แชร์

Bab 38. Seperti Anak Kecil

ผู้เขียน: Abigail Kusuma
last update วันที่เผยแพร่: 2026-07-28 06:14:55

Sebelum tubuh Hailey benar-benar jatuh, sebuah tangan kekar bergerak dengan kecepatan kilat. Tangan Mathias mencengkeram pinggang Hailey dengan erat, menghentikan kejatuhan dan menarik tubuh wanita itu secara instan ke dalam pelukannya.

Duk.

Dada telanjang Mathias yang basah tapi memancarkan suhu hangat menempel rapat pada dada Hailey. Aroma parfum maskulin yang berpadu dengan wangi kesegaran air seketika memadati indra penciuman Hailey. Tangan basah pria itu meremas pinggangnya, mengunci posis
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
ellera
next ka abiiii
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Penjara Hasrat Cinta    Bab 64. Perhatian Yang Membingungkan

    Keheningan membentang di dalam mansion megah. Kemegahan istana milik Mathias Cameron layaknya belenggu sangkar emas yang telah menjerat. Ya, di sana Hailey sebagai nyonya rumah, yang mana harusnya dia dilayani layaknya permaisuri raja. Namun, konotasi permaisuri raja sesungguhnya dalam kehidupan Hailey adalah penjara mewah yang tak bisa membuatnya berontak.Hailey tak hidup dalam kekurangan. Wanita itu bisa tinggal di mansion mewah, kamar nyaman, tidak harus mengerjakan pekerjaan rumah karena begitu banyak pelayan yang bekerja di mansion ini, bahkan makanan sangat tercukupi. Hanya saja, perasaan yang dirasakannya benar-benar campur aduk. Wajar, karena dia pengantin pengganti kakaknya yang melarikan diri.Sekarang hal yang dipikiran Hailey adalah dia akan ikut Mathias ke Meksiko, menemani pria itu untuk perjalanan bisnis. Entah berapa lama, dia tak mengerti. Andai bisa menolak, dia lebih ingin tak ikut. Biar saja Mathias yang pergi. Malah dia cukup tenang kalau ditinggal. Namun, sekali

  • Penjara Hasrat Cinta    Bab 63. Ceroboh Yang Sama Dengan Mengantarkan Nyawa

    Mendadak ruang tengah itu berubah menjadi ruangan yang mencekam. Para pelayan di sana bergetar ketakutan. Bahkan sang kepala pelayan pun bingung bicara, karena memang sebelumnya ada yang bertugas mengambil paket lukisan yang datang sekaligus memasangkannya. Semua pelayan jelas tak akan mungkin berani menyuruh Hailey memindahkan barang.Pelayan yang sebelumnya menerima paket lukisan memberanikan diri meski tubuhnya gemetar ketakutan. “M-maaf, Tuan—”“M-Mathias, a-aku yang berinisiatif memindahkan lukisan baru,” cicit Hailey ketakutan, dan bercampur panik. Tentu dia tak bisa hanya diam saja, di kala para pelayan mendapatkan amukan dari pria itu. Apalagi dia tahu betul yang salah adalah dirinya.Mata Mathias langsung terhunus pada Hailey mendengar pengakuan wanita itu. Mata birunya berkilat tajam, tampak begitu menyeramkan. Aura wajah yang seperti ingin mengamuk jelas membuat Hailey makin takut. Terlebih wanita itu sadar akan kecerobohannya.“K-kalian pergi saja.” Hailey menatap para pel

  • Penjara Hasrat Cinta    Bab 62. Amukan Mathias

    Sore melangkah pelan, merayap masuk lewat jendela kaca melengkung di sisi barat mansion. Hailey yang merasa bosan berdiam diri di kamar memutuskan untuk keluar. Langkah kakinya membawanya menuruni anak tangga menuju ruang tengah yang luas. Begitu tiba di lantai bawah, matanya langsung menangkap keberadaan seorang pelayan yang berdiri di dekat meja besar, tampak sibuk merapikan sebuah kotak kayu pipih berukuran sedang.Hailey mengerjap bingung, lalu melangkah mendekat. “Kotak apa itu? Siapa yang membelinya?” tanyanya penasaran.Pelayan itu sontak mendongak dan membungkuk sopan. “Ah, Nyonya. Ini kiriman galeri seni yang baru saja datang,” jawabnya ramah sambil membuka kotak tersebut, memperlihatkan sebuah kanvas lukisan abstrak dengan sapuan warna kelabu dan keemasan yang elegan.Hailey menatap lukisan itu dengan takjub. Jemarinya terulur menyentuh tepi bingkai kayu yang halus. “Lukisan baru?” ulangnya tampak tak percaya.“Iya, Nyonya. Tuan Mathias yang memesannya khusus untuk dipasang

  • Penjara Hasrat Cinta    Bab 61. Apa Yang Sebenarnya Diinginkan Mom?

    Hidup Hailey tak pernah merasakan arti kebebasan. Wanita cantik itu selalu seakan seperti burung, yang jelas tak bisa terbang bebas. Jika dulu, dia harus patuh dengan aturan keluarga Brantley, kali ini setelah dia resmi menikah dengan Mathias Cameron, dia harus patuh pada pria itu.Well, apa yang dikatakan Mathias selalu bagaikan perintah yang tak bisa dibantahkan. Pria itu mengajak Hailey ke Meksiko tanpa harus diskusi. Bahkan pria itu langsung memberikan perintah pada Nash mengurus segalanya. Padahal sebenarnya jika boleh memilih, Hailey ingin tinggal di rumah, tak harus ikut pria itu. Namun, sekali lagi, apa yang dikatakan Mathias tak bisa dibantahkan.Luka di lengan Hailey berangsur-angsur membaik. Jahitan di lengannya sudah dilepas, dan satu minggu ini memang dia dibantu dengan pelayan menjaga perban yang membalut lengannya tetap harus bersih. Obat yang diresepkan dokter semua dihabiskan. Nyeri mulai membaik, tidak seperti awal. Bisa dikatakan, meski Mathias selalu bersikap menye

  • Penjara Hasrat Cinta    Bab 60. Di Bawah Kendalinya

    “Aku mengerti, thanks,” jawab Mathias singkat, mengabaikan tatapan Hailey yang menatapnya penuh tuntutan penjelasan. Pria itu tahu Hailey terus menatapnya dengan tatapan terkejut, tapi dia sengaja mengabaikan, membiarkan wanita itu bergelut dengan pikiran.“Baiklah, Tuan Mathias, ada beberapa obat tambahan yang saya berikan. Ada juga catatan untuk Nyonya Hailey agar perban tetap dalam keadaan bersih. Saya rasa pemeriksaan sudah cukup, apa ada lagi hal yang ingin Anda tanyakan, Tuan?” tanya sang dokter sopan.“Aku rasa sudah cukup. Thanks,” jawab Mathias lagi.“Dengan senang hati, Tuan. Anda bisa menghubungi saya kapan pun,” ucap sang dokter dengan senyuman sopan di wajahnya.Mathias mengangguk singkat, dan sang dokter segera pamit undur diri dari sana.“Mathias—”“Nash,” panggil Mathias pada sang asisten. Pria itu langsung memotong ucapan Hailey. Dia segera menatap

  • Penjara Hasrat Cinta    Bab 59. Tak Memberi Tahu Apa Pun

    “Tuan ….” Nash menghampiri Mathias yang hendak menuju ke ruang kerja. Dia tiba di mansion tuannya sambil membawakan dokumen, tujuan utamanya jelas membutuhkan tanda tangan tuannya itu. Hari ini, tuannya tak datang ke kantor, membuatnya mau tak mau harus menemui tuannya itu.Mathias menghentikan langkah. Tatapan mata pria itu yang tajam melirik Nash, melihat keberadaan dokumen di jemari sang asisten. Tanpa perlu banyak ucapan, dia mengulurkan tangan. Nash dengan cekatan menyerahkan berkas tersebut. Sementara Mathias membalik lembar demi lembar, membaca setiap klausul dengan kecermatan tingkat tinggi. Tepat setelah dia memastikan seluruh poin di dalamnya aman, jemarinya yang kokoh menggoreskan tanda tangan tegas di bagian bawah kertas.“Hari ini dokter akan memeriksa kondisi Hailey, kau jangan pergi dulu. Tunggu dokter selesai memeriksa kondisi Hailey,” titah Mathias dengan nada dingin, mengembalikan berkas itu ke dada Nash.

  • Penjara Hasrat Cinta    Chapter 5. A Cage Called Marriage

    Sinar matahari pagi menembus sela-sela jendela, kilauanya menyentuh wajah Hailey yang masih terlelap. Perlahan, sinar matahari makin tampak terang membuat mata wanita cantik yang tertidur pulas itu langsung mengerjap beberapa kali.Hailey mulai membuka mata sambil menguap pelan. Suara erangan lolos

  • Penjara Hasrat Cinta    Chapter 4. Strings of Control

    Udara terasa berat oleh aroma tembakau mahal dan alkohol yang kuat. Asap mengepul, lalu perlahan hilang. Kesunyian membentang di ruang kerja megah milik Mathias Cameron. Tampak pria tampan itu duduk di balik meja kerjanya, melepaskan dasi kupu-kupu yang diletakan secara sembarang di lengan kursi ku

  • Penjara Hasrat Cinta    Chapter 3. The Cost of Replacement

    Pintu limusin tertutup dengan dentuman yang terdengar seperti palu hakim yang menjatuhkan vonis mati. Di dalam kabin yang kedap suara itu, keheningan terasa begitu berat, seolah oksigen telah diisap keluar, meninggalkan Hailey dalam ruang hampa yang menyesakkan.Hailey tak bisa tenang setelah resmi

  • Penjara Hasrat Cinta    Chapter 2. The Golden Cage at the Altar

    Langkah kaki Hailey terasa seberat timah saat menelusuri lorong panjang menuju altar gereja. Gaun pengantin cantik telah melekat di tubuh wanita itu, tapi sayangnya gaun itu terasa seperti kain yang mencekik. Tak ada raut wajah kebahagiaan, bahkan senyum pun tak sama sekali tampak. Padahal orang b

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status