共有

Benar-benar Siap

作者: Anny Djumadi
last update 公開日: 2026-09-01 18:34:14

Keesokan harinya, seperti yang dijanjikan, Leon datang menjemput Alena. Begitu Alena masuk ke dalam mobil, ia langsung melihat beberapa map yang berada di kursi belakang.

"Om sudah mulai?"

Leon mengangguk.

"Mulai apa?"

"Persiapan pernikahan."

Alena tersenyum.

"Secepat itu?"

"Proyekmu sudah selesai."

Leon menatapnya sekilas.

"Berarti tidak ada alasan untuk menunda lagi."

Alena tertawa kecil.

"Om benar-benar menghitung hari."

"Tentu."

Leon kemudian menyerahkan sebuah map kepada Alena.

"Ini apa?"

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (4)
goodnovel comment avatar
Heya Sans
Next lagi Thor.
goodnovel comment avatar
Rutani Ago
lanjut kk.......
goodnovel comment avatar
Yolanda Herfes
aku suka, pasangan yg seru
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Hari Pemotretan

    Bagian 1 — Hari PemotretanWaktu berlalu begitu cepat.Tanpa terasa, hari yang selama ini hanya mereka bicarakan akhirnya semakin dekat. Pernikahan tinggal dua minggu lagi. Dan pagi itu, Leon dan Alena berada di sebuah studio yang sengaja disiapkan untuk pemotretan prewedding.Alena berdiri di depan cermin, sementara seorang penata rias sedang menyelesaikan sentuhan terakhir di wajahnya.Hari itu ia mengenakan gaun pengantin berwarna putih dengan potongan sederhana, tetapi sangat elegan. Rambutnya ditata ke atas dengan beberapa helai dibiarkan jatuh lembut di sisi wajah.Alena menatap pantulan dirinya sendiri. Entah mengapa jantungnya berdebar. Padahal ia hanya akan melakukan pemotretan. Bukan menikah hari ini.“Cantik sekali.”Suara Mira terdengar dari belakang.Alena menoleh.“Mama?”Mira tersenyum lebar.“Kalau Leon melihatmu sekarang, Mama yakin dia akan lupa bagaimana cara berkedip.”Alena tertawa malu.“Ah, Mama berlebihan.”“Tidak.”Mira bahkan terlihat lebih bersemangat daripa

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Minggu yang Cerah VS Senen yang Heboh

    Minggu pagi itu terasa lebih cerah dari biasanya. Matahari baru saja naik ketika sebuah mobil berhenti di depan rumah Alena. Alena yang sedang membantu ibunya merapikan meja makan langsung menoleh ketika mendengar suara pintu mobil ditutup.“Siapa pagi-pagi begini?” tanyanya.Ibu Alena yang sedang membawa piring ikut melihat ke arah jendela. Belum sempat mereka menjawab, terdengar suara ketukan di pintu.Tok! Tok! Tok!Alena bergegas membukanya. Begitu pintu terbuka, wajahnya langsung berubah.“Om?”Leon berdiri di depan pintu dengan pakaian santai. Di sampingnya ada Mira yang langsung tersenyum lebar.“Selamat pagi, calon menantu!” seru Mira.Alena langsung salah tingkah.“Mama…”“Nah, sudah panggil Mama. Bagus.” Mira langsung masuk tanpa basa-basi. “Hari ini kita punya urusan penting.”Leon menyusul sambil membawa beberapa map tipis. Alena memandang curiga.“Urusan apa?”Leon tersenyum.“Persiapan pernikahan.”Alena terdiam. Ibu Alena yang baru keluar dari ruang makan langsung terse

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Benar-benar Siap

    Keesokan harinya, seperti yang dijanjikan, Leon datang menjemput Alena. Begitu Alena masuk ke dalam mobil, ia langsung melihat beberapa map yang berada di kursi belakang."Om sudah mulai?"Leon mengangguk."Mulai apa?""Persiapan pernikahan."Alena tersenyum."Secepat itu?""Proyekmu sudah selesai."Leon menatapnya sekilas."Berarti tidak ada alasan untuk menunda lagi."Alena tertawa kecil."Om benar-benar menghitung hari.""Tentu."Leon kemudian menyerahkan sebuah map kepada Alena."Ini apa?""Beberapa hal yang perlu kamu lihat."Alena membuka map tersebut. Ada beberapa pilihan tempat acara, daftar kebutuhan pernikahan, dan beberapa catatan yang sudah dibuat Leon. Alena membaca satu per satu."Om sudah menyiapkan sebanyak ini?""Baru sebagian.""Sebagian?"Leon mengangguk santai."Kalau Om kerjakan sendiri, mungkin lebih cepat."Alena tertawa."Terus Alena harus melakukan apa?""Memilih.""Memilih apa?""Semua yang berkaitan dengan kamu."Alena tersenyum. Namun ketika hendak mengemba

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Proyek Selesai

    Senin pagi, Alena datang ke kantor dengan perasaan yang cukup ringan. Untuk pertama kalinya setelah beberapa minggu, ia tidak perlu memikirkan proyek baru.Leon sudah memastikan hal itu. Setelah proyek yang sedang berjalan ini selesai, tidak akan ada lagi pekerjaan tambahan yang diberikan kepadanya.Alena sebenarnya sedikit kecewa. Bukan karena ia tidak ingin menikah, tetapi karena ia memang menyukai pekerjaannya. Apalagi proyek yang sedang ia kerjakan kali ini cukup menarik.Begitu sampai di mejanya, Alena langsung membuka laptop dan memeriksa kembali semua data yang sudah dikerjakannya. Tidak lama kemudian, Alex datang menghampiri."Sudah siap?"Alena mengangguk."Siap, Pak."Alex melirik layar laptopnya."Bagaimana?""Hampir selesai.""Bagus."Alex menarik kursi dan duduk di samping meja Alena."Kita tinggal melakukan pemeriksaan terakhir sebelum hasilnya kita serahkan."Alena mengangguk. Mereka kemudian mulai memeriksa satu per satu hasil pekerjaan. Alex cukup terkesan."Bagus."A

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Langkah Menuju Kehidupan Baru

    Sepulang dari kantor, Alena sempat mengira Leon akan langsung mengantarnya pulang. Namun setelah beberapa menit berjalan, ia mulai menyadari bahwa arah mobil bukan menuju rumahnya. Alena menoleh kepada Leon."Om.""Hm?""Kita mau ke mana?""Ke suatu tempat.""Tempat apa?""Nanti juga tahu."Alena memperhatikan Leon beberapa saat."Apakah Om mau kasih Alena proyek lagi?"tanya Alena dengan mata berbinar.Leon langsung tertawa."Kenapa pikiranmu selalu proyek?""Karena Om tadi bilang mau membicarakan sesuatu.""Iya.""Berarti proyek?""Bukan."Alena malah terlihat sedikit kecewa."Sayang sekali."Leon meliriknya."Kamu kecewa tidak dapat proyek?""Iya."Leon menggeleng."Om sudah susah payah menghentikan proyekmu.""Kan Alena masih suka kerja.""Om tahu.""Kalau ada proyek menarik, Alena pasti mau.""Nah, itu masalahnya."Leon tersenyum."Makanya Om tidak boleh memberi kesempatan."Alena tertawa."Om takut Alena lupa menikah?""Betul.""Padahal Alena sudah janji.""Om tetap harus waspad

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Rahasia yang Bukan Rahasia

    Senin pagi, suasana kantor berjalan seperti biasa. Alena baru saja meletakkan tas di meja ketika Amara tiba-tiba menghampirinya dengan senyum yang terlihat mencurigakan."Selamat ya, Lena."Alena mengangkat wajah."Selamat apa?"Amara tersenyum lebar."Jangan pura-pura tidak tahu.""Tahu apa?""Kamu benar-benar mau menikah dengan Pak Leon dalam waktu dekat ini kan?"Alena langsung membeku."Hah?"Amara terkekeh."Jadi benar?""Siapa yang bilang?"Belum sempat Amara menjawab, Sisca muncul dari belakang sambil membawa kopi."Sudah, jangan disiksa dulu."Alena semakin bingung."Kalian ngomong apa sih?"Sisca menatapnya penuh arti."Jadi kapan kami dapat undangan?""Undangan apa?""Pernikahanmu."Alena menutup wajahnya."Astaga..."Ia mulai memahami sesuatu. Tidak mungkin semua orang tahu kalau bukan ada yang membocorkannya."Tunggu."Alena menurunkan tangannya."Siapa yang bilang?"Amara dan Sisca saling pandang. Amara akhirnya berkata,"Kayaknya bukan Pak Leon.""Terus?""Ibunya."Alena

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Bawa Dia ke Ruang Saya

    Sejak pagi, Alena sudah merasa tubuhnya tidak nyaman. Kepalanya terasa berat, sementara matanya sesekali berkunang setiap kali terlalu lama menatap layar komputer. Namun wanita itu tetap berusaha bekerja seperti biasa sambil sesekali meminum kopi dingin yang bahkan sudah tidak terasa efeknya.“Aduh

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Om Ganteng Mau Nikah

    Sudah seminggu. Dan Leon tidak muncul lagi. Awalnya Alena masih berpikir pria itu hanya sibuk bekerja seperti biasa, mungkin lembur, mungkin ada meeting penting, karena bukankah orang kaya memang selalu sibuk. Namun setelah beberapa hari berlalu dan mobil hitam Leon tak pernah lagi terlihat masuk k

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Gadis Aneh

    Sejak hari itu, Alena punya kebiasaan baru: mengintip rumah Leon. Setiap sore sepulang sekolah, gadis itu akan duduk di teras rumah neneknya sambil pura-pura mengerjakan PR. Buku tulis terbuka di pangkuannya, pena sesekali bergerak, tetapi matanya lebih sering melirik rumah besar di sebelah komplek

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Demi Bakso, Ajak Nikah

    “Berani nggak?” Alena yang sedang meniup es teh plastiknya langsung menoleh bingung ke arah teman-temannya. “Berani apa?” Tiga anak perempuan di sampingnya langsung cekikikan sambil menunjuk ke arah seberang jalan. Di depan minimarket, sebuah mobil hitam mewah baru saja berhenti. Seorang pria

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status