แชร์

Bab 205

ผู้เขียน: Elenor
Doni kembali beberapa saat setelah Clara kembali.

Mereka selesai makan, lalu meninggalkan restoran.

Doni kembali ke kantornya untuk menyiapkan materi, sementara Clara dan Dylan kembali ke Morti Group.

Sekitar jam tiga sore, Dani tiba di Morti Group hampir bersamaan dengan Doni.

Mereka pernah makan bersama sebelumnya saat uji coba mobil tanpa pengemudi di X-Tech.

Saat mereka saling bertemu, Doni menyapanya dan berkata, "Pak Dani, apa Anda juga bekerja sama dengan Morti Group?"

"Iya. Berarti Pak D
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (12)
goodnovel comment avatar
Farhat Ashshidiq
namanya jg uler Keket....kalo nggak nemplok tar bisa jatoh
goodnovel comment avatar
Farhat Ashshidiq
bukan hanya restoran, bahkan mrka sering pergi ke tujuan yg sama....mngkin tmpat2 itu favorit kaum elit...hihiii
goodnovel comment avatar
Farhat Ashshidiq
Ah Dani...apa dl dia jg membenci Clara? dgn karakternya, aq rasa dia bersikap lbh netral dibanding yg lainnya aq jg pengen si Edward tau kalo Dani & Clara berhubungan dekat...hehee
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 858

    Saat itu, Nenek Anggasta sebenarnya sudah mengerti bahwa hubungan antara Clara dan Edward tidak mungkin lagi diselamatkan.Mendengar hal tersebut, wajahnya pun memerah, dan berkata dingin, "Clara belum mengajukan perceraian, itu karena hubungan baik antara keluarga kita di masa lalu. Ingat kebaikan itu! Kalau kalian berdua sudah resmi bercerai nanti, kau harus tetap memperlakukan Clara dengan rasa hormat. Kau juga harus memberikannya kompensasi yang pantas!"Edward menjawab, "Iya, aku tahu."Nenek Anggasta hanya mendengus, tak berkata apa pun.Melihat nenek dan cucunya sedang berselisih, Ronald pun langsung mengubah topik pembicaraan dan tidak lagi membahas urusan Edward dan Clara.Siang harinya, Gading menelepon Edward. "Ada rencana apa malam ini?"Edward menjawab, "Menghabiskan waktu di rumah nenek.""Kau seharian hanya di rumah nenek? Apa nggak ada rencana pergi keluar?""Iya."Gading tertegun diam. Apa dia serius? Apakah dia sama sekali tidak punya rencana dengan Vanessa?Tentu sa

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 857

    "Memesan kue bulan itu mudah," kata Kepala pelayan. "Elsa mau pesan untuk siapa? Mau rasa apa?"Elsa langsung menjawab, "Untuk Mama! Tapi rasanya ...."Dia tidak mengetahui rasa apa yang disukai ibunya."Oh, jadi untuk Bu Clara, ya?" Kepala pelayan merasa senang saat mendengar bahwa kue itu untuk Clara. "Kakek tahu seleranya Bu Clara. Kakek akan minta mereka mengirimkan katalognya. Nanti Elsa bisa pilih sendiri."Elsa mengangguk. "Oke. Terima kasih ya, Kek."Kepala pelayan langsung pergi untuk mengurusnya.Ada terlalu banyak pilihan, jadi kepala pelayan menyarankan agar memesan beberapa rasa sekaligus untuk memenuhi selera seluruh anggota Keluarga Hermosa lainnya.Elsa berpikir saran itu masuk akal, dia juga menyukai setiap model dan rasa. Jadi, dia ingin memesan satu kotak untuk setiap rasa, tetapi kepala pelayan segera mencegahnya. "Itu terlalu banyak untuk mereka. Pesan lima atau enam kotak saja sudah cukup."Elsa menjawab, "... Baiklah."Setelah selesai memilih, dia mengembalikan g

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 856

    Elsa refleks mundur selangkah lagi yang semakin memperlebar jarak antara dirinya dan Vanessa. "Aku nggak mau. Aku mau pulang dan makan di rumah."Vanessa tersenyum. "Ya sudah. Kalau begitu, Tante ikut ....""Aku mau pulang sendiri." Khawatir Vanessa tidak mengerti, Elsa menatapnya dan mengulangi ucapannya, "Aku mau pulang sendiri."Ekspresi Vanessa berubah menjadi suram, dia lalu melangkah maju. "Elsa ...."Namun, sebelum dia selesai berbicara, sopir Elsa sudah menghentikannya. "Bu Vanessa, tolong berhenti."Vanessa menatap Elsa dan berbicara, "Elsa ...."Elsa tidak menjawabnya. Dia berbalik, langsung membuka pintu mobil dan masuk.Melihat Elsa yang sudah masuk ke mobil, maka sopirnya juga ikut berbalik.Menatap mobil Elsa menghilang di tengah arus lalu lintas, bibir Vanessa terkatup rapat.Meskipun Elsa tidak pernah menjawab telepon atau pun membalas pesannya sejak pesta jamuan di Dr. Luwana, tetapi Vanessa tidak terlalu memikirkannya.Dia percaya bahwa ketika waktunya tepat nanti, di

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 855

    Karena jika menyerah sekarang, mereka bukan hanya akan kehilangan segalanya tetapi juga dibebani oleh hutang.Oleh karena itu, mereka harus bisa menarik Edward ke sisi mereka kembali.Rita menatap Vanessa. "Vanessa, soal Edward ...."Vanessa mengulangi jawaban yang sama, "Iya, aku tahu. Aku akan menghubunginya."Rita mengangguk dan tidak berkata apa-apa lagi.Dia selalu berpikir bahwa dirinya cukup mahir dalam berurusan dengan pria dan memahami jalan pikiran mereka, namun ... dia harus mengakui bahwa seluruh sikap Edward sejak pesta jamuan Dr. Luwana hingga sekarang berada di luar perhitungannya.Bahkan, dia sendiri pun ikut kebingungan.Vanessa menyelesaikan sarapannya dan langsung pergi ke kantor.Kemajuan pekerjaan di X-Tech sering kali terhambat, dan hal tersebut membuatnya sangat sibuk. Dia baru saja berbicara dengan seseorang ketika Diana menelepon. "Kak, Kak Edward sudah kembali! Dia baru saja menghadiri konferensi pers peluncuran produk Anggasta Group, aku melihat video siaran

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 854

    Edward berkata, "Apa kau yakin? Apa kau nggak kangen sama mamamu?"Elsa memalingkan wajahnya. "Kalau aku kangen, aku akan hubungi mama sendiri, nggak perlu dibantu."Edward mendengarkan, dia memandang ke arah putrinya. Saat hendak berbicara, ponsel Elsa berdering.Itu panggilan telepon dari Clara.Elsa melihat ke layar dan menjawab panggilan itu setelah dua detik. "Mama.""Iya, ini Mama," jawab Clara di sisi lain telepon. "Apa kau mau merayakan Festival Musim Gugur besok bersama Mama?"Elsa masih enggan dekat dengannya sekarang. Clara tidak tahu apakah putrinya itu akan bersedia untuk datang dan merayakan festival di rumah Keluarga Hermosa bersama dengannya, tetapi dia tetap harus bertanya.Elsa merasa ragu-ragu sejenak dan kemudian berkata, "Aku masih belum tahu. Aku tanya ayah dulu. Kalau sudah, aku akan kabari Mama nanti.""Oke." Clara berkata, "Jangan lupa kabari Mama, ya.""Iya, Ma." Elsa berkata, "Sampai jumpa, Mama.""... Sampai jumpa."Setelah Clara selesai berbicara, Elsa lang

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 853

    Dalam benak Gading, sosok Elsa itu selalu ceria dan bahagia. Jika dia mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan, dia pasti akan segera memberi tahu Edward. Jadi, apa yang mungkin bisa membuat anak itu tidak bahagia?Elsa menggulir layar gawai-nya tanpa mendongak dan berkata, "Aku nggak sedih." Biasanya ketika mereka bertemu, Elsa akan selalu tersenyum dan jelas terlihat bahwa dia sedang bahagia.Jika digoda, dia pasti akan langsung membalas dengan penuh semangat. Fakta bahwa sikapnya yang tetap diam dan acuh tak acuh setelah digoda seolah-olah tidak ingin berbicara dengan siapa pun, membuat Gading yakin bahwa Elsa memang benar-benar sedang kesal.Gading baru saja hendak menggoda Elsa dan bertanya apa yang sudah membuatnya tidak bahagia, namun tiba-tiba Dani terbatuk ringan. "Sekarang giliranmu memesan.""Aku sudah pesan.""Pesan dua lagi."Gading terkejut. "Nafsu makanmu besar sekali hari ini?"Dani tidak menanggapi.Selama perjalanan mereka liburan ke laut terakhir kali, Dani memperh

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status