ログインIni bab kedua pagi ini. Selamat beraktivitas (◠‿・)—☆
Benua Valorisia, di bagian terdalam Kota Celestedragon, berdiri sebuah istana yang terasing dari dunia luar.Tempat itu merupakan fondasi sejati Keluarga Celestedragon.Aula utama keluarga berada di dalam kompleks tersebut. Hanya Tetua Agung, para tetua inti, Henry Celestedragon, serta sejumlah tokoh penting yang berhak memasukinya.Bahkan anggota garis utama dan keturunan langsung Keluarga Celestedragon tidak diperbolehkan melangkah ke dalam.Aturan itu sudah berlaku sejak keluarga tersebut berdiri, dan tidak seorang pun berani melanggarnya.Di bawah aula utama terdapat urat spiritual yang sangat besar.Energi spiritual dalam radius belasan kilometer begitu pekat hingga hampir membentuk kabut. Sayangnya, seluruh wilayah aula dipisahkan dari dunia luar.Bahkan keturunan langsung Keluarga Celestedragon pun tidak berhak berkultivasi di sekitarnya.Saat ini, suasana di dalam aula terasa berat.Henry Celestedragon duduk di kursi kehormatan.Beberapa tetua penting duduk di sebelah kananny
Mata Tetua Heron membelalak lebar.Benda aneh itu ternyata milik Ryan.Ia sudah tahu pemuda di depannya menyimpan banyak rahasia, tetapi kekuatan bola cahaya merah dan biru tadi tetap membuatnya ngeri.‘Berapa banyak rahasia melawan langit yang sebenarnya dimiliki bocah ini?’Saat itu, bola cahaya merah dan biru kembali melesat tinggi ke langit.Wajah Tetua Heron langsung berubah.Kalau benda itu menyerang sekali lagi, ia pasti mati. Kedua lengannya sudah hancur, sehingga membentuk segel pertahanan pun hampir mustahil.Tanpa ragu, Tetua Heron segera mengerahkan daya spiritualnya.Sebuah liontin giok di tubuhnya langsung menyala terang.Krak!Liontin itu pecah berkeping-keping.Tubuh Tetua Heron menghilang dari alam rahasia lalu muncul kembali di luar formasi teleportasi.Begitu muncul, ia langsung berteriak panik.“Cepat hancurkan formasi teleportasinya!” Wajahnya dipenuhi keganasan.“Persetan dengan Luna Celestedragon! Bunuh semua orang di dalam!”Para kultivator Keluarga Celestedrag
Tetua Heron berdiri tidak jauh dari Ryan dan Luna. Tatapannya dalam, dengan sorot aneh yang sulit ditebak.Tiba-tiba, suara tepuk tangan memecah ketegangan.Plak! Plak! Plak!Tetua Heron bertepuk tangan tiga kali perlahan, seperti penonton yang baru menikmati pertunjukan menarik.“Ryan Pendragon, harus kuakui aku meremehkanmu,” ujarnya sambil menyeringai. “Rahasiamu terlalu banyak. Bahkan aku mulai penasaran ingin mengetahui semuanya.”Ia menatap kondisi Ryan dari atas ke bawah. “Sayangnya, kau sudah tidak punya tenaga untuk menggunakannya lagi. Aku bisa melihat ini adalah batasmu.”Tetua Heron melanjutkan, “Jujur saja, kemampuanmu benar-benar mengejutkanku.” “Kalau kuberi kau sepuluh tahun lagi, bahkan mungkin satu tahun saja, bukan mustahil kau sudah sanggup mengalahkanku.”“Kecepatan pertumbuhanmu memang menakutkan. Tapi sehebat apa pun dirimu, akhir dari semua ini tidak akan berubah. Semuanya selesai di sini.”Ryan menatapnya. “Lalu seperti apa akhirnya?”Suaranya tetap tenang, m
Seketika, bayangan Quillon Wynn melebur ke dalam tubuh Ryan.Ryan memejamkan mata. Pasir kuning yang sebelumnya beterbangan mendadak berhenti di udara. Kesunyian mencekam menyelimuti wilayah sejauh beberapa kilometer, seolah seluruh dunia berhenti bergerak.Kedua Tetua Keluarga Celestedragon langsung tertegun.“Barusan itu Jiwa Primordial seseorang?” salah seorang bertanya. “Perasukan?”“Aku tidak tahu, tapi aura ini terlalu aneh,” jawab yang lain. “Cepat! Bocah itu harus mati!”Keduanya langsung bergerak.Salah seorang bahkan memaksa keluar setetes saripati darah ketika masih berada di udara.Cahaya merah darah menyelimuti seluruh tubuhnya, disertai raungan naga yang mengguncang langit.Dua kekuatan itu menyatu.Tekanan yang dilepaskan seolah mampu menghancurkan segala sesuatu. Pasir di bawah tersedot ke udara, sementara ruang di sekitar mereka bergetar seperti hendak pecah.Namun tepat ketika serangan itu hendak turun, Ryan membuka mata. Sebuah seringai muncul di sudut bibirnya.I
Seorang Kultivator Ranah Star Sealed tingkat lima saja sudah membuat Ryan kewalahan.Sekarang, di hadapannya berdiri Tetua Sorren dan seorang Tetua Ranah Star Sealed tingkat tujuh.Dengan kondisi Ryan saat ini, perbedaan itu terlalu besar.Kedua Tetua Keluarga Celestedragon tertawa dingin lalu menerjang hampir bersamaan.Ryan berusaha berdiri.Tubuhnya sudah mendekati batas. Jiwa Primordialnya ikut mengalami kerusakan, sehingga Ledakan Seribu Artefak pun tidak mungkin digunakan sekarang.Begitu memasuki Ranah Star Sealed, selisih satu tingkat kecil saja bisa menciptakan jurang kekuatan yang sangat besar.Ryan memang sudah berubah menjadi iblis, tetapi kekuatan itu tetap tidak cukup menutup perbedaan sebesar ini.Kalau berada dalam kondisi puncak, mungkin ia masih bisa melarikan diri.Namun sekarang, tubuhnya dipenuhi luka. Darah terus merembes dari berbagai bagian tubuh hingga penampilannya seperti baru
Cahaya emas menyelimuti kesepuluh sosok itu. Aura mereka melonjak sekali lagi sampai kekuatan gabungannya jauh melampaui Ranah Star Sealed tingkat lima. Tekanan mengerikan langsung mengunci tubuh Ryan. Ia bahkan sulit menggerakkan jari, sementara rasa bahaya maut menusuk benaknya. Ryan melirik Luna yang masih terbaring tidak jauh dari medan pertempuran. Gadis itu tetap tidak sadarkan diri. Ryan lalu memejamkan mata. ‘Demon Emperor, aku masih sanggup menanggungnya. Tidak perlu menahan diri.’ Demon Emperor terdiam beberapa saat sebelum menghela napas panjang. ‘Ryan, Iblis Hitam juga merupakan salah satu Iblis Purba Agung.’ Nada suaranya terdengar berat. ‘Kalau kekuatannya dipaksakan masuk ke tubuhmu, akibatnya tidak akan ringan. Aku khawatir setelah pertempuran ini berakhir, kau akan menyesal.’ Namun Ryan tidak menjawab lagi. Demon Emperor akhirnya mengepalkan tangan. Sebuah cahaya hitam melesat keluar dari peti kristal hitam di dalam Kuburan Pedang lalu langsung masuk ke tubu







