แชร์

Bab 162.

ผู้เขียน: Lady_Rain
last update วันที่เผยแพร่: 2026-09-17 14:23:29

“Peng-pengadilan?”

Mahendra terperangah mendengar permintaan menantunya.

Di saat putrinya sedang tidak berdaya di rumah sakit, Arjuna masih memikirkan tentang perceraian.

Tangan Mahendra mengepal erat. Tangannya mencengkeram kuat ponsel yang di dalam genggamannya.

“Arjuna ... apa sekarang pengadilan lebih penting dari Sinta?” tanya Mahendra kesal.

“Iya,” jawab Arjuna singkat penuh kepastian.

“Iya?? Apa kamu benar-benar tidak punya empati pada Sinta sedikit pun?”

“Jangan mengajari Arjuna tentan
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (5)
goodnovel comment avatar
Krispinus Magar
haahaa sya orangnya kk ngak sabaran apalagi pas seru2nya
goodnovel comment avatar
Lady_Rain
sabar kak. kalo gak penasaran, ntar gak seru maaf ya ...
goodnovel comment avatar
Krispinus Magar
ini yang saya malas baca novel di buat penasaran sudah beli pake koin tapi di buat penasaran kayak gini juga
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 174

    “Aneh apanya, Yah?” tanya Nadira ingin tahu. Nadira memiringkan badannya. Dia ingin melihat ayahnya lebih jelas, untuk mendengar cerita dari ayahnya. Agus ikut menggeser posisi duduknya. Dia melihat ke arah Nadira yang sedang setengah berbaring di sofa mahal itu. “Bu Sinta keliatan pucet dan kurusan, Nad. Kayaknya dulu gak sekurus itu deh. Apa karena cerai ya?” tanya Agus. Nadira mengangguk lalu kembali melihat ke arah TV. “Bu Sinta emang lagi sakit, Yah. Kemaren pas abis sidang putusan itu, Nadira ama Pa Dok dateng ke rumah sakit buat jenguk.” “Loh ... jadi beneran sakit, Nad?” Agus sedikit kaget. “Iya ... katanya ada benjolan gitu di getah beningnya.” Nadira melihat ke ayahnya. “Bu Sinta maunya Pa Dok yang operasi buat periksa benjolan itu ganas apa gak.” “Trus Dokter Juna mau?” “Ya gak lah, Yah. Kan itu bukan bidangnya kita. Nyalahin aturan itu.” “Malahan Bu Sinta ama Pak Mahendra marah-marah, katanya Pa Dok sok dan gak mau bantuin. Dijelasin itu gak mau terima. Belakangan

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 173

    “Lia?? Bukannya dia di Australia ya sekarang?” tanya Arjuna.“Dia udah pindah. Dan sekarang dia mau seminar. Kita dateng ya?” bujuk Raka.Arjuna menatap sahabatnya. “Mau ngapain? Mau ikut seminarnya apa mau liat pematerinya?!” sindir Arjuna ketus.“Ya dua-duanya lah. Lagian gak salah kan kita dateng. Kan kita temen. Sekalian reuni.”“Dia itu bedah umum. Dan kita bedah kardio. Beda jauh!” tegas Arjuna.“Dih, santai aja dong. Gak usah ngegas gitu,” ucap Raka sambil terkekeh.“Kalo kamu mau dateng, ya dateng aja sendiri. Gak usah ajak aku.”“Kenapa? Takut Nadira cemburu ya?”Arjuna menatap serius ke arah Raka. “Sebagai orang yang udah punya keluarga ... keluarga itu leboh penting!”Raka tergelak ringan. “Iya deh iya. Tapi ntar jangan nanya-nanya ya. Dia beneran cantik tau.”“Gak penting!” jawab Arjuna tanpa menatap Raka.Arjuna mengangkat pandangannya. “Oh ya, kemaren aku ketemu sama Agnes. Mantanmu!”Raut wajah Rak berubah total saat dia mendengar nama itu. Dia tidak percaya kalau dia a

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 172

    “Dokter Lia siapa sih, Sayang? Kamu ketemu dia di mana?” tanya Arjuna yang masih bingung dengan ucapan istrinya.“Ketemu di rumah pasien tadi,” jawab Nadira.“Rumah pasien? Kok dia kenal aku?”“Tunggu bentar! Kata kamu dia dokter bedah umum kan? Tapi kenapa dia manggil dokter bedah ke rumahnya? Emang dia yang sakit?” lanjut Arjuna lagi.“Bukan. Yang sakit itu tantenya. Dan tadi Dokter Raka juga bingung kenapa bukan dia aja yang obatin. Padahal cuma jahitan lepas dan rembes aja tadi tuh.”Arjuna semakin bingung mendengar cerita istrinya.Mulai dari nama Lia yang tiba-tiba kenal dengannya. Lalu seorang dokter bedah yang memanggil dokter bedah lain, padahal keluhannya tidak berat.“Bentar ... kamu yakin dia dokter bedah?”Nadira menaikkan kedua kakinya lalu memegangi perutnya agar mendapat posisi yang nyaman.Dia memejamkan matanya sebentar, saat merasa mual naik ke tenggorokannya.“Kamu kenapa? Sakit?” tanya Arjuna saat melihat reaksi istrinya.“He em. Padahal tadi gak papa. Kaki di ang

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 171

    “Dulu kenapa, Dok? Ada apa dengan Dokter Juna?” tanya Nadira ingin tahu.Raka melirik ke Nadira. Tak lama kemudian dia tersenyum sendiri sambil melihat ke jalanan.“Gak papa,” jawab Raka.“Gak papa gimana? Tari katanya Dokter Juna bukan hanya kenal sama Dokter Lia. Apa mereka pernah pacaran?” tebak Nadira.“Tanyain aja ke Juna nanti. Aku mau tau dia jawab apa.”Nadira menatap ke Raka. “Kok Dokter bilang gitu. Emang ada apa sih, Dok?”“Udah tanya aja ama dia. Ntar kasih tau ya, jawaban dia apa.”Nadira menatap Raka tanpa suara. Tatapannya berbeda dari yang sebelumnya.Tatapannya penuh selidik, seolah ingin tahu apa yang sedang di sembunyikan Raka.Bibir senyum itu berubah. Berubah jadi cemberut.Entah mengapa dia merasa cemburu saat mendengar cerita Raka. Padahal, tidak seharusnya dia cemburu pada masa lalu suaminya yang sudah terjadi, jauh sebelum dia mengenal Arjuna.Menyadari suasana mendadak jadi sunyi, Raka menoleh ke ibu hamil di sampingnya.“Kamu kenapa. Kok jadi diem aja,” tany

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 170

    “Kamu ....” Raka tercengang melihat wanita di depannya, sampai dia tidak bisa melanjutkan ucapannya.Nadira yang ada di belakang Raka, melihat ke arah wanita di pintu utama rumah besar itu.Bukan wanita yang sama yang dia temui kemarin di restoran.Ibu hamil itu kemudian melihat ke arah Raka. Tampak di matanya, kalau kini pria itu seperti sedang terperangah dan tidak mengalihkan pandangannya dari si wanita.“Raka?” sapa wanita itu dengan wajah terkejut.“Lia. Kok kamu di sini? Bukannya kamu di Australia ya?”“Aku udah lama pindah ke Surabaya. Dan ini ... ini rumah tanteku,” jawab Lia.“Tantemu?”Raka semakin kebingungan. Dia melihat ke belakang Lia, kemudian kembali melihat ke wanita cantik di depannya.Lia yang dia kenal adalah seorang dokter bedah umum. Kalau pasien Raka punya keponakan seorang dokter bedah, kenapa juga dia dipanggil ke sini.”Lia tersenyum melihat Nadira yang juga tampak bingung.“Eh, kalian mau liat tante ya. Yuk masuk. Aku anterin ke dalam,” ajak Lia pada dia tam

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 169.

    Jantung Arjuna berdegup lebih kencang dari biasanya. Tatapannya terus terarah ke layar TV di tembok yang sedang menayangkan wajah putranya.Genggaman tangannya juga semakin erat ke tangan Nadira. Rasanya dia tidak percaya kalau dia akhirnya bisa melihat wajah anaknya yang masih ada di dalam perut istrinya.Hal serupa juga terjadi pada Nadira.Ibu hamil itu bahkan sudah menitikkan air mata saat dia pertama kali menatap wajah putranya di layar.Belum menatapnya secara langsung saja sudah membuat Nadira terharu, apa lagi nanti kalau dia sudah bisa menyentuh dan memeluk bayinya secara langsung.Nadira sudah langsung jatuh cinta pada bayi tampan itu. Tatapannya tidak beralih dari layar TV.“Kayaknya cowok ini ya. Duuh ... pasti ganteng banget ini anaknya,” ucap Dokter Ira yang juga terpesona pada penampakan bayi Nadira lewat USG 4 dimensi.Bayi Nadira bergerak-gerak, sampai membuat tangan Dokter Ira juga ikut terus bergerak a

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 3. Ide Konyol

    “Bu-Bu Sinta,” jawab dokter muda cantik itu dengan suara pelan, nyaris tak terdengar. Senyum di wajah Sinta terlihat mengerikan bagi Nadira. Dia memilih menunduk, menghindari tatapan putri pemilik rumah sakit ini. Arjuna melihat ke Nadira sekilas lalu berdiri. “Selesaikan laporannya. Besok pagi

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 2. Tekanan Segala Penjuru

    “Ayah!” pekik Nadira yang kemudian segera berlari meninggalkan mejanya. Nadira bahkan lupa membawa nampan makannya ke tempatnya, karena dia terburu-buru. Kabar tentang ayahnya yang kembali drop, membuatnya syok. Padahal baru tadi pagi dia datang untuk mengecek sendiri keadaan ayahnya. Memastika

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 1. Tawaran Tidak Masuk Akal

    “Tidurlah dengan suami saya. Pinjamkan rahimmu dan lahirkan anaknya.” Kalimat itu jatuh begitu saja, tanpa beban seolah yang sedang dibicarakan bukanlah sesuatu yang bisa menghancurkan hidup seseorang. Nadira Azzahra membeku di tempatnya, tak bisa menjawab, bahkan mulutnya ternganga mendengar perm

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 5. Siapkan Diri Kamu

    Tangan Nadira mengusap lembut punggung tangan ayahnya. Tangan yang biasanya memberinya banyak kehangatan dan perlindungan, kini harus terbaring lemah tak berdaya. Nadira menatap kulit wajah ayahnya yang pucat. Tampak sekali kelelahan menahan sakit yang sewaktu-waktu bisa mengambil nyawanya. Tanpa t

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status