LOGINHamil dengan anak majikan dan dipaksa menggugurkan janin didalam kandungannya. Amelie Anderson, seorang gadis anak pembantu yang bekerja pada keluarga kaya raya memutuskan untuk melarikan diri ke desa tempat tinggal kakek dan neneknya atas saran orang tuanya. Dalam pelariannya, Amelie berhasil mengandung dan melahirkan bayi laki-laki yang sehat dan sangat tampan, mewarisi paras rupawan sang ayah, Jonathan Hayes. Bayi tampan tersebut kemudian diberi nama Axel, yang berarti Pembawa Kedamaian. * Pikiran yang kalut membawa Jonathan pergi ke sebuah pedesaan sebagai tempat tujuannya untuk mendamaikan pikiran yang dipenuhi benang kusut. Suatu ketika, saat Jonathan singgah di sebuah kedai makan di desa tersebut, ia melihat seorang anak laki-laki berwajah mirip dengannya. Hal itu membuatnya tertarik untuk terus memperhatikan anak kecil itu dari kejauhan. "Ibu!" seruan bocah kecil itu membuat Jonathan lantas memfokuskan perhatiannya. Jantungnya seakan berhenti berdetak, saat seorang wanita yang berjalan mendekati bocah itu adalah Amelie Anderson, sosok yang selalu dia rindukan 5 tahun lamanya.
View MoreJantung Amelie tidak berhenti berdetak saat pagi itu tiba. Dia bahkan nyaris tidak dapat tidur semalam, bayang saat-saat mendebarkan terus berkelibat di kepala. Dia akan menjadi pengantin hari itu."Astaga, Nona, tanganmu dingin sekali," ucap MUA yang baru saja menjabat tangan Amelie untuk mengucapkan selamat atas pernikahan yang akan berlangsung. Tidak ada yang dapat Amelie lakukan selain tersenyum hambar. Dia begitu gelisah, sebentar lagi wanita itu akan mengucap janji suci dengan Jonathan di depan para hadirin. "Ah, aku hanya gugup." jawab Amelie sembari meremas gaun putih yang dia pakai. "Hahaha, aku tau bagaimana rasanya. Aku juga mengalami hal yang sama denganmu saat detik-detik pernikahanku akan dimulai " kenang Linda sembari memasukan perlatan make up yang tidak lagi di gunakan ke dalam tas make up. "Percayalah, itu hanya di awal. Begitu ikrar janji suci selesai diucapkan, hatimu akan terasa sangat lega. Kau bahkan akan menangis bahagia setelahnya." Linda mengangguk penuh p
Malam semakin larut. Angin malam sangat dingin menggigit kulit, selimut tebal yang menutup tubuh tidak dapat mengalahkan dinginnya udara malam itu, sehingga membangunkan Irene untuk mengecek penghangat ruangan.Kedua mata Irene mengerjab beberapa kali saat mendapati ranjang di sebelahnya kosong tanpa keberadaan Robert, sehingga wanita berambut cokelat tersebut berjalan keluar untuk mencari tahu keberadaan sang suami. Saat pintu di buka Irene menyipitkan mata mendapati suaminya yang sedang duduk di undakan teras kamar pelayan dengan wajah menengadah ke langit, bersandarkan tiang penyangga yang terbuat dari batu alam dengan raut melankolis.Perlahan wanita itu berjalan mendekat."Robert?" panggilnya dengan nada lembut khas wanita tersebut yang seketika membuat pemilik nama menoleh. "Kenapa kau di luar? Udara sangat dingin, Sayang?" Irene menyentuh bahu suaminya dan mengambil posisi duduk di sebelah Robert, menahan dingin udara malam itu demi menemani pria yang sangat dia cintai."Irene,
Jonathan berjalan kembali ke ruangannya dengan senyum tak lepas dari paras rupawannya. Hal itu membuat beberapa pasang mata melihatnya dengan raut bertanya-tanya, namun segera mereka menata ekspresi seperti biasa saat bertabrak pandang dengan Jonathan. Saat pria itu masuk ke dalam ruangan kerjanya, seorang gadis sudah duduk menunggunya di sana. "Saya lihat Anda sedang berbahagia hari ini, Tuan," ucap Krista Valerie sembari mengulum bibir melihat pria itu masuk ke dalam ruangan. "Bukan hanya sedang, aku sangat-sangat bahagia hari ini." Jonathan duduk di kursi kebesarannya. Tanpa ingin mengetahui lebih lanjut tentang perasaan bahagia atasannya, gadis itu berdeham dan menanyakan mengapa dirinya di panggil untuk datang ke ruangan pria yang terus tersenyum seperti orang terserang gangguan jiwa itu. "Maaf, Tuan, ada keperluan apa Anda memanggil saya kesini?" Tidak langsung menanggapi pertanyaan sekretarisnya, pria itu mengambil beberapa map dari tumpukan dokumen dan menyerahkannya pad
Amelie merasa lemas setelah melihat tiga alat test kehamilan menunjukan hasil yang sama, dua garis merah yang berjajar. Entah apa yang harus dia lakukan sekarang? Apakah mengabari Jonathan tentang kehamilannya adalah pilihan yang tepat? Dia begitu khawatir kejadian yang sama akan terulang, Jonathan mengabarkan kepada keluarganya, dan Theresia akan memintanya menggugurkan janin tidak berdosa yang Jonathan tanam di rahimnya. Seketika air mata yang semula surut kembali berjatuhan di kedua pipinya. Dia tidak akan sanggup mengulangi kembali kisah yang sama, menanggung kehamilannya sendiri dan membesarkan bayi itu sendiri. Sungguh, itu semua itu adalah tanggung jawab yang berat. Lamunan Amelie dibuyarkan dengan suara ketukan pintu dari luar. Dengan cepat dia menyapu air mata sampai tidak tersisa. Meski wajah sembab tidak dapat disembunyikan sama sekali. "Amelie, buka pintunya," dengan raut cemas Marie mengetuk pintu dan memutar kenop berulang kali. Semenjak kepulangannya dari tempat ker
"Jadi, apa yang akan kau lakukan setelah ini?" Marie bertanya sembari menatap lurus ke arah Jonathan. Pria itu jauh terlihat lebih tenang dari pada saat pertemuan mereka yang pertama. "Aku akan mencoba memenangkan hatinya kembali, Nek." kedua tangan Jonathan saling memilin di atas pangkuan. "Setelah
Terkadang, kesunyian datang tanpa maksud untuk menyiksa. Sunyi datang untuk memberimu sebuah pengajaran, bahwa kau harus menikmati setiap kebersamaan yang kau lewati, sebelum kesunyian datang membawakan penyesalan atas kebersamaan yang pernah kau abaikan. Jonathan duduk bersandar di kursi kebesarann
Bagaimana rasanya bertahan hidup dalam bayang-bayang penyesalan? Akankah kedamaian bisa tetap kau rasakan, disaat kepahitan penyesalan terasa seakan mencekik dan memaksamu untuk mengakhiri hari saat itu juga? Jonathan termangu dengan kedua tangan tersimpan di dalam saku celana. Tatapan mata pria itu
Siang itu Axel yang berada dalam satu gerombolan murid lain tersenyum mengembang. Tidak seperti biasanya Axel seceria hari ini. "Hey, Axel, sepenjang pelajaran aku melihatmu terus tersenyum. Kau bahkan mengikuti pelajaran dengan gembira." tanya Lolita yang berjalan di sebelah kiri Axel. Nora yang me
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews