Share

Bab 53

Penulis: Clau Sheera
last update Tanggal publikasi: 2026-06-20 09:16:24

Hening seketika memenuhi ruangan.

​Meski ada rasa terkejut yang menyengat, Sri berhasil mempertahankan ketenangannya. Ia membutuhkan beberapa detik untuk mencerna informasi itu secara logis.

Beberapa tahun terakhir, kondisi finansial PT Cakrawala Konstruksi Nusantara memang sedang berdarah-darah. Mereka masih mendapatkan proyek dan menghasilkan keuntungan, namun marginnya terus tergerus.

Persaingan industri konstruksi di provinsi ini semakin brutal; raksasa-raksasa ibu kota mulai turun gunung d
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pesona Upik Abu   Bab 58

    Kesibukan di lantai teratas gedung utama Astera sudah dimulai bahkan sebelum matahari benar-benar tinggi.Pagi itu, atmosfer kerja terasa lebih tegang daripada biasanya. Ada rapat besar yang melibatkan jajaran direksi serta mitra strategis perusahaan. Namun bagi Sri, ketegangan bukanlah alasan untuk kehilangan kendali. Ia justru bergerak dengan ketenangan seorang profesional yang terlatih.Sejak pukul tujuh pagi, jemari Sri sudah menari di atas papan ketik, melakukan pemeriksaan terakhir pada berkas presentasi yang akan ditampilkan di layar utama.Mengenakan kemeja kerja berwarna putih bersih yang dipadukan dengan rok span hitam formal, penampilannya memancarkan aura kompeten. Setelah memastikan tidak ada salah ketik pada data finansial, ia beranjak dari kubikelnya untuk memeriksa ruang rapat utama.Sri melangkah masuk, mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan berkapasitas dua puluh orang tersebut.Sri memastikan proyektor berfungsi dengan baik, mengatur tata letak mikrofon, dan me

  • Pesona Upik Abu   Bab 57

    Pukul 07.15 pagi, Sri Rejeki sudah duduk tegak di balik meja kubikelnya. Lantai tertinggi gedung PT Cakrawala Konstruksi Nusantara yang kini bernuansa monokromatik dingin itu masih sepi, namun bagi Sri, setiap menit sebelum jam kerja resmi dimulai adalah waktu krusial untuk menyusun benteng pertahanannya.Sebagai asisten eksekutif transisi, ia tidak memiliki kemewahan untuk membiarkan emosi pribadinya larut dalam perubahan masif yang dibawa oleh manajemen Astera Development Holdings.Selama tujuh tahun terakhir, Sri telah menempa dirinya untuk menjadi sosok yang efisien, tidak terlihat, sekaligus sangat diandalkan. Kini, di bawah kepemimpinan Direktur Utama yang baru, seluruh kapasitas profesionalitasnya diperas hingga batas maksimal.Tepat pukul 07.55 pagi, secangkir kopi yang mengepulkan aroma pekat dan map kerja berisi agenda harian sudah tertata rapi di atas meja kaca besar di dalam ruangan Direktur Utama. Sri mundur dua langkah, memeriksa kerapian meja sekali lagi untuk memastika

  • Pesona Upik Abu   Bab 56

    Seminggu setelah penandatanganan akuisisi itu berjalan seperti deru angin badai yang menyapu bersih ketenangan hidup Sri Rejeki.Setiap malam, ia selalu tidur dalam gelisah. Alam bawah sadarnya menolak bekerja sama. Di dalam tidurnya, bayangan Sagara Mahardika yang berdiri angkuh di ujung meja rapat terus hadir, bergantian dengan potongan-potongan memori tujuh tahun lalu yang selama ini terkunci rapat di dasar kepalanya.Setiap pagi, ia berkaca dan mencoba meyakinkan diri bahwa semua ini hanyalah kebetulan bisnis yang malang. Bahwa posisinya yang kecil tidak akan menarik perhatian seorang legenda hidup sekelas Sagara. Namun, realitas tidak pernah berbaik hati kepadanya.Pagi ini, lobi kantor PT Cakrawala Konstruksi Nusantara tidak lagi terasa seperti tempat yang familier.Aroma kopi dari pantri yang biasanya menenangkan kini tenggelam oleh aroma disinfektan dan wewangian mahal yang asing. Beberapa dekorasi ruangan telah diganti menjadi lebih minimalis, steril, dan kaku. Karpet-karpet

  • Pesona Upik Abu   Bab 55

    ​Malam telah larut ketika Sri akhirnya melangkah masuk ke dalam apartemen sederhananya. Begitu pintu tertutup dan terkunci dari dalam, keheningan ruangan langsung menyergapnya, membawa serta seluruh beban yang sejak siang tadi ia tahan dengan sekuat tenaga di depan publik.​Sri menyandarkan punggungnya di balik pintu, perlahan merosot hingga terduduk di atas lantai yang dingin. Ia memeluk lututnya sendiri, membiarkan tas kerjanya tergeletak begitu saja di samping tubuhnya.​Di dalam dadanya, perasaan Sri terasa begitu rumit, berantakan, dan saling tumpang tindih bak benang kusut yang mustahil untuk diurai.​Selama tujuh tahun terakhir, ia telah membangun dinding pertahanan yang begitu kokoh. Telah menyembunyikan dirinya dalam bayangan sekaligus mencari tahu tentang kecelakaan itu secara diam-diam.Dia telah belajar mencintai nama Sri Rejeki—identitas yang diberikan oleh Bu Sulastri dan Pak Surya, yang kini sudah hidup tenang di sebuah desa kecil.​Setiap kali mengingat Bu Sulastri, ha

  • Pesona Upik Abu   Bab 54

    Udara di dalam lift terasa sejuk, namun Sri justru merasakan telapak tangannya sedikit berkeringat. Ia berdiri di samping Arman sambil memeluk map berisi dokumen akuisisi. Di hadapan mereka, angka digital di atas pintu lift terus bertambah. Lantai 18 … Lantai 21 … Lantai 25. Semakin tinggi lift bergerak, semakin aneh perasaan yang mengusik hatinya sejak pagi tadi. Entah mengapa, nalurinya terus berbisik bahwa hari ini tidak akan berjalan seperti biasanya. "Dengar, Sri." Suara Arman memecah lamunannya. Sri menoleh. "Ya, Pak?" "Setelah akuisisi selesai, kemungkinan besar akan ada beberapa perubahan struktur manajemen." Sri mengangguk. "Itu wajar." "Saya tidak tahu bagaimana keputusan pihak investor nantinya. Tapi kalau mereka menawarkan posisi yang lebih baik untukmu, jangan ragu menerimanya," kata Arman terlihat tenang. Sri tersenyum tipis. "Pak Arman sudah terlalu jauh memikirkan saya." "Bukan begitu." Arman tertawa kecil. "Saya hanya tidak ingin bakatmu terbuang sia-sia." S

  • Pesona Upik Abu   Bab 53

    Hening seketika memenuhi ruangan.​Meski ada rasa terkejut yang menyengat, Sri berhasil mempertahankan ketenangannya. Ia membutuhkan beberapa detik untuk mencerna informasi itu secara logis.Beberapa tahun terakhir, kondisi finansial PT Cakrawala Konstruksi Nusantara memang sedang berdarah-darah. Mereka masih mendapatkan proyek dan menghasilkan keuntungan, namun marginnya terus tergerus.Persaingan industri konstruksi di provinsi ini semakin brutal; raksasa-raksasa ibu kota mulai turun gunung dan mendominasi pasar, menelan kontraktor lokal perlahan-lahan.​"Sudah final, Pak?" tanya Sri, suaranya tetap stabil dan menenangkan.​Arman mengangguk pelan. "Hampir. Nota kesepahamannya sudah ditandatangani. Tinggal proses uji tuntas akhir dan penandatanganan akta akuisisi."​Sri menatap dokumen di depannya, mencoba membaca situasi keuangan yang mungkin akan berubah. "Siapa pihak pembelinya, Pak? Apakah BUMN atau kompetitor lokal?"​"Bukan keduanya. Pembelinya adalah sebuah sub-holding baru ya

  • Pesona Upik Abu   Bab 45

    Suasana di dalam rumah kontrakan sore itu terasa luar biasa sunyi, jenis kesunyian yang mencekam dan membuat bulu kuduk meremang.Sri melangkah masuk dengan sisa rasa cemas yang masih tertinggal di dadanya. Ia baru saja pulang dari sebuah kafe, setelah memenuhi undangan pertemuan mendada

  • Pesona Upik Abu   Bab 44

    ​Ketegangan di rumah kontrakan belum sepenuhnya mereda sejak insiden selebaran dan gaun tempo hari. Hubungan Sri dengan Bu Sulastri masih terasa canggung dan diselimuti keheningan yang menyesakkan.Namun, di tengah situasi rumah yang mendingin, sebuah paket untuk Sri tanpa nama pengirim

  • Pesona Upik Abu   Bab 43

    Beberapa hari berlalu. ​Bagi Sri, hari Senin adalah hari yang penuh dengan kesibukan administratif.Setelah menghabiskan beberapa jam di sekolah untuk mengurus berkas-berkas kelulusan pasca-ujian, ia menaiki ojek online untuk pergi bekerja di apartemen Sagara seperti biasa.​Sem

  • Pesona Upik Abu   Bab 42

    ​Pagi hari di apartemen The Imperial Residence diselimuti keheningan yang menawan. Sagara berdiri di dekat meja panjang yang terletak di koridor luar ruang kerjanya. Matanya yang tajam menyipit, tertuju lurus pada sebuah buku bersampul kulit hitam tebal yang tergeletak di sana.​Buku itu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status