홈 / Male Adult / Gairah Sopir dan Majikan / Bab 69 Intrik di Balik Terpal Gudang

공유

Bab 69 Intrik di Balik Terpal Gudang

작가: Irbapiko
last update 게시일: 2026-01-23 08:05:40

Malam itu, Jakarta baru saja diguyur hujan rintik. Udara lembap menyelimuti kawasan industri di Jakarta Utara. Arya memarkirkan motor matic tua pinjaman dari tetangganya di sebuah warung kopi yang letaknya sekitar seratus meter dari gerbang gudang cabang tujuh. Ia sengaja tidak membawa mobil kantor agar tidak mencolok. Dengan jaket hitam dan topi yang ditarik rendah, Arya tampak seperti pekerja sif malam biasa.

Ia memesan segelas kopi hitam, matanya tajam memperhatikan truk-truk besar

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Hendry Anaada
makin asik lanjut
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 897 Malam Hangat di Kediaman

    Lampu taman keemasan menyala lembut menyinari pelataran rumah mewah di kawasan perumahan mewah milik keluarga besar Baskoro.Mobil Alphard hitam milik Arya Baswira berhenti mulus di depan garasi lantai dasar.Bi Suci membuka pintu utama dengan senyum ramah, menyambut kedatangan majikannya dari pangkalan.Anya Baswira yang masih agak mengantuk langsung merangkul leher kekar Arya saat digendong keluar dari mobil."Papa... Anya mau tidur sambil didongengkan cerita truk Pangeran Pangkalan lagi," bisik Anya bersuara serak manja.Arya terkekeh hangat, mengecup pipi tembam putri kecilnya saat menaiki anak tangga menuju kamar anak di lantai dua."Iya, Sayang... Malam ini Papa ceritakan kisah petualangan truk biru menembus jalan tol luar kota," sahut Arya lembut.Sonya berjalan pelan di samping suaminya, mengelus lembut rambut panjang Anya yang mulai terlelap.Di dalam kamar anak yang bernuansa merah muda, Arya membaringkan Anya di atas

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 896 Syukuran Kelancaran Rute Nusantara

    Aroma wangi ayam bakar dan kambing guling menyeruak hangat di seluruh penjuru pangkalan utama Marunda Fast.Ratusan supir tronton, mekanik bengkel, hingga staf administrasi berkumpul mengenakan seragam biru kebanggaan mereka.Tiga tumpeng raksasa berdiri megah di meja panjang tengah pelataran pangkalan yang dihiasi lampu hias.Suara musik dangdut komikal bergema ramah, merayakan kemenangan mutlak Marunda Fast atas kejatuhan Konsorsium Jawa-Sumatra."Waduhhh! Hari ini kita makan kenyang, besok kita jalan menguasai rute Kalimantan!" seru Pak Jaka tertawa kencang.Slamet yang bertindak sebagai pembawa acara heboh berdiri di atas panggung kecil membawa mikrofon wireless."Perhatian seluruh pejuang jalanan Marunda Fast!" teriak Slamet menyapa riuh hadirin."Malam ini kita bukan cuma syukuran kemenangan bisnis, tapi juga syukuran keselamatan pangkalan kita!" tambah Slamet.Tepuk tangan meriah dan sorak-sorai ratusan supir pecah, meng

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 895 Kejatuhan Konsorsium Jawa Sumatera

    Suara dering panggilan video dari meja kerja seketika membuat Arya membatalkan niatnya merengkuh pinggang Sonya.Layar monitor meja memperlihatkan wajah mungil Anya Baswira yang tersenyum gembira memegang piala kejuaraan melukis."Papa! Mama! Anya dapat piala juara satu lomba gambar di sekolah!" seru Anya gembira dari balik layar.Sonya langsung menggeser posisinya, tersenyum lebar menatap layar dengan binar mata yang penuh kebanggaan."Wahhh... Putri Papa hebat banget! Nanti sore Papa sama Mama pulang bawakan es krim raksasa ya," puji Arya hangat."Asyik! Anya tunggu di rumah ya, Papa!" jawab Anya riang sebelum mematikan sambungan video.Sonya menghela napas lega, menyandarkan bahunya di dada Arya sambil tersenyum manis menatap suaminya."Anak kita makin pinter ya, Mas... Rasanya hilang semua capek kerja seharian ini," bisik Sonya halus.

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 894 Audit Kejutan Konsorsium

    Suasana pagi di ruang rapat eksekutif Marunda Fast mendadak tegang sejak pukul delapan.Empat pria bersetelan jas hitam dengan tas koper tebal duduk berjejer di sisi meja kaca.Di hadapan mereka, Maya Fransiska berdiri mengawasi dengan senyum sinis yang mengembang di bibirnya."Selamat pagi, Bu Sonya... Saya membawa tim auditor independen untuk memverifikasi laporan arus kas perusahaan Anda," ujar Maya.Sonya Baskoro duduk anggun di kursi utamanya, menatap Maya dengan pandangan dingin ala Ratu Besi."Audit independen? Bukankah jadwal audit resmi Marunda Fast baru bulan depan?" tanya Sonya bernada tegas."Kami menerima laporan adanya kejanggalan alokasi modal pangkalan dan penyertaan dana syubhat," tuduh Maya menyilangkan tangan."E-ehmm... T-tunggu dulu, Bu Maya! Kami tidak pernah menerima surat pemberitahuan audit mendadak ini!" protes Cindy.Cindy yang berdiri di samping meja rapat memeluk folder dokumen dengan napas tertahan

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 893 Jenuh Rutinitas dan Trik Romantis

    "Pak Slamet! Bahaya Pak! Ada puluhan preman tak dikenal mengepung gerbang pangkalan kita di Bakauheni!" jerit suara supir di seberang telepon.Slamet menegakkan posisinya seketika, raut wajah santainya berubah drastis menjadi tegang bersiaga."Kalian jangan terpancing emosi dulu! Tahan pintu gerbang utama dari dalam!" perintah Slamet setengah berteriak.Cindy yang memegang cangkir susunya ikut terkejut melihat perubahan ekspresi suaminya yang mendadak serius."Ada apa lagi, Mas Slamet? Kenapa pangkalan Bakauheni sampai dikepung preman?" tanya Cindy cemas."Ulah preman suruhan Handoko lagi, Sayang... Mereka mau coba-coba mengganggu arus bongkar muat kapal kita," jawab Slamet.Slamet bergegas keluar dari ruang sekretariat, melangkah cepat menuju ruang kerja eksekutif untuk melapor.Namun belum sempat Slamet mengetuk pintu, Arya sudah melangkah keluar sambil memegang gagang telepon genggamnya."Aku sudah dengar dari Kepala Pangkal

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 892 Senyum Sekretaris Hamil

    Arya melangkah keluar dari ruang kerja Direktur Utama sambil membawa folder laporan keuangan yang sudah divalidasi.Pria bertubuh tegap itu sempat mengedipkan matanya pelan ke arah Cindy yang duduk di meja sekretaris.Cindy menyembunyikan tawa kecilnya di balik jemari lentiknya sambil pura-pura sibuk mengetik di komputer.Setelah Arya berlalu menuju tangga lorong, Cindy berdiri membawa cangkir teh chamomile segar yang baru diseduh.Dia mengetuk pintu pelan dua kali lalu melangkah masuk ke dalam ruangan Ratu Besi yang kini sudah terang benderang.Sonya tampak duduk anggun di kursi kebesarannya, jemarinya sibuk membalik lembaran dokumen audit operasional.Namun rona merah di kedua pipi mulusnya serta tatanan rambut belakangnya yang sedikit bergelombang tak bisa dibohongi."Ini teh hangat pengganti yang baru diseduh, Bu Sonya..." tutur Cindy

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status