LOGINMembutuhkan uang 500 juta, Kaylee Aletha Edmont, wanita berusia 22 tahun itu terpaksa menjual dirinya pada seorang pria tampan dan mapan bernama Kenzo Alexander Amosu yang sudah mengincarnya. Kaylee melakukan itu semua demi membiayai pengobatan tunangannya bernama Axel, yang kini sedang terbaring koma di rumah sakit akibat penyakit yang dideritanya. Karena Kaylee tidak mau menyerahkan kehormatannya pada pria yang bukan suaminya, akhirnya Kenzo menjadikannya istri kontrak 500 juta. Mau tidak mau Kaylee menerima semuanya demi uang. Bagaimana kelanjutan pernikahan Kenzo dan Kaylee? Lalu, bagaimana dengan Axel ketika sadar dari koma mendapati sang kekasih sudah menikah dan menjual kehormatannya pada pria lain?
View More◆◆◆◆◆
ルーベンス家の玄関前に、一台の馬車が滑らかに停まった。御者が手綱を引くと、木製の扉が開き、中から一人の少女が飛び降りる。
秋の始まりを告げる涼やかな風が彼女の金色の髪をそっと揺らし、木漏れ日が庭の石畳に淡い模様を描いていた。
ヴィオレットの娘、リリアーナである。
彼女は小さな靴で石畳を軽快に駆け抜け、玄関に立つ伯父アルフォンスの元へとまっすぐに走っていく。庭の端では、色づき始めた葉がちらほらと舞い、風に揺れるコスモスが秋の訪れを静かに告げていた。
「伯父様~!」
リリアーナの澄んだ声が庭に響く。アルフォンスはその声に振り向き、柔らかな笑みを浮かべた。
「リリアーナ、よく来たね」
その言葉に応えるように、リリアーナは両手を大きく広げて叫んだ。
「抱っこ! 抱っこ!」
アルフォンスは声を上げて笑い、軽やかに彼女を抱き上げる。その足元で、小さな枯葉が一枚、風に乗ってひらりと舞い上がった。
「もちろんだよ、リリアーナ姫」
「ふふっ、姫じゃないもん」
リリアーナは照れくさそうに笑いながら、伯父の首に小さな手を回した。その仕草はあまりにも自然で、子どもの純粋さと愛らしさに満ちていた。
「随分と大きくなったな。もっと頻繁に来てもらわないと、成長を見逃してしまいそうだ」
後ろから馬車を降りてきたヴィオレットは、二人のやり取りを見守りながら苦笑した。
「兄上、二週間前にも来たばかりですよ?」
アルフォンスは肩をすくめ、茶目っ気たっぷりに返す。
「それでも足りないさ。遠くないのだから、一週間ごとでも、いや、三日ごとにでも来てほしいくらいだ」
その冗談にヴィオレットは小さく笑ったが、リリアーナは真剣な顔で声を張り上げた。
「伯父様! 母上とばっかり話さないで。リリアーナの話を聞いて!」
「もちろん、ちゃんと聞いているよ。どうしたのかな?」
「リリアーナね、字をいっぱい書けるようになったよ!」
その無邪気な報告に、アルフォンスの目が優しく細められた。
「それは素晴らしいね。今度、私に手紙を書いてくれないかい?」
リリアーナは嬉しそうに頷く。
「いいよ! いっぱい書くね!」
それを見ていたヴィオレットが、娘の顔を覗き込みながら微笑む。
「私には手紙を書いてくれないの、リリアーナ?」
リリアーナは一瞬きょとんとしたが、すぐににっこり笑って答えた。
「母上にも書いてあげる!」
「それは楽しみね」
ヴィオレットは微笑みながら言い、屋敷の中へと足を向けた。
――
屋敷の玄関ホールでは、執事のクリスが深々と頭を下げて迎えた。
「おかえりなさいませ、お嬢様」
「ただいま、クリス」
ヴィオレットはわずかに表情を緩める。その微笑みは一瞬だけ続いたが、ホールの大理石に反射する柔らかな光が、彼女の影を淡く浮かび上がらせた。
――かつて夢見た夫婦の幸福。
その理想と現実との落差が、今も胸の奥に澱のように残っている。
アシュフォード家に嫁ぎ、信じた相手に裏切られた記憶は、過去になったはずなのに、ふとした拍子に疼き出す。
「はぁ…」
知らず、ため息が漏れた。
そのとき、小さな手がヴィオレットの頬に触れた。
「母上、つかれてる?」
「少しだけね。馬車の揺れがちょっと堪えたのかもしれないわ」
ヴィオレットは娘の頬にそっと触れ、柔らかな笑みを浮かべた。
「部屋で休んできてもいいかしら、リリアーナ?」
「いいよ~。リリアーナは伯父様にお手紙書くの! あとね、おやつも食べたい!」
アルフォンスはくすりと笑いながら応じる。
「リリアーナのために料理人が腕を振るっているよ。厨房に行ってみるか?」
「行く!」
リリアーナの声が弾む。アルフォンスは彼女を再び抱き上げ、そのまま厨房へと向かった。ヴィオレットはゆっくりと階段を上がりながら、背後から聞こえてくる二人の笑い声に耳を傾けた。
――この子がいるから、私は歩いていける。
そう思いながらも、胸の奥に沈む影は、まだ完全には消えてはいなかった。
窓の外では、色づき始めた葉が風に揺れ、陽光を受けて柔らかな輝きを放っていた。
その美しい光景に一瞬、心が和らぐ。
けれど――その光の下でも、過去の痛みはなお、彼女の心に影を落としていた。
◆◆◆◆◆
Kaylee merasa semakin terpuruk. Dia memilih Axel daripada Kenzo, suaminya yang ia cintai. Setelah seminggu tinggal di rumah Axel, mereka bahkan tak lagi berkomunikasi semenjak kejadian malam itu.Ia merasa terlalu lemah untuk keluar dari kamar. Dia duduk di tepi tempat tidur, menangis sendirian, terjebak dalam rasa sesal dan kebingungan. Tetapi kecemburuan itu membuatnya tidak memilih Kenzo.Tiba-tiba, pintu terbuka dan Axel masuk membawa nampan berisi makanan dan minuman."Kapan kamu akan berhenti menangis seperti ini? Apa kamu menyesal telah memilihku?" ucap Axel dengan nada sinis.Kaylee terkejut melihat perubahan sikap Axel. Dia merasa tak mengerti apa kesalahannya, tapi akhir-akhir ini Axel sering menyudutkannya dengan kata-kata kasar."Tidak perlu membahas itu. Aku sudah membuat keputusan," jawab Kaylee sambil menghapus air matanya."Aku tahu kamu masih mencintai suamimu. Kamu pasti menyesal telah memilihku!" jawabnya lagi
BUGH!"ARGH!"Kenzo terhuyung ketika Axel memukulnya. Sontak saja, pria itu tidak bisa menerima perlakuannya dan hendak membalas. Namun, Kayla berdiri di tengah mereka, menghalangi Kenzo dengan tegas, membuat pria itu terkejut sekaligus kecewa."Kamu membelanya? Kamu masih mencintainya?" tanya Kenzo dengan mata memerah, dadanya terasa sesak. Baru saja ia hendak menjalin hubungan baik lagi dengan sang istri, tetapi kejadian itu membuat hatinya kembali kesal."Cukup! Aku tidak membela siapapun. Berhentilah, aku mohon!" jawab Kaylee sambil menangis, mencoba meredakan ketegangan di antara mereka."Dia pantas dipukul, dia sudah menyakitimu!" sentak Axel, masih menatap tajam Kenzo yang sudah mengepalkan tangannya, siap untuk melawan."Tidak, cukup! Berhenti!" seru Kaylee dengan lantang, berusaha menghentikan pertengkaran mereka.Keduanya saling diam ketika Kaylee terus berteriak. Hanya emosi dan suasana tegang yang ada disekit
Kaylee menghampiri Axel yang sedang duduk di sofa dengan ragu. Dia terus meremas jemarinya, bingung apakah dia seharusnya pergi bersama Axel. Meskipun dia membutuhkan hiburan, dia merasa itu bukan keputusan yang baik."Kamu sudah siap?" tanya Axel, melirik Kaylee yang hanya diam dan berdiri di depannya. Pandangan wanita itu kosong."Kaylee!" panggil Axel lagi, mencoba mendapatkan perhatiannya."Ah, iya, ayo kita berangkat!" jawab Kaylee dengan paksa, mencoba tersenyum.Mereka berdua pergi menggunakan mobil. Sepanjang perjalanan, Axel terus berceloteh, tetapi Kaylee tetap diam dan sibuk dengan pikirannya sendiri. Kesedihan masih melanda hatinya, membuatnya sulit untuk fokus."Kaylee!" panggil Axel berharap wanita itu mau membuka mulutnya.Kaylee menoleh ketika Axel memanggilnya. "Ya!" jawabnya singkat, mencoba menyembunyikan keraguan dalam suaranya."Aku mau, kita bersama seperti dulu. Maafkan aku yang sudah membuatmu menderita dan membuatmu harus menghadapi semuanya sendirian!" ujar A
Kenzo melangkah dengan berat menuju mansion miliknya setelah mencari Istrinya tanpa hasil. Wajahnya mencerminkan kelelahan dan kecemasan yang mendalam.Begitu memasuki ruang kerjanya, dia melemparkan jasnya secara sembrono dan melonggarkan dasinya yang terasa sesak di lehernya."Aku yakin ada sesuatu yang terjadi padanya! Aku tidak bisa terus seperti ini!" gumam Kenzo dalam keputusasaan, mencoba meredakan kegelisahan yang melanda pikirannya.Tangannya merogoh ponsel di saku celananya, menekan tombol panggil pada nama kontak Marko, salah satu bodyguardnya."Halo Marko, cepat cari di mana istriku berada, dan aku tidak mau mendengar alasan apapun. Kalian harus segera menemukannya!" perintah Kenzo dengan suara tegas seolah perkataannya itu tidak pernah bisa dibantah.Setelah memberi perintah, Kenzo menutup sambungan teleponnya dan berjalan menuju lemari minumannya. Dia mengambil botol Vodka dan gelas kecil, menuangkan minuman itu dengan gerak
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore