LOGINAnniversary yang seharusnya menjadi momen manis setiap pasangan tapi hari itu menjadi neraka bagi Elmira. Ia yang menyusul Zayn ke apartemennya dengan tujuan untuk merayakan anniversary mereka malah mendapatkan kejutan tak terduga. Elmira melihat langsung sang kekasih berkhianat. Bercinta dengan adik tirinya sendiri yaitu Freya. Hingga yang paling fatal, yaitu sampai membuahkan janin. Ditengah patah hati yang amat mendalam, Elmira malah bertemu dengan Gavin, yang suka rela menawarkan diri untuk membantunya membalaskan dendam. Berhasilkah Elmira dan Gavin membalaskan dendam mereka? atau malah Elmira masih terjebak dengan masa lalu nya dengan Zayn?
View MoreDisclaimer : disarankan untuk memutar lagu Anggis Devaki - kisah tanpa dirimu. Agar feelnya lebih terasa. Selamat membaca ~
**** [ "Zayn, jadi jemput aku kan? Aku udah kelar kelas. Hari ini kamu gak lupa hari Anniversary kita kan? Aku tunggu kamu di parkiran belakang fakultas ekonomi. Makasi ya ganteng."] Send! Centang dua abu - abu. Elmira Zayleen Adhitama, gadis berumur 20 tahun tahun itu tengah menatap layar ponsel miliknya. Ia menatap chat yang ia kirimkan pada sang kekasih, masih centang dua abu - abu. Sudah lima belas menit sejak ia mengirimkan chat itu, tapi Zayn belum juga membalas. Padahal laki - laki itu sedang online. Menghembuskan napas berat, Elmira simpan kembali ponselnya ke dalam Tote bag yang ia bawa kuliah. "Apa ... Lagi nyiapin surprise buat anniversary kita kali ya ... Makanya telat?" gumam Aluna. Ia masih mencoba untuk berpositif thinking guna menenangkan hatinya yang mulai gundah. Mencoba untuk berpositif thinking ditengah kecurigaan yang mulai mendominasi. Elmira melirik arloji yang ia kenakan di tangan kirinya. Sudah pukul setengah lima sore. Hawa mulai merangkak dingin, angin yang berhembus perlahan membawa aroma tanah seolah memberikan tanda bahwa hujan sebentar lagi akan turun ditanah Universitas Pramitha Indonesia. Dan benar saja, hujan perlahan mulai membasahi tanah kampus Pramitha, Zayn pun tak kunjung datang, Elmira yang semula berada di gazebo parkiran jurusannya yaitu ekonomi dan bisnis kini berlari, berteduh di teras parkiran. Ia tidak mungkin akan menunggu begini kalau saja laki - laki itu tidak menjanjikan Elmira untuk menjemput dan merayakan anniversary mereka. Tapi apakah Zayn mengingat hari penting ini? Tidak mungkin lupa kan? Mengingat perubahan Zayn selama tiga bulan belakangan ini ia yang dulunya perhatian kini menjadi cuek, perhatian - perhatian kecil yang selalu ditujukan entah terkikis menguap ditelan waktu. Bahkan untuk sekedar menjemput Elmira saja laki - laki itu tidak sempat. Alasannya sibuk. Elmira yang selama tiga bulan terakhir ini selalu apa - apa sendiri tentu terkadang merasa sendiri. Dan hari ini janji dari Zayn membuat dirinya berharap. Meskipun Elmira sendiri ragu apakah Zayn ingat dengan hari ini atau tidak. "Semoga cuman perasaan gue aja," gumam Elmira dalam hati. Elmira diam sambil menatap hujan deras di depan sana. Ia menimbang - nimbang. Apakah harus menyusul Zayn ke unit miliknya atau tidak. Dan akhirnya Elmira memutuskan untuk menyusul Zayn ke apartemennya. Barangkali laki - laki itu tengah menyiapkan kejutan seperti yang biasa laki - laki itu lakukan jika akan merayakan anniversary mereka. "Huh! Untung aja ada driver yang mau nerima penumpang. Kalau enggak mungkin gue bakal jalan kaki ke Senopati Suites." Karena hujan yang baru saja turun, membuat grab yang Elmira pesan akhirnya sampai juga. Elmira beringsut dari duduknya lalu berlari menuju mobil si driver sambil meletakkan kedua telapak tangan di atas kepala agar hujan tidak membasahi rambutnya. "Ke Wedara Cake & Bakery dulu ya pak, baru setelah itu turunin saya di Senopati Suites." Driver itu hanya menjawab dengan anggukan. Elmira duduk di jok belakang dengan pikiran yang berkelana kemana - mana. Hati dan pikirannya tidak tenang. Sedari tadi ia menyugesti pikirannya bahwa ; 'semoga semuanya gak bener.' Karena lama menghias kue, Elmira akhirnya sampai satu jam kemudian di Senopati Suites, hunian dimana tempat apartemen Zayn berada. "Berapa pak?" "Tujuh puluh ribu, mbak." Elmira tersenyum, ia mengambil dompet di dalam Tote bagnya lalu mengeluarkan satu lembar uang berwarna merah dengan gambar pahlawan di dalamnya. "Ini pak. Sisanya buat bapak aja gak apa - apa." Driver tadi tersenyum sumringah, ia senang jika bertemu penumpang baik hati dan ramah seperti Elmira. "Terima kasih, mbak. Jangan lupa bintang limanya." Elmira mengangguk kemudian tersenyum. Ia mengacungkan jempol tanda mengatakan 'iya'. Tanpa menaruh curiga Elmira berjalan menuju lift. Dengan menenteng satu kotak tart lemon dan bersenandung, Elmira memencet tombol naik. "Semoga Zayn suka sama kue ini. Ini kan kue kesukaan dia," monolog Elmira ketika sudah memasuki lift. Dengan hati yang berbunga - bunga Elmira keluar dari dalam lift, ia tak sabar ingin segera bertemu dengan Zayn, kemudian merayakan anniversary mereka yang ke tiga tahun. Seperti yang sering mereka lakukan setiap kali merayakan anniversary. Sebenarnya sedari tadi perasaannya tidak enak, ia terus saja menaruh curiga pada laki - laki yang sudah menjadi kekasihnya selama tiga tahun belakangan ini. Sebab tadi ketika di kampus, tanpa sengaja Elmira melihat Zayn tengah memapah Freya, adik tirinya melalui kaca jendela kelas fakultasnya. Freya dan Elmira kebetulan satu fakultas karena sama sama mengambil jurusan yang sama yaitu ekonomi bisnis. Hanya tingkatannya yang berbeda karena Elmira dua tahun diatas Freya. Zayn dan Freya tidak melihat bahwa mereka berdua tengah diperhatikan oleh Elmira dari dalam kelas. Bahkan dengan gesture tubuh yang terlalu intim dapat Elmira simpulkan mereka lebih dekat dari sekadar teman, mengingat Freya sering dititipkan pada Zayn oleh Marchell dan Allura, tidak menutup kemungkinan mereka berdua menggunakan kesempatan itu untuk saling dekat satu sama lain. Tapi karena hari ini adalah hari anniversary mereka, Elmira mengabaikan itu semua. Ia berusaha untuk berpositif thinking dan tidak ingin membuat suasana hatinya berantakan. "Apa gue ketok aja?" gumam Freya. Menimbang - nimbang apakah harus mengetuk pintu atau tidak. "Kalau diketok gak bakalan jadi surprise, mending gue masuk aja." Dengan sebelah tangan memegang tart lemon, Elmira memencet tombol password pada smart lock door unit milik Gavin. Ia memilih untuk masuk langsung karena ingin memberikan kejutan pada kekasihnya itu. TININIT TIRIRIII ~ Pintu unit terbuka, Elmira masuk perlahan, sebisa mungkin agar tidak menimbulkan suara pada langkah kakinya. Ketika berhasil masuk ia dikejutkan dengan sepasang sepatu wanita yang berjejer berantakan disamping sepatu kets milik Zayn. Ia seperti familiar dengan high heels 5cm berbentuk hak tahu, berwarna pink dengan pita kecil ditengahnya. "Freya?" gumam Elmira. Lalu sedetik kemudian ia menggelengkan kepalanya, "Gak. Enggak mungkin. Di Jakarta bukan hanya dia doang kan yang punya heels kayak gini? Bisa jadi ini punya kakaknya Zayn. Ya bisa jadi mbak Zen lagi jengukin adiknya kesini." kata Elmira lagi, seolah menyugesti dirinya bahwa apa yang dipikirannya salah. Elmira lantas melepas flatshoes nya lalu masuk ke dalam. Ia berjalan beberapa langkah lebih depan dengan langkah pelan. Ia menunduk ketika kakinya menginjak sesuatu seperti kain dan lentur. Elmira menunduk melihat ke bawah tepat dibelakang sofa ruang tamu. Bagai petir disiang bolong, Elmira terkejut bukan main ketika melihat apa yang kakinya injak. Sebuah bra berwarna hitam dengan renda yang menghiasi tergeletak begitu saja di lantai ruang tamu. Kali ini dirinya tidak bisa berpositif thinking lagi. Tidak mungkin heels di depan tadi milik mbak Zen. Sudah jelas Zayn di dalam sana tengah bercinta dengan seorang wanita. Tapi siapa? Tidak mungkin seseorang yang sangat dia kenal kan? Elmira lantas memungut dan mencium bra hitam yang tergeletak tadi, bau parfumnya seperti sangat familiar di indera penciumannya. Elmira letakkan lagi di lantai bra yang ia temukan tadi. Lalu berjalan lebih dalam tepat di depan sofa ruang tamu. Dan lagi. Ia dibuat terkejut lagi dengan apa yang ia temukan. Ia menemukan sebuah midi dress berwarna nude dengan hiasan bunga bunga kecil dan bertali spaghetti. Disampingnya tergelatak sebuah cardigan berwarna pink, tergelatak begitu saja di atas sofa. Dan Sebuah Totebag berwarna hitam tergelatak disamping cardigan tadi. Sambil memegang tart lemon di sebelah tangannya, Elmira mengambil pakaian wanita tersebut dengan tangan gemetar, tubuhnya bergetar hebat, panas dingin tidak karuan. Air matanya sudah tumpah ruah sejak menemukan bra tadi. Sudah dapat Elmira simpulkan apa yang tengah Zayn lakukan sebelum dirinya datang. Elmira menangis tertahan, wajahnya memerah. tubuhnya hampir limbung tatkala melihat cairan menempel di atas sofa. Ia tidak tahu itu cairan milik siapa. Elmira merentangkan pakaian itu. Matanya semakin bergetar dan air matanya semakin tumpah tatkala mengetahui siapa pemilik dari dress itu. Ia yakin. Sangat sangat yakin bahwa Freya yang tak lain adalah adik tirinya pemilik baju tersebut. Tadi sebelum berangkat kuliah ia melihat sendiri adik tirinya memakai midi dress yang dipadukan dengan cardigan dengan warna dan motif yang sama dengan apa yang ia temukan saat ini. Melihat semua fakta yang ada, dadanya sesak, seperti ditimpa oleh ribuan batu. Untuk sesaat ia sulit bernapas. Perih seperti ditusuk oleh ribuan sembilu. Elmira menghapus jejak air matanya kasar. Ia merasa bukti pakaian ini belum cukup untuk memergoki Zayn tengah berselingkuh dan bercinta di dalam sana. Ia meraup udara sebanyak mungkin, setelah dirasa cukup dengan langkah lemah dan pelan Elmira meletakkan kembali pakaian tadi lalu berjalan semakin ke dalam, tepat dimana kamar Zayn berada. Feelingnya mengatakan Zayn tengah bercinta di dalam kamar. "Ah! Ahhh! Pelan - pelan!" Sayup - sayup Elmira mendengar suara rintihan seorang wanita ketika ia melangkah menuju kamar Zayn. Matanya melebar, membola sempurna tatkala mendengar suara erangan itu. Ia kenal dengan suara ini. Ini benar - benar suara Freya. Berarti benar semua pakaian dan bra serta sepatu tadi adalah milik Freya. Dengan tubuh dan tangan yang gemetar, Elmira melangkah semakin ke depan kamar. Tepat di depan pintu ia kembali tidak sengaja menginjak sebuah dalaman segitiga milik wanita. Berwarna senada dengan bra tadi. Sepasang bra dan dalaman yang sepertinya sengaja Freya pakai untuk menggoda Zayn. Matanya memandang nanar dalaman yang ia temukan barusan. Kepalanya seketika pening tapi ia harus kuat untuk menemukan bukti yang akurat. Tidak peduli dengan tubuh dan tangan yang gemetar hebat Aluna melangkah semakin ke depan pintu yang daun pintunya tidak tertutup rapat. Aluna dapat melihat melalui celah yang terbuka sedikit kegiatan yang tengah dilakukan oleh Zayn dan Freya. "Ahhhh! Kakkkk!" Lagi dan lagi, Elmira mendengar suara rintihan yang begitu erotis dari dalam sana. Dengan tangan dan tubuh yang bergetar, Elmira memberanikan diri untuk membuka pintu sedikit lebih lebar. Betapa terkejutnya Elmira melihat penampakan dua anak manusia tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya tengah bergulat dengan Zayn yang berada di atas tubuh Freya bergoyang maju mundur. Tangan yang satunya ia gunakan mengusap dan memutar tonjolan milik Freya dibawah sana dan tangan yang satu lagi meremas dua buah dada milik Freya. "Ahhhhh! ahhhh!" erang Freya lagi, kali ini lebih erotis ia sampai menggigit bibir bawahnya dengan mata yang sedikit terpejam. Tangannya ia gunakan meremas buah dadanya sendiri yang tidak terjangkau oleh Zayn. "Kamu enak banget sayang, aarghhh! Seharusnya aku ketemu kamu lebih awal, supaya aku gak habisin waktu aku sia - sia sama si sok suci itu," racau Zayn di tengah - tengah dorongannya yang semakin dalam semakin membuat Freya melenguh nikmat. Melihat dan mendengar itu semua membuat tubuh Elmira membeku beberapa saat. Wajahnya pucat, tubuhnya pun gemetar. Otaknya kesulitan memproses bahwa adegan di depannya ini adalah nyata saking syoknya. Hingga suara kecipak dua kelamin yang beradu dan erangan keduanya yang semakin erotis membuat Elmira sadar, bahwa yang ia lihat saat ini adalah nyata. Kekasihnya tengah berselingkuh dan bercinta dengan adiknya sendiri. Sakit. Itu yang saat ini Elmira rasakan. Ia meremat dadanya dengan kedua tangannya hingga membuat tart lemon yang ia bawa tadi jatuh ke lantai tanpa disengaja. Tangisnya pun pecah, ia menangis meraung - ruang di dalam sana. Hingga membuat dua sejoli yang tengah bergulat tadi terkejut, menghentikan gerakannya lalu menoleh ke arah Elmira yang tengah menangis sedu sedan. Zayn bangkit dari atas tubuh Freya, lalu melemparkan selimut ke tubuh Freya agar wanita itu menutup tubuhnya yang polos. Zayn benar - benar tidak menyangka bahwa Elmira akan memergoki dirinya tengah bercinta dengan Freya. Elmira balik badan tat kala melihat Zayn yang bangkit dengan posisi tidak memakai apapun. Tubuhnya polos dengan peluh yang mengucur di seluruh tubuhnya. Napasnya pun masih Elmira dengar sedikit ngos - ngosan akibat pergulatannya tadi. "Silahkan lanjutin apa yang Lo lakuin barusan. Sorry gue gak sengaja ganggu." Lalu tanpa aba - aba Elmira melangkah keluar dari dalam kamar, sedikit berlari lalu menutup pintu unit apartemen. Di depan pintu unit Apartemen Zayn tubuh Elmira merosot, ia terduduk dengan tangis yang pecah. Ia meraung - raung, memukul - mukul dadanya yang mulai terasa sesak, seperti ditikam oleh sembilu, dan ditindih oleh batu. "BRENGSEEEKKK!!" teriak Elmira disela - sela isak tangisnya. Bayangan Zayn dan Freya yang tengah bercinta tadi terus saya berputar seperti kaset rusak diotaknya. Bagaimana Zayn mencium dan menikmati tubuh Freya dengan penuh damba, bagaimana Zayn bergoyang memberikan kepuasan untuk adik tirinya sendiri, itu semua membuat hati Elmira hancur berkeping - keping. Harapannya telah sirna, laki - laki yang menjadi sandaran kedua baginya telah direbut. Freya perlahan merenggut seluruh sumber kebahagiaannya.Tidak bisa berkata-kata.Itulah yang Elmira rasakan sekarang. Gadis itu terbengong mendengar ucapan Gavin. Meleleh katanya. Sumpah demi apapun ini adalah kali pertama Elmira melihat reaksi alami seorang laki-laki, dan itu dia juga mengutarakannya sendiri. Reaksi Gavin itu tidak dibuat-buat, benar-benar asli sampai ia harus menyampaikannya langsung. Kalau Elmira terjemahkan ... Gavin sedang salah tingkah. Elmira sangat yakin sebab ia sudah pengalaman menjalin hubungan dengan laki-laki.Hingga akhirnya ... Dari yang diam menjadi ..."Pfftthhh! Hahaha ..." lepas sudah tawa Elmira setelah sekian detik terdiam. Ia tidak tahan melihat ekspresi serius tapi merona di wajah Gavin. "Apa sih! Lo lucuk banget tahu, kak!" Gavin semakin bingung, wajahnya kian memerah karena ditertawai oleh Elmira. "Kamu kenapa ngeledekin saya? Saya jujur, tahu!""Kak Lo tuh sadar gak sih? Lo lagi merona, lagi blushing! Ya tuhan gue tumben banget lihat cowok melted cuman gara-gara di puji!" sembur Elmira heboh. Ba
Malam pertama ...Adalah malam yang selalu ditunggu-tunggu oleh sejumlah pasangan yang berhasil menuju tahapan pernikahan dalam perjalanan cinta mereka. Tapi lain halnya dengan pasangan satu ini. Elmira merasa ngeri-ngeri sedep membayangkan hal tersebut. Elmira sadar mereka berdua sudah menikah, dan jika Gavin meminta haknya maka itu sah-sah saja.Namun di balik itu semua Elmira juga dibuat bingung dengan sikap Gavin padanya. Laki-laki itu tidak berekspresi apapun sejak tadi. Yang salah tingkah dan berdebar malah Elmira sendiri. Sesampainya di apartemen, alih-alih menerkam Elmira langsung atau menyudutkannya dulu di dinding lalu memberikan ciuman yang memabukkan, Gavin malah menyuruh Elmira masuk ke dalam kamar lalu menyusun bajunya yang ada di koper untuk di letakkan di dalam lemari. Sementara Gavin? Laki-laki itu malah sibuk dengan laptopnya dan Elmira tidak tahu apa yang Gavin lakukan dengan laptop itu. Gavin malah menganggapnya seperti tidak ada di kamar.Oh ayolah ini malam pert
Bertepatan setelah kepergian elmira, Zayn datang ke rumah Marcell untuk menetap setelah menikah dengan Freya. Laki-laki itu membawa koper-kopernya dari kost menuju rumah Marcell lalu masuk ke dalam kamar Freya. Sesampainya di sana ia menjumpai Freya tengah duduk di tepi ranjang dengan gaun tidur selutut. Wajah Freya di tekuk masam, tidak ada sedikitpun senyuman yang Zayn jumpai di wajah istrinya saat ini.Melihat penampakan itu tidak membuat Zayn gentar, ia tetap masuk ke dalam kamar yang sebentar lagi juga akan menjadi kamarnya. Ia letakkan kopernya di tepi lemari lalu mendudukkan diri di samping Freya."Freya ..." panggil Zayn sambil menyentuh bahu sang istri pelan dan lembut.Freya menoleh tanpa suara, ekspresi wajahnya menunjukkan firasat tidak tenang. Zayn masih mencoba untuk ber-positif thinking, mungkin saja Freya lelah karena seharian menyambut para tamu dan sanak keluarga yang datang di hari pernikahan mereka. Zayn mencoba meraih tangan Freya, lalu menggenggamnya."Maaf aku l
"Yuk, berangkat sekarang."Mau tak mau, Elmira akhirnya melangkah keluar menuju tempat dimana Gavin memarkirkan mobilnya. Sementara, kopernya dan tas berisi pakaian lain dibawakan oleh Gavin. Marcell, laki-laki paruh baya itu mengekori Elmira dan Gavin dari belakang bersama dengan Allura dan juga Freya. Mereka mengantar Elmira dan Gavin sampa ke depan mobil."Papa boleh main ke apartemen kalian kapan-kapan?" tanya Marcell sebelum Elmira dan Gavin membuka pintu mobil untuk memasukkan barang-barang Elmira ke dalam bagasi mobil.Elmira lalu melirik ke arah Gavin, seperti meminta persetujuan dari laki-laki yang baru saja sah menjadi suaminya itu. Bukan tanpa alasan, sebab Elmira sedikit tahu diri bahwa huniannya saat ini bukannya hasil bersama, melainkan milik pribadi Gavin yang sudah ada sejak mereka berdua belum menikah.Gavin yang sadar akan arti lirikan Elmira akhirnya bersuara. "Saya jarang sekali mengajak orang lain datang ke apartemen saya." Kata Gavin lalu melirik ke arah Elmira y












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews