Home / Male Adult / Gairah Sopir dan Majikan / Bab 69 Intrik di Balik Terpal Gudang

Share

Bab 69 Intrik di Balik Terpal Gudang

Author: Irbapiko
last update publish date: 2026-01-23 08:05:40

Malam itu, Jakarta baru saja diguyur hujan rintik. Udara lembap menyelimuti kawasan industri di Jakarta Utara. Arya memarkirkan motor matic tua pinjaman dari tetangganya di sebuah warung kopi yang letaknya sekitar seratus meter dari gerbang gudang cabang tujuh. Ia sengaja tidak membawa mobil kantor agar tidak mencolok. Dengan jaket hitam dan topi yang ditarik rendah, Arya tampak seperti pekerja sif malam biasa.

Ia memesan segelas kopi hitam, matanya tajam memperhatikan truk-truk besar

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Hendry Anaada
makin asik lanjut
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 753 Supir Pangkalan jadi Pelayan Pesta

    "Jangan melotot kek orang kelilipan abu gosok, Juna, seimbangkan pergelangan tanganmu itu sebelum enam gelas kristal berisi anggur merah tumpah ke karpet sutra!" bisik Slamet kaku memperingatkan seraya menyenggol siku Juna dari balik pilar marmer ballroom.Nampan perak yang dipegang Juna bergetar halus, memantulkan kilau lampu gantung kristal ke wajahnya yang sudah berminyak didera ketakutan.Juna menelan ludahnya susah payah, melangkah jinjit di atas karpet merah lantai empat puluh Hotel Marina Bay dengan sepasang sepatu pantofel sempit yang menyiksa jempol kakinya."Waduhhh… te-te-tetapi Kang Slamet, itu enam gelas kaca tipis ini bunyinya gemerincing kek kalung kucing pangkalan!" bisik Juna agak gagap panik seraya menahan napasnya rapat-rapat."Kencangkan pegangan jarimu dan arahkan matamu mengawasi pintu kaca balkon tempat Mas Arya berdiri, Juna!" tegur Slamet merapikan dasi kupu-kupunya ya

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 752 Penyamaran Arya sebagai Investor Misterius

    "Simpan kuncimu itu sebelum saya memutuskan untuk mengambil alih seluruh konsorsium pelayaranmu fajar besok, Lady Vivienne!" bisik Arya Baswira dengan nada suara berat berdarah dingin seraya menatap lurus ke balik celah topeng kucing hitam sang wanita.Cengkeraman jemari kasar Arya pada pergelangan tangan Lady Vivienne perlahan mengendur, namun tatapan mata elangnya menyiratkan dominasi Alpha yang membekukan darah.Lady Vivienne tersentak mundur satu langkah, merasakan detak jantungnya berdegup liar akibat sengatan wibawa jantan yang teramat pekat.Sonya Baskoro melipat kedua tangannya di bawah dada, menyunggingkan senyuman dingin penuh rasa percaya pada kemampuan supir pribadinya."Waduhhh… te-te-tetapi Mas Arya, itu bos cewek asing kok mendadak mukanya merah padam kek kepiting rebus!" bisik Juna agak gagap panik seraya menata gelas kosong di nampan."Jangan banyak tanya

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 751 Pesta Topeng Pengusaha Pelayaran

    "Lepaskan jalan kami sekarang juga sebelum saya umumkan pada tiga puluh mafia bursa saham di dalam bahwa bisnismu beneran cuma perantara barang selundupan, Aurelia!" bisik Sonya Baskoro dingin seraya menepis kipas bulu merak dengan ujung sarung tangan sutranya di depan pintu lift VIP.Sonya Baskoro melangkah anggun menembus penjagaan pintu ganda ballroom, menggandeng erat lengan kekar Arya Baswira dengan keangkuhan Ratu Besi yang tak tergoyahkan.Pintu ganda berlapis emas terbuka lebar, menyambut kedatangan mereka dengan gemerlap ribuan pendar kristal lampu gantung raksasa di langit-langit Hotel Marina Bay.Dentang alunan musik orkestra klasik berpadu dengan bisik-bisik ratusan taipan internasional yang mengenakan topeng mewah bertabur permata."Waduhhh… te-te-tetapi Mbak Sonya, itu topeng orang-orang di dalam kok serem amat kek topeng barongan pasar malam!" bisik Juna agak gagap panik seraya

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 750 Kejatuhan Saham Aliansi Musuh

    "Padamkan pemantik apimu itu sebelum saya suruh aparat patroli selat menyita kapal pesiar mewahmu sebagai barang bukti kejahatan pasar modal, Richard!" bentak Sonya Baskoro dingin seraya menatap layar proyeksi transmisi video di anjungan kapal tanker.Pendar angka bursa efek Singapura di layar monitor seketika memancarkan warna merah membara, menandakan keruntuhan finansial aliansi Konsorsium Barat.Saham gabungan milik Pewaris Bayangan dan Klan Sindhu anjlok bebas lima puluh persen dalam tempo kurang dari tiga puluh menit.Richard Baskoro di seberang layar gelagapan panik, buru-buru memasukkan kembali pemantik apinya ke saku jas seraya menatap monitor keuangannya yang sekarat."Waduhhh… te-te-tetapi Mbak Sonya, grafik saham merah musuh itu turunnya lebih banter daripada truk Fuso rem blong di turunan Puncak!" seru Juna agak gagap panik seraya menunjuk layar komputer."Bia

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 749 Pertarungan Siber Cindy dan Peretas Kelas Dunia

    "Jangan kedipkan matamu, Cindy, tancapkan virus trojan Marunda ke gerbang protokol satelit mereka sekarang juga!" seru Arya Baswira seraya menopang panel baja konsol di samping kursi kapten.Ketukan sepuluh jemari Cindy Histers di atas papan ketik taktis berbunyi bagai rentetan senapan mesin otomatis.Pendar warna ungu di layar komputer jinjing Cindy seketika berubah merah darah saat bertabrakan langsung dengan barikade kode enkripsi Singapura."Waduhhh… te-te-tetapi Mas Arya, layar laptop Dek Cindy kok mendadak keluar asap tipis bau kabel gosong!" jerit Juna agak gagap panik seraya mengipasi ventilasi laptop pakai buku log kapal."Menjauh dari kipas pendingin itu dan jangan halangi sirkulasi udara, Juna!" tegur Slamet kaku memperingatkan seraya mengencangkan ikatan sabuk pengaman kemudi.'Jangan harap bisa meretas kapal pangkalan Marunda selama jari saya masih bisa menget

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 748 Trik Licik Sang Pewaris Bayangan

    "Tahan kemudi darurat pakai rantai besi baja sekarang juga, Slamet, jangan biarkan autopilot musuh memutar haluan tanker ini menabrak karang pemecah ombak!" teriak Arya Baswira seraya melompat keluar dari palka bawah geladak menuju anjungan kapal.Lampu indikator merah di langit-langit anjungan kapal tanker Marunda Perkasa Satu berkedip liar, memancarkan bunyi sirene bahaya yang memekakkan telinga.Kapal tanker berbobot tiga puluh ribu ton itu bergoyang hebat membelah gelombang laut malam yang pekat.Slamet merangsek maju ke konsol kemudi manual, mencengkeram tuas roda kemudi raksasa seraya memutar badannya sekuat tenaga."Waduhhh… te-te-tetapi Mas Arya, tuas kemudi besi ini keras amat kek diganjal ban truk tronton!" jerit Juna agak gagap panik seraya memegangi tiang kompas."Jangan banyak mengeluh dan bantu dorong tuasnya pakai pipa besi di tanganmu, Juna!" bentak Slamet

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status