana dengan kondisi ibuku?" tanya Amira dengan khawatir. Alexa yang tadi diam akhirnya kembali berbicara. Apalagi dia sudah melakukan hal yang baik. Semuanya sudah dia rencanakan. "Dia bersama dengan Luna," kata Alexa. "Kalau begitu kita sebaiknya cepat pulang karena aku juga ingin bertemu dengan ibuku," ujar Amira dengan jujur. "Iya kita pulang sekarang. Nico dan Amira masuk ke dalam mobilku saja, kita sekalian ke rumah sakit," ajak Arjuna. Nico setuju

  • Gairah Liar Sang Aktor   Bab 101 Apa Nico Tertembak?

    Amira senang karena orang-orang jahat itu sudah diamankan. Hanya saja Rian yang menjadi dalang dibalik semuanya tidak terlihat. Apa laki-laki itu sudah memilih pergi? Dia tidak tahu tentang hal ini, tetapi dia berusaha untuk melakukan semuanya dengan baik. "Bagaimana kamu bisa diculik dan di mana Nico dan Sang Jian?" tanya orang yang menolong Amira. "Mohon maaf, soal itu saya kurang tahu.""Kamu yakin tidak sedang berbohong?" tanya orang itu.Amira menggelengkan kepalanya, dia berkata jujur kepada orang-orang yang menolong dirinya. Setidaknya semuanya demi keselamatan dirinya. "Iya, aku juga ini diculik, mungkin Nico akan ke sini dan menyelamatkan aku," jelas Amira. Semua orang sudah mulai paham, dan tak lama kemudian semua orang jadi heboh ketika mengetahui kalau ada mobil milik Sang Jian datang ke sini. Mereka semuanya tersenyum bahagia menyambut kedatangannya dari pria itu. "Itu Sang Jian dengan istrinya.""Iya kamu benar, ayo kita ke sana."Semua orang kini mulai berjalan me

  • Gairah Liar Sang Aktor   Bab 100 Misi Penyelamatan Amira

    Rian tengah tenang sambil menyesap kopinya, dia menunggu keputusan dari Arjuna. Tentu saja dia ingin ayahnya menandatangani surat wasiat miliknya. Dia tidak akan mudah untuk melakukan sesuatu, apalagi dengan tangan yang kosong. "Belum ada kabar dari mereka," gumam Rian. Sampai tak lama kemudian, ada seseorang yang kini datang menghampiri Rian dan dia hendak akan mengatakan sesuatu sekarang. "Permisi Tuan.""Ada apa?" tanya Rian pada orang yang kini menghampiri dirinya. "Di bawa terlihat banyak sekali warga yang berfoto. Mereka terlihat ramai-ramai datang ke sini," kata orang tersebut memberitahu Rian. "Untuk apa mereka ke sini?" tanya Rian yang sedikit panik. "Kami juga tidak tahu, mereka semuanya katanya ingin bertemu dengan Sang Jian dan Nico.""Apa? Kamu tidak mencegahnya. Memangnya mereka akan ke sini?" tanya Rian langsung panik. Dia khawatir kalau sampai persembunyian dirinya ketahuan. "Mereka semuanya memaksa ingin bertemu," kata orang itu pada Rian. "Kamu tidak becus,

  • Gairah Liar Sang Aktor   Bab 99 Mencari Amira

    Nico sudah berada di tempat tersebut dan mencari keberadaan dari Rian, tetapi dia tidak menemukan jejak dari laki-laki itu. Alexa berkeliling rumah itu untuk memastikan sesuatu, tetapi dia juga tidak menemukan apapun. "Sepertinya memang tidak ada," kata Alexa. "Padahal aku yakin disekitar sini," ujar Nico memastikan semuanya. "Kita cari ke tempat lain saja," kata Sang Jian yang sudah menyerah. Dia tidak menemukan kebenaran Rian. Kalau pun ada, pasti tempat ini sudah dijaga dengan ketat karena tidak ingin ada yang menerobosnya."Yaudah kalau begitu kita ke mobil lagi saja," kata Nico.Alexa dan Sang Jian setuju, sampai akhirnya mereka berdua kembali masuk ke dalam mobil. Sang Jian menyalakan mesin mobilnya, sedang-kan Alexa berusaha untuk melacak keberadaan Amira sekarang. Sampai ponsel milik Nico tiba-tiba berdering tanda ada yang menghubunginya. "Siapa?" tanya Sang Jian. "Arjuna, dia menelepon," kata Nico. "Kalau begitu angkat saja, siapa tahu memang penting," kata Sang Jia

  • Gairah Liar Sang Aktor   Bab 98 Ancaman Rian

    Sang Jian sudah menghubungi Nico dan mereka akan bertemu di tengah jalan. Kebetulan Nico tadi masih berada di rumah sakit. "Nico lama sekali," umpat Alexa. "Kamu tidak usah khawatir, kita pasti akan menemukan dia," kata Sang Jian. Alexa hanya mengangguk saja sambil memandangi tablet miliknya. Dia berusaha untuk melacak keberadaan seseorang. "Kita tidak menemukan jejaknya," kata Alexa sambil melihat layar. Sang Jian menoleh kearah Alexa kembali, dia tahu apa yang ada dalam pikiran wanita itu sekarang. "Rian tidak mungkin membawa Amira ke dalam rumahnya bukan?""Harusnya seperti itu, kita harus tanya ke anak buahnya yang sudah kita tangkap, mungkin saja dia tahu markas Rian."Sang Jian setuju dengan usulan yang diberikan oleh Alexa padanya. "Kamu benar sayang. Aku akan mengirim pesan pada Arjuna untuk mengintrogasi dia."Alexa hanya mengangguk saja, sampai tak lama kemudian, ada mobil yang menghampiri mereka berdua sekarang.Orang dalam mobil itu langsung turun dan menghampiri Ale

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status