Startseite / Romansa / Suami Dinginku Galak Tapi Manis! / 99. Perhatian yang Tidak Seharusnya

Teilen

99. Perhatian yang Tidak Seharusnya

last update Veröffentlichungsdatum: 21.06.2026 23:20:17
"Daddy ih!" Setelah tepat di sebelah ranjang Kaizen, Aluna menatap daddynya dengan raut muka muram campur malu setengah mati.

"Jangan lupa maaf-maafan," ujar Rama lagi, segera beranjak dari sana karena dia tahu menantunya hanya ingin putrinya, bukan siapapun yang ada di ruangan ini.

Naia dan Kiky juga segera menjauh, memberikan ruang untuk Aluna dan Kaizen. Begitu pun dengan Alan, menarik Vanessa supaya keluar dari ruangan tersebut.

Aluna menatap Kaizen dengan ekspresi kaku, canggung da
CacaCici

Selamat membaca dan semoga suka dengan 3 bab kita hari ini, MyRe. Untuk bab yang double, CaCi mohon maaf yang sebesar-besarnya, MyRe. Jaringan di tempat CaCi lagi terganggu dan itu secara mendadak, saat CaCi upload bab selanjutnya. Padahal Satusnya Bab 97 sudah gagal upload, MyRe, gara-gara jaringan internet yang mendadak hilang. Tapi pas jaringan stabil lagi, eh, babnya tiba-tiba sudah keupload dan double. Huhuhu ... mohon maaf yang sebesar-besarnya pada MyRe yang sudah terlanjur buka bab yang double. CaCi benar-benar tidak bermaksud merugikan.(⁠〒⁠﹏⁠〒⁠)(⁠〒⁠﹏⁠〒⁠) (⁠人⁠ ╥⁠﹏⁠╥⁠)

| 44
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (6)
goodnovel comment avatar
CacaCici
Hihihi ... sama kita, Kak. Pasangan AluZen bikin gemes yah, Kak.
goodnovel comment avatar
CacaCici
Efek merasa bersalah, Kak, jadi Aluna nggak berani deketin suaminya.
goodnovel comment avatar
CacaCici
Hihihi ... CaCi sudah up, Kak. Selamat membaca dan semoga suka yah ....
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   (EP) IgenTa

    "Jujur iya," ucap Inggita sambil menatap kesal pada staf baru tersebut. Dia meneguk saliva susah payah, bukan karena takut tetapi sebagai bukti betapa jengkelnya dia pada sosok perempuan yang saat ini sudah di depannya. "Ouh, berarti yang kuomongin barusan benar dong, Kak?" Perempuan itu menaikkan alis, semakin menatap remeh pada Inggita, "ternyata Kakak juga merasa yah kalau Kakak ini semena-mena setelah mendapat gelar sebagai CEO dari Des'Art?" "Nggak juga." Inggita berkata cukup tenang, mencoba menahan emosi karena masih mengingat posisinya. Yah, dia asisten Aluna yang sudah banyak menghadapi masalah yang menguji emosi. Dia tidak boleh terpancing begitu saja pada anak ingusan ini, "aku hanya tak suka pada sikapmu yang menjuruh ke arah keributan dan perselisihan." Dinda—staff baru tersebut bersedekap angkuh, menatap Inggita dari atas hingga bawah lalu senyum sinis pada Inggita. "Kalau kamu nggak suka, yah, itu urusan kamu, Kak. Ahahaha … sepertinya Kakak benar-benar merasa tingg

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   (EP) IgenTa

    "Kau mau kemana, Sweetheart?" tanya Raigen, menatap istrinya dengan sebelah alis yang terangkat. Di tangannya ada nampan, berisi semangkuk bubur, buah potong, dan segelas air putih. Inggita tak langsung menjawab karena dia tertegun menatap Raigen yang sedang membawa nampan. U-untuk siapa bubur yang Raigen bawa? "Kerja, Mas," jawab Inggita pelan dan gugup, kembali menatap nampan di tangan suaminya. "Kembali ke kamar, Sweetheart," ucap Raigen, menatap penuh isyarat supaya Inggita masuk ke kamar. Inggita menetap ke pergelangan tangan, memeriksa jam apakah dia masih sempat. Sebenarnya percuma karena dia sudah sangat terlambat. Akan tetapi, … gaya biar terlihat sibuk! Setelah itu Inggita kembali ke dalam kamar, menuruti perkataan suaminya. Raigen juga ikut masuk, ke jalan ke arah sofa—meletakkan nampan di atas meja. "Gita, kemari," titah Raigen. Nadanya lembut dan hangat. Inggita menganggukkan kepala lalu segera berjalan mendekat ke arah Raigen. "Sarapan," ujar Raige

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   (EP) IgenTa

    "Ta-tapi aku mau lepas kacamata biar nggak gugup," ungkap Inggita. Raigen yang sudah menunjukkan ekspresi senang, langsung menatap dingin dengan raut muka kesal pada Inggita. Dia memang senang perempuan ini mengungkapkan hal yang Raigen perintahkan tadi. Akan tetapi, tiba-tiba Inggita ingin melepas kacamanya. Bukankah ini menunjukan ketidak inginan Inggita padanya? "Katakan saja supaya kau tidak melihatku, Inggita Larasati Adam!" dingin Raigen. "Aku nggak buta yah, Mas," protes Inggita, "aku cuma rabun," sebal Inggita. "Yah, aku tahu. Tapi tujuanmu melepas kacamata memang itu kan? Agar kau tidak melihat wajahku," tuduh Raigen lagi, sudah duduk karena mendadak kesal pada Inggita. Apa yang salah dari wajahnya? Kenapa Inggita setidak ingin itu untuk melihatnya? "Sekalipun aku buka kacamata kalau jaraknya sedekat ini, muka Mas masih kelihatan kali. Yah, rada burem dikit doang, nggak terlalu HD. Tapi kan tetap lihat," jawab Inggita, tanpa sadar mengeluarkan skin cerewetn

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   (EP) IgenTa

    "Mas, aku mau lewat," ucap Inggita dengan suara kecil saking takutnya pada Raigen yang menghadang di ambang pintu walk in closet. Demi Tuhan! Sekalipun pria ini tampan maksimal dan cold, tapi kali ini entah kenapa di penglihatan Inggita, Raigen terlihat seperti preman depan gang yang suka mengganggu anak gadis. Maksud Raigen apa, coba, tiba-tiba berdiri di ambang pintu walk in close lalu menghadangnya?! Sejujurnya Inggita merasa sejak tadi Raigen ini … lumayan menakutkan. Jujur saja Inggita merinding disko! Ah yah, saat ini Inggita sudah di rumah—lebih tepatnya dalam kamar. Dia habis mandi dan berniat mengnanti pakaian ke walk in closet. Itu karena lagi-lagi Inggita lupa membawa pakaian ganti saat mandi—kondisinya sekarang hanya mengenakan handuk, dan dia sangat malu sebab Raigen terus memperhatikan serta enggan membiarkannya masuk ke walk in closet. Oh yah, tadi sehabis dari pameran, Raigen membawa Inggita ke kantor pria itu sendiri. Selama di sana, Inggita tak melakuka

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   (EP) IgenTa

    Raigen bangkit dari kursinya lalu berjalan mendekat ke arah seorang perempuan yang sepertinya sedang mencari keberadaan seseorang. Cih, memangnya mata yang sudah dinerf oleh Sang Pencipta ini masih bisa menatap jelas, heh? "Eh." Inggita mendongak ke arah seorang pria yang tiba-tiba berdiri di depannya. Sayang sekali, Inggita tak bisa melihat wajah pria itu secara jelas sekalipun jarak pria ini tergolong dekat. Itu karena lampu pada bagian tamu undangan tiba-tiba redup, mungkin supaya para tamu undangan sekaligus penonton fokus memperhatikan seniman di depan yang sedang menjelaskan karyanya. Seandainya Inggita mengenakan kacamata, dia pasti melihat jelas wajah pria ini. Tapi kenyataannya Inggita sedang melepas kacamatanya. "Ada yang bisa saya bantu, Pak?" tanya Inggita sopan, masih mendongak dan menatap sosok pria yang menjulang tinggi di depannya. Tuk' Tiba-tiba saja pria itu menyentil kening Inggita, membuat Inggita melebarkan mata sambil menatap horor pada pria itu.

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   (EP) IgenTa

    "HAH?!" Inggita benar-benar cengang mendengar ucapan Raigen. Tubuhnya langsung menegang kaku dan tangannya refleks menyilang di depan dada. "Pak … Mas Raigen kena malaria yah?" gumam Inggita dengan ekspresi kaku, sisa dari rasa shocknya. Ah, tidak mungkin seorang Raigen mengatakan hal seperti tadi. Fix, pria ini memang sedang demam tinggi. Raigen tak mengatakan apa-apa lagi, memilih menghabiskan sarapannya dengan ekspresi wajah yang tampak … biasa. Datar tetapi penuh ketenangan. 'Ya elah. Dikacangin aku!' Inggita melirik muram pada Raigen. 'Udah dikagetin kayak uang kaget, sekarang malah sok … cool. Tapi emang cool sih. Ck, tapi aku masih kaget loh. Tadi itu … Mas Estetik ini kesurupan apa bagaimana?' batin Inggita, tanpa sadar terus menatap Raigen dengan ekspresi yang sungguh konyol. "Habiskan sarapanmu," ucap Raigen pelan, menatap istrinya yang terus mengamatinya—seolah dia ini … makhluk aneh yang baru turun ke bumi. "O-oh." Inggita ber-oh-ria lalu buru-buru menghabisk

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   6. Menikah

    Aluna dan Kaizen jatuhnya memang dijodohkan, karena selain insiden itu keduanya tidak pernah terikat apapun. Kaizen bukan pilihan Aluna dan Aluna juga bukan pilihan Kaizen. Keluarga mereka lah yang menentukan. Insiden itu bukan alasan mereka menikah, tetapi faktor yang menjadi alasan kuat mereka

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   5. Paksaan Menikah

    "Kak, i-ini wanita yang tidur dengan Kaizen," bisiknya dengan nada gemetar, efek deg degkan bertemu dengan calon menantunya, sosok yang membuktikan pada dunia kalau Kaizen normal! "Hah?" Nindi menunjukan ekspresi kaget, menatap Aluna dengan raut muka kaku lalu kembali menatap adik iparnya dengan e

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   2. Malam Panjang

    Kaizen segera memeriksa mobilnya, mencari keberadaan sumber suara tersebut. Saat Kaizen menoleh ke belakang mobil, dia tidak menemukan apapun. "Sssst … mmm …." Akan tetapi suara itu jelas dari arah jok belakang. Kaizen memutuskan lebih teliti memeriksa, membuka pintu jok belakang untuk melihat

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   1. Jebakan dan Pertolongan

    "Aku sudah memasukkan obat perangsang ke dalam minumanmu, Aluna Sayang." Aluna Rasya Adam (24 tahun), melebarkan mata saat mendengar ucapan pria tersebut. Ia menatap takut campur panik pada seorang pria yang saat ini berdiri di hadapannya. Pria itu menjulang tinggi, memperlihatkan senyuman miring

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status