공유

34. Anakku Juga

작가: Henny Djayadi
last update 게시일: 2026-06-22 10:05:44

Jantung Jovita berdentum keras, berpacu liar hingga ia takut suaranya akan memecah keheningan kamar VIP itu dan membangunkan Viola yang terlelap hanya beberapa meter dari posisi mereka.

Hawa dingin dari AC sentral rumah sakit seolah menguap begitu saja, digantikan oleh gelombang panas yang menjalar dari titik di mana punggung jemari Raymond sempat menyentuh permukaan dadanya.

Raymond tidak mundur, justru tetap bergeming dalam posisi membungkuk, mengurung tubuh Jovita di bawah tubuhnya yang mend
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (2)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
memang bener apa yg dikatakan Jovita..semua kini tinggal ada di keputusanmu Ray
goodnovel comment avatar
Nindry Ayangcrut
Wkwkwkwkwk vio anak nya jojo . yg sahabt baiknya kayak e seru dech kalau mereka jujur hahahaha
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Istri Rahasia Om Raymond   153. Pria yang Patah Hati

    Elvi menyapu air matanya yang menetes, lalu menatap Damian dengan sorot mata terluka namun tetap berusaha tenang.“Aku tidak sepicik itu, Pi...” bisik Elvi pelan. Ia menghela napas panjang untuk menata gejolak di dadanya sebelum melanjutkan.“Aku hanya ingin mengingatkan, kalau Papi terlalu keras menekan Dylan, dia justru bisa berontak. Dan itu cuma bakal bikin kita makin sulit memberi penjelasan padanya. Dylan itu anak yang baik, dia penurut. Papi bisa bicara baik-baik dan pelan-pelan dengannya.”BRAK!Damian menggebrak meja kerjanya dengan sangat keras, sama sekali tak terpengaruh oleh kelembutan istrinya.Bayangan tentang reputasi buruk Felisa, ibu kandung Viola, membuat darahnya mendidih. Di depan publik dan media, wanita itu memang sangat pintar menyembunyikan jati dirinya dengan topeng keanggunan. Namun di kalangan pengusaha papan atas, sudah menjadi rahasia umum bahwa wanita itu tak lebih dari penghibur kelas atas yang haus harta.“Sampai kapan pun aku tidak akan pernah merestu

  • Istri Rahasia Om Raymond   152. Tak Akan Memberi Restu

    Hati Karina mendadak panas bagai dihantam godam. Ia menghembuskan napas dalam-dalam, memutar otak setengah mati untuk mengendalikan ekspresi dan menutupi amarah yang membakar dadanya di depan putri mantan kekasihnya itu.“Mungkin... papamu pergi bersama mamamu, Vio?” sahut Karina, mencoba melempar kemungkinan dengan nada suara seramah mungkin.Meski hatinya sendiri sedang dibakar cemburu, tapi Karina masih berusaha menghibur Viola. Dahulu dia sering melakukan hal itu, untuk mengambil hati Viola agar memberikan restu kepadanya.Viola menggeleng samar. “Nggak mungkin. Mama lagi sama Om Julian di Kalimantan, katanya lagi mengurus proyek di sana.”Di bawah meja kafe, kedua tangan Karina mengepal erat hingga buku-buku jarinya memutih. Gigi-giginya bergemelutuk menahan gemuruh emosi yang kian meluap.Dugaan buruk Karina selama ini akhirnya terbukti valid.Sejak awal Raymond memutuskan hubungan mereka secara sepihak, Karina sudah menaruh curiga bahwa pria itu telah berpaling pada wanita lain

  • Istri Rahasia Om Raymond   151. Keberanian Viola

    Setelah menyelesaikan segala urusan perizinan dan investasi tanah, Raymond dan Jovita akhirnya menghabiskan sisa waktu mereka di Kaliurang murni untuk berlibur.Mereka menyusuri keindahan Taman Wisata Plawangan Turgo yang asri dan sejuk, bergandengan tangan menembus kabut tipis.Saat berdiri di bawah rimbunnya jajaran cemara di Ledok Sambi, udara dingin pegunungan merayap menusuk tulang. Raymond refleks merengkuh bahu Jovita, menarik wanita itu makin rapat ke dalam pelukannya."Dingin banget, ya?" bisik Jovita pelan, menyandarkan kepalanya di dada bidang Raymond.Raymond tersenyum kecil, mengecup pucuk kepala Jovita penuh kehangatan. "Sekarang masih dingin, hm?"Jovita terkekeh manis, menengadah menatap manik mata suaminya. "Nggak, pelukan Om selalu berhasil menghangatkanku."“Aduh belajar ngombal dari mana bocah ini?”“Kan Om Ray mentornya.”"Kalau gitu, aku nggak akan lepasin kamu seharian ini," balas Raymond dengan nada suara berat yang menggoda, menyatukan jemari mereka dengan era

  • Istri Rahasia Om Raymond   150. Kecemburuan Dylan

    Dada Viola bergemuruh hebat. Perasaan cemas, geli, sekaligus bingung bercampur menjadi satu.Gadis itu tidak tahu harus membagi perasaan gundah dan mengganjal ini kepada siapa. Ponsel Jovita, satu-satunya sahabat yang biasa menjadi tempatnya mencurahkan isi hati, masih tetap tidak aktif.Dalam keputusasaan dan rasa sepi yang menghimpit, Viola memberanikan diri menekan kontak Dylan di layar ponselnya.Begitu panggilan terhubung, Viola menahan napas sejenak. "Halo, Dylan... Apakah aku mengganggu waktumu?" tanyanya pelan.Sikap Viola kini jauh berbeda. Ia tak lagi seagresif atau memaksakan kehendak seperti dulu. Tanpa disadarinya, nada bicara yang tenang, lembut, dan sedikit ragu-ragu ini justru sangat meniru pembawaan Jovita yang sering ia amati.Di seberang telepon, Dylan sempat diam sejenak sebelum menjawab datar, "Tidak. Ada apa, Vio?""Bisa kita bertemu sebentar?" bisik Viola, suaranya terdengar bergetar menahan cemas. "Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan... Aku benar-benar tidak t

  • Istri Rahasia Om Raymond   149. Nikmati yang Anget-Anget

    Raymond menyambar ponselnya di atas nakas lalu menggeser tombol hijau, tetap membiarkan Jovita berada di posisi atas tubuhnya."Halo, Pa? Sampai sekarang Jojo masih belum bisa dihubungi! Ponselnya masih nggak aktif. Aku khawatir banget terjadi apa-apa sama dia..." Terdengar suara Viola berseru cemas dari seberang telepon.Wajah Raymond yang semula tegang seketika berelaksasi pelan. Ada binar lega di matanya begitu menyadari tak ada masalah besar di rumah yang ditinggalkannya."Vio... Jangan terlalu memikirkan Jojo, dia itu sudah besar dan bisa menjaga diri," sahut Raymond berusaha menata nada suaranya seanteng mungkin. "Kamu fokus saja sama skripsimu."Jovita yang mendengarkan percakapan antara ayah dan anak itu langsung membeku. Ia menghentikan seluruh gerakannya, tak berani bergeming sedikit pun karena takut hembusan napas atau gesekan tubuhnya menimbulkan suara yang memicu kecurigaan Viola.Namun, Raymond tampaknya sama sekali tidak ingin merusak atau kehilangan momen intim ini. Ta

  • Istri Rahasia Om Raymond   148. Gangguan Saat Bercinta

    Di dalam mobil yang melaju membelah jalanan berliku Kaliurang, suasana hangat justru mulai memanas karena diwarnai perdebatan kecil tentang konsep desain vila.“Om, untuk lanskap tanah miring seperti itu, lebih bagus kalau pakai konsep tropical modern dengan banyak bukaan kaca besar. Biar pemandangan gunungnya dapet banget dari setiap kamar,” ujar Jovita seraya menunjukkan corak sketsa kasar di tabletnya.Raymond melirik sekilas lalu menggeleng tak setuju. “Kaca terlalu banyak justru bikin boros energi buat penghangat di area dingin seperti Kaliurang, Jo. Menurutku lebih cocok pakai konsep vernacular rustic yang didominasi material kayu tua lokal dan batu alam tebal. Lebih hangat dan punya nilai estetika yang timeless.”“Tapi untuk material kayu maintenance-nya jauh lebih rumit, Om! Kelembapan di sini tinggi, rentan lapuk kalau salah perawatan,” sanggah Jovita pantang kalah, matanya membulat menatap sang suami.Raymond menoleh sedikit ke arah istri kecilnya. Saat ini mereka hanya berd

  • Istri Rahasia Om Raymond   26. Semakin Terjerat

    Pagi belum sepenuhnya pecah kala Jovita berusaha menggeser lengan kekar yang melingkari pinggangnya. Tubuhnya terasa begitu lemas dan remuk setelah semalaman penuh menjadi pelampiasan gairah liar Raymond yang tak terbendung.Begitu Jovita bergerak sedikit saja untuk turun dari ranjang, lengan tegap

  • Istri Rahasia Om Raymond   7. Miliki Aku, Om!

    Tak ada kelembutan dalam ciuman Raymond. Penuh kelaparan yang selama bertahun-tahun terpendam. Tangan kekar Raymond mencengkeram pinggang Jovita. Mengunci tubuh ringkih gadis itu di antara dada bidangnya dengan meja pantry hingga tidak bisa ke mana-mana.“Jojo…”Raymond menarik tautan bibir mereka

  • Istri Rahasia Om Raymond   6. Hilang Kendali

    Saat Raymond melangkah masuk, keadaan rumah keluarga Chandra sudah jauh lebih tenang. Pria itu melihat sosok Jovita baru saja turun dari lantai dua sambil membawa tas kainnya dan sebuah tumbler pemberian Viola.​Raymond menghentikan langkah. "Jojo? Belum pulang?"​Jovita sedikit tersentak, lalu me

  • Istri Rahasia Om Raymond   5. Tumbler Maut

    “Papa jahat!”​Pekikan nyaring Viola seketika memutus tautan bibir Raymond dan Karina. Kedua orang dewasa itu menoleh terkejut, mendapati Viola berdiri dengan dada naik-turun menahan amarah, sementara Jovita mematung di belakangnya dengan wajah pias.​Raymond segera melepaskan dekapannya pada Kari

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status