Teilen

Bab 207

last update Veröffentlichungsdatum: 05.11.2026 22:51:18

Clara langsung disoraki serempak oleh Adrian dan Siska begitu kalimat penuh canda itu meluncur mulus dari bibirnya di tengah meja makan.

“Huuuu... modus banget minta dibayarin mobil, tapi ujung-ujungnya pengen diganti baru sama Papa!” protes Adrian sambil menunjuk kakak perempuannya itu menggunakan sendok.

Siska ikut terkekeh geli, menggelengkan kepalanya melihat kelakuan adiknya. “Ada-ada saja si Clara, pinter banget kalo urusan manfaatin situasi buat meres Papa!” ledek Siska sambil melirik ke
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 209

    Adrian tertegun sejenak saat melihat sang papa tiba-tiba menyodorkan sebuah kartu eksklusif berwarna hitam berbalut aksen emas tipis tepat di hadapannya. Membuat udara di sekitar meja makan mendadak terasa senyap karena kilauan kemewahan benda tersebut.Adrian mengerjap beberapa kali, mencoba meyakinkan dirinya bahwa ia tidak salah lihat. Dengan rasa penasaran yang bercampur rasa tidak percaya, ia menerima sodoran itu dengan ujung jarinya. “Apaan nih, Pah?” tanya Adrian pelan, menatap kartu premium di tangannya.“Itu black card, khusus buat kamu beli mobil yang kamu mau. Papa udah hubungi pihak bank supaya limitnya dibuka penuh. Kamu bisa transaksi sampai maksimal 5 miliar rupiah. Cukup kan, buat beli mobil yang kamu mau?”Mendengar angka fantastis yang meluncur begitu saja dari mulut sang ayah, mata Adrian sontak membelalak lebar. Jantungnya berdegup lebih kencang. Limit lima miliar rupiah hanya untuk sekadar membeli kendaraan harian adalah angka yang luar biasa gila bagi seorang mah

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 208

    Adrian dan Siska tampak kaget sebenarnya begitu kepergok oleh kehadiran Clara di pagi buta itu. Namun, Adrian dengan sigap menguasai keadaan dan langsung menggelitiki pinggang Siska untuk mengalihkan perhatian serta menutupi kepanikan mereka berdua.Siska yang tidak menduga serangan mendadak itu langsung tertawa terbahak-bahak. “Clara... tolongin gue! Adrian rese! Hahaha! Geli bego! Stop, Yan!” teriak Siska histeris sambil berusaha melepaskan diri dari gelitikan maut adiknya.Clara yang berdiri di ambang pintu belakang dengan segelas air di tangan hanya memandangi pemandangan itu dengan alis bertaut heran. “Heh! Kalian ini pagi-pagi udah bikin keributan aja! Main kelitik-kelitikan segala kayak anak kecil,” protes Clara santai, melangkah mendekati mereka berdua sambil menyeruput air dari gelasnya.Adrian menghentikan gelitikannya sebentar, menyeringai lebar ke arah Clara yang tampak kebingungan. “Siapa juga yang bikin keributan, Kak? Orang kita cuma lagi olahraga pagi biar badan seger.

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 207

    Clara langsung disoraki serempak oleh Adrian dan Siska begitu kalimat penuh canda itu meluncur mulus dari bibirnya di tengah meja makan.“Huuuu... modus banget minta dibayarin mobil, tapi ujung-ujungnya pengen diganti baru sama Papa!” protes Adrian sambil menunjuk kakak perempuannya itu menggunakan sendok.Siska ikut terkekeh geli, menggelengkan kepalanya melihat kelakuan adiknya. “Ada-ada saja si Clara, pinter banget kalo urusan manfaatin situasi buat meres Papa!” ledek Siska sambil melirik ke arah Budi.Budi yang mendengar usulan putrinya itu justru tertawa, merasa terhibur dengan tingkah laku anak-anaknya. “Wah, boleh juga tuh idenya Clara. Kalo emang Adrian mau ambil alih mobil kamu, nanti Papa beliin kamu mobil baru yang lebih bagus, Clara,” timpal Budi menyambut usulan itu dengan antusias.Maya pun segera menimpali sambil tersenyum lembut, berusaha menengahi suasana riuh di meja makan. “Udah-udah, jangan pada komporin adenya terus. Nanti malah makin ngelunjak si Clara dikasih an

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 206

    Dengan canggung, Adrian melangkah mendekati ruang keluarga dan duduk di sofa yang ada di depan Ayahnya. “Eh, Papa... udah pulang, Pa? Kirain baru besok sampenya.”Budi meletakkan dokumennya di atas meja kaca, lalu menyandarkan punggungnya santai. “Iya, urusan bisnis Papa di Singapura ternyata selesai lebih cepat. Gimana kuliah kamu hari ini, lancar?”Adrian menelan ludah pelan, berusaha memasang raut wajah sejelas dan senormal mungkin. “Lancar kok, Pa. Biasa aja, tugas-tugas juga aman.”Budi mengangguk-angguk kecil, matanya menatap Adrian dengan tatapan yang sulit diartikan. “Bagus kalo gitu. Oh ya, tadi Mama kamu sempat cerita... katanya kamu hari ini bawa mobilnya Clara ke kampus?”Jantung Adrian mendadak berdegup lebih kencang. Ia mencoba mengingat-ingat apakah ada kesalahan yang dibocorkan Maya atau Clara. “I-iya, Pa. Dari kemarin hujan lumayan deras, jadi aku izin pinjam mobil Kak Clara sebentar.”“Kenapa harus pinjam punya kakak kamu? Kan Papa udah pernah tawarin kamu buat beli

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 205

    Adrian menatap sahabatnya itu dengan tatapan yang serius. Mengamati kesungguhan yang terpancar jelas dari sorot mata Viktor setelah mendengar cerita panas tentang Winda.“Lo serius, Tor?” tanya Adrian memastikan, merendahkan nada suaranya agar tidak mencuri perhatian pengunjung coffee shop lain yang mulai sepi.“Ya serius, lah! Muka gue keliatan lagi main-main emangnya? Mana ada cowok waras yang gak pengen kalau diceritain hal sehebat tadi.”“Lo mau gituan juga sama Winda?” tanya Adrian lebih spesifik, sengaja ingin menguji seberapa jauh nyali sahabatnya itu.Mendengar pertanyaan itu, nyali Viktor mendadak ciut separuh. Ia langsung menggeleng cepat sambil bergidik ngeri. “Emang bisa kalo sama Winda? Kan lo sendiri bilang dia sebel sama gue, yang ada gue disemprot sama dia kalo nekat mendekat!” balas Viktor, malah bertanya balik dengan nada panik.Adrian mendengus geli lalu menoyor pelan kepala sahabatnya. “Yeee! Si bego... malah balik nanya. Bukan gitu maksud gue!”“Ya maksud gue kan,

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 204

    Adrian meminta Viktor untuk mendekatkan duduknya. Memberikan gestur rahasia seolah-olah apa yang hendak ia katakan berikutnya adalah informasi paling sakral dan terlarang di muka bumi ini.“Sini, lo ke sini dikit. Jangan keras-keras ngomongnya, nanti didengar orang sebelah,” bisik Adrian dengan seringai tipis di bibirnya.Viktor yang sudah terbakar rasa penasaran tingkat akut langsung menggeser kursinya merapat ke meja, mencondongkan tubuhnya. “Jadi gimana, Yan? Jangan bikin gue makin penasaran setengah mati gini, cepetan ceritain!” desak Viktor tidak sabar dengan suara bergetar pelan.Adrian menyesap sisa es kopi di gelasnya sebentar, lalu menatap lurus ke mata sahabatnya itu sebelum mulai membongkar rahasia panasnya bersama Winda.“Ya... gimana ya gue mulainya, Tor? Lo tau sendiri kan Winda kalo di kampus stylenya kayak gimana? Rapi, keren, modis, keliatan kayak cewek baik-baik yang gak pernah neko-neko,” ujar Adrian sengaja memancing imajinasi liar Viktor.“Iya-iya, gue tau! Makany

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status