Teilen

Bab 48

last update Veröffentlichungsdatum: 10.04.2026 12:45:34

Tatapan Indra yang berubah itu tidak butuh penjelasan. Suasana di ruangan langsung terasa berbeda, bukan lagi sekadar tegang, tetapi seperti ada sesuatu yang siap pecah kapan saja. Ia masih memegang ponselnya, layar yang sudah gelap itu seolah menyimpan sesuatu yang belum selesai. Napasnya tetap teratur, namun rahangnya mengeras, dan itu cukup untuk menunjukkan bahwa ada sesuatu yang baru saja menyentuh batasnya.

Hansen menyadari perubahan itu dalam hitungan detik. Ia tidak lagi tersenyum, mela
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • SEXY HOT OFFER    Bab 56

    Nama itu menggantung di udara lebih lama dari yang seharusnya. Dina tidak langsung bereaksi, tetapi jelas tubuhnya menegang. Ia menatap Indra, mencoba memastikan apakah ia salah dengar atau tidak. Namun dari cara Indra mengatakannya, tidak ada ruang untuk salah tafsir.“Clara?” ulang Dina pelan, seolah sedang memastikan sesuatu dalam pikirannya sendiri. Ia pernah mendengar nama itu sebelumnya, meski tidak secara langsung. Dan sekarang, nama itu kembali muncul di saat yang paling tidak tepat.Indra mengangguk kecil tanpa banyak penjelasan. Ia tahu, menjelaskan sekarang tidak akan membuat keadaan lebih mudah. Justru bisa memperkeruh sesuatu yang sudah rumit sejak awal. Namun diam juga bukan pilihan yang lebih baik.“Dia yang pertama kali narik aku ke semua ini,” ucap Indra akhirnya, memilih jujur meski singkat. Nada suaranya tetap tenang, tetapi ada sesuatu yang lebih dalam di baliknya. Sesuatu yang bahkan ia sendiri belum sepenuhnya pahami.Dina menatapnya beberapa detik sebelum akhirn

  • SEXY HOT OFFER    Bab 55

    Gang itu kembali sunyi setelah sosok terakhir benar-benar menghilang. Tidak ada lagi suara langkah atau tekanan yang menyesakkan seperti beberapa menit sebelumnya, tetapi justru keheningan itu terasa lebih berat. Dina masih berdiri di dekat Indra dengan napas yang belum sepenuhnya stabil. Tangannya belum sepenuhnya lepas dari lengan Indra, seolah ia masih butuh memastikan bahwa semuanya benar-benar sudah selesai.Indra memasukkan ponselnya ke saku tanpa berkata apa-apa, tetapi jelas pikirannya tidak berhenti bekerja. Tatapannya lurus ke depan, namun fokusnya bukan pada jalan atau bayangan di sekitar mereka. Ada sesuatu yang sedang ia susun, potongan-potongan yang mulai terhubung satu sama lain. Dina memperhatikan perubahan itu, dan justru di situlah ia merasa semakin jauh dari Indra.“Indra…” suara Dina akhirnya keluar pelan, tidak lagi sekadar memanggil, tetapi membawa beban yang belum terucap. Indra menoleh sedikit, cukup untuk menunjukkan bahwa ia mendengar. “Kita pulang dulu,” uca

  • SEXY HOT OFFER    Bab 54

    Gerakan pria itu terlalu cepat untuk mata biasa.Namun tidak untuk Indra.Di detik ketika arah serangan itu berubah menuju Dina, sesuatu dalam diri Indra langsung bereaksi. Bukan lagi sekadar refleks, tetapi insting yang lebih dalam, lebih tajam, seolah tubuhnya sudah mengenali ancaman itu jauh sebelum terjadi.“Jangan bergerak!” bentak Indra keras sambil memutar tubuhnya.Dina yang sempat terpaku langsung tersadar. Tubuhnya menegang, tapi ia tidak melangkah mundur atau maju. Ia hanya diam, seperti yang diperintahkan, meski jantungnya terasa ingin keluar dari dadanya.Sementara itu…Indra sudah bergerak.Langkahnya meledak ke depan, jaraknya yang tadi beberapa meter seakan terpotong dalam satu tarikan napas. Tangannya langsung mengarah ke lintasan serangan pria itu, bukan untuk menahan, tetapi untuk mengubah arah.Benturan terjadi.Keras.Namun bukan pada Dina.Indra berhasil menggeser arah pukulan itu tepat sebelum mengenai tubuh Dina, membuat serangan itu meleset dan menghantam udar

  • SEXY HOT OFFER    Bab 53

    Dua pria itu terus berjalan mendekat tanpa memperlambat langkah. Wajah mereka tenang, tapi mata mereka fokus penuh ke arah Indra, seolah sudah mengunci target sejak awal. Tidak ada basa-basi, tidak ada ancaman verbal. Justru itu yang membuat situasinya terasa lebih berbahaya.Indra berdiri diam beberapa langkah di depan motor, posisinya sedikit bergeser agar tubuhnya menjadi penghalang antara mereka dan Dina. Tatapannya tidak lepas dari gerakan kecil lawan. Cara mereka melangkah, cara bahu mereka bergerak, hingga posisi tangan mereka yang tampak santai tapi siap menyerang kapan saja.Dina di belakangnya mencoba menahan napas. Ia tidak bergerak, tapi matanya terus mengikuti setiap detik yang terasa semakin berat. Ia mulai paham satu hal, orang-orang yang datang kali ini berbeda. Mereka tidak emosional, tidak gegabah. Mereka seperti mesin yang sudah tahu tugasnya.Salah satu dari mereka akhirnya berhenti sekitar tiga meter dari Indra. Ia sedikit memiringkan kepala, mengamati dengan lebi

  • SEXY HOT OFFER    Bab 52

    Indra tidak langsung menjawab pertanyaan Dina.Matanya masih terpaku pada kartu di tangannya. Simbol itu sederhana, hanya garis dan lingkaran yang saling bertaut, tetapi semakin lama ia melihatnya, semakin terasa berat di pikirannya. Seolah bukan sekadar tanda, melainkan sesuatu yang pernah ia kenal… sesuatu yang pernah ia miliki.Dina melangkah sedikit lebih dekat. “Indra…?” suaranya lebih pelan, kali ini bukan hanya penasaran, tetapi juga khawatir dengan perubahan ekspresi Indra yang semakin dalam.Indra akhirnya mengangkat sedikit kartu itu, memperlihatkannya lebih jelas. “Ini bukan kartu biasa,” ucapnya tenang. Nada suaranya tidak tinggi, tetapi terasa pasti. “Ini penanda. Orang yang pegang ini… bukan orang jalanan.”Dina mengernyit. “Maksudnya?”Indra tidak langsung menjawab. Ia justru menutup matanya sejenak, mencoba menangkap sesuatu yang terus berdenyut samar di kepalanya. Ada bayangan. Ada potongan suara. Ada perasaan yang tidak asing, tetapi belum bisa ia rangkai utuh.“Ini

  • SEXY HOT OFFER    Bab 51

    Angin malam masih terasa dingin ketika Indra dan Dina meninggalkan rumah itu. Langkah mereka tidak terlalu cepat, tetapi jelas tidak santai. Dina masih menggenggam tangan Indra erat, seolah takut jika ia melepaskannya, semua yang baru saja terjadi akan kembali menelannya.Indra tidak langsung bicara. Tatapannya lurus ke depan, namun pikirannya bergerak cepat, menyusun ulang semua yang baru saja terjadi. Ini bukan lagi sekadar konflik antar kelompok kecil, ini sudah menyentuh sesuatu yang lebih besar, sesuatu yang bahkan belum sepenuhnya ia pahami.“Indra…” suara Dina pelan, sedikit bergetar, namun berusaha ditahan.Indra melirik sekilas tanpa menghentikan langkahnya. “Kamu aman sekarang,” ucapnya datar, tetapi nada suaranya cukup untuk menenangkan.Dina menelan ludah. “Mereka… bukan orang biasa,” lanjutnya, kali ini lebih serius.Indra berhenti.Langkahnya terhenti begitu saja di bawah lampu jalan yang redup. Ia perlahan menoleh ke arah Dina, menatapnya beberapa detik, seolah memastik

  • SEXY HOT OFFER    Bab 43

    Pintu kamar itu sudah tertutup sejak beberapa menit yang lalu, tetapi suasananya masih terasa tertinggal di dalam ruangan itu. Indra berdiri di tempat yang sama, seolah tubuhnya belum menerima bahwa satu bagian penting baru saja pergi meninggalkannya. Hening yang tersisa bukan lagi tentang pertengk

  • SEXY HOT OFFER    Bab 42

    Udara di dalam kamar itu terasa lebih padat dari sebelumnya. Tidak ada yang benar-benar bergerak dalam beberapa detik setelah kalimat terakhir Laura jatuh, tetapi justru di situlah semuanya terasa semakin berat. Indra berdiri di tempatnya, matanya bergantian menatap Dina lalu Laura, seolah mencoba

  • SEXY HOT OFFER    Bab 41

    Pintu yang masih bergetar pelan itu menyisakan gema di dalam dada Indra. Ia berdiri di antara dua wanita dengan napas yang belum sepenuhnya kembali normal. Cahaya pagi yang masuk dari jendela terasa terlalu terang, seolah memperjelas situasi yang seharusnya bisa ia sembunyikan. Namun kini tidak ada

  • SEXY HOT OFFER    Bab 40

    Pagi itu datang perlahan, menyapu rumah besar Dina dengan cahaya hangat yang lembut. Indra membuka mata, namun tubuhnya terasa tegang, seakan malam sebelumnya masih menempel di kulitnya—bayangan, tawa seram, dan ancaman yang menyelusup hingga ke tulang. Ia menarik napas panjang, mencoba menenangkan

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status