공유

Pertolongan

작가: Rasyidfatir
last update 게시일: 2026-02-06 21:28:03

"Jangaaan!"

"Adik, apa kamu tidak takut karma. Bagaimanapun juga aku kakak tirimu. Tolong hentikan," ucap Allea memelas.

"Karma? Apa kamu masih berpikir Tuhan akan menolongmu, Hah! Aku akan lihat siapa yang akan menolongmu! Tak ada yang peduli padamu Allea, bahkan ayah anak ini pun tidak peduli padamu!" sentak Adik tirinya.

"Kamu wanita yang sudah kehilangan kehormatan. Masih untung anakku menginginkanmu!" teriak ibu tiri Allea.

'Ya Tuhan, mungkin ini sudah nasibku. Daripada aku di perkosa olehnya lebih baik aku mati,' batin Allea. Tangannya meraih pecahan keramik yang ada di sampingnya.

"Nona jangan lakukan!" teriak tabib. Dia tidak bisa bergerak karena tangan dan kakinya di ikat.

Allea langsung melukai lehernya sendiri hingga hampir pingsan. Samar-samar dia mendengar seseorang mendobrak pintu dari luar.

Satu persatu prajurit masuk ke dalam.

"Cepat!"

"Cepat!"

Seorang pria tampan berpakaian bamgsawan masuk. "Tangkap semuanya!"

Wajah Adik tiri Allea langsung pucat. Ia panik ketika para prajurit itu menangkap dirinya dan ibunya.

"Jangan bergerak!"

"Aduuh! Aku tidak mau di tangkap!" teriak Ibu tiri Allea.

Pangeran Alexander mendekati Allea yang terbaring lemah. Tangannya masij memegang pecahan kaca. Lehernya berdarah.

Allea berusaha mundur, dia sangat ketakutan. "Jangan mendekat!"

"Tenanglah ... aku kesini menolongmu. Kamu dan anakmu akan baik-baik saja," ucap Pangeran Alexander perlahan meraih pecahan kaca di tangan Allea.

"Kamu ... Pangeran. Aku ... waktu itu tidak memberimu obat. Kamu harus percaya padaku," kata Allea lemah tak berdaya. Ia akhirnya jatuh pingsan dan Pangeran Alexander segera merengkuh tubuhnya. Membopongnya membawanya keluar dari tempat itu.

"Tunggu mau kalian bawa kemana Allea!" seru ibu tirinya.

"Kami sekeluarga masih mengandalkan dirinya. Kamu orang luar tidak boleh seenaknya membawa Allea pergi!"

Pangeran Alexander kaget mendengar pernyataan ibu tiri Allea. "Kalian mengandalkan Allea untuk menghidupi kalian.

"Cih, bukankah kamu juga sama! Telah mengambil kehormatannya tanpa memberinya uang. Ha ... ha ... ha! Kamu tidak ada bedanya dengan kami!" ejek adik tiri Allea.

Plak!

"Diam!" Sebuah tamparan keras melayang ke pipi Adik tiri Allea. Salah satu prajurit tidak terima Pangeran Alexander di hina.

"Kamu juga sama kejamnya dengan kami. Sudah nenidurinya tapi tidak menginginkannya lagi. Sekarang, buat apa pura-pura jadi orang baik!"

Asisten Yoga hendak menampar Adik tiri Allea tapi di cegah Pangeran Alexander. "Biarkan dia bicara."

"Lihatlah wajahnya, kakak tiriku ini memang mudah di tindas. Makanya kamu tidak memberinya uang sepeser pun. Jangan bilang dia mengandung anakmu, kamu ke rumah pelacuran saja harus mengeluarkan banyak uang. Saat kehamilannya sampai delapan bulan dia bekerja keras menghidupi keluarga kami. Kenapa aku sama sekali tidak pernah melihatmu menolongnya! Hahaha!"

Mendengar seluruh umpatan Adik tiri Allea, hati Pangeran Alexander tercabik-cabik. Ia tidak menyangka selama delapan bulan lamanya Allea bekerja keras menghidupi keluarga. Tidak mau menjual perhiasan yang di berikannya. Bahkan tidak mau mencarinya sama sekali.

"Dimana hati nurani kalian! Membiarkan wanita hamil bekerja keras !" bentak Asisten Yoga.

"Allea adalah keluarga kami. Apa urusannya denganmu?" cibir adik tiri Allea.

"Baiklah, kamu boleh membawanya. Tapi kamu harus memberi kami uang!" seru Ibu Tiri Allea menambahkan.

Pangeran Alexander menatap tajam ibu dan anak itu satu persatu. "Beri pelajaran pada mereka!"

Para prajurit yang ada langsung bergerak menghajar mereka. "Siapa kalian sebenarnya? Mengapa memukul kami!"

Pangeran Alexander tidak menghiraukan perkataan keduanya. Dia segera berlalu membawa Allea keluar dengan membopongnya.

"Kalian tidak boleh membawa Allea pergi! Dia milikku!" teriak Adik tiri Allea.

"Diam! Jangan banyak omong! Kamu sudah menyinggung Tuan kami. Sekarang rasakan akibatnya!"

Dugh! Dugh!

"Aduh! Jangan pukul anakku!" Teriak Ibu tiri Allea.

"Siapa pria itu sebenarnya mengapa bisa punya pengawal sebanyak ini," batinnya.

"Identitasnya tidak pantas di ketahui oleh manusia seperti kalian!" ucap kepala prajurit.

Adik tiri Allea meludah darah."Ck, jangan sok! Kalau majikanmu memang orang penting. Apa akan menghamilinya dan tidak kasih uang. Bukannya kalian juga sama saja memanfaatkannya!"

"Allea adalah sumber uang kami. Aku akan laporkan kalian pada pihak berwenang. Karena sudah berani menjual wanita baik-baik! Aku tidak percaya di dunia ini sudah tidak ada hukum!"

Tiba-tiba kepala prajurit menghunuskan ujung pedangnya di wajah adik tiri Allea. Nyalinya pun ciut seketika. Tubuhnya gemetaran. Kakinya terasa lemas tak bertulang.

"Hukum? Ucapan majikan kami adalah hukum!" Ujung pedang itu di goreskan ke tangan adik tiri Allea.

"Aaah!! Sakiit! Sakit Buuu!"

"Naak!" Ibu tiri Allea langsung bersimpuh di hadapan anaknya. Sementara para prajurit itu pergi dari dalam ruangan itu meninggalkan mereka.

"Ibu, aku tidak terima ini. Aku akan pergi ke kota menuntut balas pada Allea. Dia boleh senang hari ini. Tapi tidak esok hari."

Sampai di istana Pangeran Alexander merebahkan Allea yang tak berdaya di atas ranjangnya. Di belakangnya berdiri kepala pelayan yang mengasuh Pangeran sedari kecil.

"Yang Mulia, gadis ini pendarahan bajunya terkena darah semua. Apa sebaiknya tidak di ganti bajunya?" tanya kepala pelayan.

"Ganti saja pakai pakaianku," jawab Pangeran Alexander.

"Mana bisa begitu, Anda Yang Mulia. Sementara gadis ini ..."

"Cukup, Bibi Zena! Ganti baju gadis ini segera!" Perintah Pangeran Alexander.

"Ba ... baik Pangeran."

Selang beberapa menit kemudian. Allea terlihat besih dan rapi berbalut baju Yang Mulia. Namun dia masih terpejam matanya.

"Sudah selesai Pangeran."

Pangeran Alexander kemudian duduk di tepi ranjang melihat Allea yang masih terpejam. Ada rasa bersalah menggelayuti hatinya. Lalu seorang prajurit muncul melapor.

"Pangeran, hamba sudah membawa tabib terbaik kemari," ucapnya.

"Suruh masuk!"

"Baik Pangeran."

"Pangeran, tidak baik gadis ini di periksa di kamar Pangeran. Saya akan menyuruh prajurit memindahkannya di kamar lain," saran Bibi Zena.

"Tidak usah. Biar dia di periksa di sini," jawab Pangeran Alexander tegas.

Bibi Zena tertunduk. Baru kali ini seumur hidupnya melihat Pangeran Alexander peduli pada wanita.

"Tabib, periksa nadinya sekarang juga! Aku ingin jawaban secepatnya!" perintah Pangeran tegas.

"Baik, Yang Mulia!" Sang tabib pun memeriksa Allea penuh kehati-hatian. Jangan sampai ada yang terlewat sedikitpun. Kalau tidak, nyawanya yang akan jadi taruhannya.

"Yang Mulia, anaknya mungkin bisa di pertahankan. Tapi gadis ini tidak tahu apakah sanggup hidup sampai persalinannya nanti. Dia kehilangan banyak darah dan energi," ucap Tabib Istana.

"Bibi Zena, ambil akar ajaib ribuan tahun segera seduh untuknya!"

"Tap ... tapi pangeran. Akar itu sangat berharga untuk Pangeran," kata Bubi Dila.

"Ambil sekarang juga!" jawab Pangeran Alexander dingin.

"Ba ... baik Pangeran."

Semua tabib yang di utus datang pun keluar dari ruangan. Karena obat Allea sudah di temukan. Di luar para dayang tengah bergosip, mereka mendenfar ada seorang gadis yang di selamatkan Pangeran Alexander.

"Beruntung sekali gadis itu. Para putri ingin naik ke ranjang Pangeran. Tapi kali ini Pangeran Alexander justru membopong gadis itu ke kamarnya," ucap salah seorang di antara mereka.

"Ssst ... kamu tidak tahu kalau gadis itu hamil?"

"A ... apa hamil?"

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Nona, Pangeran Jatuh Cinta Pada Anda!   Di Pemandian

    "Hamba yakin Yang Mulia pasti pulang membawa kemenangan untuk negeri ini," ucap Allea tersenyum. Seolah tidak ada kekhawatiran apapun di matanya. "Kamu tidak khawatir?" tanya Alexander. Allea menggeleng pelan. Padahal bukan itu yang di inginkannya. Ia pikir Allea akan cemas dan terlihat sedih. Tapi perempuan cantik yang sudah jadi istrinya itu tenang-tenang saja. Apakah benar Putri Allea memang sama sekali tidak ada rasa apapun terhadap dirinya.Ia mengira Allea akan menatapnya dengan cemas, mungkin menggenggam tangannya, atau setidaknya menunjukkan bahwa kepergiannya ke medan perang bukan hal sepele baginya. Tapi tidak… perempuan yang kini menyandang gelar istrinya itu justru tampak seolah semuanya biasa saja.Hati Alexander mencelos.Apakah benar… tidak ada tempat untuknya di hati Allea?“Atau…” Alexander tersenyum tipis, pahit. “Aku memang tidak sepenting itu untukmu?” batin Pangeran Alexander.Suasana menjadi hening Allea tidak berani menatap Yang Mulia. Perlahan dia berusaha mel

  • Nona, Pangeran Jatuh Cinta Pada Anda!   Berperang

    Pangeran Alexander baru ingat jika dia sudah menyuruh Putri Allea datang ke kamarnya. Buru-buru dia langsung mengakhiri pertemuannya dengan para penasehat kerajaan.Langkahnya cepat dan mantap menyusuri lorong istana yang panjang, jubah kebesarannya berkibar mengikuti gerakan tergesa itu. Pikirannya dipenuhi satu hal Putri Allea. Apakah dia masih ada di sana atau tidak.Sesampainya di depan pintu kamarnya, ia berhenti sejenak, merapikan ekspresinya sebelum mendorong pintu perlahan.Di dalam, suasana hening. Matanya mengedar menyapu ke seluruh penjuru kamar. Tapi tak ada siapapun di sana. Ia kecewa Putri Allea tidak ada. Tiba-tiba seorang dayang datang menghadap."Ampun Yang Mulia, Putri Allea sudah sedari tadi menunggu. Tapi ... Yang Mulia tidak datang," terang pelayan.Alexander mengernyit, rasa kecewa yang tadi muncul seketika berubah menjadi kegelisahan. Ia menoleh cepat ke arah dayang itu."Lalu?" suaranya terdengar lebih tajam dari yang ia maksudkan.Dayang itu menunduk lebih dala

  • Nona, Pangeran Jatuh Cinta Pada Anda!   Tidak Menepati Janji

    "Yang Mulia, ada tamu dari kerajaan lain," kata seorang prajurit tiba-tiba datang menghadap."Aku ada urusan penting lainnya. Biar Asisten Yoga yang mengurus," jawab Yang Mulia."Ampun Pangeran, Asisten Yoga pulang kampung karena neneknya sakit keras," jawab prajurit itu tertunduk. "Siapa tamunya?" tanya Pangeran Alexander."Utusan Raja Vincent, beliau ingin membahas tentang perbatasan wilayah."Pangeran Alexander terdiam. Masalah perbatasan memang sangat penting tidak bisa di abaikan. Ia tahu kalau Raja Vincent selama ini kekeh kalau wilayah perbatasan itu masih milik kerajaannya. Ia tahu kedatangannya pasti membicarakan masalah tersebut. Ia melangkah mendekati jendela besar aula, menatap jauh ke arah pegunungan yang samar terlihat di cakrawala wilayah yang selama ini diperebutkan. Tanah yang subur, jalur dagang penting dan simbol kekuasaan.Pangeran Alexander kemudian berbalik, sorot matanya kini lebih tegas.“Apakah Raja Vincent datang sendiri?” tanyanya.Prajurit itu menggeleng.

  • Nona, Pangeran Jatuh Cinta Pada Anda!   Karena Ego

    "Berani sekali dia mengabaikanku. Aku harus memberinya hukunan," ucap Pangeran Alexander. Ia keluar dari kamarnya untuk mencari keberadaan Allea."Dimana Putri Allea?" " Ampun Pangeran, Putri Allea sehabis latihan tadi langsung tidak sabar menemui putranya," jawab Dayang menunduk. "Bodoh, apa kalian tidak bilang kalau dia harus menemuiku dulu," ucap Pangeran Alexander.Dayang itu semakin menunduk dalam, suaranya bergetar."Ampun, Pangeran... kami sudah menyampaikan, tetapi Putri Allea tampak sangat gelisah. Ia langsung menuju taman belakang, tempat Pangeran kecil biasanya bermain."Tatapan Pangeran Alexander mengeras. Rahangnya mengatup kuat, menahan amarah yang semakin memuncak."Selalu saja begitu... seolah aku tidak pernah menjadi prioritasnya," gumamnya pelan, namun cukup tajam untuk membuat para dayang di sekitarnya semakin ketakutan.Tanpa berkata lagi, ia berbalik dan melangkah cepat menyusuri lorong istana. Jubahnya berkibar mengikuti langkah panjangnya, menciptakan suasana

  • Nona, Pangeran Jatuh Cinta Pada Anda!   Salah Paham

    Allea menahan napasnya setiap kali bayangan wajah putranya muncul di benaknya. Sebenarnya lebih menarik dia tinggal di kampung daripada harus bersikap tidak sesuai keinginan dirinya. Langkahnya menyusuri ruangan luas itu terasa berbeda dari biasanya. Lantai marmer yang dingin memantulkan bayangannya—tegak, terkendali, dan perlahan berubah. Setelah sesi panjang latihan etika bersama Armand, kini ia mempraktikkan setiap detail kecil yang diajarkan."Bahumu jangan tegang. Anggun bukan berarti kaku," suara Armand masih terngiang di kepalanya.Allea menarik bahunya sedikit ke belakang, membiarkan lengannya bergerak lebih alami. Ia melangkah lagi—satu, dua, tiga—menjaga ritme. Tumit menyentuh lantai lebih dulu, lalu ujung kaki mengikuti dengan lembut. Kepalanya tegak, dagunya sedikit terangkat, seolah membawa harga diri yang tak tergoyahkan. Sayangnya dia belum terbharus menahan keseimbangan. Tanpa sadar tubuh Allea sedikit limbung dan Armand dengan sigap menahannya."Hati-hati Putri," uc

  • Nona, Pangeran Jatuh Cinta Pada Anda!   Pillihan Yang Sulit

    Usai mandi, beberapa Dayang sibuk mendandani Allea. Mereka mematangkan perhiasan emas di leher, dan mahkota kecil di rambut Allea. Anting-anting kecil menggantung manis, berayun pelan setiap kali Allea menoleh, sementara rambutnya disisir rapi lalu dihias dengan mahkota kecil yang memancarkan pesona sederhana namun berwibawa.“Putri terlihat sangat cantik,” ujar salah satu dari mereka."Terima kasih. Emmm...setelah ini aku ingin menggendong bayiku,"ucap Allea tak sabar bertemu bayinya."Maaf Putri, tadi Pangeran Alexander berpesan kalau Anda hari ini akan mengikuti kelas sesuai yang di jadwalkan. Setelah itu baru bisa menggendong putra mahkota," terang Bibi Zena yang tiba-tiba muncul dari balik pintu.Allea menoleh kaget."Bibi, kamu kemana saja mengapa baru kemari?"Bibi Zena berjalan menghampiri Allea dan memberi isyarat pada dayang lain untuk pergi. Ia tersenyum tipis, lalu menutup pintu perlahan hingga ruangan itu terasa lebih tenang.“Ada beberapa urusan di dapur istana yang haru

  • Nona, Pangeran Jatuh Cinta Pada Anda!   Berusaha Sekuat Tenaga

    "Tolong apa ada orang?" Allea terus berusaha mengetuk pintu. Ia terkunci dari luar, sepertinya penculiknya memang sengaja membuatnya kelelahan. Tanpa persediaan makanan dan air minum membuat Allea lemas. Perutnya yang buncit membuatnya susah berjalan. Tubuh Allea mulai kehilangan tenaga. Tenggoroka

    last update최신 업데이트 : 2026-03-23
  • Nona, Pangeran Jatuh Cinta Pada Anda!   Di Culik

    "Yang Mulia ada?" tanya Allea."Ada, silahkan Putri masuk saja," ucap salah seorang Prajurit penjaga."Kok kamu biarkan saja Putri Allea masuk?" tanya prajurit satunya."Ya, pesan Yang Mulia Putri Allea berhak kemana saja di semua sudut istana ini."“Tapi… bukankah beliau belum memiliki gelar resmi

    last update최신 업데이트 : 2026-03-22
  • Nona, Pangeran Jatuh Cinta Pada Anda!   Harus Memilih Pergi Atau Tetap Tinggal

    Pangeran Alexander gelisah, sudah tiga hari dia berada di rumah Allea. Namun dia belum berhasil membujuknya untuk kembali ke istana. Tidak mungkin dia berlama-lama terus di desa. Semua tanggung jawabnya di istana bisa terbengkalai. Meski sudah ada Yoga yang mengatasinya, tapi rasa cemas tetap saja

    last update최신 업데이트 : 2026-04-05
  • Nona, Pangeran Jatuh Cinta Pada Anda!   Bujukan

    Sampai di rumahnya Allea langsung di sambut Ayahnya. "Allea, Ayah tadi ambil ubi di kebun. Ayah juga sudah merebutnya. Kamu berikan ubi rebus ini untuk Pangeran.""Oh, terima kasih Ayah Mertua." Pangeran justru mendahului menjawabnya."I ... iya, Yang Mulia. Sama-sama. Silahkan, mohon maaf kalau di

    last update최신 업데이트 : 2026-04-04
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status