MasukMenikah dengan bosnya sendiri?! Tidak pernah, bahkan di imajinasi terliarnya sekalipun Abia membayangkan itu. Terlebih dengan si CEO galak sekaligus duda beranak satu seperti Arya. Sialnya, karena tanpa sengaja merusak mobil mewah kesayangan sang bos, Arya memberinya dua pilihan; mengganti rugi dengan jumlah uang yang tentu saja fantastis ... atau menikah dengannya. Tentu saja pilihan pertama tidak bisa Abia penuhi. Tetapi pilihan kedua, juga bukan hal yang masuk akal sama sekali. Tinggal dengan Arya setengah hari di kantor saja, Abia tidak tahan. Bagaimana jika mereka tinggal seatap?! *** Pict by Pixabay. Edit by AddText. Free for commercial use.
Lihat lebih banyak"Selamat pagi ...."Naya mengernyit begitu merasakan cahaya matahari yang menyengat kulit. Perempuan itu sontak memalingkan wajah membelakangi jendela. Sedangkan Neo justru membuka tirai kamar berwarna putih gading semakin lebar."Hei, bangun dulu! Kau harus sarapan baru tidur lagi," tegur Neo sambil terkekeh geli melihat istrinya---ya, kini Kanaya Lazuardi sudah menjadi istrinya. Lagi."Aku mengantuk, jangan ganggu aku, NeoOo~" Perempuan dengan tubuh yang hanya tertutup bed cover putih tulang itu kini merengek manja sambil memejamkan mata lagi.Dalam posisinya yang berbaring menyamping membelakangi jendela, Neo dapat melihat punggung putih mulus istrinya yang terbuka. Pada beberapa bagian di sekitar leher, pria sipit itu bahkan mampu melihat hasil perbuatan dari bibirnya yang semalam menjadikan tubuh sang istri hidangan termewah yang wajib disembah."Kau lelah, ya? Maaf aku tidak membiarkanmu tidur semalam ...." Tubuh Naya seketika menegang.Netra cokelat terangnya refleks terbuka ba
"Kenapa kau menelepon?" tanya Naya sambil menempelkan ponsel di telinganya. Malam ini, dia baru saja tiba di rumah. Naya pikir, setelah lepas dari pelatnas (tidak menjadi atlet maupun pelatih lagi), jadwalnya akan sedikit senggang. Namun, sepertinya Naya memang menerima terlalu banyak kerja sama.Sejak memutuskan untuk fokus pada dunia entertaiment dan muncul kembali setelah sebulan lebih menghilang, Naya terkejut menyadari popularitasnya yang kian melesat. Naya tidak tahu kenapa, padahal dia merasa tidak sepantas itu untuk disukai sebanyak itu.Jadi, agar tidak mengecewakan para penggemarnya, Naya mencoba untuk melakukan yang terbaik dan lebih bekerja keras."Kau sudah pulang?" tanya Neo dari seberang sana yang dibalas Naya dengan deheman.Sambil menghempaskan tubuhnya di ranjangnya yang sudah ia rindukan, Naya memijat pangkal hidungnya guna meredakan pening. Semalam, dia benar-benar hanya tidur satu jam. Lalu hari ini dia pulang pukul 11 malam nyaris 12 tepat."Kau sudah makan?" Su
"Kau serius tidak apa-apa jika media datang meliput?" Neo bertanya serius begitu Naya masuk ke mobil. Naya tersenyum menenangkan sambil menggangguk penuh yakin. "Memangnya kenapa? Aku juga sering membuat konten selama di pelatnas, kan? Kenapa sekarang mereka tidak boleh meliput?" jawab perempuan itu cepat.Neo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Tapi kan ... ini berbeda. Ini pertama kalinya kau muncul di publik lagi setelah sebulan lebih menghilang," sahut pria sipit itu yang membuat Naya lagi-lagi tersenyum."Jangan terlalu mengkhawatirkanku. Aku sudah baik-baik saja, sangattt baik. Sungguh!" pungkas Naya yang akhirnya mau tidak mau dipercayai saja oleh Neo."Omong-omong ... kau sudah membeli hadiah ulang tahunnya?" tanya Naya antusias yang dibalas Neo dengan kernyitan tidak mengerti."Maksudmu bagaimana? Siapa yang akan menerima hadiahnya?" tanya pria sipit itu balik.Ya, ini hari ulangtahun Bagas. Adhitama Bagaskara, orang yang sebulan lalu masih sempat mengolesi Naya krim per
"Sudah bangun?" Pertanyaan bernada lembut itu membuat Naya yang baru bangun tengah malam ini mengernyit bingung."Kau di sini? Sejak kapan?" tanya perempuan itu dengan suara serak dan paraunya.Neo mengusap rambut Naya lembut sambil mengangguk. "Sejak tadi sore, aku menunggu sampai kau bangun baru pulang." Naya terdiam sejenak. Siapa yang memberitahu Neo kalau dia ada di sini? Padahal, dia sudah meminta Abia dan Arya merahasiakannya."Kenapa? Kau tidak ingin aku ada di sini? Kalau begitu aku pergi saja. Lagipula kau sudah bangun, aku lega jika sudah melihatmu." Ucapan Neo seketika membuat Naya mendelik panik.Apalagi begitu Neo benar-benar bangkit berdiri dan berbalik hendak pergi, Naya dengan susah payah mencoba bangkit duduk. Namun, karena nyeri hebat di kepala juga tubuhnya yang terasa remuk redam, perempuan itu meringis kesakitan."Akkhh ... sssh .... " rintih perempuan itu yang seketika membuat Neo menoleh terkejut dan buru-buru kembali ke posisi semula."KENAPA KAU BANGUN?!" b
Film perdana Naya rilis hari ini, untuk pertama kalinya di Bioskop seluruh Indonesia. Jujur, perempuan itu sedikit gugup. Meski sebelumnya punya kepercayaan diri yang cukup, sekarang nyali perempuan itu sedikit ciut.Dia takut aktingnya buruk dan 'merusak' keseluruhan alur serta feel dari film-nya.
"Kau ada jadwal di pelatnas juga besok?" Neo bertanya guna memecah hening di antara mereka.Namun, Naya tidak menggubris sama sekali. Perempuan itu hanya fokus menatap ke luar jendela mobil dengan cebikan sebal. Neo menghela napas berat."Aku bertanya untuk menyesuaikan jadwalmu, agar kau tidak pul
"Syuting hari ini sudah selesai, kalian sudah bisa pulang!" Seruan dari seorang crew membuat Naya menghela napas lega.Akhirnya, kegiatan melelahkan ini selesai juga. Rasanya bahkan lebih melegakan daripada latihan tambahan yang sering dilakukannya mendekati hari pertandingan saat masih menjadi atl
"Bagaimana kau bisa bertemu Kak Naya?" Pertanyaan antusias Nara justru membuat Neo tersenyum kikuk.Tidakkah mereka aneh jika bersikap sebiasa ini? Neo dan Nara sebelumnya batal menikah, loh. Apa perempuan ini tidak dendam padanya? Setidaknya bungsu Lazuardi ini memakinya sehingga Neo merasa tidak






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.