Share

Merasa Dijebak!

Penulis: Caramelly
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-27 22:17:46

Moira membelalak mendengar pengumuman yang mengejutkan itu, ia tidak menyangka kalau dirinya akan dijadikan satu-satunya perempuan penghibur nomor satu di klub malam ini.

Tidak hanya dirinya, rekannya yang lain juga ikut terkejut termasuk Jessica yang tidak terima dengan keputusan Belinda.

“Mami, aku tidak setuju dengan keputusan Mami. Harusnya Mami tanyakan dulu kepada Rebecca, selain itu Moira masih anak baru di sini. Apa Mami akan membuang Rebecca begitu saja?”

Belinda menatap tajam ke arah Jessica. Ia mendekat dan menarik dagu Jessica.

“Kamu sedang meragukan keputusanku. Wajah Rebecca sudah cacat! Dia tidak bisa lagi menjadi wanita penghibur nomor satu di sini. Selain itu Belle memiliki peluang yang lebih besar daripada Rebecca.”

Moira akhirnya mendekat. “Mami, aku tidak mau posisi itu.”

Belinda menatap Moira.

“Mau atau tidak, aku yang putuskan. Belle, jangan karena kamu kesayangan Tuan Sebastian dan Tuan Christian, kamu bisa membantah apa kataku.”

“Tapi, Mami.”

“Tidak ada kata ta
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menjadi Candu Sang Penguasa   Menjauh Dari Christopher

    Moira terkejut. Sebastian menurunkannya di atas tempat tidur dengan hati-hati.“Aku harus pulang. Aku tidak mau tinggal di sini.”“Jika kamu tetap di sini dan patuh, aku akan membayarmu.”Moira tercengang menatap tajam Sebastian. Ia memang sedang membutuhkan uang, tetapi tidak seperti ini caranya. Di satu sisi dirinya harus segera melunasi hutang. Hari ini tepat satu minggu, tetapi Moira tidak dapat melunasi hutang itu.Moira yang duduk di tempat tidur menangis secara tiba-tiba. Sebastian yang berdiri memperhatikannya menatap Moira heran. Ia belum pernah melihat Moira menangis seperti ini. Sebastian berjongkok tepat di depannya.“Ada apa, kenapa kamu menangis. Apa ada yang sakit?”Tangis Moira semakin pecah. Moira tidak tahu harus berbicara apa pada ibunya. Bagaimana kalau rentenir membuat masalah di rumah sakit. Sementara ayah tirinya sudah melarikan diri, bagaimana kalau ibunya kenapa-kenapa? Bagaimana kalau adiknya tidak terselamatkan?“Aku tidak tahu harus bagaimana lagi,” gumamny

  • Menjadi Candu Sang Penguasa   Merantaimu Agar Tidak Kabur

    “Belle,” panggil Chris memegang tangan Moira.Moira menoleh menatap Christopher.“Aku ingin istirahat, kamu juga harus banyak istirahat supaya cepat pulih.”Moira mengangguk. “Chris, kamu harus segera pulih. Aku akan menjengukmu lagi besok.”Setelah itu Moira kembali ke kamarnya diantar oleh perawat. Sebastian ikut pergi, dia sama sekali tidak menatap Sebastian. Wajahnya masih saja dingin, sedingin es.Saat Sebastian masuk ke dalam kamar rawat Moira, ia melihat Moira sedang berusaha naik ke atas ranjang dibantu suster. Sebastian menghampiri dan meminta perawat meninggalkan mereka berdua.“Aku ingin tidur.” Moira menundukkan wajahnya.“Kamu masih kesal soal yang kemarin?” tanya Sebastian tiba-tiba.Moira menatap Sebastian, kali ini tatapan Sebastian tidak lagi sedingin tadi.“Kamu membunuhnya Bastian. Meskipun dia sudah menculikku, tidak seharusnya kamu membunuh. Ini nyawa manusia, bukan nyawa binatang.”“Dia sudah mati,” balasnya. ”Sekarang kamu ingin aku bagaimana?”Sebastian menatap

  • Menjadi Candu Sang Penguasa   Apa Nyawa Dia Lebih Berharga?

    Sebastian menghampiri, tanpa sepatah kata. Ia memeluk tubuh Moira yang gemetar.“Lepaskan aku, jangan sentuh aku.”Namun, Sebastian semakin memeluknya erat. Tidak peduli, meskipun Moira meronta-ronta dan takut padanya. Saat itu juga, Moira kehilangan kesadaran.Sebastian menatap wajah letih Moira, ia menyentuh dahi Moira yang berkeringat.“Maaf, membuatmu melihat semua ini.”Sementara itu, orang-orang Sebastian sudah berhasil mengalahkan orang-orang suruhan istri Julian. Sebastian meraih tubuh Moira dan memangkunya. Sebelum dia pergi, dia sempat melirik ke arah Christopher yang tergeletak di lantai.“Bawa dia ke rumah sakit,” ucap Sebastian kepada ajudannya. “Sisanya bereskan dengan rapi.”“Baik Tuan.”Sebastian mengayunkan kakinya membawa Moira keluar gedung. Dan dengan hati-hati menurunkan Moira di dalam mobil, saat itu juga Sebastian membawa Moira dan Christopher di mobil yang berbeda menuju rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut.***Dua hari berlalu begitu saja. Perlahan Moira

  • Menjadi Candu Sang Penguasa   Berurusan Dengan Iblis Sepertiku

    Istri Julian terkejut. Wajahnya mendadak pucat.“Apa dia datang sendiri?”“Saya melihatnya sendiri, dan sedang melawan orang kita di bawah.”“Cek lagi. Pastikan dia datang sendiri, tanpa bantuan.”Pria itu langsung pergi mengeceknya. Moira yang mendengar itu bertanya-tanya apakah seseorang datang menolong mereka?“Nyonya, tolong lepaskan kami,” pinta Moira terisak.BRUG!Pria yang sebelumnya diminta oleh istri Julian mengecek kondisi di luar, tersungkur ke belakang. Pria itu memegang perut dan hendak bangkit. Orang-orang yang semula memukul Christopher, kini menghentikan aksinya menatap lurus ke depan. Istri Julian cemas.Sosok Sebastian perlahan muncul. Sorot matanya dingin dan tajam. Mereka ketakutan, karena Sebastian benar-benar datang. Christopher menyentuh wajah Moira, tatapannya sendu.“Kamu baik-baik saja?”Air mata Moira semakin deras. “Maaf! Maafkan aku, Chris!”Christopher menggelengkan kepala. Memeluk Moira. “Jangan menangis, aku baik-baik saja.”Moira tahu itu bohong. Waja

  • Menjadi Candu Sang Penguasa   Berlutut Di Kakiku

    Moira melihat istri Julian gugup. Jelas ia tahu, Christopher bukanlah orang biasa. Namun, tetap menantangnya. Istri Julian kembali menjambak rambut Moira, tanpa perasaan. Chris melihat wajah Moira pucat.“Beritahu orangmu untuk melepaskan Belle sekarang. Atau kamu menyesal!” seru Christopher marah. “Menyakiti dia, sama mencari masalah denganku!” bentak Chris.Istri Julian menarik semakin erat rambut Moira.“Aku sudah melangkah sejauh ini. Aku tidak bisa kembali, sekarang aku sudah tidak takut lagi menyinggungmu Tuan Christopher. Tidak peduli sekalipun kamu mengancamku, aku tidak akan melepaskan perempuan ini. Sekalipun harus berakhir di sini, kalian harus ikut bersamaku.”Tekad istri Julian sangat kuat. Christopher mengepal tangan karena marah“Aku pinta padamu sekali lagi, tolong lepaskan Belle sebelum kamu menyesal!”“Tidak akan pernah.”Moira melirik istri Julian. “Nyonya semua ini hanyalah kesalahpahaman. Tolong percaya padaku sekali saja.”Istri Julian mengabaikannya. Ia lebih t

  • Menjadi Candu Sang Penguasa   Kematian Sebastian

    Moira terkejut. Ia mengangkat wajah, matanya terbuka lebar. Rasanya tidak percaya Sebastian datang menolongnya. Mata Moira tertuju ke depan sana, sebelum akhirnya menatap istri Julian yang kini tersenyum penuh kemenangan.“Sudah kubilang, dia akan datang menolongmu.”“Lepaskan ikatan di kakinya. Aku tidak sabar ingin melihat reaksi Sebastian. Pegangi dia, jangan sampai dia kabur.”Dua orang pria yang tadi menculiknya, sedang memegangi lengan Moira yang masih terikat. Moira dipaksa berdiri meskipun tubuhnya lemah.“Aku akan membuatmu melihat kematian Sebastian. Agar kamu mengeri seperti apa rasanya kehilangan pria yang kau cintai.”Moira menggelengkan kepala. Moira takut Sebastian terluka, dan mati di tangan istri Julian. Moira tahu, wanita itu datang dengan persiapan. Dia tidak datang dengan tangan kosong, ia membawa orang-orang bersamanya.“Jika Anda sampai melukai dan membunuh Sebastian. Anda akan berurusan dengan keluarganya, seharusnya Anda tahu Sebastian siapa.”Istri Julian tert

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status