Share

187.

Author: Freyaa
last update publish date: 2026-10-11 22:38:21

Sarah berjongkok di depan makam Shigeki Tashiro yang terawat sangat rapi dengan rumput hijau tumbuh halus.

"Assalamu'alaika, Shi-shi. Apa kabarmu dan putri kita di sana?" ucap Sarah sangat lirih seraya membasuh batu nisan Shigeki Tashiro yang bahkan tidak terdapat setitik debu pun.

"Maaf... aku mengkhianatimu, Shi-shi. Aku... aku menikah lagi," tambah Sarah sembari meraih jemari Ethan yang berdiri membisu di sebelahnya, menatap khidmat makam pria yang pernah begitu dicintai oleh Sarah.

"Namanya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    188.

    Pagi hari di Minato diselimuti sejuknya udara musim dingin yang bersih. Sinar matahari pagi menerobos celah-celah jendela kayu, menghangatkan kamar utama usai malam yang begitu membara bagi Ethan dan Sarah."Selamat pagi, My Love..." bisik Ethan begitu membuka mata, melihat Sarah yang sudah terbangun lebih dulu, sedang memandangi bias cahaya pagi yang menerobos masuk dari celah jendela dengan posisi menyamping. Sebelah tangan Ethan merengkuh tubuh polos Sarah agar makin bersandar rapat di depan dadanya, "Ada apa? Kau memikirkan sesuatu?" tanya Ethan lembut, sementara sebelah tangannya yang lain meluncur menjalar meraba permukaan perut mulus Sarah.Jemari Sarah membelai lembut tangan Ethan yang menempel di perutnya, "Kemarin sewaktu pertama kali kita bercinta, tepat setelah aku bersih dari datang bulan. Uhm... tiga hari ke depan adalah masa suburku..." bisik Sarah seraya berbalik menghadap Ethan, menatap dalam ke dalam netra biru gelap suaminya."Kalau begitu, Mister Slamet akan rajin

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    187.

    Sarah berjongkok di depan makam Shigeki Tashiro yang terawat sangat rapi dengan rumput hijau tumbuh halus."Assalamu'alaika, Shi-shi. Apa kabarmu dan putri kita di sana?" ucap Sarah sangat lirih seraya membasuh batu nisan Shigeki Tashiro yang bahkan tidak terdapat setitik debu pun."Maaf... aku mengkhianatimu, Shi-shi. Aku... aku menikah lagi," tambah Sarah sembari meraih jemari Ethan yang berdiri membisu di sebelahnya, menatap khidmat makam pria yang pernah begitu dicintai oleh Sarah."Namanya Ethan. Ethan Volkov. Dia sepupuku dari keluarga Mama kandungku. Oh ya, apakah kau sudah bertemu Mama dan Papaku di sana, Shi-shi? Jangan lupa ajak Isabella, putri kita, untuk bermain bersama Nenek dan Kakeknya, ya?""Aku mencintaimu, Shi-shi, sama seperti dulu. Dan cinta ini akan selalu tersimpan rapat dalam hatiku... meski kini aku juga mencintai Ethan Volkov.""Maafkan aku, Shi-shi..." lirih Sarah tak lagi sanggup menahan isak tangisnya dan air mata pun meluncur deras membanjiri pipinya.Etha

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    186. Welcome Paulina, Jepang!

    Setelah menempuh perjalanan panjang semalaman dari Moskow menggunakan penerbangan komersial kelas first class, Ethan dan Sarah akhirnya mendarat mulus di Bandara Haneda, Tokyo, saat matahari musim dingin baru saja membumbung di langit pagi. Aroma dingin yang menusuk khas akhir tahun di Jepang langsung menyambut begitu Ethan membimbing Sarah melangkah keluar dari area kedatangan. Sebuah mobil eksklusif sudah menunggu di pelataran. Di samping kendaraan tersebut, seorang gadis muda berbusana kerja rapi yang dibalut mantel musim dingin langsung tersenyum lebar menyambut kedatangan Sarah dan Ethan. "Selamat datang di Jepang, Sarah Nee-chan," sapa gadis itu seraya mengulurkan tangan pada Sarah terlebih dahulu, sebelum kemudian memberi penghormatan sopan kepada Ethan. "Apa kabar, Paulina?" balas Sarah ramah, memandang gadis yang kini tampak jauh lebih dewasa dibanding terakhir kali mereka bertatap muka. "Sangat baik, Nee-chan. Obaachan sudah sering menanyakan Nee-chan dan beliau sep

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    185.

    Tak lama kemudian, pintu lounge bergeser terbuka. Udara dingin seakan ikut menyelinap masuk seiring kehadiran Ethan. Pria itu melangkah masuk dengan setelan jas formal yang coat-nya sedikit terbuka. Aura dominan dan ketegasannya masih menguar pekat, menandakan urusan "bersih-bersih" di kantor pusat telah tuntas sepenuhnya.Di belakang Ethan, Madam Maria melangkah tenang didampingi Disava, sementara Brian dan Sergei mengekor rapat dengan ekspresi kelegaan yang nyata di wajah mereka.Sarah langsung bangkit berdiri, melangkah cepat ke arah Madam Maria dan segera memeluk neneknya itu erat-erat. Ini adalah pelukan paling erat, paling tulus, dan paling penuh kasih yang pernah Sarah berikan untuk Madam Maria."Maafkan Grandma, Sayang..." bisik Madam Maria dengan isak tangis tertahan."Maafkan Sarah juga yang sempat berburuk sangka... berpikir Grandma tidak menyukai Papa dan berniat membunuhnya agar Mama kembali ke keluarga Volkov," cicit Sarah pelan, ikut berurai air mata."Itu tidak benar,

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    184.

    Malam pun berangsur turun, menyelimuti VDNKh Park dalam keindahan lampu-lampu kristal salju yang berkilauan bagai ribuan berlian.Di tengah udara malam yang semakin menggigit, rombongan keluarga kecil dari Indonesia itu memilih untuk beristirahat di sebuah VIP lounge eksklusif berpenghangat ruangan yang menyuguhkan pemandangan malam taman salju yang begitu menakjubkan melalui dinding kaca raksasanya."Ini benar-benar sangat indah..." bisik Catherine sambil merangkul pundak Sarah yang duduk di sofa tunggal, menatap takjub pemandangan di luar jendela kaca raksasa."Terima kasih banyak, Ra," tambah wanita yang kini telah resmi menjadi saudari ipar Sarah tersebut seraya mengecup lembut pipi sahabatnya.Dewa mendudukkan dirinya tepat di sebelah sofa tempat Sarah duduk, membawa dua gelas sbiten, minuman madu hangat tradisional Rusia, lalu menyerahkan satu gelas kepada Sarah."Keindahan ini tiada artinya jika tidak bersama kalian. Sungguh, ini adalah pengalaman yang tak akan bisa aku lupakan

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    183. Jalan-jalan

    Sarah akhirnya terbangun dari lelapnya ketika mendengar dering ponselnya sendiri, meskipun Bu Indar dengan sigap sudah lebih dulu mengangkat dan menjawab panggilan yang ternyata dari Ethan tersebut."Ibu... kapan Ibu datang?" tanya Sarah begitu melihat Bu Indar sudah memutuskan panggilan di ponselnya."Sudah dari tadi. Ethan meminta Ibu datang bersama Tachi, agar kau tidak kesepian di kamar atau menemanimu jika ingin pergi jalan-jalan keluar."Sarah langsung menoleh ke sisi ranjang, melihat Tachi yang berbaring miring dengan posisi seolah masih memeluk erat tubuhnya. Sangat manis dan menggemaskan. "Kau ingin makan siang sekarang? Tadi Ethan menghubungi, katanya dia belum bisa pulang untuk makan siang bersamamu.""Belum terlalu lapar," sahut Sarah malas-malasan, lalu kembali merebahkan tubuhnya untuk memeluk Tachi yang masih tertidur pulas."Tadi Ibu memijat kaki Sarah, ya? Terima kasih banyak, Bu..." tambah Sarah ketika Bu Indar turut mendudukkan diri di tepi ranjang, lanjut memijat p

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    5.

    Pagi sudah terang ketika kelopak mata Sarah perlahan terbuka. Ia merasa baru saja terbangun dari sebuah mimpi panjang yang seolah tak berujung, memutar adegan kelam yang sama secara terus-menerus di kepalanya.Sarah memindai sekeliling. Ia mendapati dirinya terbaring di atas brankar dalam sebuah ru

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    4.

    Sementara Sarah terbaring lemah di rumah sakit, di belahan nyata tempat lain, Rafli baru saja melangkah keluar dari lobi hotel murah bersama Pitri.Wanita muda itu terus bergelayut manja pada lengan kekar Rafli, sebelum keduanya masuk ke dalam mobil mewah milik Sarah yang selama ini diakui Rafli se

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    3.

    Setelah sambungan telepon dengan Rafli terputus, Sarah terdiam cukup lama. Matanya menatap lurus ke depan dengan pandangan dingin yang belum pernah terlihat selama enam bulan terakhir."Mommy, Tachi sudah siap. Tachi harus bawa baju berapa setel untuk menginap?" Tachi tiba-tiba masuk ke dalam kamar

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    2.

    Setelah memutuskan menginap di hotel hanya berdua dengan Tachi yang sebenarnya Sarah merasa hendak muntah setiap kali hembusan angin membawa aroma pekat aneh dalam rumahnya. "Tachi mandi dulu sendiri ya, Mommy bersiap-siap, oke?" Tachi langsung mengangguk cepat, turun dari ranjang dan kaki keciln

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status