Share

BAB 209

Penulis: Rainina
last update Tanggal publikasi: 2026-03-21 21:10:34

Damien perlahan mengangkat wajahnya. Ia tahu betul bahwa kata-kata yang akan ia ucapkan selanjutnya bisa saja membuat sang Kaisar meledak dalam kemarahan, namun kesetiaannya pada kekaisaran menuntutnya untuk jujur.

"Mohon ampun, Yang Mulia." ucap Damien dengan suara tenang namun penuh kehati-hatian.

"Tetapi, melihat situasi saat ini... posisi pewaris takhta yang kosong memang membuat kekhawatiran dan perasaan para bangsawan itu menjadi valid."

Mata merah Lucian seketika melebar. Napasnya terce
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 443

    Suara Lucian yang dipenuhi aura membunuh menggema, memantul di antara tebing-tebing batu dan menusuk tajam ke telinga siapa pun yang mendengarnya.Sebuah decakan kasar meluncur dari sela bibir Alexander. Raja Eldoria itu menggertakkan giginya dengan kesal, memacu kudanya semakin gila untuk memperlebar jarak dari sang Dewa Perang yang kini mengamuk di belakang mereka.Di dalam dekapan pria gila itu, Sienna seketika tersentak. Sayup-sayup, suara suaminya menembus kabut rasa sakit dan sisa obat bius di kepalanya. Lucian benar-benar datang, suaminya itu benar-benar selamat. Kesadaran itu memicu letupan adrenalin yang memaksa mata sayu Sienna untuk terbuka. Ia tahu pasti, pria yang menahannya ini mendengar raungan itu juga. Sienna menatap ke bawah, melihat tanah berbatu dan semak berduri yang berkelebat dengan kecepatan mengerikan di bawah tapak kuda. Pikirannya yang kalut dan putus asa memunculkan sebuah ide gila, bagaimana jika ia menjatuhkan dirinya begitu saja dari atas pelana? Jik

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 442

    Derap langkah tapak kuda yang memekakkan telinga merobek keheningan di dalam hutan pinus. Gelapnya malam dan kabut tebal yang menggantung di udara sama sekali tidak mampu memperlambat laju perburuan mematikan tersebut.Di barisan paling depan, Lucian memacu kuda perang raksasanya dengan kecepatan yang nyaris menyerupai tindakan bunuh diri. Ranting-ranting pinus yang tajam menyabet zirah, jubah, dan wajahnya, namun sang Kaisar itu sama sekali tidak mempedulikannya. Luka bakar di lengannya akibat ledakan terasa kebas, terkalahkan oleh kobaran amarah dan keputusasaan yang mendidih di dalam dadanya.Sepasang mata merah darahnya menyalang buas menembus kegelapan, mencari jejak musuh yang berani menyentuh miliknya.Membayangkan istrinya berada di dalam cengkraman pria gila, membuat kewarasan Lucian nyaris putus seutuhnya."Yang Mulia!" teriak Komandan Ksatria Bayangan dari arah belakang, memacu kudanya menyejajari sang Kaisar. "Anjing pelacak menangkap aroma di arah jam sebelas! Ada sebu

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 441

    Alexander bangkit berdiri dari lantai tanah, melepaskan pandangannya dari Sienna, lalu melangkah lebar membuka pintu gubuk tersebut hanya sebatas celah yang cukup untuk melihat sosok ksatrianya."Bicaralah," desis Alexander.Ksatria Eldoria yang berdiri di luar tampak terengah-engah. Seragam gelapnya basah oleh keringat. "Ampuni saya, Yang Mulia Raja. Tapi kita tidak punya banyak waktu. Kita harus segera meninggalkan titik ini sekarang juga."Mata biru Alexander menyipit tajam. "Jelaskan.""Pasukan pelacak Rivendia tidak memakan umpan kita," lapor ksatria itu dengan nada panik yang tertahan. "Taktik decoy yang kita jalankan dengan menyebar belasan kuda dan kereta ke arah timur dan selatan telah gagal total. “Kaisar Lucian tidak membagi pasukannya. Dia, bersama dengan pasukan elit Ksatria Bayangan, saat ini sedang memacu kuda dengan kecepatan penuh langsung menuju hutan pinus ini."Rahang Alexander mengeras kaku mendengarnya. "Bagaimana mereka bisa tahu rute yang kuambil di tengah ke

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 440

    Gubuk kayu yang lembab dan terisolasi itu seolah menjelma menjadi sebuah ruang eksekusi kedap suara bagi kewarasan Sienna.Di hadapannya, penguasa tertinggi dari eldoria yang terkenal dengan kekejamannya itu terus meracau. Alexander masih berlutut di lantai tanah yang kotor, tangannya yang besar dan dingin terus membelai pergelangan kaki Sienna dengan pemujaan."Kita akan pulang ke Eldoria hari ini juga," bisik Alexander, matanya menerawang menembus dinding gubuk, tenggelam sepenuhnya dalam dunia delusinya sendiri. "Udara Rivendia terlalu dingin untukmu. Aku akan membangun ulang taman mawar di sayap selatan istana... sama persis seperti yang kau suka. Dan menara itu... menara tempat kau kedinginan... aku sudah merobohkannya. Semuanya. Tidak akan ada lagi yang menyakitimu."Setiap kata yang meluncur dari bibir pria itu terasa seperti paku berkarat yang ditancapkan perlahan ke dalam tengkorak Sienna. Teror ini jauh lebih mengerikan daripada todongan pedang. "Kumohon... berhentilah..."

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 439

    Kesadaran Sienna kembali secara perlahan, ditarik paksa dari dalam kegelapan pekat oleh rasa pening yang hebat di kepalanya. Sisa-sisa obat bius yang dihirupnya masih mengalir di dalam pembuluh darah, membuat setiap otot di tubuhnya terasa berat.Sienna membuka kelopak matanya dengan susah payah. Hal pertama yang tertangkap oleh pandangannya adalah langit-langit kayu kasar yang lapuk dan dipenuhi sarang laba-laba. Udara di sekitarnya terasa luar biasa lembab, bercampur dengan bau tanah basah dan asap kayu bakar dari perapian kecil yang berderak di sudut ruangan.Ini adalah sebuah gubuk perburuan yang terbengkalai.Ingatan tentang apa yang baru saja terjadi merangsek masuk ke dalam kepalanya seperti hantaman palu. Ledakan di Ruang Audiensi. Kepanikan di lorong istana. Dan lengan kuat yang membekap wajahnya di tengah kobaran api.Napas Sienna seketika memburu. Kepanikannya meledak ruah. Ia mencoba bangkit dengan cepat, namun baru menyadari bahwa tubuhnya telah dibaringkan di atas sebu

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 438

    Di sisi lain istana, kobaran api menjilat-jilat liar menghancurkan sisa-sisa Ruang Audiensi.Pintu ganda berbahan kayu eboni raksasa yang telah tertimpa puing-puing bebatuan itu tiba-tiba meledak dari dalam, hancur berkeping-keping oleh sebuah tendangan dengan tenaga yang sama sekali tidak manusiawi.Dari balik tirai api dan debu reruntuhan, Lucian melangkah keluar.Aura sang Kaisar itu begitu mengerikan, segelap dan sedingin dewa kematian yang baru saja merangkak naik dari dasar jurang. Seragam kekaisarannya hangus di beberapa bagian, dan noda abu serta cipratan darah samar menutupi separuh wajah aristokratnya yang mengeras kaku.Lucian tidak keluar dengan tangan kosong. Di kedua tangannya yang besar dan berotot, ia membawa dua penguasa negara sekutu yang telah jatuh pingsan akibat menghirup terlalu banyak asap beracun dari bubuk peledak tersebut. Melihat Kaisar mereka berhasil keluar dari reruntuhan hidup-hidup, Komandan Ksatria Bayangan dan tim medis yang bersiaga di luar langsun

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 130

    Sementara kepanikan melanda kamar utama, kesunyian yang mencekam menyelimuti kamar Tabib.Damien berdiri diam di tengah ruangan tersebut. Matanya yang tajam menyapu setiap sudut kamar yang terlihat rapi. Tidak ada botol ramuan yang tersisa, tidak ada pakaian di dalam lemari kayu itu. Membuatnya te

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 116

    Begitu mereka melangkah lebih jauh ke dalam aula, beberapa bangsawan yang didorong oleh rasa penasaran, ambisi politik, atau sekadar ingin menjilat, mulai mencoba mendekat.Mereka memasang senyum pal

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 121

    Bruk!Baron Borgia jatuh tersungkur di atas tanah berkerikil di pelataran depan. Sebelum ia sempat bangun untuk mengutuk lagi, seorang pelayan pria melangkah tenang menuruni anak tangga batu.

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 117

    Riuh seketika meledak, memenuhi setiap sudut aula yang megah itu sesaat setelah pengumuman sang Kaisar bergema.Kali ini, tidak ada lagi yang menyembunyikan bisik-bisik mereka. Aturan kesopanan seolah dilupakan. Seluruh

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status