Home / Romansa / Obsesi Dosen Tampan / S2-117. Pertemuan Zelda dan Michael.

Share

S2-117. Pertemuan Zelda dan Michael.

Author: Amaleo
last update Last Updated: 2025-12-27 11:43:49

Beberapa hari berlalu sejak pesan ancaman itu masuk. Noah tidak banyak bicara soal itu—hanya bilang “semua sudah ditangani”.

Tapi, Zelda tahu pria itu tidak main-main. Saat itu juga Noah merekrut dua bodyguard dari tim Halden yang kini selalu ada di sekitar mereka.

Satu mengikuti Zara setiap kali ibunya keluar masuk rumah sakit—membeli makanan, mengambil obat, atau sekadar bernapas di luar. Yang satu lagi berjaga di depan pintu kamar Zelda, bergantian shift tanpa suara.

Hingga hari itu telah tiba, Zelda sudah boleh rawat jalan. Tubuhnya masih lemah—setiap langkah terasa berat, perban di dada dan perut masih menempel rapat—tapi dokter mengizinkan pulang dengan syarat istirahat total.

Kuliah masih harus ditunda. Aktivitas berat dilarang keras.

Sore itu, apartemen terasa lebih tenang dari biasanya. Cahaya senja menyusup lewat jendela besar, membentuk garis kuning lembut di lantai marmer.

Zelda duduk di sofa, selimut tipis menutupi kakinya, secangkir teh hangat di tangan. Zara duduk di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Obsesi Dosen Tampan   S2-129. Pengakuan dan Keruntuhan.

    Noelle Grimm akhirnya membuka rahasia Christopher Vayne dengan suara gemetar. Tubuhnya meringkuk di kursi besi, jari-jarinya saling menggenggam erat hingga memutih, seolah berusaha bertahan dari rasa takut yang ia ciptakan sendiri.Wajahnya pucat, matanya merah karena terus menangis. Dengan ekspresi penuh penyesalan sekaligus pasrah, ia akhirnya mengaku bahwa Vayne memakai dua perusahaan miliknya sebagai kedok untuk menyalurkan uang ilegal. Semua aliran dana itu disembunyikan lewat rekening luar negeri di Swiss dan Kepulauan Cayman.Ia menyebut nama-nama seperti Victor Kane—sniper bayaran, seorang pengacara ternama untuk pemalsuan dokumen, serta mitra bisnis Eropa yang mengurus pemindahan uang kotor itu.Setiap kali berhenti bicara, bahu Noelle bergetar hebat. Rasa malu dan takut membuatnya sesekali melirik Noah dan Michael, berharap pada pengampunan yang tak pernah datang.Ia menjelaskan jejaring Vayne mencakup lebih dari sepuluh perusahaan cangkang di berbagai negara, dengan transa

  • Obsesi Dosen Tampan   S2-128. Pengakuan Noelle Grimm.

    Elena membuka tablet di depannya. “Baik,” katanya. “Mari kita mulai dari dasar.”Ia berhenti sejenak. “Hubungan Anda dengan Christopher Vayne.”Noelle memejamkan mata sesaat. Ketika membukanya kembali, napasnya lebih berat. “Aku mengenalnya sejak dua belas tahun lalu,” ucapnya lirih. “Lewat koneksi bisnis Ayah. Awalnya … dia hanya mitra. Cerdas. Karismatik.”Noah tetap diam.“Tapi, dia tahu caraku berpikir,” lanjut Noelle. “Dia tahu … apa yang aku inginkan.”Michael mengepalkan tangan di bawah meja, tapi tak menyela.Elena mengangguk tipis. “Apa yang dia inginkan dari Anda?”Noelle tertawa kecil—tanpa humor. “Pengaruh,” jawabnya. “Akses. Nama keluarga Grimm.”Ia mengangkat mata menatap Noah sekilas—lalu cepat mengalihkan pandangan. “Dan aku memberikannya.”Ruangan terasa makin sunyi.“Sebelas tahun lalu,” lanjut Noelle, suaranya bergetar, “dia yang menyarankan … untuk menghancurkan reputasi Zara. Bersamaan itu juga, waktu itu aku percaya kalau Ayahku memiliki hubungan dengannya.”Mich

  • Obsesi Dosen Tampan   S2-127. Interogasi Noelle Grimm.

    Lampu di ruang ICU menyala lebih terang dari sebelumnya. Suara langkah cepat terdengar mendekat, diikuti dua perawat dan seorang dokter pria paruh baya dengan jas putih.Noah mundur setengah langkah, memberi ruang. Matanya tak lepas dari Halden—yang kini terjaga, meski napasnya masih dibantu alat.Dokter memeriksa pupil Halden dengan senter kecil, mengecek respons refleks, lalu memberi isyarat pada perawat untuk mencatat.“Halden,” ucap dokter tenang. “Kalau bisa dengar saya? Kedipkan mata sekali.”Kelopak mata Halden bergerak. Satu kali. Lambat, tapi jelas.Dokter mengangguk. “Bagus.”Ia memeriksa monitor jantung, lalu menoleh ke Noah. “Pasien baru saja keluar dari fase kritis.”Napas Noah yang sejak tadi tertahan akhirnya keluar perlahan.“Namun,” lanjut dokter, nada tetap profesional, “kondisinya masih sangat lemah. Kami akan mempertahankannya di ICU setidaknya dua hari ke depan.”“Untuk saat ini, ia hanya boleh bicara singkat. Lima menit. Tidak lebih.” Lanjutnya.Noah mengangguk c

  • Obsesi Dosen Tampan   S2-126. Orang-Orang yang Telah Kembali.

    Klik.Pintu apartemen terbuka pelan. Zara yang pertama kali muncul di ambang pintu—wajahnya tenang, tapi matanya langsung melebar saat melihat siapa yang berdiri di depannya.Noah di depan, Michael Grimm di belakangnya. Zara membeku sebentar. Napasnya tertahan, tapi ia cepat mengendalikan diri. Senyum kecil—bukan hangat sepenuhnya, tapi cukup untuk tidak menutup pintu.“Noah,” sapanya dulu, suara lembut. Lalu tatapannya beralih ke Michael. “Dan … Michael.”Michael mengangguk pelan, hormat. “Zara,” jawabnya lirih. “Apa kabar?”“Baik.” Jawab Zara lirih. “Masuklah.”Ia mundur memberi ruang. Noah melangkah lebih dulu, tangannya menyentuh lengan Zara sebentar dan menatap Zara sambil mengangguk kecil—gerakan kecil penuh dukungan.Michael mengikuti, langkahnya pelan, mata menelusuri ruangan dengan hati-hati. Apartemen itu luas, modern, tapi terasa hangat—ada sentuhan Zara di mana-mana. Buku-buku di rak, tanaman kecil di jendela, foto Zelda kecil di meja buffet.Dari koridor dalam, suara lan

  • Obsesi Dosen Tampan   S2-125. Michael Menjenguk Zelda.

    Noah tersenyum tipis—senyum menilai, dingin tapi terukur. Seolah ia baru saja menimbang satu kemungkinan dari banyak jalan yang tak pernah benar-benar mudah.Michael menghela napas singkat. Berat, namun mantap. “Baik,” ucapnya pelan. “Kami akan datang lagi kemari.”Belum sempat Noelle menanggapi, langkah kaki terdengar mendekat. Seorang sipir wanita berdiri di sisi meja besi, wajahnya datar namun tegas.“Waktu kunjungan sudah habis,” katanya singkat.Noelle tersentak. Kepalanya menoleh cepat ke arah sipir, dahinya mengernyit—ada kepanikan kecil yang tak sempat ia sembunyikan. Tatapannya beralih kembali pada Michael … lalu Noah. Seperti seseorang yang baru sadar bahwa satu-satunya tali pengaman akan segera dilepaskan.“T-tunggu—” bibirnya bergerak, nyaris tak bersuara.Sipir itu tak memberinya waktu. Tangannya menyentuh lengan Noelle, lalu menariknya perlahan namun pasti.Noelle bangkit dengan langkah gontai. Bahunya jatuh, tubuhnya tampak lebih kecil dari sebelumnya. Beberapa langkah

  • Obsesi Dosen Tampan   S2-124. Harga Sebuah Pengkhianatan.

    “Ayah …?” suara Noelle lirih, pecah.“No-Noah …?”Michael menahan napas sesaat sebelum akhirnya menghembuskannya panjang. Ia berusaha tampak tegar—meski jemari kedua tangannya di atas meja besi bergetar kecil, saling bertaut seolah mencari pegangan.Noah memperhatikan detail kecil gestur Ayahnya, tapi tak berkomentar. Ia paham betul, bahwa Michael cukup terguncang—tapi berusaha kuat. Noah mengalihkan pandangan pada Noelle. Sorot matanya tajam. Dingin. Membuat Noelle tak berani menatap balik kakaknya.Michael tersenyum pahit. “Bagaimana keadaanmu, Noelle?”Noelle menelan ludah berat, bibirnya bergetar, matanya berair. “Ayah …” panggilnya dengan suara serak. “T-tolong aku ….”Bahunya bergetar, terisak. “Bebaskan aku, Ayah. Aku mohon ….”Napas Noah tersendat. Tangannya mengepal di sisi tubuh tanpa sadar. Namun ia tetap diam—memberi ruang pada Ayahnya.Michael pejamkan mata beberapa detik sebelum kembali terbuka. “Aku ingin kau belajar … dari kesalahanmu selama ini, putriku.”Noelle meng

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status