تسجيل الدخولTujuan pertama mereka adalah Bern, Ibu kota Swiss yang memiliki kawasan Old Town, tempat ini menawarkan suasana abad pertengahan yang tenang, anggun, dan dikelilingi oleh kelokan indah Sungai Aare yang berwarna hijau toska. Karena keaslian arsitekturnya yang terjaga sejak abad ke-12 menjadikan kawasan ini sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Tentunya sebagai Lulusan arsitek hal ini sangat menarik untuk Aluna pelajari, liburan nya akan menambah wawasan baru dalam pandangan nya sebagai calon arsitek. Sebelum berangkat kemarin, Aluna sudah enyiapkan list perjalanan tempat apa saja yang akan mereka kunjungi selama di Swiss. "Mas aku nggak sabar deh menunggu hari esok tiba," Kata Aluna dengan semangat saat mereka berada di dalam kamar penginapan yang sudah di pesan nya. "Kamu tenang saja, besok hingga waktu liburan kita selesai, kamu bebas menjelajah seisi Negeri ini, apapun yang kamu mau dan kamu butuhkan katakan saja pada suamimu ini. Meskipun jalan nelum normal, tapi suamimu ini serba
Penerbangan yang cukup lama harus di lalui Aluna dan Tuan Kenzo. Selama di penerbangan yang memakan waktu hampir 18 jam dengan satu kali translit di Dubai, meskipun mereka menggunakan pelayanan first class dengan fasilitas yang sangat nyaman namun dengan perjalan jauh dan dengan ruang gerak yang tak seberapa itu membuat Aluna merasa khawatir jika Tuan Kenzo akan merasakan ketidak nyamanan pada kaki-kakinya yang memang belum sepenuhnya pulih."Mas apa kamu benar-benar merasa baik-baik saja? ehmmm ... maksudku, apa kamu ada ngerasa sakit atau kurang nyaman? biar aku panggilkan Dokter Hamdan untuk memeriksamu." Tawar Aluna merasa khawatir jika suaminya itu sedang tidak baik-baik saja.Melihat sang istri dengan wajah khawatirnya, membuat Tuan Kenzo merasa sangat gemas di buat nya. Dia tersenyum, membelai lembut pipi Aluna yang lembut itu, lalu mencubit nya dengan sangat pelan."Mas nggak papa dan akan selalu nggak papa selama ada kamu di samping mas Lun." Jawab Tuan Kenzo membuat Aluna te
Tiba waktu dimana Aluna dan Tuan Kenzo akan berangkat ke Swiss, sesuai keinginan Aluna jika dalam liburan kali ini harus mengajak Dokter Hendra sebagai dokter pendamping nantinya takut jika sesuatu yang tak di inginkan terjadi pada Tuan Kenzo. "Tuan, Nyonya ... semua barang dan koper sudah masuk ke dalam bagasi." Lapor Bik Tutik yang ikut senang dengan kepergian kedua majikan nya itu. "Terima kasih Bik." Jawab Aluna ramah. "Apa tidak ada yang ketinggalan?" Tanya Tuan Kenzo entah pada siapa. "Sepertinya tidak mas, semua sudah aku masukkan ke dalam koper." Jawab Aluna yang memang merasa jika peranyaan itu untuk dirinya. "Baiklah, kalau begitu ayo kita ke mobil!" Ajak Tuan Kenzo dan Aluna dengan sigap membantu Tuan Kenzo berjalan menggunakan tongkat nya. "Hati-hati Tuan, Nyonya ... selamat bersenang-senang di sana dan jangan lupa pulang liburan bawa kabar baik." Goda Bik Tutik, Aluna yang tahu maksud dari perkataan Bik Tutik itu membalasnya degan senyuman "Do'akan saja ya bik.
"Mas kamu yakin sudah baik-baik saja? jika masih ada yang sakit lebih baik kita tunda saja liburan nya. Aku mengkhawatirkan mu Mas." Kata Aluna menatap ke arah sang suami yang kini keduanya masih dalam posisi duduk bersebelahan di sofa kamar utama.Jujur Aluna merasa senang saat Tuan Kenzo sabg suami akhirnya mulai menunjukkan perubahan sikap yang siknifikan, kali ini Tuan Kenzo bahkan mengajaknya liburan ke Swiss. Sebuah negara yang sedari dulu memang sangat ingin Aluna kunjungi karena keindahan alam nya.Dan kali ini, entah angin apa yang telah menerpa Tuan Kenzo sehingga dia mengajak Aluna ke tempat itu.Meskipun Aluna sendiri merasa keheranan tapi dia sendiri tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Baginya liburan kali ini mungkin bisa menjadi kesempatan untuk hubungan pernikahan mereka agar tetap baik-baik saja seperti harapan Aluna.Namun saat menyadari kondisi Tuan Kenzo yang masih belum benar-benar sembuh total akibat kecelakaan maut yang telah menimpanya beberapa bula
Aluna menghabiskan waktu sorenya di arena menembak, Bik Tutik dan para penjaga yang menjaga tempat itu pun di buat nya terkejut melihat permainan Aluna yang begitu memukau itu bahkan keahlian nya melebihi keahlian Tuan mereka yang selama ini mereka kira tidak ada yang bisa menandingi kehebatan Tuan Kenzo dalam hal menembak. Hari ini, di sore hari dengan tudung langit senja yang kemerahan, semua yang berada di tempat itu di buat tercengang bukan main. Nyonya muda yang mereka kira selama ini hanyalah gadis polos yang sederhana juga lemah lembut, ternyata memiliki keahlian di luar prediksi BMKG hehe... "Wahh ... astaga ... Nyonya ..." Bik Tutik bersorak dia bahkan tidak tahu harus mengatakan apa, yang jelas di pikiran nya Nyonya mudanya itu sangat hebat. "Kenapa Bibi menatap ku seperti itu?" Tanya Aluna keheranan lantaran melihat tatapan Bik Tutik yang tampak keheranan saat melihat Aluna yang baru saja selesai menembak. "Nyonya muda keren sakali ..." Kata Bik Tutik yang masih bel
Aluna menghabiskan waktu sorenya di arena menembak, Bik Tutik dan para penjaga yang menjaga tempat itu pun di buat nya terkejut melihat permainan Aluna yang begitu memukau itu bahkan keahlian nya melebihi keahlian Tuan mereka yang selama ini mereka kira tidak ada yang bisa menandingi kehebatan Tuan Kenzo dalam hal menembak. Hari ini, di sore hari dengan tudung langit senja yang kemerahan, semua yang berada di tempat itu di buat tercengang bukan main. Nyonya muda yang mereka kira selama ini hanyalah gadis polos yang sederhana juga lemah lembut, ternyata memiliki keahlian di luar prediksi BMKG hehe... "Wahh ... astaga ... Nyonya ..." Bik Tutik bersorak dia bahkan tidak tahu harus mengatakan apa, yang jelas di pikiran nya Nyonya mudanya itu sangat hebat. "Kenapa Bibi menatap ku seperti itu?" Tanya Aluna keheranan lantaran melihat tatapan Bik Tutik yang tampak keheranan saat melihat Aluna yang baru saja selesai menembak. "Nyonya muda keren sakali ..." Kata Bik Tutik yang masih bel
Setelah tau akan menikah dengan Tuan Kenzo, saat ingin berangkat ke Gedung Gama untuk melangsungkan pernikahan nya, orang-orang suruhan Tuan Kenzo sudah datang untuk mengambil barang-barang milik Aluna untuk dibawa nya ke mansion. Sehingga barang-barang milik Aluna sudah tertata rapi di dalam kam
Dunia ibarat roda yang terus berputar. Kadang akan membawa kita kepuncak kebahagiaan tanpa duga dan bisa juga membawa kita pada jurang nestapa.Setelah kehilangan Ayah nya dan kini menikah dengan laki-laki arogan bermarga Mahesa, yang menjadi satu-satunya penerus di keluarga itu.Dunia Aluna seketi
Pagi sang surya bangunkan mimpi, embun pagi yang telah menghilang akan cahaya mentari yang kini mulai menyinari bumi dengan kehangatan sinarnya. Membangunkan setiap insan yang terlelap dari mimpi malamnya. Hari Minggu yang seharusnya Aluna nikmati dengan begitu santai nya. Hari Minggu yang seharus
"Harus Kenzo katakan berapa kali agar Kakek bisa paham, sampai kapanpun Kenzo tidak akan mau menikah lagi. Sekalipun perempuan itu pilihan kakek." Ucap laki-laki berbadan tinggi besar yang kini sedang duduk tegak di sebuah sofa yang menghadap langsung dengan laki-laki paruhbaya yang dipanggilnya ka







