ホーム / Male Adult / Rayuan Desa Wanita / Terapi Detoks di Balik Tirai Sajen

共有

Terapi Detoks di Balik Tirai Sajen

作者: Falisha Ashia
last update 公開日: 2026-06-07 13:30:31

Tangan kanan Leo memutar tubuh Nyai Arum menghadap tumpukan karung goni beras.

Pria itu menekan pangkal leher wanita tersebut menggunakan ibu jari dan telunjuknya secara bersamaan.

Nyai Arum mencoba meronta dalam pengaruh obat halusinasi.

Kuku-kukunya menggores punggung tangan sang dokter secara acak akibat sistem sarafnya yang menolak intrusi fisik asing tersebut.

"Aku sedang mengunci jalur saraf sumsum tulang belakangmu," ucap Leo mengabaikan goresan berdarah di tangannya.

Leo menekan tiga
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Rayuan Desa Wanita   Ruang Trafo Bertegangan Tinggi

    Angin malam berembus membawa hawa panas dari deretan gardu beton bertegangan tinggi di pusat distrik. Leo mematikan mesin Jeep hitamnya di balik rimbunan semak belukar yang menutupi pagar kawat berduri.​Pria itu memanjat pagar kawat tersebut tanpa merobek kemeja linennya sedikit pun. Ia mendarat tanpa suara di atas pelataran aspal gardu induk kelistrikan.​Ruang kontrol utama berada di sebuah bangunan beton di ujung fasilitas tersebut. Cahaya lampu neon putih menerangi ruangan yang dipenuhi deretan monitor panel sirkuit.​Leo mendorong pintu ruang kontrol yang tidak terkunci rapat dan melangkah masuk menghindari pantulan cahaya.​Dua preman berseragam teknisi sedang menyudutkan seorang wanita ke arah meja panel meteran. Nita berdiri kaku menahan rasa perih di sudut bibirnya yang mengeluarkan garis darah tipis.​Insinyur kelistrikan wanita itu mengenakan kemeja kerja lapangan yang terlalu besar untuk ukuran tubuhnya. Kacamata minusnya sedikit miring akibat tamparan kasar barusan.​"Ma

  • Rayuan Desa Wanita   Pemadaman Sepihak di Proyek Medis

    Suara mesin bor beton terhenti mendadak di tengah pengerjaan fondasi Rumah Sakit Terpadu.Rantai derek alat berat menggantung kaku di udara tanpa daya penggerak.Proyek pembangunan fasilitas medis Leo membutuhkan pasokan listrik tegangan tinggi dari jaringan pusat untuk menyalakan seluruh alat berat.​Namun, gardu induk distrik memutus aliran listrik ke seluruh desa secara sepihak tepat pada pertengahan hari.​Bidan Ayu berlari menuruni tangga puskesmas membawa radio komunikasi portabel. Keringat membasahi dahi asisten medis itu menahan hawa panas.​"Dokter, seluruh mesin ventilator di ruang rawat darurat terpaksa dialihkan ke baterai cadangan," lapor Ayu dengan napas memburu. "Kapasitas daya darurat kita hanya mampu bertahan maksimal selama dua jam."​"Hubungi pihak gardu induk sekarang juga dan tanyakan alasan pemadaman ini," instruksi Leo berdiri tegak menghadap jalan raya.​Tiga mobil operasional pemeliharaan jaringan listrik memasuki pelataran proyek tanpa izin, menggilas papan p

  • Rayuan Desa Wanita   Tulang Pinggul yang Rapuh

    Suara laci arsip yang dibanting ke lantai mendominasi ruangan di luar brankas malam itu.​Vanya semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang Leo. Gigi wanita itu menancap kuat pada kemeja linen sang pria. Keringat membasahi dahi dan lehernya menembus kerah kemeja kerjanya. Tubuh elegan itu mengejang pelan menerima manipulasi saraf yang tidak henti.​Leo menarik tangannya perlahan dari perut bagian bawah Vanya. Pria itu menopang pinggang wanita itu agar tidak jatuh merosot ke lantai baja.​"Mereka sudah menghancurkan separuh mejamu," ucap Leo menatap pintu brankas dalam kegelapan. "Ini saatnya kita membereskan mafia tanah itu."​Vanya mengangguk pelan melepaskan gigitannya dari dada Leo. Napas wanita itu masih tersengal memburu oksigen yang menipis. Ego dan kesombongannya telah menguap digantikan gairah fisik yang menundukkan akal sehatnya.​Leo memutar tuas pengunci brankas dari dalam.​Pria itu mengangkat kaki kanannya dan menendang pintu baja itu dengan kekuatan penuh. Pintu brankas

  • Rayuan Desa Wanita   Brankas Tahan Api

    Pintu kaca tebal biro hukum Vanya hancur berantakan menghantam lantai lobi pada pertengahan malam. Leo menarik kembali tendangan kaki kanannya setelah memastikan jalur masuk terbuka lebar.​Pemuda itu melangkah melewati pecahan kaca tanpa menimbulkan suara gesekan pada sepatu pantofelnya.​Ruang utama biro hukum itu berantakan dengan tumpukan dokumen yang berserakan di atas meja kerja. Leo menyusuri lorong gelap menuju ruang arsip yang letaknya berada di bagian paling belakang gedung.​Tiga penjaga berbadan kekar berdiri mengelilingi Vanya yang masih terikat erat di kursi kayu.​"Tanda tangani dokumen sialan ini sekarang atau jari-jarimu akan kupatahkan satu per satu!" bentak penjaga pertama memegang pisau lipat.​"Palsukan saja tanda tanganku, kalian sudah merampas kebebasanku," tolak Vanya dengan suara lemah namun tegas.​Notaris muda itu memejamkan mata menghindari silau lampu senter yang diarahkan langsung ke wajahnya.​Leo melangkah memotong jarak dari ambang pintu tanpa memberik

  • Rayuan Desa Wanita   Akta Palsu di Atas Meja

    Suara gerung mesin eskavator membelah telinga di sebelah timur Puskesmas Elite pada pertengahan hari.​Rantai baja kendaraan berat itu menggilas tanah kosong yang telah ditetapkan sebagai lokasi perluasan fasilitas.​Area seluas dua hektar itu direncanakan menjadi Rumah Sakit Terpadu untuk menangani pasien operasi besar.​Leo melangkah keluar dari lobi puskesmas membawa rancangan cetak biru bangunan di tangan kanannya.​Pagar beton setinggi dua meter mendadak terpasang menutupi separuh akses masuk lahan tersebut.​"Siapa yang mengizinkan pemancangan beton penutup jalan ini?" tanya Leo menggulung cetak birunya rapat-rapat.​Bidan Ayu berlari kecil menyusul sang dokter membawa papan akrilik dan alat tulis.​"Pekerja konstruksi datang satu jam lalu membawa tiga alat berat," lapor Ayu menunjuk deretan ekskavator. "Mereka memblokir lahan atas nama perusahaan properti luar distrik."​Bos Haris turun dari kabin ekskavator terdepan menginjak gundukan tanah merah hingga sepatunya kotor.​Pria

  • Rayuan Desa Wanita   Paru-paru yang Tenggelam

    Suara langkah sepatu bot mereda digantikan dengan gesekan logam pada pintu baja kontainer. Anjing penjaga itu terus menyalak merespons bau manusia dari dalam peti kemas berkarat.​Leo menarik tangannya memutus tekanan pada area dada Marina secara halus.​"Tetap di sudut ini," instruksi Leo melepaskan pelukan janda muda itu.​Marina mengangguk peluh membasahi rambutnya yang menempel di dahi. Napas wanita tangguh itu masih memburu berusaha mengembalikan fungsi logikanya yang hancur.​Leo mengangkat kaki kirinya mengambil ancang-ancang menendang engsel pintu dari bagian dalam.​Sepatu pantofel pria itu menghantam sudut logam pintu baja tepat sebelum tuas pembuka ditarik dari luar. Suara logam patah bergema diiringi terlepasnya kedua engsel baja raksasa tersebut.​Pintu kontainer terlempar ke depan menabrak dua algojo hingga mereka terjungkal ke aspal.​Leo melangkah keluar menembus udara malam pelabuhan yang beraroma garam dan oli mesin. Cahaya lampu sorot kuning langsung menyorot wajah

  • Rayuan Desa Wanita   Ayo Kita Tidur Bertiga

    Bilah golok karatan itu membelah udara dengan suara mendesing, mengarah tepat ke leher Leonardo.Maya dan Kania menjerit histeris, menutup mata mereka rapat-rapat.Namun, bagi seorang dokter bedah yang terbiasa dengan ketelitian tingkat tinggi di meja operasi, tebasan Bahar yang membabi buta itu ta

  • Rayuan Desa Wanita   Satu Kasur Bertiga

    Kamar berukuran tiga kali tiga meter itu terasa sangat sempit dan sunyi. Sinar temaram dari lampu teplok di sudut ruangan menyorot tubuh tiga orang yang berbaring sejajar di atas ranjang kayu tua. Kasur itu sebenarnya hanya muat untuk dua orang, tetapi malam ini, tubuh tegap Leonardo Xaverius ter

  • Rayuan Desa Wanita   Anak dan Ibu Sama-sama Menggoda

    Senyuman nakal di bibir Leonardo Xaverius belum sempat memudar saat Kania akhirnya tersadar dari rasa syoknya. Gadis desa itu tiba-tiba menunduk, dan matanya membelalak panik melihat ikatan kemben batiknya yang merosot tajam, mengekspos belahan dadanya yang putih dan penuh di bawah cahaya remang bu

  • Rayuan Desa Wanita   Terjebak Di Desa

    Sebuah motor klasik hitam yang nilainya di pasar barang antik mencapai ratusan juta, membelah jalanan tanah berbatu. Debu tebal mengepul liar di belakangnya, menutupi pandangan.Namun tiba-tiba saja, motor yang dikendarai oleh pria tampan bernama Leonardo Xaverius itu mogok."Sial! Kenapa harus mog

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status