LOGINKarir Aruna melesat cepat di dunia hiburan karena bakat dan dukungan keluarganya yang berpengaruh di negeri ini. Namun, hal tersebut tidak hanya mengundang fans. Ada juga orang-orang yang menginginkan kematiannya. Oleh sebab itu, sang ayah mendatangkan seorang bodyguard dari agensi Russia bernama Alexei Yevgeny Aliev yang arogan, kaku, dan dingin. Lantas, bagaimana kisah keduanya? Terlebih, Alexei juga memiliki rahasia besar terkait latar belakang keluarganya yang tidak sembarangan di Russia....
View MoreMoscow, Russia, di musim dingin. Biasanya setiap akhir pekan, Alexei membawa Aruna ke Astrakhan atau Volgograd. Namun, sejak sebulan terakhir, mereka memutuskan menikmati waktu libur di apartment saja. Apartement mewah yang dibeli Alexei sejak mulai aktif di dunia militer. Jarang sekali dia pulang ke rumah orang tuanya. Terlebih sekarang. Hidup Alexei lebih nyaman bersama Aruna dan si kecil Lana. Tangan kiri Alexei menggendong Lana, tangan kanannya sesekali mengangkat mainan. Bukan duduk diam di sofa, tetapi mondar-mandir di kamar itu. Terkadang Alexei bernyanyi lirih, lalu berhenti sejenak mencium pipi putrinya. "Lama sekali, ya, Sayang?" Alexei melirik Aruna yang melewatinya sambil mendekap beberapa pakaian. Aruna yang paham maksud suaminya hanya mencebikkan bibir menggoda. "Alex, masih ada satu koper lagi!" "Oh, astaghfirullah!" gumam Alexei tidak sabar. Dia menunduk, menatap Lana yang berulang kali menguap kecil. Sesekali bayi itu merengek tidak nyaman. Segera, Alexei meni
"Kita harus ke rumah sakit, Milyy!" Kinasih yang kebetulan di dekat Aruna, langsung menatap bingung pada Alexei. Alexei segera memberi pengertian pada Kinasih dan mengajak Aruna pergi. "Apa yang terjadi dengan Papa, Alex?" Pertanyaan itu kembali terucap, ketika Aruna sudah duduk di mobil. Alexei menoleh sekilas, lalu menggeleng pelan. "Aku juga tidak tahu, Milyy." "Aku takut," lirih Aruna dengan tatapan kosong ke depan. Suasana di dalam ruang rawat inap Bagaskara menjelang sore itu tidak seperti biasanya. Pengawalan pun diperketat. Aruna dan Alexei yang baru tiba segera disambut Elang. "Apa yang terjadi, kenapa banyak polisi?" tanya Alexei tidak sabar. Tangannya tidak lepas dari jemari Aruna yang berkeringat dingin. Elang menoleh sekilas ke arah pintu yang sedikit terbuka, diikuti Alexei dan Aruna. Namun, mereka tidak melihat Bagaskara. "Papa minta segera dipindahkan ke Jakarta karena semua proses sudah selesai. Papa ingin menjalani hukuman di Indonesia sebagaimana mestinya!
Wajah Alexei langsung pucat melihat moncong pistol terarah pada Aruna.Dor!Kejadian begitu cepat. Suara letusan peluru menyentak ketegangan sore itu.Alexei tersentak. "Arunaaa!" teriaknya histeris.Di tempatnya, Aruna justru mematung. Tiba-tiba, Bagaskara roboh ke tanah sambil mengerang kesakitan.Aruna dan Alexei kompak menatap pada Elang yang masih memegang pistol di belakang Bagaskara."Papa ... Kakak!"Saat itu juga, Aruna seperti patung hidup. Otaknya mendadak kosong. Pandangan Aruna nanar bergantian pada Bagaskara dan Elang.Elang tersenyum sinis dan melirik Aruna hanya sepersekian detik. "Begini, kan, yang kamu lakukan pada papaku dulu? Kamu ingat, Bagaskara? Setelah berhasil menyingkirkan kami dari keluarga Sasmito, kamu bunuh Papa Hendra. Apa salah Papa padamu? Bukankah Papa sudah mengalah dan membiarkanmu mengambil Mama?" Suara Elang bergetar, matanya basah."Bay ... Bayu ..." Bagaskara mendesis merasakan nyeri luar biasa di bahunya.Aruna tersentak dari lamunan. Ditatapny
Tangan Aruna gemetar memegang Glock 17 warna hitam itu. Matanya terpejam rapat, tidak berani menatap objek boneka di depan sana. Bagaskara terus menyemangati. "Jangan tegang, Aruna! Fokus. Konsentrasi pada satu titik yang akan kamu tembak! Kamu harus bisa tentukan waktu secepat mungkin, sebelum musuh menembakmu!" Aruna menggeleng pelan. Tubuhnya meluruh di depan Bagaskara, mendongak dengan tatapan memohon. Bagaskara berusaha sabar menghadapi sikap lemah Aruna. "Aku nggak mau, Papa! Aku nggak mau jadi pembunuh!" Sekali lagi, Bagaskara menarik napas lelah. "Papa nggak menyuruhmu jadi pembunuh, Aruna. Papa hanya ingin kamu bisa membela diri, ketika orang-orang yang benci Papa hendak mencelakaimu. Apa kamu ingin terus dikawal? Nggak, kan?" rayu Bagaskara lagi. "Ayolah, Sayang! Papa menyayangi dan melindungimu dari bayi sepenuh cinta, Runa. Lakukan ini untuk Papa! Papa takut, kalau Papa mati, kamu jadi sasaran manusia-manusia pengecut itu!" lanjutnya lagi. Air mata Aruna tiba-tiba ja
Coky menggaruk pelipis bingung mendengar jawaban Elang. Ditatapnya laki-laki berwibawa itu, untuk memastikan. Namun, semenjak Elang menjadi bosnya, tidak sekalipun dia membohongi Coky. Elang selalu membayar jasa Coky tepat waktu, bahkan memberinya bonus. Diperhatikan, alis Elang terangkat sebelah.
Tatapan Alexei nanar. Dia melepas pegangan tangan Aruna dan bergerak mendekati Bagaskara. Alexei berdiri di depan mertuanya, dengan pandangan menghujam. "Answer me, Mister Bagaskara!" tuntut Alexei dengan suara berat. "Anda tahu tentang keluarga saya dan angka rahasia yang diucapkan Alenadra sebelu
"Aruna, Alexei, tunggu! Tunggu Papa, Nak!" Aruna menggeser tubuh ketakutan ke belakang Alexei. Sepasang matanya mulai berkaca-kaca. Kata-kata makian dan tamparan Bagaskara kembali memenuhi memori Aruna. Alexei menoleh sekilas pada istrinya, lalu menatap tanpa ekspresi ke arah Bagaskara. Alexei mer
"Halah, nggak usah sok-sokan main rahasia untuk membenarkan kesalahanmu, Julio!" sembur Elang jengkel. Merasa diremehkan, Julio berdecak lirih. "Kamu akan mengucapkan terima kasih padaku nanti, Lang! Sudah, aku harus mengurus kedatangan Whu!" ucapnya tidak ingin lagi berdebat. Mendengar nama Whu,
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews