로그인Naila bukan gadis feminin biasa, dia keras dan arogan, sulit untuk diluluhkan. Tapi, suatu hari pertemuannya dengan berondong bernama Xavier mengobrak-abrik kehidupan Naila. Hasrat, gairah, cinta, pengorbanan, Xavier rela melakukan apa saja untuk gadis yang dipujanya.
더 보기비가 쏟아지고 있었다.
앞이 보이지 않을 정도로.
윤서아는 비를 맞은 채 서 있었다.
숨이 가빴다.
“…태준.”
그녀의 목소리가 떨렸다.
눈앞.
강태준.
그리고—
그 옆에 서 있는 윤지연.
“왜 여기 있어…”
짧은 침묵.
지연이 먼저 웃었다.
“언니.”
한 걸음 다가왔다.
“죽은 줄 알았는데, 끈질기네.”
공기가 식었다.
서아의 시선이 태준에게 향했다.
“…너.”
입술이 떨렸다.
“설마…”
태준은 아무 말도 하지 않았다.
그저—
서아를 보고 있었다.
감정 없는 얼굴.
“…말해.”
“아니라고 해.”
정적.
하지만—
그는 끝내 아무 말도 하지 않았다.
그 침묵이—
대답이었다.
서아의 눈이 무너졌다.
“…그래서.”
짧은 숨.
“이거야?”
지연이 손을 들었다.
뒤에서 검은 정장들이 움직였다.
위험.
명백한.
서아가 한 발 물러났다.
“태준.”
마지막이었다.
“…나 좀 봐.”
그 순간—
태준의 시선이 아주 미세하게 흔들렸다.
정말—
아주 잠깐.
아무도 모르게.
그리고—
그가 입을 열었다.
“…끝내.”
지연이 웃었다.
“그래야지.”
손이 올라갔다.
총.
차가운 금속.
서아의 숨이 멎었다.
“…태준…”
그녀의 눈에—
눈물이 고였다.
그 순간—
태준의 시선이 아래로 떨어졌다.
총.
그리고—
서아의 몸.
아주 짧게.
위치 확인하듯.
“…쏴.”
그 한마디.
총성이 터졌다.
탕—
충격.
서아의 몸이 뒤로 밀렸다.
피가 튀었다.
시간이—
느리게 흘렀다.
그녀의 시선이 마지막으로 태준을 향했다.
그 순간—
아주 짧게.
정말 아무도 눈치채지 못할 만큼—
그의 입술이 움직였다.
“…살아.”
소리 없이.
서아의 눈이 흔들렸다.
그리고—
어둠이 덮쳤다.
지연이 웃었다.
“끝났네.”
태준은 아무 말도 하지 않았다.
그저—
쓰러진 서아를 내려다봤다.
눈동자가—
한 번도 깜빡이지 않았다.
“처리해.”
그의 목소리는 차가웠다.
완벽하게.
그 순간—
그의 손이 아주 미세하게 떨렸다.
하지만—
아무도 보지 못했다.
Bab 48: Suatu Sore di LA“Kenapa gaun lagi, Sayang?” Pria bermanik mata hazel itu tidak henti-hentinya mengeluh setelah melihat outfit sang istri yang lebih mirip model. Padahal, jika mengikuti rencana awal, mereka hanya akan menghabiskan waktu yang indah di MacArthur Park sembari menikmati sore nan romantis bersama.“Memangnya kenapa?” balas sang istri. Dia menata ulang rambut panjangnya yang tergerai hingga punggung, sebelum akhirnya menjempit anak rambut dengan jepitan mungil yang dibelikan sang suami saat masih di negara sendiri.“Naila ... aku tidak suka jika pria-pria bule itu menatap kaki dan lenganmu! Ganti saja dengan jeans dan kemeja lengan panjang!” keluhnya lagi.“Astaga, Xavier?! Apa kamu lupa siapa penyebabnya? Apa kamu lupa betapa panjangnya malam tadi hingga bangun pagi ini, tubuhku terasa remuk? Pinggangku linu, bahkan seluruh tubuh sakit. Aku kesulitan berjalan jika mengenakan je
Dua sosok yang mengira akan bersama dua tahun lalu itu, kini duduk saling berhadapan dalam bisu. Gadis yang tersenyum tipis itu menghentikan kekakuan dengan menyodorkan selembar undangan nuansa emas serta mengeluarkan harum ke arah pemuda di hadapannya. Dia tersenyum Seraya berujar, “Semoga kamu bisa datang, ya?”“Kamu mengundangku?” selidik pemuda itu.Dia terus berusaha menahan segala tanda tanya yang terus berkecamuk saat melihat mantan kekasih yang pernah dipermainkannya itu berbesar hati mengundang dirinya. Padahal, hubungan keduanya berakhir dengan saling membalas satu sama lain.“Yap ... tidak ada alasan untuk tidak mengundangmu, Rey?!” balas gadis itu.“Setelah kamu menghancurkan karierku, Naila?”“Kamu juga menghancurkan hidupku, Rey. Kamu memanfaatkanku, demi menaiki dunia hiburan itu.” Naila terus berbicara dalam nada rendah. Sekalipun dia tidak me
Bab 46: Peringatan!Kekerasan tidak menyelesaikan segalanya. Adegan di dalamnya hanya sebagai alur dari cerita dan bukan sebagai contoh dalam menghadapi sesuatu di dalam kehidupan.--“Heh! Tikus got kemarin sore nantangin kita, Bro!” Pria bertopi bannie berujar dengan nada merendahkan. Sudut bibir kanannya naik, karena merasa jika Net tidak sebanding dengan dirinya apalagi melawan mereka berdua. Ditambah lagi, pemuda yang berdiri dengan wajah melongo di belakang Net terlihat lebih lemah dari Naila, sehingga rasa percaya dirinya naik berkali-kali lipat hanya dalam waktu yang sangat singkat.“Sebentar, sepertinya gadis ini bukan gadis biasa,” lirih pria berperut buncit dengan tatapan penuh selidik. Dia terus memperhatikan kuda-kuda dari Net serta bentuk tubuh dari gadis itu.Merasa yakin dengan firasatnya, dia kembali memperkuat genggamannya pada belati yang sedari tadi dia gunakan u
Bab 45: Dua Penjahat II“Berhentilah menjerit, kamu akan aman bersamaku, Sayang,” bisik seseorang itu. Naila yang sedari tadi menatap paras penolongnya mulai bersikap tenang. Gadis itu berhenti menjerit, dan memilih untuk mengatur napasnya yang berkejaran.“Kemarilah, peluk aku, Nail.” Pemuda itu melepaskan bekapannya di mulut Naila setelah melihat gadisnya, lalu mengulurkan kedua tangannya demi menyambut gadisnya yang masih begitu ketakutan. Naila yang mengenali dan merindukan pemuda itu, segera menghambur, memeluk seerat mungkin pemuda yang semalam hampir tidak bisa dilihatnya lagi.Keduanya berbagi pelukan dalam. Xavier terus berusaha menghentikan Naila yang menangis terisak dengan membelai punggungnya, sedang Naila semakin mempererat pelukannya pada Xavier, membenamkan wajahnya di pelukan pemuda itu demi memastikan sekali lagi jika pria yang menolong dirinya benar-benar kekasihnya sendiri.“Ke mana gadis
Bab 19: Cibiran Adrian Mentari di bulan Januari mengintip malu-malu dari balik tirai tipis selembut salju. Kaca jendela lebar yang menjadi pemisahnya, seakan tidak mau tahu jika mentari begitu rindu pada isi ruangan itu. Se
Bab 18: Apa Salahnya?Rumah mewah milik keluarga Halim terasa lebih lengang. Beberapa pekerja yang biasanya aktif mengurus rumah megah itu sebagian besarnya telah beristirahat. Hanya beberapa yang terlihat dengan mata berlalu lalang di sana, entah bersiap-siap untuk tidur,
Bab 17: Moment Pertama“Sayang ... aku sudah membeli semua kebutuhanmu dari butik, termasuk lingerie merah yang kamu inginkan. Bukankah sudah waktunya untuk pulang? Aku sudah lapar, dan aku ingin segera memakan dirimu, malam ini,” ujar Xavier dengan suara yang sedikit mengg
Bab 16: Egoisnya Naila Pemuda itu mengingat jelas perjanjian yang dia ikrarkan dengan Naila sebelum menjatuhkan pilihan untuk mengikuti keinginan gadis itu. Namun saat ini dia begitu menyesali keputusan yang dia buat, meski awalnya dengan niat untuk membahagiakan gadis itu






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.