تسجيل الدخولAku hanya bisa Tertawa saat pertama kali, Dia datang, menawarkan sesuatu yang lebih berharga dari intan permata. menceritakan tentang ketidakberdayaan istrinya. dan keputusasaan menghadapi masa depannya. dia menjanjikan komitmen yang dibalut kesepakatan pernikahan. kontrak setahun yang bernilai miliyaran untuk mengandung anak yang kelak akan mewarisi banyak harta dari dua keluarg Aralara Andaresta. Adalah wanita penghibur, bisa di bilang wanita pekerja Sex dengan melayani para lelaki hidung belang. namun, ada seorang Lelaki yaitu Arga Pratama. yang diam-diam selalu memperhatikannya ketika ia datang ke diskotik tempat bekerja Alara. Arga yang tengah memiliki seorang istri namun Istrinya sedang sakit dan koma yang bernama Inaya Mariam. Apakah Inya akan sembuh dari komanya? dan setelahnya bisa menerima kehadiran Alara sebagai madunya. dan Akankah Benih-benih cinta akan tumbuh dihati Arga untuk Alara?
عرض المزيد"Sebenarnya saya lebih suka main tarik-menarikan Lingerie." "Uhuk, ohok, huek!" Batuk Arga semakin parah saja, dia bahkan lari sampai ke wastafel terdekat."Lah, batuk, pak haji?" Cibirku."Diam, Alara," sentak Arga.Aku terkekeh geli saat saat mendengar Arga saat meneriakiku.***Tak terasa hari yang di nanti Nila akhirnya tiba juga. Dimna hari yang selama ini di nantikan yaitu pulang kampung. Dan cuti untuk sementara waktu. Membawa oleh-oleh yang sejak sipersiapkan jauh-jauh hari."Ingat pesan-pesan saya, ya, Mbak. Untuk menjadi istri yang berbakti h- hmmpt." Kujepit mulut Nila dengan jari."Iya, iya, sana pergi. Nila menenepis tanganku dengan bibir mengerucut lima senti."Jadi, ngusir? Ya udah, deh. Pamit, ya, Pak, Mbak. Ucap Nila sembari menyalami tangan Alara dan Arga."Ya, hati-hati," sahut Arga sembari membantu memasukkan tas Nila kedalam taksi.Lambaian tangan kami mengiringi kepergian Nila. Setelahnya kutatap Arga senyum dengan penuh arti."Berhenti menatap saya dengan eks
"Bu Amelia?" Tanyaku hati-hati.Dia menatapku lama, sebelum tersenyum dan mengangguk mengiyakan."Ada paket nyasar tadi." Aku menyodorkan kotak paket yang di bawa."Oh, iya. Makasih banyak." Dia tersenyum sumringah sembari mengambil alih paketnya."Sama-sama. Sekalian kenalin, saya Alara. Baru pindah sebulan lalu." Kuulurkan tangan setelahnya.Dia menyambut uluran tanganku setelah meletakkan paketnya di bawah. Tampak sopan dan ramah sekali.Kami bejabat tangan. Menatap langsung kedalaman masing-masing."Saya Amelia. Lain kali mampir, ya. kebetulan kami cuma tinggal berdu sama suami. Itupun beliau pulan tiap enam bulan sekali." Ucapnya lembut."Loh, emang suaminya kerja apa, Bu? Maaf kalau saya lancang." Tanyaku."Suami saya pelaut, Mbak. Nahkoda kapal." Jawabnya dengan senyum kecilnya."Wah, pantesan. Siap-siap. Saya nanti sering mampir. Kalau begitu saya pamit dulu, yah." Pamitku padanya."Iya, iya, Mbak. Sekali lagi terimakasih, ya. Aneh memang, paket saya sering banget nyasar." Kat
Sejenak Naya diam memikirkan ucapan dari ibunya tersebut, memang Ibu Riska. Sangat sinis sikapnya, apalagi terhadap Alara. Rasa benci terhadap Ibunya Alara membuat Bu Riska sampai saat ini tak bisa melupakan masa lalunya tersebut."Dulu Ibu sangat membenci Ibunya Alara ketika Ibu ada di posisi kamu saat ini, ketika Ayahmu menemui wanita itu perasaan Ibu tak bisa tertahankan rasa sakit yang harus di lalui setiap hari karena perlakuan Ayahmu dengan wanita jalang itu. Oleh sebab itu Ibu selalu khawatir dengan keadaan kamu saat ini, dan Ibu selalu menegaskan kepada kamu agar sikap kamu bisa tergas terhadap Arga dan Alara. Jangan sampai wanita jalang itu menguasai Arga seutuhnya." Ucap Bu Riska dengan penuh kebenciannya."Bu. Aku tidak tahu kalau semua akan berlanjut seperti ini, ku kira Mas Arga akan meninggalkan Alara setela Alea lahir. Tapi ternyata hubungan mereka masih berlanjut sampai sekarang ini, dan aku tidak bisa berbuat apa-apa karena aku tidak ingin kehilangan Mas Arga." Lirih
Saat ku buka mata ternyata matahari sudah bersinar terang, tak terasa karena sepanjang malam kami lewati bersama dengan melepas kerinduan dengan kemesraan. Aku segera bangkit dari tempat tidurku kemudian membersihkan diri setelah selesai mandi saat ku sisie dan rambutku Arga terbangun. "Pagi sayang." Ucapnya memelukku dari arah barlakang saat aku menyisir rambutku di depan kaca rias. "Hemm!! Ternyata bangun juga juragan!" Ledekku. "Gimana semalam apakah kamu merasa puas!" Bisiknya di belakang telingaku."Apaan, sih!" Aku mencubit pipinya dengan berbalik badan ke arahnya."Maafkan aku, aku membuat kamu bahagia itu hanya sesekali saja, bahkan aku selalu tidak ada mungkin di saat kamu butuhkan." Ucapnya mengusap rambutku yang masih basah. "Iya, kadang aku selalu berpikir, kok gini banget hidup aku yang harus berbagi suami dengan wanita lain." Aku menundukan kepalaku. "Suatu saat nanti aku pasti milikmu seutuhnya, dan kita akan bersama-sama di setiap malam yang berganti." Arga memelu
"Ga," aku mencoba berbicara pelan." "Iya." Jawabnya seraya memainkan benda ipihnya tersebut."Kamu nggak pulang dulu ke rumah Naya?" Tanyaku seraya duduk di dekatnya."Kenapa memangnya? Kamu nggak suka aku di sini terus?" Sahutnya."Bukan gitu, aku cuman nggak enak pada Naya, takutnya Naya berpikir aku
Di lain tempat, Naya yang masih menunggu Arga pulang, dengan perasaan bercampur dalam hatinya. Dia sangat resah dengan pikiran yang tak tentu bahkan seakan dia sangat ingin menghampiri Arga ke tempat Alara. Namun dia pikirkan lagi tudak akan ada untung dan hasil meskipun ia datang ke sana, pada keny
Pandanganku tertuju sama Arga. Dia pun menatapku serupa, kata-kata Naya sangat menyinggungku, tapi aku mencoba untuk tak menimpalinya. Biarkan saja semaunya kata-kata apapun ia luapkan aku paham dan mengerti perasaannya."Nay! Nay!" Arga memanggilnya, namun, Naya tak menghiraukannya ia tetap berjalan
"Aku tak ingin jauh lagi dari kamu. Tolonglah ikuti aku, kamu adalah istriku seharuanya kita tinggak bersama, aku khawatir jika kamu tinggal sendiri." Ujarnya serius."Ga, kamu tahu, kan. Posisi aku adalah istri kedua, tak sewajarnya aku tinggal bersama kalian! Aku tetao harus jaga perasaan Naya. Wal


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
المراجعاتأكثر