مشاركة

Janur Melengkung

مؤلف: Anny Djumadi
last update تاريخ النشر: 2026-06-22 19:19:27

Akhirnya Alena tidak tahan lagi. Karena Sisca terus menatapnya seperti penyidik yang sedang menginterogasi tersangka.

"Apa lagi sih?"

Sisca langsung duduk tegak.

"Kau menyembunyikan sesuatu."

"Aku tidak menyembunyikan apa-apa."

"Bohong."

"Nggak."

"Bohong."

Alex langsung menghela napas. Sudah mulai lagi. Akhirnya Alena menyerah.

Dan tanpa sadar menceritakan semua yang terjadi semalam.

Tentang ibunya.

Tentang wawancara Mira.

Dan tentang kalimat yang terus mengganggu pikirannya sejak kemarin.

"Mun
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (7)
goodnovel comment avatar
Budiyanto yence
Thor kau tanggung jawab, bikin sakit perut terus
goodnovel comment avatar
Rutani Ago
ketawa lihat sisca ini, parah
goodnovel comment avatar
Brayen Shin
makin penasaran ibumu Leon wkwk
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Dia Milikku

    Ting!Perlahan Alena membuka ponselnya dengan lesu. Namun hanya beberapa detik kemudian...Matanya langsung membelalak.Tidak percaya.Ia bahkan menggosok matanya sendiri. Lalu membaca pesan itu sekali lagi.Jangan ikut blind date!Apa-apaan ini?Sementara itu, Alena sama sekali tidak sadar. Di sebelahnya, ada seseorang yang lehernya sudah memanjang seperti jerapah. Sisca.Wanita itu sejak tadi berusaha mengintip layar ponsel Alena. Dan sekarang, matanya juga ikut membesar.Astaga. Ini menarik.Alena masih terpaku. Jantungnya mendadak berdetak lebih cepat.Kenapa Pak Leon mengirim pesan seperti ini?Apa dia...Tidak setuju?Atau...Tidak suka?Entah kenapa, memikirkan kemungkinan kedua membuat pipinya sedikit menghangat. Tanpa sadar, jarinya mulai bergerak. Ia mengetik pelan.Bai...Belum selesai mengetik. tiba-tiba ponselnya direbut."Eh!"Alena langsung tersentak."Sisca!"Namun wanita itu sudah memegang ponselnya tinggi-tinggi."Ih... enak banget!""Kembalikan!"Sisca menatapnya ti

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Jangan Ikut Blind Date!

    Beberapa saat kemudian, pintu ruang rapat terbuka. Begitu Leon keluar setelah hampir satu jam berada di dalam, seseorang langsung menghampirinya.Ibunya.Mira sudah tidak sabar."Sudah selesai?""Iya, Bu.""Bagus."Leon mengangguk pelan. Ia sudah terlalu lelah untuk bertanya kenapa ibunya masih ada di sana. Kalau dipikir-pikir, jawabannya pasti sama.Menemaninya.Atau lebih tepatnya...Mengawasinya.Mira langsung berjalan di samping putranya."Aku tadi jalan-jalan.""Hm.""Terus aku ke bawah.""Hm.""Terus aku ketemu Alena."Langkah Leon langsung melambat."Hah?"Mira sama sekali tidak menyadarinya."Aku sudah bilang, jangan ganggu Alena saat kerja.""Ibu tidak ganggu.""Lalu?""Justru Ibu bikin dia santai sejenak.""Hah?""Ibu ajak ngobrol-ngobrol.""Namanya perempuan pasti suka ngobrol.""Ibu...""Anaknya lucu ya."Leon mulai tidak tenang."Bu...""Polos.""Bu.""Dan imut.""Bu.""Malah Ibu sudah tidak heran."Leon menelan ludah."Tidak heran apa?""Kenapa kamu menganggap dia sepert

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Blind Date

    Keesokan paginya, Alena berangkat kerja dengan wajah lesu. Bahkan sejak turun dari kendaraan sampai masuk ke ruang marketing, senyum yang biasanya selalu menghiasi wajahnya sama sekali tidak terlihat.Tentu saja perubahan itu langsung ditangkap oleh seseorang.Sisca.Wanita itu langsung menggeser kursinya mendekat."Lena.""Hm?""Ayo senyum.""Hmm.""Aku kangen lesung pipimu."Alena tetap diam."Jangan pelit-pelit.""Hmm."Sisca mulai gelisah. Biasanya Alena memang gampang tersipu, gampang malu, tetapi selalu ceria dan tidak pernah semurung ini. Akhirnya Alena mengangkat sudut bibirnya sedikit.Namun... senyum itu begitu kaku.Sisca langsung memegang dada."Jangan begitu dong."Alena mengernyit."Kenapa?""Lebih baik kamu marah.""Hah?""Senyum kayak gitu bikin aku takut."Alena langsung menghela napas. Daripada berdebat dengan Sisca, lebih baik diam.Namun ternyata... diam juga tidak membuat sahabatnya berhenti bicara."Lena.""Hm?""Di dunia ini cowok banyak."Alena meliriknya."Buk

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Memilih Calon

    Keesokan paginya...Leon benar-benar mulai merasakan hidupnya berubah. Kalau biasanya ia bebas pergi ke mana pun, sekarang berbeda.Ke mana pun ia pergi, selalu ada satu orang yang mengikutinya.Ibunya.Pagi itu Leon baru saja mengambil kunci mobil."Sudah mau berangkat?""Iya.""Ibu ikut."Leon hanya bisa mengangguk pasrah.Begitu tiba di perusahaan...Mira langsung ikut turun dari mobil, menyapa para karyawan dengan ramah, bahkan sesekali berhenti mengobrol dengan mereka.Melihat tingkah ibunya, Leon sampai merasa wanita itu sudah naik jabatan menjadi sekretaris pribadi keduanya.Leon mulai punya firasat buruk."Bu.""Hm?""Ibu mau ke mana?""Ikut kamu."Leon menghela napas."Tapi Ibu tidak ada urusan di kantor.""Siapa bilang?""Lalu urusannya apa?""Menemani anak."Leon benar-benar kehabisan kata-kata.Sepanjang hari...Leon bahkan tidak pernah benar-benar sendirian. Saat menuju ruang rapat... Mira ikut sampai depan pintu."Mau meeting, Bu.""Iya.""Ibu tunggu."Saat Leon keluar

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Dua Ibu, Dua Rencana

    Sore itu...Jam kerja akhirnya usai. Sebagian besar karyawan mulai berkemas untuk pulang. Namun tidak dengan Leon. Pria itu justru menghela napas panjang begitu keluar dari ruangannya.Seharian ini... ia sama sekali tidak memiliki kesempatan mendekati Alena. Padahal sejak pagi sudah ada rencana di kepalanya.Sepulang kerja... ia ingin mengajak Alena makan malam. Bukan untuk berkencan. Setidaknya menurut pengakuannya sendiri.Ia hanya ingin menjelaskan semua kesalahpahaman yang terus menumpuk.Tentang Cynthia.Tentang ibunya.Dan tentang boneka singa yang ternyata malah membuat keadaan semakin rumit.Namun semua rencana itu langsung buyar. Karena begitu keluar dari lift... seseorang sudah berdiri sambil tersenyum manis.Ibunya."Sudah selesai?"Leon langsung memejamkan mata."Sudah, Bu.""Bagus."Mira langsung merangkul lengan putranya."Yuk pulang."Leon hanya bisa mengangguk pasrah. Sepanjang perjalanan menuju parkiran, Mira terus mengobrol.Mulai dari menu makan malam.Sampai membah

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Tidak Mengerti

    Begitu Leon dan Mira menghilang ke dalam lift...Area marketing mendadak hening.Lima detik.Sepuluh detik.Lalu..."AAAAAA!"teriak Sisca.Alena yang masih berusaha menenangkan jantungnya sampai terlonjak dari kursinya."Apa lagi sih?!"Sisca langsung menunjuk lift yang sudah tertutup."Itu!""Itu apa?""'Nanti Alena bisa resign!'"Sisca menirukan suara Leon dengan dramatis. Alena langsung memegang kepala."Tolong jangan diulang.""Tidak bisa.""Kenapa?""Karena aku merinding."Alex menghela napas."Aku juga dengar.""Nah kan!"Sisca langsung menepuk meja."Itu bukan kalimat bos biasa."Alena mendelik."Itu kalimat orang yang takut kehilangan karyawan.""Bohong.""Benar."Seperti biasa, Alena memilih diam daripada harus adu mulut dengan Sisca. Ekspresi Sisca sangat serius. Bahkan terlalu serius."Aku tahu sekarang.""Apa?""Pak Leon pasti sudah membayangkan masa depan."Alena langsung memejamkan mata."Tolong jangan mulai.""Tidak."Sisca mengangkat telunjuk."Analisis ini berdasarka

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Jarak yang Mendadak Terasa

    Dua hari kemudian, Alena akhirnya kembali masuk kerja. Walaupun demamnya sudah turun, tubuhnya masih terasa sedikit lemas. Namun terus berada di rumah juga membuatnya tidak tenang sendiri. Apalagi setiap kali memejamkan mata, yang muncul malah wajah Leon. Memalukan. Benar-benar memalukan. Alena me

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Perasaan yang Mulai Mengganggu

    Hari kedua Alena tidak masuk kerja ternyata jauh lebih mengganggu dari yang Leon bayangkan. Sejak pagi, pria itu beberapa kali tanpa sadar kembali melihat ke arah meja kosong di lantai bawah dari balik dinding kaca ruang kerjanya. Padahal area kerja tetap berjalan normal seperti biasa. Suara keyb

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Perhatian yang Semakin Terlihat

    Mobil perusahaan berhenti tepat di depan rumah kecil Alena menjelang sore. Hujan sejak siang sudah berubah menjadi gerimis tipis, meninggalkan aroma tanah basah yang memenuhi udara. Alena masih merasa sedikit pusing saat turun dari mobil. Supir perusahaan buru-buru membuka payung untuknya.“Hati-ha

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Detak Jantung yang Tidak Normal

    Alena benar-benar merasa ingin menghilang dari muka bumi saat Leon mengatakan dirinya harus dibawa ke ruang kerja pria itu. Bahkan sampai Alex membantu menuntunnya masuk ke lift khusus direksi, wanita itu masih belum bisa memproses keadaan. Ini memalukan.Sangat memalukan. Dari sekian banyak cara un

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status