Share

Bab 7

Author: Anjani
Orang yang mengirim pesan itu segera sadar sudah salah kirim ke grup dan ingin menariknya kembali. Namun, sudah terlambat.

[ Aku nggak salah lihat, 'kan? Pak Raditya dan Aliyah? ]

[ Tunggu, bukannya Pak Raditya selama ini paling nggak suka sama Aliyah??? ]

[ Sejak kapan mereka menikah, hebat banget rahasiainnya! ]

[ Jadi Aliyah itu sebenarnya nyonya besar perusahaan, kalau begitu Zahra itu apa? ]

[ Pantes saja Aliyah meledak malam ini, sampai menyiram Pak Raditya dengan anggur di depan umum ....
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kenangan Cinta Pertama yang Membelenggu   Bab 9

    Dalton berdiri di samping melihat kami saling tarik menarik, lalu memperingatkan dengan tenang, "Pak, tolong lepaskan dia. Kalau nggak, aku akan menelepon polisi."Sikapnya protektif, tapi tetap sopan dan menahan diri. "Maaf, Kak Dalton, aku merepotkan waktumu. Tunggu sebentar, aku akan segera selesaikan ini dengannya."Dalton menatapku, lalu melirik Raditya yang keras kepala. Dengan nada masih belum sepenuhnya tenang, dia mengingatkan, "Kalau ada apa-apa, telepon aku kapan saja. Aku menunggu di sana."Dengan pengertiannya, dia memberi kami ruang untuk berbicara berdua.Melihat Dalton berjalan menjauh, aku kembali mengarahkan pandanganku ke Raditya. Amarah di matanya perlahan mereda, digantikan oleh kepanikan yang samar. Dia tampaknya tidak mengerti, kenapa kali ini semua hal benar-benar lepas dari kendalinya.Aku tiba-tiba merasa sangat lelah, sampai tidak punya tenaga lagi untuk bertengkar. Akhirnya, aku berkata dengan suara yang luar biasa tenang. Bahkan aku sendiri juga terkejut de

  • Kenangan Cinta Pertama yang Membelenggu   Bab 8

    Pesawat mendarat di Kota Cloud, 2000 kilometer dari sana. Ini adalah kampung halamanku, sebuah kota kecil di selatan yang hangat dan lembap.Aku menyeret koper sambil berdiri di depan pintu rumah yang terasa akrab sekaligus asing. Aku mengumpulkan keberanian sebelum akhirnya menekan bel pintu.Yang membukakan pintu adalah ibuku. Dia sempat tertegun, lalu matanya langsung memerah. "Kamu masih tahu pulang rupanya!"Mendengar suara itu, Ayah keluar dari ruang tamu. Nadanya tegas, tapi tangan yang gemetar malah membocorkan perasaannya. Aku menunduk dan berkata dengan suara tercekat, "Ayah, Ibu, maaf ...."Sejak awal mereka tidak merestui hubunganku dengan Raditya. Akulah yang bersikeras ingin menikah dan tidak mau mendengar nasihat mereka."Kamu pasti banyak menderita, ya, anak bodoh." Ibu menarik tanganku dengan penuh iba, menatapku dari atas ke bawah."Kamu kurusan. Apa selama ini kamu nggak makan dengan baik? Ibu akan masakkan iga asam manis kesukaanmu."Aku menatap rambut putih di peli

  • Kenangan Cinta Pertama yang Membelenggu   Bab 7

    Orang yang mengirim pesan itu segera sadar sudah salah kirim ke grup dan ingin menariknya kembali. Namun, sudah terlambat.[ Aku nggak salah lihat, 'kan? Pak Raditya dan Aliyah? ][ Tunggu, bukannya Pak Raditya selama ini paling nggak suka sama Aliyah??? ][ Sejak kapan mereka menikah, hebat banget rahasiainnya! ][ Jadi Aliyah itu sebenarnya nyonya besar perusahaan, kalau begitu Zahra itu apa? ][ Pantes saja Aliyah meledak malam ini, sampai menyiram Pak Raditya dengan anggur di depan umum .... ]Berita ini seperti ranjau darat, bahkan karyawan yang biasanya hanya mengintai pun ikut bermunculan. Pesan di grup terus bergulir dengan liar.Raditya sendiri seperti ditekan tombol jeda hingga terpaku di tempat. Kepalanya berdengung dan pikirannya kosong sama sekali.Keesokan harinya, gosip itu menyebar luas di seluruh perusahaan. Zahra memaksakan diri untuk masuk kerja. Sepanjang jalan, yang dia rasakan hanyalah tatapan menunjuk-nunjuk dan pandangan meremehkan yang sama sekali tidak ditutup

  • Kenangan Cinta Pertama yang Membelenggu   Bab 6

    Raditya kembali mencari Zahra. Begitu wanita itu turun dan melihatnya, wajahnya langsung dipenuhi kegembiraan dan sedikit rasa puas yang terlihat samar."Raditya, kamu datang untuk temani aku?"Raditya langsung berterus terang dengan nada datar, "Zahra, kamu sudah lihat obrolan grup perusahaan?"Zahra tertegun sejenak. "Belum, memangnya kenapa?"Tatapan Raditya yang tajam langsung mengarah padanya dengan penuh penilaian. "Bukan kamu yang sebarin berita tentang kita itu?"Di mata Zahra seketika muncul keterkejutan dan rasa terluka. Dia mundur setengah langkah, matanya langsung memerah. "Raditya, kenapa kamu berpikir seperti itu tentangku?""Aku baru saja kembali ke negara ini, aku hampir nggak punya teman di sini. Hari ini bahkan baru hari pertamaku masuk ke perusahaanmu. Mana mungkin aku bersekongkol dengan rekan kerja untuk menyebarkan rumor seperti itu? Apa untungnya bagiku?"Alis Raditya bergerak sedikit, dia menangkap celah dalam kata-katanya. "Zahra, bukannya kamu bilang tadi belu

  • Kenangan Cinta Pertama yang Membelenggu   Bab 5

    Dengan tubuh berlumur bekas anggur dan aura muram, Raditya mengantar Zahra kembali ke apartemennya. Zahra menenangkannya dengan lembut, "Raditya, jangan marah. Aliyah mungkin cuma salah paham. Kupikir dia juga nggak melakukannya dengan sengaja.""Aku nggak apa-apa, hanya saja aku malah merepotkanmu.""Kalian berdua jangan sampai bertengkar karena aku, ya."Pandangan Raditya tertuju ke luar jendela sambil menatap lampu neon yang melesat mundur dengan cepat. Dia menjawab singkat tanpa fokus, "Iya."Zahra terdiam sejenak, lalu dengan ragu mengulurkan tangan, ingin merapikan dasi Raditya yang sedikit berantakan. Nada suaranya makin lembut. "Melihatmu seperti ini, aku jadi merasa kasihan."Namun, Raditya refleks memiringkan badan untuk menghindar. Tangan Zahra terhenti di udara, ekspresinya tampak terluka. "Raditya, aku nggak punya maksud lain.""Aku tahu." Raditya berhenti sejenak, lalu melonggarkan dasinya sendiri dengan kesal. "Biar aku saja."Di dalam mobil, suasana terasa hening dan ca

  • Kenangan Cinta Pertama yang Membelenggu   Bab 4

    Malam ini ada perayaan ulang tahun perusahaan, sehingga diadakan sebuah jamuan besar. Sebelum resmi mengundurkan diri, aku tetap datang. Setidaknya bonus akhir tahun yang seharusnya kudapat tetap harus kuambil.Di hadapan semua orang, Raditya mengumumkan pemberitahuan masuk kerja Zahra di atas panggung. Dia bahkan secara khusus berpesan agar semua orang banyak membantu rekan baru.Ada yang berbisik pelan, "Ya ampun, Raditya yang terkenal dingin itu benaran ngucapin hal begini?"Aku mendengarnya dari bawah panggung dan ikut bertepuk tangan dengan sikap yang pantas. Pandangan Raditya sekilas melirik ke arahku, seolah sedang mengamati reaksiku.Detik berikutnya, Zahra yang berdiri di sampingnya tampak tidak stabil dengan sepatu hak tinggi. Raditya langsung menoleh dan menopangnya.Jamuan berlangsung setengah jalan. Aku pergi ke teras untuk menghirup udara segar, lalu mendengar suara Raditya dan temannya."Kenapa? Kamu lagi perang dingin lagi sama Aliyah?"Raditya menggoyangkan gelas anggu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status