MasukNia resah lantaran suaminya yakni, Indra selalu memberikannya gaji sisa. Selalunya Indra memberikan gaji sisa setelah ia memberikan sang ibu dan adik yang terus-terusan merongrong dirinya. Indra semakin keenakan lantaran mengangga Nia sudah memiliki usaha sendiri dan berpenghasilan sehingga membuat dirinya selalu menggampangkan masalah nafkah untuk Nia. Akankah Indra berubah dan tetap bahagia bersama Nia ataukah justru Indra semakin parah dan semakin tidak tahu diri?
Lihat lebih banyakSaat itu juga darah mengalir dari kedua pangkal pahaku hingga aku berteriak kesakitan. Saat itulah para penjaga bergegas membawaku ke rumah sakit.Sesampainya di rumah sakit aku segera dibawa ke ugd, tapi karena aku merasa sudah tidak kuat menahan sakit yang menjalar di sekitar tubuhku tiba-tiba saja pandanganku berubah menjadi gelap.Saat aku terbangun, aku sudah mendapati diriku di ruangan perawatan dan ada dua orang penjaga yang menungguku disana. Waktu kuraba perutku aku mulai gusar karena mendapati perut yang sudah rata."Bu, bayiku mana?" ucapku kala itu pada penjaga yang belum menyadari kalau aku sudah sadar."Bu Risa sudah sadar? Tunggu sebentar ya, biar saya panggilkan do
Selama ini pun aku tak pernah mencari dimana keberadaan Risa, jujur hingga saat ini apa yang Risa perbuat masih belum bisa kumaafkan, saat ini aku hanya fokus untuk kerja dan mencari uang, rencananya aku ingin meminta Mimi untuk kembali melanjutkan kuliahnya yang sempat terputus karena keterbatasan biaya."Ndra, ini surat apa?" ucapan Ibu membuyarkan lamunanku tentang kehidupan masa laluku. Saat ini aku baru saja pulang dari tempatku bekerja."Oh, ini undangan pernikahan Nia dengan Pak Angga, Bu.""Maksud kamu Nia mantan istri kamu?" ucap Ibu sembari meletakkan teh hangat di depanku, Ibu memang selalu membuatkanku teh atau kopi setiap aku baru pulang kerja."Iya, Bu, Nia mantan istriku
Flashback onSeperti biasa jika pagi sudah menyapa, seorang penjaga yang ditugaskan Tedi untuk bersih-bersih rumah atau markas Tedi dan teman-temannya akan datang untuk membersihkan rumah tersebut, mulai dari menyapu, mengepel, serta mencabuti rumput jika dirasa sudah panjang. Tapi pagi itu si penjaga rumah dikejutkan dengan sosok Tedi yang sudah terbujur kaku tanpa mengenakan busana, dengan mata melotot bibir mengeluarkan busa putih, serta warna kulit yang sudah mulai membiru pucat."Allahu Akbar! Mas Tedi, kenapa, Mas!" pekik si penjaga tersebut. Usahanya membangunkan Tedi sia-sia, karena Tedi sudah tak lagi bernyawa.Tak mau dijadikan salah tuduhan si penjaga itu pun bergegas untuk menghubungi pihak kepolisian. Tak berselang lama, para polisi yang di tel
Sebelum memutuskan untuk benar-benar pergi, aku bergegas memakai pakaian ku, lalu dengan setengah berlari aku masuk kedalam mobil Tedi dan menghidupkan mesinnya lantas segera pergi dari rumah terkutuk itu.***Aku berhenti di jalanan yang lengang, aku melihat kanan, kiri dan sekitarnya, saat kurasa aman ku matikan mesin mobil lalu aku keluar dari mobil, kubuka penutup tangki bensin mobil lalu aku menghidupkan korek api yang terbuat dari kayu, lantas aku memasukkannya ke dalam tangki bensin. Dengan cepat aku berlari menjauh dari mobil Tedi sebelum mobil itu meledak, meskipun dengan susah payah aku berlari karena perutku yang buncit ini, hingga akhirnya...Duar....Mobil meledak dan terbakar, a
Tidak terasa akhirnya kami sudah sampai di kediaman orangtua Risa, kuedarkan pandanganku ke sekeliling, memang sih rumah orangtua Risa masuk di daerah perkampungan, tapi semenjak tadi aku tak melihat adanya rumah sebesar rumah orangtua Risa, jadi
Susah payah aku menelan saliva ku, aku tahu Nia tidak sedang main-main, lagian Ibu ngapain sih pake ambil perhiasan mendiang Ibu Nia segala, aku sangat tahu, Nia sudah pernah mengultimatum ku, saat aku kekurangan uang, aku pernah memin
"Hahahaha, Nia, Nia, memang kamu tak pernah berubah ya, aku sangat yakin kamu pasti punya ilmu cenayang, sehingga bisa tau apa yang orang pikirkan. ""Ck, jangankan aku punya ilmu begitu, Ngga, lha aku dengar suara tengah malam saja aku takut, aku hanya bisa menebak padamu saja, itu juga la
"Gue bukan soal temenan sama siapa, disini gue ngomong yang sebenarnya, lo harusnya sadar ini semua terjadi karena kesalhan yang lo perbuat sendiri, coba gue tanya, selama ini lo kasih bini lo nafkah berapa? ""Kenapa lo jadi nanya hal kayak gitu sih? ""Ya gue nanya aja, soalnya kalau gue denger












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak