เข้าสู่ระบบTuan Kenzo kini sudah kembali ke kamar nya dan mulai membuka ipad di tangannya, mengecek semua pekerjaan yang ditinggalkan nya hanya untuk mengikuti ide gila sang kakek. Tak lama, Aluna pun masuk ke dalam kamar itu, menyusul Tuan Kenzo. Namun, begitu sampai di dalam ruangan yang sama dengan Tuan Kenzo, Aluna sempat bingung harus ngapain. Dia melihat Tuan Kenzo yang tampak serius menatap layar ipad di tangan nya, sedangkan Aluna ingin sekali menikmati liburan nya. Dia sudah membayangkan mendatangi tempat-tempat yang indah dan bersejarah di Eropa, dia juga sempat berfikir untuk berbelanja oleh-oleh khas Eropa serta berkuliner menikmati makanan yang tidak akan dirinya temui saat kembali ke Indonesia. Namun sayang nya semua itu hanyalah tinggal angan-angan saja, setelah tahu kepergian Tuan Damian, Aluna yakin jika liburan nya hanya akan menjadi neraka dan penjara baginya. Seperti saat ini, nyatanya Aluna tak bisa kemana-mana. Dia tidak tahu harus pergi kemana seorang diri. Meminta Tua
Malam itu Tuan Damian benar-benar meninggalkan Tuan Kenzo dan Aluna di Villa miliknya. Liburan ke Eropa yang dia rencanakan sepertinya memang hanya untuk mengakali cucu dan istrinya cucunya itu supaya memiliki waktu berdua lebih lama.Tuan Damian sebenarnya sedikit tahu tentang bagaimana hubungan pernikahan cucunya itu, Tuan Damian tahu jika sebenarnya, pernikahan Tuan Kenzo tidak seharmonis yang di lihatnya. Berbekal informasi yang di dapatkan nya dari orang suruhan nya, membuat Tuan Damian tahu jika Tuan Kenzo dan Aluna sering sekali bertengkar dan bersitegang. Namun meskipun begitu, Aluna tak pernah melupakan tugasnya sebagai seorang istri, dia tetap melayani Tuan Kenzo layaknya istri yang baik. Untuk itu Tuan Damian yakin jika Aluna adalah orang yang tepat untuk membersamai dan mendampingi Tuan Kenzo dalam melanjutkan hidupnya. Tuan Damian cukup prihatin dengan kondisi cucunya semenjak di tinggal meninggal oleh mendiang istrinya, semenjak saat itu Tuan Kenzo seperti orang lain
Kini Aluna berada dalam satu kamar dengan Tuan Kenzo, dengan suasana yang saling diam. Aluna tak merasa aneh jika hanya melihat Tuan Kenzo yang diam, karena lelaki itu memang wataknya seperti itu. Tapi menyaksikan dirinya yang juga harus diam demi menjaga gengsinya dari Tuan Kenzo, membuat Aluna merasa tersiksa dab juga aneh. Dia yang biasanya menjadi yang paling aktif dan bersemangat di manapun dirinya berada, kini justru harus mengikuti sikap Tuan Kenzo yang menyebalkan itu. Aluna sempat ingin menyerah dan bersikap seperti dirinya yang biasanya saja. Tapi sayangnya, Aluna takut jika Tuan Kenzo kembali mengira jika dirinya begitu berharap dengan pernikahan di antara mereka. Aluna sudah putuskan jika akan bersikap biasa saja layaknya kepada orang lain, bukan lagi seperti suami istri. Toh selama ini, memang Tuan Kenzo tidak pernah menganggap nya sebagai seorang istri. Meskipun rasanya aneh menjadi Aluna yang pendiam, tapi sekuat tenaga Aluna lakukan untuk mempertahankan ego dalam d
"Aku tau, jika aku ini memang sangat tampan. Tapi jangan juga kau menatapku kelamaan dengan penuh damba. Nanti bisa jatuh cinta." Kata Tuan Kenzo memperingatkan Aluna, namun justru Aluna merasa tak peraya jika ternyata Tuan Kenzo bisa juga melontarkan kata candaan. Yang Aluna tahu selama ini hanyalah sikap dingin, keras kepala, dan egonya yang tinggi membuatnya terlihat begitu kejam. "Dih ... kepedean, Jangan pernah memuji diri sendiri Tuan. Lagian jikalau aku sampai mencintaimu, memang nya kenapa? apa salahnya mencintai suami sendiri?" Kata Aluna yang mulai menjauhkan pelukan nya, namun tatapan nya masih terus tertuju pada Tuan Kenzo. Aluna bisa melihat perubahan ekspresi Tuan Kenzo meskipun tak begitu kentara, yang jelas Aluna bisa melihat jika kini rahang nya sedikit mengeras seperti sedang menahan sesuatu. "Nggak ada yang salah, jika suami mu itu orang lain, bukan aku. Karena, jika itu aku. Maka bersiaplah kamu akan patah hati. Sampai kapan pun, aku tidak bisa mencintai perempua
Selama di penerbangan yang membutuhkan waktu cukup lama itu, Aluna dapat beristirahat dengan tenang. Karena adanya Tuan Damian akan menjaminan Tuan Kenzo tidak akan berbuat yang tidak-tidak kepada Aluna. Dan lagi, pesawat yang membawa Aluna kali ini adalah sebuah pesawat pribadi berkelas, yang dilengkapi segala fasilitas yang memadai. Seperti saat ini, dimana Aluna sedang beristirahat di sebuah bilik yang di sulap menajdi sebuah kamar lengkap dengan kasur custom nya, serta ruangan ber AC, lemari pendingin, televisi. Membuat Aluna merasakan pengalaman baru, terbang dengan fasilitas yang super duper nyaman dan lengkap. Namun rasa senang nya tak bertahan dengan lama, dimana tiba-tiba pintu baliknya di buka dari arah luar dan menampilkan sosok Tuan Kenzo dengan tubuh kekarnya. Aluna jelas membolakan matanya dengan begitu malas, rasanya ia ingin melempar Tuan Kenzo dari atas pesawat yang mereka tumpangi saat ini, tapi jelas hal itu tidak akan mungkin bisa Aluna lakukan. Han tentunya han
"Dasar Kenzo gila... Bisa-bisa nya tadi dia menyentuh ku lagi. Duh bego juga aku, kenapa mau-mau aja lagi tadi. Akhh ... Lama-lama aku bisa gila." Monolog Aluna memaki dirinya sendiri, juga mengutuk sang suami, Tuan Kenzo. Aluna kini hendak turun ke lantai dasar untuk ikut serta berkumpul dengan Tuan Damian yang pasti sudah menununggunya sedari tadi. Tapi sialnya Aluna merasa malu jika harus bersitatap dengan Tuan Kenzo. Setelah apa yang telah mereka lakukan dari semalam hingga pagi di dalam kamar mandi tadi, membuat Aluna merasa malu sendiri jika harus membayangkan nya kembali, apalagi mengingat nya. "Persetan dengan rasa malu, bodo amat lah. Yang penting saat ini aku turun aja dulu, pasti Tuan Damian sudah lama menunggu. Masalah dengan Tuan Kenzo bukankah itu wajar-wajar saja kami melakukan nya? Lagian kami kan sudah menikah." Kata Aluna mencoba menguatkan dirinya dan menghadang rasa malu yang mungkin akan muncul ketika bertemu dengan Tuan Kenzo nanti. Aluna menuruni anak tangga
Dinding yang mengitari area kolam itu, tampak terbuat dari batu alam yang sangat alami. Aluna sudah bisa melihat keindahan dari balik kaca yang tampak mengembun itu. Begitu pintu di geser dan menampakkan keindahan buatan yang membuat Aluna takjub. "Woooowww...! Ini indah sekali Bi." Seru Aluna, be
Tuan Kenzo tampak semakin marah tak terkendali, namun alih-alih melampiaskan nya pada Aluna dan menghukum gadis itu, Tuan Kenzo justru berdiri dari duduknya dan kembali pergi meninggal kan mansion itu dengan wajah nya yang sangar namun tak bisa Aluna tebak akan sikap Tuan Kenzo yang tak terbaca itu
"Ini teh hangat dengan campuran lemon dan jahe, bagus untuk tubuh Anda yang terlihat kurang fit." Jelas Bik Tutik yang tampak menyodorkan cangkir berisikan Teh tadi.Aluna menerima cangkir itu dan matanya hanya menatap kosong ke arah cangkir. "Apa Bibik tahu kenapa aku bisa ada menikah dengan Tuan
"Akkh ... sakit ... tolong lepaskan!" Pinta Aluna yang meringis menahan perih di pergelangan tangan nya."Masuk..!" Satu kata penuh ketegasan juga kemarahan yang memuncak."Aauu ..." Tubuh ramping Aluna terlempar begitu saja di kursi penumpang. Tak lama tubuh besar lain nya ikut masuk dengan nafas







