เข้าสู่ระบบArga berusaha berpegangan pada batu dipinggir sungai, tetapi arus deras tidak membiarkannya berhasil, sehingga mau tidak mau pemuda itu harus pasrah terbawa arus.Jdak! Aww!Satu kali kepala Arga terbentur batu membuat tubuhnya kembali ke tengah sungai.Nahas tidak jauh dari sana terdapat sebuah air terjun, Arga panik dan mencoba berenang melawan arus berharap tubuhnya tidak terjatuh.Tetapi karena tenaganya saat ini sangat terbatas, Arga-pun pada akhirnya harus pasrah terhempas jatuh menuju dasar air terjun.Brak! Biiyuuuuuuurrr!Arga membentur permukaan kolam dengan sangat keras menciptakan percikan air ke segala arah, sementara dirinya tenggelam jauh hingga mencapai dasar.Tidak ingin mati tenggelam, Arga segera berenang naik kepermukaan, tetapi tenaganya yang lemas membuat tubuh Arga tidak mau naik.Air sudah banyak yang masuk kemulut pemuda itu ditambah di dasar kolam terdapat arus yang berputar sehingga semakin lama tubuh Arga semakin tidak berdaya.Dalam kepanikan antara hidup
Terjadinya fenomena aneh di atas langit gunung Lawu membuat beberapa perguruan golongan putih merasa panik karena tahu akan datangnya bencana besar yang mengancam umat manusia.Setelah menerima kabar dari padepokan Melati Sakti dan beberapa perguruan lain, Aki Karmadapa akhirnya memutuskan akan mengadakan pertemuan terbuka untuk semua sesepuh perguruan.Pertemuan itu akan digelar di aula perguruan Sayap Dewa tiga minggu lagi dari sekarang.Jauh-nya jarak lokasi antara perguruan menjadi kendala tersendiri sehingga waktu pertemuan harus disesuaikan dengan perguruan terjauh yaitu Mata Budha.Perguruan Sayap Dewa selalu menjadi pusat perlindungan karena selain merupakan perguruan terbesar di wilayah Bunisora, perguruan Sayap Dewa juga memiliki dua pendekar sakti yaitu Aki Karmadapa dan Ki Elang Sakti.Dua pendekar itu dahulu terkenal sebagai dua burung bersaudara dari lembah Batu Situng.Aki Karmadapa memiliki jurus Sayap Dewa, sementara adiknya Ki Elang Sakti memiliki jurus pedang elang.
Ctarr! Aaaaaa!Ctarr! Aaaaaa!“Sial! Mengapa cambukan ini sangat menyakitkan sekali,” umpat Arga.Ctarr! Aaaaaa!Jantaka berteriak keras karena punggungnya sudah lebih dari 100 kali terkena cambukan.“Dasar pembual! Karena dirimu aku jadi terseret masalah seperti ini,” ketus Arga kepada Jantaka.“Hahaha, maaf! Tapi sebagai teman, kau memang harus setia kawan,” ujar Jantaka sembari menahan sakit dipunggungnya.“Teman macam apa yang tega menyeretku dalam penderitaan seperti ini,” keluh Arga.“Hahaha, nikmati sajalah, kau juga tidak akan mati karena cambukan bukan?” Jantaka malah tertawa melihat ekspresi wajah Arga saat dicambuk.“Sialan dasar pembual!” umpat Arga.“Rantai apa ini? Mengapa aku tidak bisa melepaskannya?” tanya Arga kemudian.“Ini adalah rantai batu laut, lupakanlah! Kemampuan pengendalian logammu tidak akan berguna,” jawab Jantaka sembari menyeringai lebar.“Diam kalian! Dasar dua berandalan tidak berguna,” teriak ketua yang menghukum mereka.Ctarr! Aaaaaa!Ctarr! Aaaaaa!
Sore hari, Arga, Ariani, dan Jantaka tengah berada di ruangan besar milik sesepuh perguruan Sayap Dewa.Arga kira pertemuan mereka akan berlangsung baik-baik saja mengingat Jantaka memiliki berbagai keistimewan. Tidak sangka semua malah keluar dari ekspektasi-nya.Alih-alih mendapat sambutan hangat, Arga dan Ariani malah kena marah besar karena Jantaka merupakan murid nakal yang kabur dari perguruan.“Dasar tidak tahu diri! Kau masih berani menunjukan wajahmu dihadapanku Jantaka,” bentak Aki Karmadapa.“Ma-ma—maafkan aku sesepuh,” Jantaka menunduk tidak berani menunjukan wajah.“Mohon maafkan dia sesepuh, anak ini memang masih belia,” Nyi Erawati mencoba menenangkan.Dia merupakan salah satu ketua perguruan yang sudah memiliki usia lanjut.Selain ketua perguruan, Nyi Erawati juga adalah sahabat Aki Karmadapa dari sejak mereka masih sama-sama muda.“Kau selalu saja membelanya Nyi, akibat dimanjakan oleh dirimu dia menjadi seperti ini,” ketus Aki Karmadapa.“Bukan hanya aku, tetapi seba
Walet Darah merupakan perguruan golongan hitam yang terkenal kejam dan sulit dihadapi.Mereka memiliki kemampuan terbang sangat cepat dengan menunggani seekor burung walet besar.Keahlian terbang dan bertarungnya di atas langit membuat Walet Darah menjadi satu-satunya perguruan golongan hitam yang mampu menguasai udara.Mereka dapat membunuh tanpa terdeteksi dan pergi ke manapun tanpa hambatan.Atas kelebihannya itulah Walet Darah kerap diminta bantuan oleh orang-orang tertentu untuk melakukan pekerjaan kotor.Menculik, membunuh, membumihanguskan desa, dan menghancurkan perguruan golongan putih merupakan sebagian misi yang mereka terima.Tidak ada yang tahu entah di mana letak perguruan mereka, namun nama Walet Darah begitu ditakuti dan paling dihindari oleh semua perguruan.Tidak ada satupun perguruan yang ingin berurusan dengannya, termasuk perguruan golongan hitam sekalipun.Dan hari ini, mereka berada di wilayah perguruan Sayap Dewa membuat Jantaka khawatir akan terjadi perang bes
2 hari menyusuri daratan gersang kelompok Arga kini tiba di pintu ngarai menuju lembah batu Situng tempat di mana perguruan Sayap Dewa berada.Kanan kiri mereka merupakan tebing curam yang dibawahnya terdapat sungai berarus deras.Sementara jalanan yang mereka tapaki merupakan jalan setapak yang hanya dilewati satu kuda membuat ke-tiganya berjalan secara beriringan.Jantaka berada di posisi paling depan sebagai penunjuk jalan, sementara Ariani berada di tengah antara Arga dan Jantaka.“Apa ini satu-satunya jalan menuju ke perguruanmu Jantaka?” tanya Arga mengerutkan kening, matanya tidak lepas memperhatikan situasi ke kanan dan ke kiri khawatir ada bahaya yang mengancam.“Benar, perguruanku memang berada di wilayah tertutup. Itulah yang membuat Sayap Dewa terkenal keberbagai negeri,” tutur Jantaka.“Sayap Dewa juga merupakan perguruan teraman karena musuh sulit mencapainya,” tambah Jantaka.Arga masih terus memperhatikan situasi sembari mendengarkan penjelasan Jantaka.“Akses satu ara







