LOGINBercerita kan tentang gadis desa yang di nikahi orang asing yang baru dia temukan di hutan. Namun setelah menikahi sang gadis, pria kota itu meninggalkan istrinya di desa. Akan kah ia kembali ke desa? Atau malah melupakannya.
View More"Wah, ada mobil terbakar! Mobil siapa yah?" gumam seorang gadis yang sedang mencari kayu di hutan.
"Ke, tolong!" Teriak seseorang di balik bukit yang dikeluarkan tak terdengar.
Sang gadis mendekat ke arah suara, dan melihat seorang pemuda sedang meringkuk kesakitan.
"Tolong saya!" katanya lagi.
"Sebentar aku cari sesuatu!" jawab gadis itu, yang kemungkinan baru 16 tahunan, kemudian dia mengambil daun pisang.
Lalu pergi ke tepi sungai untuk mengambil air, kemudian dia mendekati pemuda itu kembali.
"Ini minumlah!" katanya, dengan menenggakkan daun pisang berisi air ke atas mulut si pria asing itu.
Gadis itu membawa si pria asing yang tak di kenalnya, dan membawa ke gubugnya.
"Siapa dia Ndok?" tanya Bapak si gadis.
"Nda tahu Pak, saya temukan di hutan pas saya mencari kayu!" jawabnya.
"Ya udah bawa masuk dulu, biar Bapak obatin!" titah pria paruh baya itu. Di bantu Bapaknya, gadis itu membaringkan si pria asing, dipan kayu.
Dengan telaten, pria paruh baya itu membersihkan luka dan mengobatinya.
Gadis itu adalah Rahayu, yang di besarkan oleh bapaknya saja. Karena Ibunya sudah meninggal saat Ayu duduk di kelas 6 SD.
Keseharian Ayu dan Bapaknya adalah bertani dan berkebun, setiap pulang sekolah Ayu selalu membantu bapaknya untuk mencari kayu di hutan.
"Ndo, ambilin baju Bapa, untuk menyalinnya! titah bapaknya, yang bernama pak Parta. Ayu mengambil Batu setel pakaian Bapaknya yang ada di lemari.
Lalu diberikan kepada Bapaknya, kemudian Pak Parta menyalini pemuda itu setelah mengobatinya. Sementara Ayu pergi ke dapur untuk memasak.
Setelah selesai masak Ayu pun pergi ke sumur untuk mandi dan Pulang membawa air di tangannya, untuk memasak besok.
Begitu tiba di rumah ternyata sang Pemuda sudah sadarkan diri dan sedang diinterogasi oleh Bapaknya.
"Nama, mas nya ini siapa? Kenapa bisa ada di hutan? Dengan keadaan begini!" tanya Pak Parta.
"Saya kecelakaan pak! Mobil saya terbakar!" jawab si pria.
"Kalau boleh Bapak tahu, nama mas nya siapa? Nama Bapa, Parta!" ucap pak Parta.
"Nama saya Fernando! ngomong ngomong, Terima kasih banyak Bapak sudah membantuku!" ucap Fernando.
Ayu mendekati mereka dengan membawa wadah nasi dan lauknya.
"Perkenalkan, ini anak saya!" ucap Pak Parta.
Fernando mengulurkan tangan dan saling menyebutkan namanya. Kemudian Ayu kembali ke dapur untuk membawa piring dan gelas juga air minum.
Fernando pun mengambil nasi dan lauknya,walau pun bukan seleranya.
Tapi dia tetap memakannya dari pada kelaparan. Setelah selesai makan, pak Parta pergi ke rumah Pak RT, guna melaporkan kedatangan tamu,Kemudian kembali lagi ke rumah.
Malam begitu gelap, hanya terang rembulan menyinari gelapnya malam itu.
Ayu sepertinya sedang duduk di teras,sambil memandangi rembulan.
"Boleh aku duduk?" tanya Fernando. Ayu membalas dengan anggukan, dan menggeser bokongnya.
Kemudian Fernando duduk di sebelah Ayu,dan akhirnya mereka pun ngobrol dengan asyiknya.
tak terasa satu bulan di lalui Fernando di desa itu, keadaannya kini sudah sangat sehat. Benih benih cinta di antara keduanya pun mulai tumbuh.
Pagi pagi sekali, Fernando sudah bangun dan menikmati segelas kopi, dan pisang goreng bersama pak parta. "Pak, saya mau berbicara dengan Bapak!" kata Fernando."Bicara apa nak?" tanya Pak parta sambil nyeruput kopinya.
"Saya mencintai anak Bapak! Kalau di izinkan dan atas restu Bapak, saya akan menikahi anak Bapa!" ucap Fernando.
"Tapi, Ayu kan masih kelas dua SMP, dan usianya belum matang!" jawab Pak Parta. "Saya mengusulkan menikah secara siri dulu Pak, buat pengikat saja! Nanti saya kembali, setelah urusan saya di kota selesai." kata Fernando. Pak Parta memanggil putri nya, Ayu pun segera mendekat dan duduk di samping bapaknya. "Ndok, ini nak Fernando merekomendasikan menikahi Mu! Apa kau bersedia?" tanya Pak Parta. Ayu melirik ke arah Fernando, yang dibalas dengan anggukkan oleh Fernando. Kemudian dia menatap Bapaknya dan menganggukkan kepalanya. "Tapi sementara kalian nikah siri, karena umurmu belum memenuhi syarat!" kata Pak Parta. Ayu menganggukkan kepalanya dan Pak Parta bersiap untuk acara nanti malam.Fernando membuka dompetnya, karna hanya itu yang tersisa di saku celananya.Masih lengkap kartu ATM dan yang lainnya. "Pak, apa ada mesin ATM di desa ini?" tanya Fernando. "Jauh nak, kalo di bank ada!" kata pak Parta. "Bisa suruh seseorang untuk mengantar saya?" kata Fernando, pak Parta membalas dengan anggukan, kemudian beliau pergi ke rumah tetangganya, untuk mengantarkan kan Fernando ke bank.Di antar tetangga Pak Parta, Fernando pun pergi ke Bank untuk mengambil uang.
Fernando mengambil beberapa jumlah uang, setelah itu dia kembali ke rumah pak Parta, setelah memberikan uang pada ojek, Fernando segera masuk ke dalam rumah.Bersambung...
Melihat kedatangan seorang wanita dan anak yang tak dikenalnya, Ayu seketika merasa cemas. Hatinya berdebar, jemarinya bergetar, dan tubuhnya yang mungil bersembunyi di balik tubuh kekar Fernando, suaminya. Ayu mencuri pandang, ingin tahu siapa mereka. Fernando yang menyadari kegelisahan sang istri, segera berusaha menjelaskan situasi itu kepada Mariska, adik dari mendiang ibunya yang datang berkunjung. "Oh, dia Ayu, istriku!" ucap Fernando kepada Mariska, Ayu tersipu-sipu ketika diperkenalkan. "Apa? I-istrimu? Kapan kau menikah?" tanya Mariska terkejut, matanya membulat dalam kekagetan. "Yah, kenapa? Apa tidak boleh aku menikah dan mempunyai istri? " Tanya Fernando sambil menyandarkan tubuh Ayu dengan erat ke dadanya. Mariska tersenyum lembut. "Tidak, bukan begitu! Tapi kamu tidak memberitahu kami saat kau menikah. " Ucap Mariska, mengungkapkan rasa terkejut dan sedikit kecewa. Ayu makin gelisah, khawatir muncul konflik antara keduanya. "Kami belum melangsungkan pesta, hanya me
"Firman?!" gumam Ayu dengan terkejut, sambil melanjutkan langkahnya. Ayu merasa ia harus menjaga jarak dengan setiap teman lelakinya, demi menjaga keutuhan rumah tangganya yang baru saja dipersatukan kembali setelah lama terpisah. "Ayu, kenapa kamu menghindar dari aku?" tanya Firman yang masih mengejar Ayu, tidak mau menyerah. "Maaf, Fir... Mulai sekarang, tolong jangan mendekatiku lagi!" ucap Ayu dengan nada lirih namun tegas, sambil melangkah pergi dan meninggalkan Firman yang terdiam. "Yu, tapi kenapa? Apa alasannya kamu melarang ku untuk mendekatimu?" teriak Firman yang kebingungan, belum mengerti alasan Ayu yang tiba-tiba menghindar darinya. Ayu berhenti sejenak dan kembali mendekati Firman. Dalam napas tersengal, Ayu menjawab, "Karena aku sudah bersuami!" sahutnya dengan nada berat, seraya memamerkan cincin di jari manisnya kepada Firman.Terlihat emosi dan harap yang berkecamuk dalam mata Firman saat ia mematung melihat cincin melingkar di jari manis Ayu. Meninggalkan Firman
Fernando pun terus memberi rangsangan untuk istrinya yang lama tidak bertemu. Hingga akhirnya Fernando kembali memuntahkan cairan nya di dalam rahim istrinya, kemudian mereka berdua mandi bersama. Setelah itu, mereka keluar dari kamar mandi dan segera keluar dari kamar mandi. Fernando membuka pintu lemari yang berjejer dengan lemari bajunya.Ayu sangat terkejut saat suaminya membuka lemari sebelah yang isinya di penuhi dengan pakaian wanita."kenapa semua baju-baju wanita ada di lemari kamu mas?" tanya Ayu yang melihat begitu banyak pakaian wanita berbagai model. "Semoga ukuran bajumu masih sama seperti saat pertama kali kita bertemu, karena ini semua sengaja untuk mu.Aku membelinya saat aku mau ke desa untuk menjemput mu." sahut Fernando dengan santainya.Ayu pun mengambil satu stell baju dan memakainya, namun masih pas di tubuhnya dan Fernando pun tersenyum sambil mencium pipi istrinya. "Aku ke kampus menggunakan ini saja!" kata Ayu yang sudah mengenakan pakaiannya, karena tak me
Ayu sangat menikmati setiap sentuhan dari suaminya, yang telah lama dia tak pernah rasakan. Fernando pun terus memberi rangsangan di setiap titik sensitif sang istri. Dengan tangannya yang mulai melepas satu persatu pakaian yang di kenakan Ayu. Kini ayu sudah dalam keadaan tak memakai sehelai benang pun. Fernando merasa takjub dengan keindahan tubuh istrinya yang kini sudah dewasa, tidak seperti dulu waktu dia mengambil kesucian sang istri. Fernando tersenyum melihat istrinya yang selalu malu malu,padahal mereka adalah suami istri, walau lama mereka berpisah.Namun hati mereka selalu terpaut satu sama lain. "Kau masih malu malu padaku. Padahal aku ini suamimu, bukan orang lain!" lirih Fernando. Tangan Fernando pun mulai bermain main di buah dada, dan memijat lembut area itu. Fernando menghisap salah satunya, membuat tubuh Ayu bergoyang.Kemudian tangan Fernando berpindah ke sebelahnya, dan itu Fernando ulang berkali kali.Lalu tangan Fernando turun ke area sensitif Ayu, dia mem






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews