Se connecterPemandangan yang sungguh menakjubkan. Bahkan tetesan air yang menetes dari tubuh mereka dan jatuh ke lantai kamar mandi, memberi efek mengagumkan bagi siapapun yang melihatnya.
Waktu yang singkat membuat Zack terpaksa harus mengakhiri penjelajahannya. Dengan satu hentakan kuat, dia memuntahkan ledakannya, menghangatkan rahim Kelly. Teriakan Kelly dan erangannya menjadi akhir dari percintaan pagi mereka yang panas.Masih syok dengan apa yang Zack lakukan padanya, Kelly hanya terdiam ke“Aku mau tinggal bersamamu, semoga itu membuatku semakin yakin jika aku bisa memberimu kebahagiaan,” jawab Geofany.Mata Piere seketika berbinar senang mendengar jawaban Geofany. Dengan wanita itu ikut bersamanya ke kota, dia akan semakin mudah membujuknya. “Besok kita berangkat ke kota.”“Besok …?” seru Geofany terkejut. “Yang benar saja? Aku masih harus membereskan semua barangku. Kamu sering sekali membuat acara dadakan yang membuatku pusing,” protes Geofany.“Kamu tidak perlu membawa apa pun. Aku akan menyiapkan apa yang kamu dan Marcel perlukan di sana. Aku tidak ingin menundanya lagi yang bisa memberi kesempatan bagimu untuk berubah pikiran,” ujar Piere.“Aku tidak akan berubah pikiran karena sudah memikirkannya dengan matang. Aku tidak ingin membuang semua barangku yang ada di sini, semuanya masih aku gunakan dan aku tidak ingin membuang uang sia-sia untuk membeli barang yang telah aku miliki,” jelas Geofany.“Kalau begitu, aku aka
Seringai senang tergambar jelas di bibir Piere, ketika mengetahui Geofany menyerahkan diri sepenuhnya padanya. Bibirnya bergerak turun ke perut rata wanita itu, lidahnya menyapu permukaan perut Geofany dan membuat gerakan menggoda di sana.Tubuh Geofany menggeliat di atas ranjang merespon sapuan lidah Piere. Mulutnya sedikit terbuka dengan suara engahan yang menggema ketika lidah Piere bergerak semakin ke bawah dan menyentuh titik sensitifnya.Tangan Piere membuka kaki Geofany hingga wanita itu menyajikan tempat yang paling istimewa untuk dirinya. Mata Piere berbinar senang menatap hidangan yang tersaji di hadapannya. Air liurnya hampir saja menetes, membayangkan betapa manis madu yang bisa dia cecap dari hidangan di depannya.Tanpa menunggu lama dia mendekatkan bibirnya dan melumat rakus hidangan yang tersaji. Tangan Geofany meremas kuat sprei di bawahnya ketika merasakan sapuan dan cecapan lidah Piere. “Piere ...” desahnya keras.“Izin
Memikirkan Geofany membuatnya inti milik mengeras, tapi dia tahu cara memuaskan dirinya sendiri.“Kini kamu harus terbiasa dengan caraku memuaskanmu karena Geofany lebih penting dari kamu yang selalu minta dipuaskan,” ucap Piere pada aset miliknya.Dia kemudian turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi. Tak lama kemudian erangan keras terdengar dari balik pintu kamar mandi.“Apakah besok kamu ada acara?” tanya Piere ketika mereka makan bersama pada malam harinya, ada juga Marcel bersama mereka dan duduk di samping Geofany.“Acara apa? Saat ini statusku seorang pengangguran yang tidak mempunyai acara apa pun untuk bisa dilakukan,” balas Geofany.“Dari awal aku berlibur ke sini, aku sangat penasaran dengan danau yang terakhir kali kita kunjungi, yang membuatmu pingsan dan hampir saja aku kehilangan dirimu. Maukah kamu pergi bersamaku ke sana lagi dan membawa Marcel ikut dengan kita?” ajak Piere.“Seperti liburan keluarga maksudmu
Betapa bodoh dirinya ketika dia baru sadar membiarkan dua tahun yang terbuang sia-sia karena berpikir jika Geofany tidaklah penting bagi dirinya dan bisa mendapatkan pengganti Geofany dengan mudah.Kenyataannya tidak ada wanita lain setelah kehadiran Geofany dalam hidupnya.Geofany terkejut ketika seseorang menggedor pintu rumahnya yang membuatnya terbangun dari tidur. Dia meraba meja di samping ranjangnya untuk mencari ponsel dan melihat pukul berapa sekarang?Matanya terbelalak ketika sadar jika saat ini masih dini hari, masih teralu lama untuk matahari terbit. Siapa orang yang tidak punya kerjaan menggedor pintu rumahnya sepagi ini? Mungkinkah orang jahat yang mengancam dirinya dan Marcel?Dia tadinya ingin mendiamkan orang tersebut. Dia berpikir tetap berada di dalam rumah akan aman untuk dirinya dan Marcel. Namun gedoran pintu itu semakin keras dan mengganggu, dia khawatir tetangganya akan terganggu dan Marcel akan terbangun.“Ini ti
“Jika kita terlanjur menikah, kita tidak bisa memperbaiki lagi dari awal. Akan ada hati yang hancur dan tersakiti karena itulah aku memilih pergi. Aku tidak menyangka jika apa yang aku takutkan benar terjadi. Setelah aku melahirkan Marcel, beginilah keadaanku sekarang,” terang Geofany.“Maafkan aku yang tidak menemanimu saat kamu mengalami kesulitan melahirkan Marcel,” ujar Piere dengan wajah penuh penyesalan.“Jangan meminta maaf karena kamu tidak bersalah. Aku yang pergi darimu dan aku memang tidak memberitahu keadaan dan keberadaanku padamu. Kini setelah aku mengetahui keadaanku, aku tidak ingin bersikap egois dengan menuntut hati dan perasaanmu yang memang tidak kamu miliki. Seperti aku yang tidak bisa memberikan apa yang kamu butuhkan, kamu tidak bisa memberikan yang aku butuhkan karena itulah kita memang tidak berjodoh,” terang Geofany.“Apakah tidak ada jalan keluar untuk hubungan kita?” gumam Piere.“Tidak ada jalan keluar untuk kita, jang
Piere mengusapkan ibu jarinya ke bibir Geofany untuk membersihkan saliva yang belepotan di sana.“Ayo kita makan sekarang! Aku benar-benar akan menidurimu jika kita tetap berbaring di sini,” ajak Piere di sela engahan.Geofany mengangguk setuju karena dia pun mulai larut dalam gairah yang membahayakan. “Ayo kita makan,” gumamnya parau.Mereka beranjak dari tempat mereka berbaring dan berpindah ke meja makan. Keromantisan keduanya tidak berhenti sampai di situ saja karena Piere tidak membiarkan Geofany makan dengan tangannya sendiri.Alih-alih menggunakan piring dan sendok terpisah, mereka memilih menggunakan satu piring dan sendok yang sama untuk berbagi dan Piere menyuapi Geofany sampai keduanya kenyang. Sikap Piere terhadapnya semakin membuat Geofany galau.Haruskah dia egois dengan dirinya sendiri dan memuaskan diri dengan kebahagiaan sesaat atau dia akan tetap menuntut kepastian dari Piere.Geofany lupa jika dia punya masalah
Apa yang dilakukan Zack membuat kaki Kelly semakin berdenyut menyakitkan, tapi Kelly menahan rasa sakit tersebut. Kelly tidak ingin Zack meninggalkannya jika dia menghambat langkah pria itu. Ini satu-satunya kesempatan dia bertemu dengan Ethan kembali.Zack membuka pintu mobil dan mendorong tubuh K
“Tidak akan, di nadinya mengalir darah Collins dan aku akan membawanya pulang ke rumah yang layak untuk putramu,” ujar Zack. “Rumahku sangat layak untuknya, dia baik-baik saja bersamaku. Lagi pula kalian tidak menyayangi Ethan, untuk apa kalian mengambilnya? Aku sangat menyayanginya,” seru Kelly.
Salah satu pintu dari sebuah ruangan terbuka dengan kasar. Elbert Collins masuk ke ruang kerja putranya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Zack Collins yang terkejut, sontak mendorong wanita yang sedang memuaskan gairahnya, hingga wanita itu terjatuh terjengkang ke lantai. “Pergi! Aku tidak me
Sepanjang perjalanan, tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Zack tampak serius dengan kemudinya. Tatapan matanya terus lurus ke depan, berkonsentrasi dengan jalan yang mobil yang dilalui. Sedangkan Kelly menatap keluar jendela, asyik dengan pikirannya sendiri.Bayangan tentang d







