แชร์

Perhatian Itu ...

ผู้เขียน: LV Edelweiss
last update วันที่เผยแพร่: 2025-10-20 16:15:00

Langit mendekat. Mengambil perlahan piyama yang tengah Arumi dekap di dada. Kemudian melepaskan satu persatu kancingnya, dengan pandang yang terus tertuju kepada baju tersebut.

Setelah itu, ia pun merentangkannya ke punggung Arumi, menyuruh perempuan itu untuk memakainya.

Arumi terkejut. Benar-benar tidak percaya jika dugaannya bisa sampai salah lagi. Mengira jika Langit akan menyentuhnya. Ternyata laki-laki itu hanya ingin memakaikannya baju.

"Om ...."

"Cepat pakai," perintah Langit.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Pesona Calon Ayah Tiriku Yang Penuh Kuasa    Bukan Pelacur

    “Pak, udah. Nanti kita bisa ketahuan,” ucap Grace yang diakhiri dengan tangisan keputusasaan. “Semua akan baik-baik saja kalau kamu berhenti menangis,” tegas Raymond tapi tidak membentak. “Baik-baik saja apanya, Pak? Bapak udah keterlaluan. Bapak udah bikin aku kayak pelacur,” hardik Grace geram. Mendengar itu, seketika Raymond terdiam. Tatapannya yang semula berkilat penuh gairah mendadak meredup, berganti menjadi sangat dingin dan kelam.Suasana kamar yang gelap itu berubah hening dan mencekam, hanya menyisakan deru napas Grace yang memburu tak beraturan.​Raymond menjauhkan wajahnya. Tangannya yang semula mengunci pinggang Grace perlahan mulai mengendur. Pria itu duduk tegak di tepi ranjang. Punggung kokohnya membelakangi sang mantan mahasiswanya yang sudah dalam posisi membeku karena menyadari sudah salah dalam berucap. “Apa katamu? Pelacur?” ulang Raymond pelan, suaranya terdengar begitu datar namun sarat akan intonasi berbahaya yang sanggup meremukkan mental siapa saja yang

  • Pesona Calon Ayah Tiriku Yang Penuh Kuasa    "Kamu Basah"

    Grace terdesak. Posisinya sudah tak aman. “Pak! Ini bahaya banget. Bapak mau bunuh diri?!” “Saya sedang meminta hak saya atas kesepakatan kita,” ucap Ray tanpa rasa bersalah. “Hak? Hak apa, Pak?!” bisik Grace setengah menjerit, suaranya gemetar menahan amarah dan ketakutan yang membuncah.Grace menyilangkan kedua tangannya di depan dada, berusaha membentengi diri dari sentuhan hasrat gilai Raymond yang kian tak terbendung. “Pak, stop! Bapak kan udah nikah sama Tante Selena! Tante ada di kamar sebelah, Pak! Kalau sampai Tante bangun dan ngeliat Bapak di sini—”“Selena sudah tidur. Jadi dia tidak akan tahu. Kamu tenang saja.”“Tapi, Pak—agh!” Sebuah desahan lolos dengan spontanitas dari bibir Grace. Gadis itu mengejang, tatkala Raymond meremas gundukan sintal miliknya yang kenyal. “Pak! Kumohon jangan. Bukannya aku udah ngasih yang Bapak mau di apartemen waktu itu? Kenapa sekarang Bapak mau lagi?” tanya Grace yang mulai putus asa karena jamahan liar tangan sang mantan dosen di tubuh

  • Pesona Calon Ayah Tiriku Yang Penuh Kuasa    Ketukan Tengah Malam

    Selena terperanjat melihat reaksi Ray. “Mas… kok kamu kayak kaget gitu?” tanyanya penasaran. Menyadari kebingungan istrinya, Ray pun dengan cepat mengubah ekspresi wajahnya. Senyum hangat dan tenang yang biasa ia pamerkan kembali terkembang sempurna di bibirnya, menghapus jejak syoknya yang baru saja terjadi. “Bukan kaget, Selena,” ujar Ray santai, suaranya terdengar begitu meyakinkan sembari mengusap lembut jemari Selena di atas meja. “Saya cuma sedikit heran. Kenapa Grace tiba-tiba mau kuliah keluar negeri?”“Iya, Mas. Aku awalnya juga kaget. Tapi kalau itu memang bisa bikin dia bahagia, aku sih oke-oke aja.” Selena melempar senyum tulus kepada Grace. “Makasih banyak, Tan.” Grace membalas senyum itu. ​Pandangan Ray kemudian bergulir perlahan ke arah Grace, mengunci tatapan gadis itu dengan binar intimidasi yang pekat di balik senyum ramahnya.“Tapi kamu tiba-tiba mau keluar negeri, bukan karena ada Om di sini kan, Grace?” tanya Ray yang hampir membuat Grace tersedak makanannya.

  • Pesona Calon Ayah Tiriku Yang Penuh Kuasa    Status Baru Yang Menyiksa

    Paginya—setelah mandi dan memakai setelan piyamanya—Grace duduk di depan jendela kamarnya. Ia terus melihat pemandangan yang ada di depannya dengan tatapan kosong. Suara gelak tawa Selena dan Ray semalam masih terngiang jelas di telinganya, membuatnya susah tidur hingga pukul empat pagi. Dua lingkaran hitam di bawah matanya menjadi bukti betapa menyiksanya malam pertama pasangan pengantin baru itu baginya.Setiap kali ia mencoba memejamkan mata, yang ia lihat justru bayangan Raymond saat menyentuhnya yang beradu acak dengan suara bisikan pria itu di depan kamarnya, menciptakan kekacauan yang meremukkan dadanya.​Tok, tok, tok.​Ketukan pelan pintu kamar membuat Grace terlonjak kaget. Jantungnya mendadak berdegup kencang. Dengan helaan napas berat, ia bangkit dari kursi dan berjalan perlahan menuju pintu.​Begitu pintu terbuka, tampak Selena sudah berdiri di sana dengan gaun rumahan yang anggun. Wajah wanita itu tampak begitu segar, merona, dan memancarkan binar kebahagiaan yang sempu

  • Pesona Calon Ayah Tiriku Yang Penuh Kuasa    Permainan Belum Selesai

    Pernikahan selesai. Para tamu undangan tampak mulai meninggalkan lokasi acara. Grace masih berdiri tak jauh dari Selena. Senyum manis yang sejak tadi ia tunjukkan pada semua orang perlahan menghilang dan berganti dengan raut wajah datar. ​Ia menatap Selena dari kejauhan. Tantenya itu tampak begitu bersinar, memancarkan binar kebahagiaan sejati saat berbincang dengan sisa tamu yang ada. Selena telah mendapatkan apa yang ia impikan: pria matang, mapan, dan sempurna di matanya. Seharusnya Grace merasa lega karena tujuannya melindungi kebahagiaan Selena telah tercapai.Namun, entah mengapa, rasanya seperti ada yang lain di hatinya? Perasaan nyeri yang tiba-tiba saja menjalar perlahan dan mengusik relung hatinya.​Apakah rasa sesak ini murni karena ketakutan dan bayang-bayang ancaman Raymond yang kini resmi menjadi paman tirinya? Atau ... ada bagian terlarang dari dirinya yang cemburu melihat pria itu menggandeng jemari wanita lain di depan matanya?“Nggak! Grace, apa yang kamu pikirka

  • Pesona Calon Ayah Tiriku Yang Penuh Kuasa    Pernikahan Selena Dan Ray

    “Ada apa, Grace?” tanya Selena penasaran. “Itu, Tan. Grace … grace mau lanjut kuliah, boleh?” tanya Grace yang kemudian menundukkan wajah dan menggigit bibir bawahnya. Selena terdiam sesaat. Tak lama, sebuah senyuman tulus muncul di wajah yang sudah tak lagi muda tapi masih terlihat cantik itu. “Ya ampun, Grace. Kenapa kamu harus takut-takut gini sih ngomongnya? Kenapa kamu nggak bilang dari kemarin?” tanya Selena seraya mengelus lembut lengan keponakannya. Grace mengangkat wajah. Ia tatap sesaat dua netra Selena seperti sedang mencari kekesalan di dalam sana, tapi tak ia temukan. “Tan, Tante nggak marah?” tanyanya Grace masih belum yakin. “Kenapa Tante harus marah, Sayang? Itu kan rencana yang bagus. Kapan, kapan kamu mau kembali kuliah? Atau, jurusan apa yang mau kamu ambil? Apa kamu akan kuliah di jurusan yang waktu itu, apa namanya?” “Nggak, Tan. Grace nggak mau kuliah di Australia lagi. Grace mau ke tempat lain, boleh?” “Tempat lain?” Kening Selena sedikit berkerut. “Eum

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status