مشاركة

192. AKU BENCI DIKASIHANI

مؤلف: A mum to be
last update تاريخ النشر: 2026-04-25 11:13:19

            Ganda bergerak dengan kecepatan yang tidak wajar untuk ukuran pria yang baru tidur dua jam. Matanya yang dihiasi lingkaran hitam karena efek begadang memikirkan obrolannya dengan Kael malam tadi. Namun, tangannya begitu cekatanr saat memasukkan makanan ringan, minuman dan bahkan vitamin ke dalam tas kain.

"Papa, Aliz mau ikut!" rengek Aliz sambil menarik-narik ujung kaus Ganda.

      

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (1)
goodnovel comment avatar
Nurul Badriyah
Akhirnya Kael ngomong juga.. gini kan enak.
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   284. BUKA WAJAHMU

    Jarak yang mengikis habis di antara mereka membuat kabin laboratorium steril itu mendadak terasa begitu hangat. Sabrina bisa merasakan deru napas Kael yang menyapu permukaan kulit wajahnya, menghantarkan sengatan listrik halus yang membuat bulu kuduknya meremang."A-aku tidak bohong," elak Sabrina, mencoba menegakkan punggungnya yang bersandar pasrah pada kursi kerja. "Tanya saja pada Stella kalau tidak percaya.” Kael tidak menjawab dengan kata-kata. Seulas senyum tipis yang teramat tampan terukir di wajahnya. Sebelum Sabrina sempat membuka mulut untuk kembali membela diri, Kael menundukkan kepala dan mengecup singkat bibir ranum gadis itu.Cup."Kael!" protes Sabrina setengah berbisik, matanya membelalak sempurna lantaran terkejut dengan serangan manis yang begitu tiba-tiba. "Ini di laboratorium! Bagaimana k

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   283. APA INI MIMPI?

    Apa tadi? Sabrina merindukannya? Apa ini hanya mimpi atau bagaimana? Kael masih sibuk dengan isi pikirannya. Pertanyaan-pertanyaan itu berputar hebat di dalam kepala, melumpuhkan seluruh logika bisnis yang biasanya beroperasi dengan kecepatan tinggi. Seorang Sabrina yang biasanya menutup diri di balik dinding pertahanan yang tebal, barusan merengek manja dan mengaku merindukannya di depan layar ponsel. Hingga suara deheman dari Teguh dan decakan pelan Sabrina di seberang panggilan membuat pria berwajah tegas itu berkedip cepat, tersadar dari lamunan instannya."Kalau kau sibuk ya sudah. Aku pulang saja," kata Sabrina kemudian, nada suaranya mendadak berubah gengsi karena menyadari atmosfer canggung di ruangan Kael."Tunggu aku di sana." Itulah balasan Kael yang lekas mengakhiri pembicaraan secara sepihak. Dalam hitungan detik, pipinya terasa panas. Jangan tanyakan bagaimana penampilan atau ekspresi sang Direktur Utama O'Shea

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   282. BELAJAR MENGENDALIKAN DIRI

    Ponsel di tangan Sabrina terasa begitu dingin, berbanding terbalik dengan darahnya yang mendadak berdesir panas akibat foto provokatif yang baru saja diterimanya. Selama beberapa detik, napasnya tertahan di tenggorokan. Rasa cemas dan cemburu yang paling primitif nyaris saja menariknya kembali ke dalam cangkang pertahanan diri yang membuatnya ingin mematikan ponsel, mengunci diri di laboratorium, dan mungkin saja akan mengabaikan Kael seperti yang biasa ia lakukan jika menghadapi konflik emosional sebelumnya. Namun, Sabrina menarik napas sedalam mungkin. Ia mencengkeram pinggiran meja laboratorium, memaksa logikanya untuk mengambil alih kendali. Tidak. Ia menolak menjadi wanita lemah yang langsung hancur hanya karena foto dari nomor asing. Setelah apa yang terjadi di bahu

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   281. RASA CEMAS

    "Hei, kau baik-baik saja? Wajahmu mendadak pucat," tanya Kael lembut, memecah keheningan begitu pintu apartemen tertutup rapat. Ia melangkah mendekat, menyimpan ponselnya ke dalam saku jas, lalu menatap lekat sepasang mata Sabrina yang tampak kosong.Sabrina tersentak, buru-buru menarik napas dalam demi menguasai gemuruh di dadanya. "Aku... aku tidak apa-apa, Kael. Hanya mendadak merasa sangat lelah."Ganda yang berdiri tidak jauh dari mereka, segera mendekat sembari menggendong Aliz yang sudah kembali memejamkan mata di ceruk lehernya. "Lebih baik kau segera istirahat, Sabi. Biar Aliz tidur denganku di kamar sebelah malam ini. Dan Kael, sepertinya kau juga harus pulang.""Terima kasih, Ganda," ucap Kael tulus. Setelah Ganda melangkah masuk ke dalam kamar, Kael beralih sepenuhnya pada Sabrina. Ia meraih kedua tangan gadis itu, mengusap punggung tangannya dengan ibu jari. "Jangan pikirkan u

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   280. MINTA MAAF

    Kehangatan romantis yang baru saja mereka bawa dari jalanan seketika menguap tanpa sisa, digantikan oleh atmosfer yang mendadak mencekam dan menegangkan begitu pintu apartemen terbuka lebar. Pemandangan di dalam ruang tengah yang luas itu membuat Kael langsung menegang sempurna dengan rahang mengeras kokoh, sementara Sabrina refleks melangkah mundur satu tapak dengan jantung yang mencelos. Di atas sofa ruang tamu, Ganda sedang duduk sembari memangku Aliz yang masih menyesuaikan diri lantaran baru saja bangun dari tidur siangnya. Namun, keberadaan mereka berdua bukanlah alasan di balik perubahan drastis ekspresi Kael. Di tengah ruangan itu, duduk sosok Nyonya Maureen yang memancarkan aura wibawa yang teramat kuat. Dan tepat di sebelah sang nenek, Rosaleen melemparkan senyu

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   279. DIA BEGITU SEMPURNA

    “Ayo katakan!” Itu dikatakan Sabrina sembari memandang Kael dengan tatapan berapi-api penuh emosi yang tertahan. Napasnya memburu, sementara kedua tangannya masih mencengkeram kemudi dengan begitu erat hingga buku-buku jarinya memucat. Di dalam kabin mobil yang mendadak sunyi setelah sentakan rem mendadak di bahu jalan itu, Sabrina menuntut jawaban. Kael tidak langsung membalas dengan bentakan. Menghadapi kobaran amarah dan kecemburuan yang meletup-letup dari kekasihnya, sepasang mata elang pria itu justru melunak. Ada gurat kelelahan yang nyata di sana, berbaur dengan rasa takut yang teramat besar akan kehilangan. Secara perlahan, Kael mengulurkan kedua tangannya. Ia meraih jemari Sabrina, melepaskan cengkeraman erat gadis itu dari setir mobil, lalu menggenggamnya dengan lembut namun penuh penekanan."Aku mau kau melihatku saja. Hanya fokus pada kita berdua. Bukan Rosaleen, bukan juga Daniel," ucap Kael, nadanya berangsur rendah dan teramat dalam.

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   57. BU NENEK

    Minggu pagi itu, Jakarta terasa sedikit lebih bersahabat. Langit biru bersih memayungi perjalanan mobil sedan hitam yang meluncur tenang menuju kawasan Jakarta Barat. Di dalam kabin yang kedap suara, Sabrina duduk berdampingan dengan Nyonya Maureen. Ya. Pagi ini, Sabrina men

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   56. OBROLAN MALAM MINGGU

    Malam Minggu di kediaman mewah keluarga O’Shea tidaklah diisi dengan pesta pora atau dentuman musik yang memekakkan telinga. Sebaliknya, suasana tenang yang elegan menyelimuti ruang tengah. Di sana, di atas sofa beledu yang

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   55. TAWARAN DARI GLADIS

    Hujan badai yang menghantam Jakarta sore itu seolah menjadi tirai sempurna untuk sebuah pertemuan yang tidak semestinya terjadi. Gladis memilih sebuah kafe tua di pinggiran kota yang sudah hampir tutup, tempat yang jauh dari jangk

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   54. BUKAN ISTRIKU

    "Saya hanya membela diri. Permisi," Sabrina melangkah melewati Gladis dengan bahu tegak, membiarkan aroma detergen dari seragamnya beradu dengan parfum mahal Gladis yang terasa menyesakkan. Sabrina terus berjalan menuju rua

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status