Perempuan Dari Bui

Perempuan Dari Bui

last updateLast Updated : 2026-02-15
By:  HIZA MJOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
31Chapters
702views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Gladis hanya ingin hidup bersama anaknya ketika ia terbebas dari penjara. Namun kenyataan pahit bahwa anaknya tak mengenalinya membuatnya sedih. Dan yang membuat terpukul lagi, bahwa ada orang lain yang dipanggil Papa oleh anaknya. Laki-laki itu memaksa mengadopsi Asma. Lalu laki-laki itu menawarkan perjanjian pernikahan sebagai pilihan lain selain adopsi. Bagaimana keputusan Gladis? Apakah Gladis akan memberikan ijin adopsi atau memilih menikah dengan laki-laki itu?

View More

Chapter 1

Bab 1 Perempuan Dari Bui

“Berani nggak?”

Alena yang sedang meniup es teh plastiknya langsung menoleh bingung ke arah teman-temannya.

“Berani apa?”

Tiga anak perempuan di sampingnya langsung cekikikan sambil menunjuk ke arah seberang jalan. Di depan minimarket, sebuah mobil hitam mewah baru saja berhenti. Seorang pria tinggi keluar dari kursi belakang dengan jas abu gelap yang terlihat mahal bahkan untuk ukuran anak SMA seperti mereka. Wajahnya tampan, terlalu tampan malah, dengan kulit putih bersih, rahang tegas, dan aura dingin yang membuat orang otomatis segan.

“Ya ampun, ganteng banget…” bisik Rani sambil menepuk-nepuk lengan Alena.

“Itu pasti orang kaya,” sambung yang lain.

Alena ikut melongok penasaran, dan matanya langsung membulat kagum.

“Ih…”

“Nah!” Rani langsung menyeringai jail. “Kalau kamu berani ngajak nikah om itu, kita traktir bakso!”

“Bakso urat jumbo,” timpal temannya cepat.

Alena langsung duduk tegak.

“Dua mangkuk?”

“Boleh!”

“Pakai es teh?”

“Iya!”

Tanpa berpikir panjang lagi, Alena langsung berdiri, sementara teman-temannya mendadak panik.

“Eh? Lena? Jangan serius!”

Namun gadis itu sudah lebih dulu menyeberang jalan kecil di depan minimarket sambil menggenggam tali tas sekolahnya erat-erat. Jantungnya memang berdebar, tapi bayangan bakso urat jumbo jauh lebih kuat daripada rasa malu yang seharusnya ia rasakan. Sementara itu, Leon baru saja menutup pintu mobilnya ketika seseorang menarik ujung jasnya pelan.

Pria itu menoleh dan mendapati seorang gadis kecil berseragam SMP berdiri di depannya. Rambutnya diikat buntut kuda, wajahnya bulat dengan mata besar berbinar, dan saat tersenyum gugup, lesung pipi kecil di kedua pipinya langsung terlihat manis. Leon mengernyit heran.

“Ya?”

Alena menelan ludah sebentar, lalu mengangkat dagunya seolah mengumpulkan keberanian terakhir.

“Om… nikah yuk.”

Suasana langsung sunyi. Sopir Leon yang berdiri tak jauh sampai salah menutup pintu mobil, sementara Leon sendiri hanya menatap gadis kecil di depannya tanpa berkedip selama beberapa detik.

“…Apa?”

Alena tetap berdiri tegak meski pipinya mulai merah.

“Aku mau nikah sama om.”

Dari seberang jalan, teman-temannya sudah hampir guling-guling menahan tawa.

“Gila, dia beneran bilang!”

“Alena nekat banget!”

Leon menghela napas pelan sambil memijat pelipis.

“Siapa yang ngajarin kamu ngomong begitu?”

“Enggak ada.” Alena menggeleng cepat. “Aku sendiri.”

“Kamu masih sekolah?”

“Iya.”

“SMP?”

Wajah Alena langsung cemberut hingga lesung pipinya makin terlihat.

“SMA!”

“Oh, beda tipis.”

“Beda banyak!”

Leon hampir tertawa melihat ekspresi kesalnya. Ada sesuatu dari gadis kecil ini yang terlalu polos untuk dianggap mengganggu, justru terlalu jujur untuk diabaikan begitu saja.

“Namanya siapa?”

“Alena.”

“Umur?”

“Tujuh belas.”

Leon langsung menggeleng kecil.

“Masih kecil.”

“Aku udah gede tahu!” bantah Alena cepat. “Aku udah haid!”

Sopir Leon langsung batuk keras menahan tawa, sementara dari kejauhan teman-teman Alena menjerit malu.

“ALENA! IH!”

Namun Alena tetap berdiri percaya diri, seolah kalimat itu adalah bukti kedewasaan paling sah di dunia. Leon sampai harus menahan senyum karena terlalu absurd untuk dianggap serius.

Lucu. Anak ini benar-benar lucu.

“Jadi om mau nikah sama aku nggak?” tanya Alena lagi penuh harap.

Lesung pipinya muncul lagi saat ia tersenyum manis. Leon menatap wajah polos itu beberapa saat, lalu tanpa sadar mengacak rambutnya pelan.

“Enggak.”

Senyum Alena langsung turun.

“Kenapa?”

“Karena om nggak tertarik sama anak sekolah.”

“Memang kenapa kalau masih sekolah?!”

“Kamu bahkan masih pakai tas gambar kelinci.”

Alena refleks memeluk tasnya.

“Ini lucu…”

“Justru itu.” Leon tersenyum tipis. “Bukannya bikin nyaman, yang ada bikin pusing.”

Alena langsung manyun panjang.

“Belum tentu juga nikah sama yang dewasa bikin bahagia!”

Leon mengangkat alis.

“Oh ya?”

“Iya!” Alena menunjuk dirinya sendiri bangga. “Kalau sama Lena kan lucu dan imut. Bisa jadi om bahagia.”

Deg. Untuk sesaat Leon terdiam. Bukan karena kalimatnya masuk akal, tapi karena gadis kecil ini mengatakannya dengan keyakinan yang terlalu jujur, terlalu polos, seolah benar-benar percaya dirinya bisa membuat seseorang bahagia. Namun sedetik kemudian ia kembali tertawa kecil.

“Kamu ini ada-ada aja.”

“Aku serius.”

“Sayangnya om nggak serius.”

“Huh! Nanti juga om nyesel!”

Leon tersenyum tipis sambil melangkah melewati Alena.

“Kalau nanti kamu sudah lulus dan masih selucu ini, om baru pikirkan lagi.”

Mata Alena langsung berbinar lagi, lesung pipinya muncul seperti sebelumnya.

“Janji?”

Leon hanya melambaikan tangan tanpa menjawab. Namun sebelum masuk ke minimarket, pria itu sempat menoleh sekali lagi. Alena masih berdiri di tempatnya, tersenyum lebar dengan lesung pipi manis yang entah kenapa, untuk sesaat, terasa seperti sesuatu yang akan sulit dilupakan. Lucu. Leon menggeleng pelan lalu masuk ke dalam tanpa tahu bahwa pertemuan kecil hari itu akan menjadi awal dari sesuatu yang jauh lebih rumit dari sekadar pertemuan biasa.

Bersambung......

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
31 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status