หน้าหลัก / Romansa / Kekasih Bosku Adalah Cinta Pertamaku / Bab 92 Sikap Bu Tika Mendengar Cerita Elia, Dan Fendi yang Diharapkan Bisa Menjadi Pengganti Jon Melindungi Elia

แชร์

Bab 92 Sikap Bu Tika Mendengar Cerita Elia, Dan Fendi yang Diharapkan Bisa Menjadi Pengganti Jon Melindungi Elia

ผู้เขียน: Nataruni
last update วันที่เผยแพร่: 2026-10-31 20:34:47
Elia melongo sesaat, sebelum berubah tegang. “Mmaaf, Bu. Saya hanya memandang dan menyapa Pak Dave.”

Tatapan beliau seolah ada tulisan di dahinya, memaksa Elia menambahkan,

“Iya, Bu, sedikit lambaian juga.” Elia menunduk, mengusap tangan yang masih basah dan dingin. Kali ini gawat, gumamnya.

Ternyata belum cukup. Tatapan itu masih menyiratkan, ‘belum-semuanya-Elia’.

Elia mulai kebingungan. Perasaan sudah dikeluarkannya semua yang terjadi.

“Kamu belum beritahu Ibu bagaimana perasaa
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Kekasih Bosku Adalah Cinta Pertamaku   Bab 95 Elia Memutuskan Menemani Theo Agar Di Masa Depan BIsa Meminta Bantuannya

    Elia diajak Theo ke restoran Chinese Food. Di meja terdapat beberapa jenis dimsum. “Eli, makan yang kenyang, ya. Aku lihat kamu sepertinya kurusan,” kata Theo. Dia duduk di hadapan Elia. Mereka menempati meja persegi, di samping tembok. “Jujur saja, Eli, kalau saja aku orangnya nyinyir pasti sudah menganggapmu bodoh.” Theo meraih sebutir pao dan membelahnya menggunakan tangan. “Ada seorang pria mapan dan setia yang sangat mencintaimu, kamu malah menunggu cinta pertama yang entah kapan baru bisa berkumpul bersamamu.”Elia menjepit lumpia udang menggunakan sumpit, mengirimnya ke mulut. “Kamu sangat benar, Theo, aku mengaku memang sangat bodoh.”Theo langsung mengoreksi pernyataannya, “Eh, maaf, Eli, aku hanya berandai-andai, bukan beneran menyindirmu.”“Tidak apa-apa, Theo, aku mengakuinya,” ujar Elia, tidak tersinggung karena kenyataannya dia memang bodoh. “Tapi, ini mungkin yang dinamakan cinta sejati, dan berjodoh. Bayangkan, kalian sudah berpisah selama itu tanpa tahu k

  • Kekasih Bosku Adalah Cinta Pertamaku   Bab 94 Ketika Dave Cemburu Pada Theo

    Dave hanya bisa diam-diam memandangi tubuh Elia yang melangkah keluar. Ekor matanya menangkap kalau Lukas terus mengawasi gerak geriknya terhadap Elia. Jon telah selesai menelepon dan menepuk pundak Dave, memberinya semangat. Pak Dedi akhirnya datang. Dan meminta maaf karena antrian di bengkel lumayan banyak. Jon dan Fendi masih setia mendampingi Dave meninggalkan lobi.Lukas bergegas menahan pintu kaca yang terbuka. Ketara sekali sikapnya hanya mengejek Dave. Jon menatap tajam kepadanya. “Setidaknya aku sudah membantu, Jon,” cetus Lukas dengan nada sinis. Jon mendiamkannya. Malas meladeni.Kemudian, setelah Dave duduk di dalam mobil dan menurunkan jendela, Jon sekali lagi memberinya semangat. “Pria itu mungkin hanya ingin menagih jawaban Elia, Dave. Ingat cerita Elia waktu itu, kan?” hiburnya. “Tenang, ya. Elia bisa menjaga diri dan tidak akan terpengaruh bujukan siapapun agar meninggalkanmu.”“Iya, Jon, aku mempercayainya,” Dave tersenyum penuh percaya. “Sekarang ha

  • Kekasih Bosku Adalah Cinta Pertamaku   Bab 93 Kantor Mulai Tidak Aman Bagi Elia yang Hanya Sekedar Memandangi Dave

    Jam lima sore. Jon segera ke ruangan Dave untuk membantunya turun. Padahal Pak Dedi bisa melakukannya. Namun Jon ingin dialah yang melakukannya. Hitung-hitung untuk menambah kenangannya bersama Dave, begitu alasannya. Elia menunggu di balik pintu ruangannya. Hasni dan Rusna masih bekerja. “Elia, aku boleh ikutan membantu Pak Dave?” Fendi mendekati Elia, sudah membawa tas. “Boleh saja, Fen, kalau mau,” jawab Elia senang, melirik ke arah Hasni dan Rusna. Aman, mereka sedang sibuk membuat laporan akhir bulan. Fendi lalu keluar dan berlarian menuju tangga, namun terlihat dicegat Lukas. “Hei, Anak Baru, mau kemana?” “Ke atas, bantu Pak Dave,” jawab Fendi tanpa berhenti. “Jon sudah di sana. Ngapain sampai dua orang yang bantu?” Terdengar Lukas ngedumel. Elia segera bersembunyi di balik vertical blind agar tidak terlihat Lukas yang sedang menuju ruangan ini. Tapi, dia malah mendorong pintu, memasukkan kepalanya. “Has, Elia sudah pulang?” Hasni yang mulai mu

  • Kekasih Bosku Adalah Cinta Pertamaku   Bab 92 Sikap Bu Tika Mendengar Cerita Elia, Dan Fendi yang Diharapkan Bisa Menjadi Pengganti Jon Melindungi Elia

    Elia melongo sesaat, sebelum berubah tegang. “Mmaaf, Bu. Saya hanya memandang dan menyapa Pak Dave.” Tatapan beliau seolah ada tulisan di dahinya, memaksa Elia menambahkan, “Iya, Bu, sedikit lambaian juga.” Elia menunduk, mengusap tangan yang masih basah dan dingin. Kali ini gawat, gumamnya. Ternyata belum cukup. Tatapan itu masih menyiratkan, ‘belum-semuanya-Elia’. Elia mulai kebingungan. Perasaan sudah dikeluarkannya semua yang terjadi. “Kamu belum beritahu Ibu bagaimana perasaanmu waktu melihat Pak Dave tadi.” Usai mengutarakan sendiri isi pikirannya lantaran Elia lelet, wajah bulat beliau berhiaskan senyuman hangat. “Oh,” Elia menelan ludah. Mengarahkan mata ke wajah beliau. Memastikan beliau sungguh hanya sekedar bertanya, bukan ingin mengorek untuk dijadikan laporan kepada bos. “Tenang saja, kita hanya mengobrol antar wanita. Tidak akan sampai ke telinga bos. Apalagi saya pernah bilang ke Pak Dave, kalau jadi Elia, saya mungkin tidak akan sanggup. Hanya bisa

  • Kekasih Bosku Adalah Cinta Pertamaku   Bab 91 Mengantar Staf Baru Ke Ruangan Dave, Elia Malah Kepergok Seseorang

    “Hai, kamu yang akan menggantikan Jon?” Elia membuka obrolan dengan kikuk. Dia bangkit berdiri. “Hai. Iya, benar. Kenalkan, aku Fendi. Sepupu jauh Jon.” Mengulurkan tangan kanan. Wajahnya tampak malu-malu. Dia sama kurusnya seperti Jon, hanya saja lebih pendek sedikit. “Aku Elia,” ucap Elia, lalu menoleh ke arah pintu. “Jon dimana?”“Ke ruangan Pak Dave,” Fendi masih berdiri.“Oh, kamu sudah diajari apa saja, Fen? Sambil duduk saja.” Elia juga duduk. Memasukkan tasnya ke dalam laci. “Mencocokkan sisa stok spare part di komputer dengan di kartu ini,” jawab Fendy gugup. “Bukan hanya mencocokkan di komputer saja, ya, nanti masih harus ke lapangan, cek fisik part tersebut, harus sesuai. Tapi pelan-pelan saja, tidak perlu sekaligus diajari. Nanti kamu bingung.”Dia tersenyum kaku. “Baik, Elia.”Telepon berbunyi. Elia mengangkatnya.“Eli, ini aku, Jon. Tolong ajak Fendi ke ruangan Pak Dave. Kami sedang membahas sesuatu, biar sekalian mengajarinya.”“Baik, Jon,” Elia menutup te

  • Kekasih Bosku Adalah Cinta Pertamaku   Bab 90 Akankah Muncul Lukas Kedua?

    “Jadi, aku berangkat ke kantor dulu?” tanya Jon.“Iya, Jon, aku mau menemani Dave dulu dan bantu Tante mengurusnya. Bentar lagi aku hubungi Bu Tika untuk minta ijin masuk agak siang, mau mengurus dokumen keluarga dulu.” Elia tertawa lantaran itu hanya karangan belaka.“Nanti aku laporin kalau kamu bohong,” ujar Jon dengan nada bercanda. “Awas, ya, kalau berani,” Elia menepuk lengan Jon. Dia duduk di tepi ranjang, menghadap Jon. Kondisinya sudah stabil dan mulai santai. Dengan posisi berbaring, Dave tertawa melihat tingkah mereka. Dan terlihat mulai bugar. “Ya, sudah, aku berangkat dulu,” kata Jon akhirnya. “Ketemu nanti di kantor.” Menyalami Dave. “Tante masih di kafetaria, ya. Nanti aku pamit dari sana.”“Baik, Jon, terima kasih,” ucap Dave.“Tiba di kantor, aku akan cari si Lukas untuk berhitungan,” tekad Jon. “Kali ini dia sudah kelewatan.”“Nanti juga dia pasti menyindirku kalau memergoki datang siang.” Elia menimpali. “Sudah pasti. Cuekin saja,” kata Jon lagi. “Aku

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status