ログインAlin tak pernah menyangka, jika suaminya, Aldi, yang telah lama membina rumah tangga dan dikarunia seorang putra, Langit. Akan berselingkuh dan menceraikan dirinya. Alin yang berkulit kusam dan berjerawat itu, harus menerima hinaan dari suami dan juga keluarganya. Bara dendam dalam diri Alin menyala, kala anak semata wayangnya di sakiti. Dengan kemampuannya, dan kehadiran sosok Noah yang membantunya dibalik layar, merubah Alin menjadi wanita mandiri dan cantik. Wanita tangguh yang siap menghancurkan mantan suaminya, dan orang-orang yang menghinanya dulu. Bagaimana kisah Alin akan berlanjut?
もっと見るAldi berdiri di depan cermin apartemen dinasnya sambil merapikan kerah kemeja.Tatapannya tampak lelah.Sudah hampir seminggu hidupnya berputar di sekitar satu hal.Melin.Wanita itu akhirnya diperbolehkan pulang setelah empat hari menjalani perawatan intensif di rumah sakit jiwa. Dokter mengatakan kondisi Melin mulai stabil, meski trauma yang dialaminya masih sangat dalam.Sekarang Melin berada di rumah.Seorang perawat khusus ditugaskan mengawasinya.Melin tidak lagi berteriak atau berusaha kabur tanpa arah seperti hari-hari awal.Ia hanya diam.Duduk berjam-jam memandang jendela.Kadang menatap kosong ke halaman.Kadang menangis tanpa suara.Kadang tertidur sambil memeluk lutut.Keadaan itu menyedihkan.Namun bagi Aldi, itu jauh lebih baik dibanding melihat Melin mengamuk ketakutan setiap malam.Ia menghela napas panjang.Lalu mengambil kunci mobil.Hari ini kantornya mengadakan acara anniversary perusahaan.
Lampu mobil menyorot sosok wanita di pinggir jalan itu. Wanita tersebut berdiri limbung dengan pakaian kotor dan rambut kusut menutupi sebagian wajahnya. Tubuhnya dipenuhi goresan kecil. Kedua tangannya gemetar hebat seolah sedang kedinginan. Aldi mengernyit. Ada sesuatu yang terasa familiar. Perlahan ia membuka pintu mobil lalu turun. "Mbak...?" Wanita itu langsung mundur ketakutan. "Jangan dekat-dekat!" Suaranya serak dan penuh kepanikan. Aldi membeku. Jantungnya mendadak berdegup keras. Suara itu... "Melin?" Wanita itu tidak menjawab. Matanya kosong. Seolah tidak mengenali siapa pun. Aldi melangkah lebih dekat. "Melin!" Kali ini wanita itu menoleh. Namun tatapannya tetap asing. Tidak ada pengenalan. Tidak ada kelegaan. Tidak ada apa-apa. Yang ada hanya ketakutan. Aldi merasa darahnya seperti berhenti mengalir. "Ya Tuhan..." Ia benar-benar Melin. Istrinya. Wanita yang selama ini tinggal serumah dengannya. Wanita yang baru b
Melin mundur pelan saat melihat Robin mematikan mesin mobil di tengah kawasan hutan yang gelap dan sepi. Angin malam berembus dingin, membuat dedaunan bergesekan menimbulkan suara menyeramkan. "Ke-kenapa kita berhenti di sini?" suaranya bergetar. Robin tersenyum tipis sambil membuka pintu mobil. "Turun." Melin menggeleng cepat. "Aku takut." "Takut?" Robin tertawa pelan. "Bukannya kamu wanita pemberani? Berani merencanakan kehancuran orang lain." Wajah Melin langsung pucat. "A-apa maksudmu?" "Kamu nggak tau?" Ia mulai sadar ada yang salah. "Pak Robin... apa yang anda rencanakan?" Robin menatapnya datar. "Kau sendiri? apa yang sudah kau lakukan? apa kau tak ingat? atau mau aku bantu buat ingat?" "Sa-saya tidak mengerti kenapa Pak Robin lakukan ini?" "Turun!" "Sa-saya tidak mau." "Kau mau aku bantu turun?" Melin buru-buru turun dari mobil. Kakinya gemetar ketika melihat sekeliling yang gelap. Tidak ada rumah. Tidak ada kendaraan lain. Hanya jalan kecil dan suar
"Noah?" "Noah." Noah baru saja memasuki kamar, tertegun melihat Alin memanggil namanya. lekas ia datang mendekat. "Sayang!?" Noah menggenggam tangan istrinya. "Aku di sini," tanyanya duduk di bibir ranjang."Apa yang kamu rasakan?" "Noah, aku... aku merasa kotor." Noah menatap istrinya sendu. "Jangan katakan itu. jika kotor, kita bisa membersihkannya." "Tapi..." "ssttt!" Noah menempelkan jari di bibir Alin. "Aku akan memandikanmu nanti, tapi, aku lapar, ayo kita makan dulu, hum?" Noah menggendong Alin keluar kamar, membawanya sampai ke dapur lalu mendudukkan di kursi bar. "Kita lihat ada apa di sini," cetusnya membuka kulkas. "Hmm, cuma ada telur, keju, dan roti tawar. Apa kita buat roti bakar saja?" usulnya menoleh pada Alin. "Aku ingin mandi Noah," ucap Alin lirih. "Iya, nanti aku mandikan," balas Noah mencoba terlihat acuh walau sebenarnya hati pria ini sudah sangat remuk. "Kita makan dulu. Setelah makan, aku janji akan membersihkan mu sampai benar-benar ber
Di lorong depan pintu apartemen Alin, tampak tiga orang preman tengah berkelahi dengan seorang pria dan wanita. ketiganya tampak kuwalahan meskipun memiliki badan lebih besar karna kelincahan sepasang pria dan wanita yang tiba-tiba mengganggu pekerjaan mereka. kedua orang itu adalah bodyguard Alin i
Saat Alin berpamitan pun Noah hanya menganggguk di kejauhan. Tanpa memperdulikan Aldi yang berdiri disamping mobilnya. Hingga keluarga kecil itu hilang ke dalam Mobil hitam mereka dan menjauh. Noah menatap nanar.Dalam perjalanan pulang dari rumah singgah, Noah flash back.-Flash back-Siang itu, No
Melinda melihat kedepan dalam jarak beberapa meter darinya ada Alin dan Langit yang berjalan kearahnya. Mereka terlihat sedang bercengkrama. Asyik sekali.Meli menyipitkan matanya, Dia menoleh kebelakang, Aldi masih berada dibelakangnya, sepertinya belum sadar akan keberadaan Alin d
Aldi dan Melinda bersiap untuk jalan-jalan."Mas, Kita ke Wonderland saja yuk. Udah lama aku nggak kesana." Meli memoles bibirnya dengan lipstik didepan meja rias."Iya. Asal nggak kepantai saja. Disana ada Langit, nggak enak kalau nanti dia lihat." Aldi menyisir rambu






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.