Share

Bab 65

Penulis: Jiriana
last update Tanggal publikasi: 2026-06-22 09:20:58

"Jika kamu tidak ingin aku curigai, lebih baik panggil Kiran. Biar dia yang merawat Raka. Dia lebih berhak merawat Raka dibandingkan dirimu." Ekspresi wajah Gery terlihat masih serius, sorot matanya pun lebih tajam dari sebelumnya.

  "Kak, aku bukannya tidak mau memanggil Kiran, tapi dia sudah tidur jam segini. Aku tidak tega membangunkannya. Dia kelihatan lelah tadi."

  Gery menunduk dan melihat jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. Waktu sudah menunjukkan pukul 23.48 WIB. Mungkin saj
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 70

    "Aku permisi. Sampai bertemu lagi lain kali."  Kiran hanya mengangguk sopan sebagai jawaban. Saat menyadari kalau dia melupakan sesuatu, buru-buru dia melangkah dengan kaki pincang menuju pintu keluar.  Saat melihat Raka akan memasuki mobil, Kiran buru-buru berseru, "Raka, tunggu!"  Gerakan tangan Raka yang akan membuka pintu seketika terhenti. Dia memutar tubuhnya ke kiri dan menunggu Kiran menghampirinya.  Sebelum berbicara, Kiran mengatur napasnya yang tersengal-sengal akibat berjalan cepat tadi. "Mana ponselku? Kamu bilang akan mengembalikannya?"  Raka meraih sesuatu di saku celana kanannya, lalu menyodorkan benda pipih berwarna putih pada Kiran dan langsung disambut gembira oleh wanita itu. "Aku sudah menghapus nomor ponsel dokter itu. Jangan berhubungan lagi dengannya."  Karena tidak mau mencari masalah dengan Raka, dengan patuh Kiran mengangguk. Setelah mobil pria itu meninggalkan rumah, Kiran masuk ke dalam. Di ruangan keluarga, dia bertemu dengan Stevi dan Vania yang se

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 69

    "Dari mana saja?" Gery langsung melontarkan pertanyaan ketika melihat Raka dan Kiran memasuki ruangan makan bersama. "Aku sudah menunggu sejak tadi, kamu tidur lagi?" Pertanyaan itu, dia tujukan pada Raka yang baru saja duduk di sebrangnya bersama Kiran. "Mandi," jawab Raka seadanya, dengan raut wajah datar. Gery mengunyah makanan dalam mulutnya dengan santai. Namun, dia tiba-tiba mengeryit ketika melihat sesuatu yang janggal. "Kenapa rambut kalian basah? Kalian habis mandi bersama?" Kiran yang baru saja meminum air putih, seketika terbatuk ketika mendengar itu. Raka langsung melesatkan tatapan tajam ke arah Gery setelah Kiran berhenti terbatuk. Namun, sahabatnya itu justu mengulum senyumnya dengan wajah santai. Sementara Stevi dan Vania yang sejak tadi hanya diam, langsung melirik ke arah Raka dan Kiran secara bergantian. Tampak sepercik api kemarahan dalam sorot mata Stevi ketika menyadari kalau Kiran sudah berganti pakaian. Dalam benaknya, dia secara tidak sadar menyimpulka

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 68

    "Raka, kenapa kamu terus membawa Alfan dalam pembicaraan kita? Dia tidak ada hubugannya sama sekali denganku." Seolah sedang mendengar lelucon, Raka seketika tersenyum sinis. "Tidak ada hubungan, tapi kamu selalu tersenyum manis padanya. Bahkan, tidak sabar untuk segera bertemu dengannya sampai pergi ke rumah sakit pagi-pagi sekali." 'Kapan dirinya tersenyum manis pada Alfan?" "Raka, aku berangkat pagi-pagi ke rumah sakit waktu itu bukan karena ingin bertemu dengannya, tapi karena ...." Karena dia tidak tahu harus bersikap seperti apa pada Raka setelah insiden ciuman malem itu. "Karena apa?" tanya Raka akhirnya saat melihat Kiran hanya diam dan tidak melanjutkan ucapannya lagi. "Karena jadwal dokter dimajukan." Hanya itu satu-satunya alasan yang dia berikan pada Raka agar tidak ditanya lagi. "Lalu, kenapa kamu tidak mengatakan padanya kalau kamu sudah menikah

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 67

    "Tidak mau," tolak Stevi. "Izinkan aku tinggal selama beberapa hari lagi di sini, baru aku lepaskan." Karena Stevi tidak mau melepaskan, Raka memegang kedua lengan Stevi, kemudian mendorongnya dengan kuat hingga dia nyaris terjatuh di dekat pintu. Beruntung wanita itu langsung berpegangan pada tembok. "Ini peringatan terakhirku. Jangan pernah memelukku lagi seperti tadi." Usai mengatakan itu, Raka keluar dari kamar, berjalan dengan langkah cepat—menyusul Kiran yang sedang berjalan dengan langkah pincang. "Mau ke mana?" Kiran yang tiba-tiba ditarik dari belakang tampak membelalak dengan mulut sedikit terbuka. Tubuhnya sedikit terhuyung saat akan membentur dada bidang Raka. Baju keduanya sampai basah karena terkena siraman air yang berasal dari dalam gelas yang sedang Kiran pegang akibat wanita itu bergerak terlalu cepat. "Raka lepaskan," pinta Kiran dengan wajah panik. "Kenapa langsung pergi?" Bukannya melepaskan Kiran, Raka justru semakin menarik pinggang Kiran ke arahny

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 66

    Setelah memastikan penampilannya sudah rapi dan cantik, Stevi membuka pintu kamar tamu yang ditempati oleh Raka semalam. Begitu melihat pria itu baru saja keluar dari kamar mandi, Stevi segera berjalan ke arahnya sambil tersenyum manis. "Kak, kamu sudah bangun?" Raka yang melihat Stevi berjalan begitu lincah tanpa menggunakan tongkat, mengerutkan kening dengan tatapan memicing. "Kakimu sudah sembuh?" Selama seminggu ini, selain tidak pernah bertemu dengan Kiran, Raka juga tidak pernah bertemu dengan Stevi. Jadi, dia tidak tahu mengenai kondisi terbaru Stevi. "Dokter bilang kaki sudah mau sembuh, Kak. Cukup sering latihan berjalan juga akan pulih seperti dulu," terangnya antusias karena merasa kalau Raka mempedulikannya. "Bagaimana dengan kepala dan cidera yang lain?" Sebelumnya, akibat terjatuh dari lantai 2, Stevi mengalami geger otak ringan dan cidera di beberapa bagian tubuhnya. "Sudah mau sembuh, Kak. Aku baru selesai berkonsultasi dengan dokter kemarin," jawabnya lagi deng

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 65

    "Jika kamu tidak ingin aku curigai, lebih baik panggil Kiran. Biar dia yang merawat Raka. Dia lebih berhak merawat Raka dibandingkan dirimu." Ekspresi wajah Gery terlihat masih serius, sorot matanya pun lebih tajam dari sebelumnya.   "Kak, aku bukannya tidak mau memanggil Kiran, tapi dia sudah tidur jam segini. Aku tidak tega membangunkannya. Dia kelihatan lelah tadi."   Gery menunduk dan melihat jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. Waktu sudah menunjukkan pukul 23.48 WIB. Mungkin saja benar kalau Kiran sudah tidur, mengingat pukul segitu memang waktunya orang-orang terlelap.   "Kalau begitu, aku akan menginap di sini. Biar aku yang menjaganya."   Tanpa menunggu persetujuan Stevi, Gery masuk ke dalam kamar melalui celah pintu yang masih terbuka. "Keluarlah."   "Tapi, aku mau mera—"   Belum juga Stevi menyelesaikan ucapannya, tubuhnya sudah didorong keluar oleh Gery. Bukan dengan tenaga yang kuat. Namun, hanya dorongan pelan.   "Lebih baik kau istirahat sekarang. Ini sud

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 8 Antara Hidup dan Mati

    “Raka, apa maksudmu membawa Kiran ke rumahmu?”Raka mengangkat kepala dengan malas begitu tahu kalau ibu dan adiknya yang masuk ke ruangannya. “Tidak bisakah Mama mengetuk pintu dulu?” Setelah mengatakan itu, dia kembali menatap dokumen di depannya, mengabaikan ibunya yang sedang berjalan mendekati

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 7 Demam

    Kiran langsung bangun dari tidurnya begitu air membasahi wajahnya. Dia mengusap wajahnya dengan cepat, lalu menatap Raka yang sedang berdiri di samping ranjangnya. "Sudah saatnya bangun. Kamu bukan lagi tuan putri sekarang. Cepat bersihkan tubuhmu, aku tunggu di ruang makan." Setelah Raka pergi,

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 6 Tinggal Serumah

    "Ini rumah siapa?"Kiran menatap rumah besar di depannya dengan heran setelah turun dari mobil Raka."Rumahku." Tanpa melirik pada Kiran, Raka berjalan melewatinya dengan acuh tak acuh.Kiran yang tidak tahu alasan Raka membawanya ke sana, akhirnya bertanya, "Kenapa aku dibawa ke sini?"Raka menghe

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 5 Dibawa Pergi

    "Mau ke mana?" Gery menahan lengan Raka ketika melihat pria itu melangkah."Masuk ke dalam.""Eh, tunggu dulu." Baru sempat melangkah, Raka kembali ditahan oleh Gery. "Kau mau melakukan apa di dalam, menghampiri Kiran?""Menurutmu?" tanya Raka dengan malas."Jangan membuat keributan di rumah sakit.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status